Kamis, 14 November 2013
Get Personalized Here!
| Sign In
- Ekonomi
- Bola
- Tekno
- Entertainment
- Otomotif
- Health
- Female
- Travel
- Properti
- Foto
- Video
- Forum
- Kompasiana
Get Personalized Here!
Informasi yang dihimpun Tribun Network, beberapa buruh masih bertahan menggelar aksi di kawasan industri Bekasi, Jakarta, dan Tangerang. Sementara sebagian lainnya bergerak ke beberapa titik aksi unjuk rasa di Ibu Kota.
Untuk di kawasan Industri Bekasi, sekitar 20.000 buruh melakukan mogok nasional di Kawasan Ejib, kawasan Hyundai, kawasan delta Silicon, kawasan Jababeka, kawasan MM2100, kawasan Greenland, dan kawasan Gobel
Kemudian aksi mogok nasional juga terjadi di kawasan industri Tangerang Kota, areal Pelabuhan Tanjung Priok, KBN Cakung Cilincing, kawasan Sunter, kawasan industri Pulo Gadung, serta depan pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok.
Tak hanya itu, di Jakarta ribuan buruh juga menyasar ke beberapa titik lokasi unras seperti Balai Kota DKI Jakarta, Bundaran HI, depan Istana Negara, depan Mabes Polri, kantor PT Jamsostek Pusat, serta gedung DPR/MPR RI.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, 3 juta buruh melakukan mogok nasional selama dua hari, 31 Oktober dan 1 November 2013 di seluruh Indonesia. Dalam aksinya itu, buruh menyuarakan 5 tuntutan pada pemerintah.
Imbas dari mogok nasional yang dilakukan oleh tiga juta buruh di 20 provinsi dan 150 kabupaten kota tersebut yakni terjadi stop produksi di tempat kerja mereka. Sehingga bisa dipastikan, hampir 40 kawasan industri lumpuh total khususnya di Pulau Jawa, Sumatera, Makasar dan Pulau Bintan.
5 tuntutan buruh tersebut yakni naikkan upah minimum 50 persen, jalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat pada 1 Januari 2014, hapuskan outsourcing termasuk di BUMN, Sahkan RUU Pembantu Rumah Tangga, dan Cabut UU Ormas.
Editor : Ana Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com -- Ribuan buruh di Jakarta Timur dan Bekasi mulai memadati Jalan Raya Bekasi menuju titik aksi yakni Bunderan Kawasan Industri Pulogadung. Mereka melakukan mogok nasional terkait penetapan kebutuhan hidup layak (KHL) dan menuntut kenaikan upah minumum provinsi (UMP) sebesar 50 persen.
Menurut Kepala Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur Kompol Mulyadi, para buruh telah memadati jalan mulai pukul 08.00. WIB. Upaya pengalihan arus lalu lintas pun telah dilakukan. Hal ini dikarenakan untuk menghindari kemacetan yang ada di Jalan Raya Cakung.
"Sebanyak sepuluh ribu massa telah memadati jalan dari Cakung menuju kawasan Pulogadung," ujar Mulyadi saat ditemui Kompas.com di Jalan Raya Cakung, Jakarta, Kamis (31/10/2013).
Menurutnya, pengalihan arus lalu lintas dari arah Cakung yang menuju Pulogadung, diarahkan ke Jalan Raya Penggilingan Cakung.
Selain itu, mengenai pengamanan Polres Metro Jakarta Pusat telah menurunkan personel gabungan dari Polisi dan TNI. "Jumlah personel 600 dari gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Timur juga dari TNI 135 personel," ujarnya.
Pantauan Kompas.com, ribuan buruh mulai melakukan long march dari Jalan Raya Cakung menuju kawasan industri Pulogadung, dengan melakukan iring-iringan menggunakan sepeda motor. Hal ini membuat arus lalu lintas tersendat hingga menyebabkan macet total.
Editor : Eko Hendrawan Sofyan
"Metromininya masih diupayakan dicari. Jurusan mana dan siapa sopirnya belum diketahui dan masih dalam pencarian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/10/2013).
Menurut Rikwanto, keterangan sopir metromini itu cukup penting untuk mengungkap siapa pelaku pembacokan.
"Lima orang orang saksi melihat di dalam metromini ada dua orang yang bertengkar dan berkelahi, salah satunya Brigadir Syarif. Keduanya lalu turun dan terus berkelahi di TKP pertama yakni di seberang kantor Koramil Pasar Minggu," tuturnya.
Rikwanto menjelaskan, kelima saksi yang menyaksikan kejadian itu adalah para pedagang buah dan pedagang martabak di lokasi kejadian. "Mereka sedang nongkrong di situ dan menyaksikan kejadian itu," ujarnya.
Saat keduanya turun dari metromini, kata Rikwanto, perkelahian semakin sengit. Saat itulah diduga terjadi pembacokan dan penusukan terhadap anggota Brimob Kedung Halang, Bogor itu.
Editor : Ana Shofiana Syatiri
Kesepakatan itu tertuang dalam Lembaran Kerja Sama (LKS) 2013 dan diterbitkan berupa surat keputusan. "Pengusaha dan buruh sepakat mogok kerja hanya tiga jam," kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail, usai pembahasan tersebut, Senin (28/10/2013).
Ketua Apindo Kota Depok Inu Kertapati Harahap menyatakan, buruh Depok sepakat tidak pergi ke Jakarta.
Wakil Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Kota Depok Zainuddin Agung mengatakan, buruh menuntut UMK Rp 3,7 juta dari sebelumnya sebesar Rp 2,2 juta. Buruh juga menuntut pemberlakuan UU BPJS mulai 1 Januari 2014.
Namun, Wali Kota Depok sepakat dalam menentukan UMK Kota Depok 2014 menggunakan UU No 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. Sedangkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi akan mempertimbangkan kenaikan UMK sebesar 35 persen dari yang berlaku pada 2013 sebesar Rp 2,2 juta, seperti dikutip dari Antara.
Editor : Ana Shofiana Syatiri
"Sebenanya Satpol PP itu pasukan serbaguna, harus bisa semuanya," kata Kukuh kepada Kompas.com, Senin (28/10/2013).
Saat melamar menjadi personel Satpol PP, kata dia, semua harus menyadari kalau Satpol PP dapat bekerja apapun. Khususnya dapat menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum (Tibum). Termasuk dengan menangani apa yang diinginkan oleh Basuki.
Jadi, kata Kukuh, Satpol PP tidak hanya mengurusi ketertiban pedagang kaki lima, Satpol PP juga diarahkan untuk dapat menangani kebakaran, mengatur lalu lintas, dan sebagainya. Oleh karena itu, ia sangat mendukung apa yang diperintah Basuki.
"Setiap orang jadi Satpol PP, Kodam, dan Kepolisian itu sudah diajarkan penanganan, tapi masih kulitnya," kata Kukuh.
Ke depannya, sesuai dengan perintah Basuki, Kasatpol PP berjanji akan memperdalam keahlian medis tersebut. Mulai dari P3K hingga korban kecelakaan itu harus dirujuk kemana. Satpol PP yang berada di Kelurahan maupun di pinggir jalan harus dapat mengetahui puskesmas mana yang paling dekat.
Jadi, walaupun para personel Satpol PP belum ahli betul, namun setidaknya para personel Satpol PP dapat bertindak atas kejadian yang terjadi. Misalnya dengan menelepon dokter atau membawa ke puskesmas.
"Enggak boleh hanya jadi penonton. Perintah Pak Wagub harus dilaksanakan," ujar mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum DKI tersebut.
Selain meminta Satpol PP memiliki keahlian P3K, Basuki juga meminta unit ambulance untuk tetap disiagakan, dan ditempatkan di posisi-posisi strategis. Saat ini, jumlah keseluruhan personel Satpol PP sebanyak 6.500 orang. Diantaranya petugas yang diperbantukan sekitar 500 orang dan 3.000 pegawai tidak tetap (PTT).
Sehingga Satpol PP yang berstatus pegawai negeri sipil berjumlah 3.000. Rencananya, 1000 personel akan dipindahtugaskan menjadi personel Dinas Perhubungan DKI. Selain ditugaskan untuk Perda Tibum, Satpol PP juga memiliki tugas untuk menertibkan lalu lintas, memadamkan kebakaran, membersihkan sungai, ditambah dengan tugas P3K.
Editor : Ana Shofiana Syatiri
"Saya kira bisa diteruskan setiap tahun menjadi acara rutin. Kita besarkan yang tahun besok. Jumlah peserta dan sebagainya," kata Jokowi di sela acara tersebut, Minggu (27/10/2013).
Jokowi mengatakan, Pemprov DKI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementeria Pemuda dan Olahraga akan melakukan evaluasi bersama. Tolak ukurnya yakni, apakah mampu menciptakan wisata kota dengan basis olahraga.
"Kita ingin melihat efeknya terhadap kota, yakni sebagai promosi, mengenal Jakarta melalui satu kegiatan olahraga, ini sangat bagus," ujar Jokowi.
Acara Jakarta Marathon merupakan kerja bersama antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Acara bertaraf internasional itu mendatangkan pelari sebanyak 5.500 orang dari luar dan dalam negeri.
Editor : Egidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.com -- Warga Johar Baru, Jakarta Pusat, digemparkan dengan temuan jenazah seorang pria di jembatan kecil Gang Masjid, Kelurahan Galur, Jumat (25/10) sekitar pukul 08.00. Di tengkuk jasad terdapat luka tusuk yang cukup dalam.
Warga mengenali jenazah itu sebagai Ali Hasan (35), warga Jalan Tanah Tinggi Barat, Johar Baru. Meskipun begitu, dia diketahui mengontrak sebuah rumah di Kampung Rawa bersama istri dan anak-anaknya.
Adapun lokasi kematian Ali berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Di jembatan yang menghubungkan Kelurahan Galur dan Kelurahan Tanah Tinggi itu, Ali sering terlihat duduk-duduk bersama kawan-kawannya. Jembatan ini hanya memiliki lebar sekitar 1 meter. Satu sisinya menghubungkan Gang Masjid yang merupakan perbatasan RT 002 RW 001 dan RT 003 RW 002 Kelurahan Galur. Sisi lain dari jembatan ini menuju Jalan Mohamad Ali, Kelurahan Tanah Tinggi.
Danil, warga RT 003 RW 002 Kelurahan Galur, tidak asing dengan wajah Ali Hasan meskipun Ali bukan warga di situ. Apalagi, rumah Danil persis berada di sisi jembatan yang melintasi Sungai Sentiong itu. ”Dia sering duduk-duduk di besi pembatas jembatan itu,” katanya.
Jumat pagi, Danil yang hendak menuju minimarket melihat korban tengah nongkrong bersama kawan-kawannya. ”Korban duduk-duduk di jembatan bersama tiga orang lainnya,” katanya.
Hanya berselang 20 menit setelah dari minimarket, muncul keramaian dari warga yang mendapati jenazah Ali di jembatan. Sementara itu, di mulut Gang Masjid, Danil yang hendak menuju rumah berpapasan dengan dua teman korban yang semula ikut nongkrong. Sambil berlari, kedua teman korban ini mengatakan bahwa Ali meninggal.
”Mereka bilang enggan ikut-ikutan mengurusi Ali,” kata Danil.
Adapun satu orang lain yang diketahui berinisial R kabur ke arah Tanah Tinggi.
Danil menduga, ada persoalan pribadi antara korban dan pelaku. Persoalan inilah yang diperkirakan berujung pada pembunuhan terhadap korban.
”Kemungkinan terkait masalah kerjaan mereka. Ada urusan pembagian hasil kerjaan yang enggak sesuai,” ujarnya.
Sebelum kejadian, Danil mengatakan, korban dan teman-temannya kerap nongkrong di jembatan itu antara pukul 07.00 dan 10.00. ”Mereka bukan warga sini, tetapi sering nongkrong setiap pagi di jembatan itu,” ujarnya.
Meskipun demikian, ujar Danil, korban dan teman-temannya tidak pernah membuat masalah dengan warga di sekitar jembatan itu.
Kepala Kepolisian Sektor Johar Baru Komisaris Dasril mengatakan, pihaknya masih mendalami motif pembunuhan terhadap Ali.
”Kami juga belum menyimpulkan apakah ini masalah bagi hasil dari kerjaan mereka atau bukan. Apalagi, banyak orang yang tidak melihat langsung kejadian pembunuhan itu,” katanya.
Hingga kemarin sore, ada tiga orang yang sudah dimintai keterangan terkait kasus ini. Belum ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Dasril mengatakan, sampai kemarin polisi belum juga mendapati barang bukti lain di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga belum menemukan senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa Ali. Jenazah Ali lantas dibawa ke kamar jenazah RS Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi. (ART)
"Kesaksian ngaco. Ketidaksesuaian itu menyatakan bahwa BAP itu BAP palsu," kata Johannes Gea, seusai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/10/2013). Selain itu, keterangan dua polisi yang diminta kesaksiannya dalam sidang itu tidak sinkron.
"Biasa dalam persidangan, saksi yang dihadirkan Jaksa justru yang memperberat. Tapi karena ini saksi yang dihadirkan oleh jaksa keterangannya ngaco, malah memperingan para terdakwa," ujar Gea. Dua polisi yang dihadirkan dalam sidang tersebut adalah anggota polisi dari Polsek Metro Kebayoran Lama, yakni Yudi Pendy dan Dwi Kustianto.
Yudi, misalnya, mengatakan mayat Dicky ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu dia mengaku tak melihat bercak darah di tubuh korban meski ada sebilah golok di sana. Menurut dia situasi saat penemuan mayat juga sangat sepi.
Sementara Dwi mengatakan ketika tiba di lokasi penemuan mayat Dicky pada pukul 13.00 WIB itu dia melihat bercak darah. Saat itu menurut dia juga ada sebilah golok yang penuh bercak darah. Sementara situasi di lokasi penemuan menurut dia saat itu sedang ramai.
Editor : Palupi Annisa Auliani
Kepala Seksi Pusat Kesehatan Hewan dan Ikan Aswindrastuti mengatakan, 10 ekor monyet tersebut berasal dari seluruh Jakarta. Tiga ekor dari Jakarta Timur, satu ekor dari Jakarta Barat, dua ekor dari Jakarta Selatan, dan empat ekor dari Jakarta Utara.
"Pas pertama datang, monyet-monyet kelihatan stres, jadi kita kandangin dulu. Kita beri air minum dan buah-buahan berair, baru kalau kelihatan sudah tenang kita periksa kesehatannya," ucap Aswindrastuti.
Monyet-monyet yang berusia mulai dari delapan bulan hingga empat tahun itu kemudian didata dan diperiksa klinis dan laboratoris untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Dijelaskannya, pemeriksaan klinis berupa pemeriksaan fisik secara langsung yang meliputi pemeriksaan temperatur, lidah, telinga, mata, gigit, berat dan panjang. Sedangkan pada pemeriksaan laboratoris berupa pemeriksaan darah, air liurm dan kotoran.
Walau begitu, tambahnya, berdasarkan pemeriksaan fisik ditemukan beberapa luka luar maupun bekas luka, yakni pada bagian leher, pergelangan tangan dan bagian ekor. Selain itu, pada enam ekor monyet dewasa keseluruhannya diketahui menderita penyakit gigi dan gusi, akibat taringnya atau siungnya dicabut. Sehingga, infeksi pada area bagian mulut hingga menyebabkan busuk. (m16)
Editor : Ana Shofiana Syatiri
"Mestinya (yang bertanggung jawab) yang ngerti instalasi listriknya. PLN-lah. Mereka kan organisasi besar," ujarnya di Balaikota, Rabu (23/10/2013).
Sang gubernur pun menilai, PLN tidak melakukan pemeriksaan instalasi kelistrikan, khususnya di instalasi yang bersinggungan dengan area publik, secara rutin. Akibatnya, banyak instalasi listrik yang rusak dan membahayakan masyarakat.
"Mestinya PLN itu cek harian, kan ada alatnya itu ini masih ada listriknya atau enggak. Terutama di kabel yang dilalui banyak orang," ujar Jokowi.
Kendati menyayangkan PLN tidak mampu melaksanakan pemeriksaan secara rutin, Jokowi mengaku tak bisa mengambil alih pemeliharaan tersebut. Ia berharap PLN meningkatkan fungsi pemeliharaan instalasi kelistrikannya.
Muhammad Fahmi Imanudin tewas saat ingin menambah uang sakunya dengan jadi penjaja ojek payung, di Jalan Pemuda Rawamangun, dekat GOR Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu malam. Korban menyentuh pagar yang di bagian lainnya menyentuh kabel yang terkelupas.
Jenazah korban sempat lama berada di lokasi. Setelah keluarga mendatangi, korban yang telah tak bernyawa dibawa ke RS Persahabatan.
Senin menjelang sore, Jokowi, Wali Kota Jakarta Timur HR Krisdianto dan Camat Pulogadung mengunjungi rumah duka. Jokowi memberikan santunan berupa uang kepada keluarga. Jokowi pun berjanji akan melihat siapa yang bertanggung jawab atas instalasi listrik agar peristiwa itu tak terulang.
Editor : Ana Shofiana Syatiri
Otak komplotan itu bernama Hendriansyah Nasution (23), residivis yang sempat mendekam di Lapas Bulak Kapal, Kota Bekasi. "Dia residivis kasus perampokan di Wisma Jaya, dihukum dua tahun, dan baru bebas awal tahun ini," kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Nuredy Irwansyah, Senin (21/10/2013).
Hendriansyah mengajak delapan rekannya yang umumnya masih berusia belasan tahun. Di antaranya AK (16), RA alias Ian (15), WS alias Padang (15), IBS (14), AR (16), YP (15), FA (16), dan AF (16).
Modusnya, kata Kasat Reskrim, pelaku memepet sepeda motor korban kemudian menghentikannya. Mereka mengincar pelajar yang sedang sendirian mengendarai sepeda motor.
Kepada para korban, komplotan itu menuduh telah memukuli adik pelaku atau keluarga pelaku. Korban kemudian diajak ke suatu tempat dengan diboncengkan menggunakan sepeda motor korban.
"Alasan untuk cross-check. Namun di jalanan yang sepi, korban diturunkan dan disuruh menunggu. Sepeda motor korban dibawa kabur dan pelaku nggak kembali lagi," kata Kasat Reskrim.
Terakhir kali, komplotan penjahat jalanan itu memperdayai Mamat Rahmat, Kamis (10/10/2013) lalu sekitar pukul 15.00 WIB. Sewaktu mengendarai sepeda motor Yamaha Mio T 2794 UT di Perumahan Villa Indah Permai.
Pelaku menuding Mamat menculik adik salah satu tersangka. Tersangka kemudian mengambil alih sepeda motor Mamat dan memboncengkannya. Setelah tiba di suatu tempat, korban disuruh turun dan menunggu. Pelaku pergi dan tidak pernah menemui Mamat lagi.
Editor : Eko Hendrawan Sofyan
Kepala Bagian Operasional Polres Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Apollo Sinambela mengatakan, polisi berjaga-jaga untuk mengantisipasi demonstrasi buruh dari hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat dan Polsek Tanah Abang.
"Personel yang kita terjunkan ada 2.700. Kita juga menyiapkan kendaraan taktis," ujarnya saat dihubungi, Senin (21/10/2013).
Jika diperlukan, penutupan jalan juga akan dilakukan. Polisi akan menutup jalan Gatot Subroto mengarah gedung parlemen, tepatnya di sekitar jembatan Senayan. Penutupan jalan ini akan berlangsung sampai aksi unjuk rasa usai.
Apollo mengatakan, dari surat izin keramaian yang diserahkan oleh buruh, sebanyak 7.000 buruh akan memadati gedung DPR siang ini. Dalam aksinya nanti, buruh menuntut jaminan kesehatan, pengesahan Rancangan Undang-Undang Pembantu Rumah Tangga, menuntut upah layak serta penghapusan sistem kerja outsourcing.
Editor : Ana Shofiana Syatiri
"Cuci tangan yes, Jokowi yes," ujar Nafsiah usai membuka secara resmi acara yang dilaksanakan di Plaza Barat Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2013).
Sebelumnya, Nafsiah mengingatkan betapa pentingnya cuci tangan pakai sabun, terutama sebelum makan. Hal itu untuk mencegah penularan penyakit. Nafsiah menyampaikan hal tersebut setelah Jokowi membagikan hadiah berupa sepeda kepada siswa yang menjawab pertanyaannya dengan benar.
Dalam kesempatan tersebut, Nafsiah juga membagikan piagam dan uang tunai sebesar Rp 10 juta, masing-masing kepada lima anak berprestasi yang didaulat sebagai duta cuci tangan pakai sabun oleh Kementerian Kesehatan.
Lima anak tersebut adalah Ni Ketut Tamala dari Papua, Anggita Puan Maharani dari Jawa Tengah, Ananda Putri Gustiansyah dari Gorontalo, Airin Desi dari Papua Barat, dan Alif Alusaini dari Nusa Tenggara Barat.
"Wah sayang ya Pak Jokowi, anak Jakarta enggak ada yang masuk," canda Lula Kamal yang tampil sebagai MC bersama Didin Bagito.
Acara cuci tangan pakai sabun sedunia kali ini diikuti 435 peserta dari seluruh Indonesia.
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, perkelahian berawal saat Brigadir Dua S beserta lima orang rekannya dari Komando Brimob Kelapa Dua, sedang berkaraoke di ruang 6. Kemudian, dua orang keluar ruangan untuk memesan minuman. Saat itulah terjadi bentrok antara kedua polisi tersebut dan empat orang anggota TNI.
Rikwanto mengatakan, salah satu dari anggota Brimob tersebut kembali ke ruangan untuk memberitahu rekan-rekannya. Setelah itu, terjadilah perkelahian enam polisi lawan empat anggota TNI.
Akibat dari peristiwa tersebut, kata Rikwanto, dua orang anggota Brimob terluka. Sg mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kiri, serta Brigadir Dua Wil yang terluka di jari tangan kiri akibat terkena benda tajam.
Adapun Sersan Dua Ch dari Kostrad mengalami luka pada bagian kepala dan wajah. Ch beserta tiga rekannya diketahui berasal dari Detasemen Penghubung Divisi 1 Kostrad, Ciluer.
S dan Ch mengalami luka cukup serius. Saat ini S sudah dirawat di RS Polri, sementara Ch di RSPAD Gatot Soebroto. "Sedangkan Wil yang luka di jari tangan kiri akibat terkena benda tajam dirawat di RS Tugu Ibu Depok," kata Rikwanto.
Terkait hal ini, polisi sudah melakukan koordinasi dengan Detasemen Polisi Militer AD, Denhub 1 Kostrad, dan Garnisun. Sejumlah barang bukti telah disita, yaitu sebilah pisau lipat, telepon genggam milik Ch, telepon genggam milik Sersan Dua An, dua pasang sepatu dan sandal. Polisi juga menyita rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian dan telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi mata.
Editor : Laksono Hari Wiwoho
"Pak Gatot tidak habis pikir kenapa istrinya itu harus dibunuh. Dan yang lebih mengagetkan, Surya mengaku disuruh Pak Gatot. Semua dibantah sama klien saya," kata Afrian di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/10/2013).
Menurut Surya Hakim, sopir freelance yang biasa mengantar Gatot, dia diperintah Gatot untuk membunuh Holly. Untuk membunuhnya, Gatot telah menyerahkan uang Rp 250 juta kepada Surya.
Surya kemudian meminta bantuan kepada PG (tersangka yang masih buron) untuk mencari orang. Kemudian, PG merekrut Elrizki Yudhistira (pelaku yang tewas karena jatuh dari lantai sembilan kamar apartemen Holly di Kalibata City), R (masih buron), dan Abdul Latief.
Uang tersebut digunakan untuk upah dan biaya operasional, seperti menyewa kamar apartemen di lantai enam, di tower yang sama dengan Holly di Ebony. Namun, terkait uang Rp 250 juta, itu juga dibantah Gatot.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, sejak awal, pihaknya tidak mengejar pengakuan Gatot saat diperiksa menjadi saksi. Polisi akan berpegang teguh pada bukti-bukti yang diyakini dengan melihat keterkaitan antara pihak-pihak tertentu dan didasarkan sejumlah fakta.
Menurut Rikwanto, ada dua bukti yang dimiliki penyidik. Bukti ini di luar dari keterangan tersangka Surya Hakim, yang mengatakan ia dan komplotannya diperintah Gatot.
"Bukti-bukti yang membuat penyidik yakin saudara G terlibat adalah kartu masuk ke dalam kamar Holly, serta kunci duplikat ini masih dicari. Namun, sudah kami temukan informasi siapa yang pesan dan membuatnya di mana," ujar Rikwanto. (tribun/bum/suf)
Editor : Ana Shofiana Syatiri
"Jadi, yang bisa kami berikan, akhir tahun ini beroperasinya tol Kebon Jeruk-Ciledug," kata Ngurah kepada Kompas.com, Kamis (17/10/2013).
Ngurah yang juga merangkap sebagai Kepala Divisi Komunikasi PT Jakarta Tollroad Development mengatakan, secara teknis, konstruksi, struktur bangunan, dan semua pengerjaan sudah selesai hingga Ciledug. Selain menunggu Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum, kata dia, operasional jalan tol tersebut masih menunggu pemeriksaan oleh Badan Pengatur Jalan Tol.
Saat ini, sedang dalam tahap perapihan. Tahap itu meliputi penyelesaian perangkat rambu lalu lintas, pemasangan mesin di seluruh gardu tol, pelapisan, pemasangan marka jalan, dan landscaping atau pemberian tanaman di sepanjang jalan tol.
"Bayangkan sekarang dari Kebon Jeruk ke Ciledug cuma 25 menit, dan arah bolak baliknya hanya satu jam," ujar Ngurah.
Untuk kerusakan jalan yang terdampak atas pembangunan ruas tol itu, kata dia, merupakan wewenang Dinas Pekerjaan Umum DKI. Sedangkan untuk penataan lalu lintas, telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan DKI.
Untuk melintas di ruas tol tersebut, setiap mobil dikenakan Rp 7.500. Pintu keluar di tol Kebon Jeruk-Ciledug akan ada di Meruya, Joglo, dan Ciledug di dua sisi.
Proyek ini sudah dimulai sejak 21 Oktober 2011 dan terbagi empat paket dengan total investasi Rp 2,2 triliun. Paket pertama dari Kebon Jeruk-Meruya, sedangkan paket kedua Meruya-Joglo. Untuk paket Kebon Jeruk-Joglo ini berjarak sekitar 4 km. Sementara itu, paket ketiga adalah Joglo-Ciledug, dan paket keempat adalah Ciledug-Ulujami.
Untuk paket keempat, kata dia, masih ada permasalahan lahan belum terbebaskan. Pada paket empat, masih dalam proses penyelesaian atas lahan seluas 2,28 ha milik 130 warga di daerah Petukangan Jakarta Selatan. Dia berharap, proses pembebasan lahan dapat sesuai dengan jadwal. Dengan beroperasinya JORR W2 nanti, kemacetan jalan dalam kota Jakarta, khususnya tol dalam kota, diharapkan akan berkurang secara signifikan. Hal itu karena ruas tol tersebut akan tersambung dengan JORR W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk) di sisi utara dan JORR W2 Utara Selatan (Ulujami-Pondok Indah).
Ruas tol ini, kata dia, sudah lama ditunggu oleh pengguna jalan tol baik pribadi maupun pengusaha angkutan. Selain itu, bus DAMRI airport dari Bekasi bisa lewat JORR lalu melewati JORR W2 dan berakhir di bandara. Begitu juga dengan arus kendaraan berat, tak perlu lagi melewati tol dalam kota.
Adapun proyek JORR W2 dikerjakan oleh empat kontraktor, yakni PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, PT Waskita Karya, dan PT Jaya Konstruksi. PT MLJ sebagai pemegang konsesi ruas itu sahamnya dimiliki 65 persen oleh PT Jasa Marga Tbk dan 35 persen oleh PT Jakarta Marga Jaya, anak usaha PT Jakarta Propertindo (BUMD DKI Jakarta). Proyek pembangunan JORR-W2 ruas Kebon Jeruk-Ulujami diperkirakan menelan dana investasi senilai Rp 2,2 triliun.
Tol yang akan membentang sepanjang 7,7 km ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di tol dalam kota karena warga pengguna lalu lintas dari arah Bogor ataupun Cibubur menuju Bandara Soekarno-Hatta tidak perlu lagi melewati tol dalam kota ruas Cawang-Tomang. Diperkirakan akan ada 90.000 kendaraan per hari yang melewati JORR-W2.
Editor : Ana Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Proyek monorel yang terhenti sejak tahun 2007 kembali dilanjutkan. Kelanjutan proyek ini ditandai dengan pengerjaan fondasi tiang bor yang menurut rencana akan dimulai pada Rabu (16/10).
Tahap awal pengerjaan dilakukan mulai dari titik Setiabudi Utara hingga Dukuh Atas sepanjang sekitar 1 kilometer.
"Kami akan mulai pengerjaan Rabu pagi. Kami mengundang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hadir di acara peresmian awal pengerjaan itu," kata Direktur Teknik PT Jakarta Monorel Bovananto, Selasa, kepada Kompas.
Bovananto mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari jalur green line (circle line atau jalur memutar di pusat bisnis kota) sepanjang 14,3 kilometer yang terdiri atas 16 stasiun dari Palmerah ke Kuningan. Pengerjaan fondasi tiang bor, katanya, berlangsung sekitar tiga bulan ke depan. Setelah pengerjaan ruas Setiabudi Utara-Dukuh Atas, akan dilanjutkan pada ruas lintasan berikutnya.
Selain green line, monorel di Jakarta melintas di jalur blue line sepanjang 13,7 kilometer dengan 14 stasiun dari Kampung Melayu ke Grogol. Jalur blue line membentang dari timur ke barat di luar kawasan bisnis. Jalur blue line dan green line bersentuhan di Casablanca dan Karet.
Pengerjaan ini, kata Bovananto, lebih banyak dilakukan pada malam hari, pukul 22.00-05.00. Adapun aktivitas proyek sebagian besar ada di sisi jalan, tidak sampai memakan badan jalan.
"Pengalihan arus lalu lintas, saya kira belum perlu. Hanya saja pengguna kendaraan perlu tahu ada aktivitas proyek di sana. Yang penting, hati-hati saat melintas," kata Bovananto.
Proyek monorel di Jakarta kali ini dikerjakan atas kerja sama dengan perusahaan China Communications Construction Company (CCCC) Ltd. Perusahaan konstruksi ini berinvestasi dalam hal perencanaan dan pembangunan pabrik pemeliharaan serta perakitan kereta. Nilai investasi CCCC pada proyek tersebut mencapai 1,5 miliar dollar AS.
Mohon bersabar
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membenarkan bahwa pembangunan proyek monorel bakal dimulai kembali Rabu ini. "Saya belum dapat laporan detail tentang pembangunannya," ujarnya, di Balaikota.
Jokowi menargetkan penyelesaian monorel akan berakhir pada 3,5 tahun mendatang. Jokowi meminta warga Ibu Kota bersabar karena proyek ini kembali dimulai. "Sekarang prosesnya baru mulai. Ini artinya, pembangunan monorel butuh waktu," kata Jokowi.
Kelanjutan proyek ini dilakukan sepekan setelah proyek mass rapid transit (MRT) dimulai pada 10 Oktober. Proyek ini diperkirakan akan memakan waktu enam tahun ke depan. Jokowi meminta masyarakat memahami dampak dari proyek ini terhadap keseharian pengguna jalan. Jokowi justru mempertanyakan, mengapa tidak dari dulu proyek ini segera dipercepat.
Jokowi kembali mengatakan, kedua megaproyek ini dapat diselesaikan secepatnya sehingga warga Jakarta memiliki lebih banyak alternatif angkutan umum dan bersedia meninggalkan kendaraan pribadi.
Rekayasa lalu lintas
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, pola rekayasa lalu lintas diterapkan seperti pada proyek MRT.
Pada prinsipnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menghilangkan konflik lalu lintas pada simpang jalan. Petugas Dinas Perhubungan akan memasang rambu lalu lintas, baik rambu larangan, rambu peringatan, maupun rambu informasi, atau pengalihan arus lalu lintas.
"Namun, di tempat pengerjaan proyek, arus lalu lintas tidak begitu ramai. Kebetulan aktivitas proyek lebih banyak di sisi jalan, tidak sampai memakan badan jalan. Secara khusus, tidak ada rekayasa lalu lintas yang cukup signifikan di sana," ungkap Pristono.
Pristono mengingatkan pelaksana proyek agar mematuhi aktivitas proyek yang dilakukan di wilayah tersebut. Jika tidak mengikuti alur yang sudah direncanakan, pasti akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas kendaraan. Waktu pengerjaan proyek yang dimaksud setiap hari dimulai pukul 22.00 hingga pukul 05.00. (NDY/FRO)
Di daerah yang warganya disebut-sebut menolak lurahnya itu, Jokowi mendapat sambutan sangat meriah. Pantauan Kompas.com, Jokowi dan rombongan datang sekitar pukul 09.00 WIB. Dengan mengenakan kemeja putih khasnya, Jokowi menelusuri gang-gang yang berjarak sekitar satu kilometer dari kantor Kelurahan Lenteng Agung tersebut.
Kehadiran Jokowi langsung disambut meriah oleh warga setempat. Warga, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak, berebut salam dan berfoto bersama. "Lah, Pak Jokowi datang ke kampung kita," ujar salah seorang ibu sambil menggapai tangan Jokowi.
Semakin lama, warga yang datang kian banyak dan memenuhi jalan selebar dua meter tersebut. "Ini mah gubernur masuk kampung," timpal warga lainnya.
Sesampainya di lapangan, Jokowi pun meninjau persiapan pemotongan sapi dan kambing. Setidaknya, terdapat satu ekor sapi dan lima ekor kambing yang akan dipotong di lapangan tersebut. Di sela blusukan-nya, Jokowi mengaku tak memiliki maksud khusus atas kedatangannya tersebut.
"Saya ke sini karena sahur pertama kali ke sini pas kampanye, makanya ke sini lagi. Saya juga naruh satu sapi di sini," ujar Jokowi tanpa menyinggung soal penolakan warga atas lurahnya itu.
Beranjak dari situ, Jokowi juga melakukan blusukan ke gang-gang kecil di RW tersebut. Di sela-sela itu, Jokowi menyempatkan diri berbincang dengan warga. Tampak salah seorang tokoh masyarakat setempat yang sebelumnya menolak lurahnya berada di samping Jokowi.
Dalam kunjungannya ke kelurahan tersebut, tak tampak Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli. Tak tampak pula pejabat kecamatan atau kelurahan di lokasi tersebut. Jokowi hanya ditemani ajudan serta staf Pemprov DKI Jakarta.
Editor : Kistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Joga menilai, beragam acara berbasis kesenian serta kebudayaan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa jadi hanya menjadi 'obat' sesaat warga Jakarta dalam menghadapi permasalahan sehari-hari, semisal macet, banjir dan lain-lain.
"Jangan membuai warga Jakarta dengan pesta. Pesta boleh saja, asalkan itu juga berbanding lurus dengan pembenahan fisik Jakarta," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (14/10/2013).
Seharusnya, lanjut Nirwono, penyelenggaraan acara-acara tersebut berorientasi pada konsep Jakarta Baru, seperti apa yang dicita-citakan Jokowi-Basuki di awal kampanye. Yakni konsep bahwa pembangunan Jakarta, bukan hanya tanggung jawab Pemprov DKI saja, melainkan juga semua stakeholder yang ada di ruang lingkupnya.
Acara tersebut seharusnya menjadi ajang pengembangan mental dan pengetahuan masyarakat soal pembangunan yang semestinya. Misalnya, bagaimana menyelipkan di sela acara pentingnya membuang sampah pada tempatnya, bagaimana seharusnya warga tak boleh tinggal di bantaran kali, bagaimana masyarakat harus menggunakan transportasi massal dan meninggalkan kendaraan pribadi dan dukungan pembangunan yang lainnya.
Nirwono sepakat bahwa pembangunan sebuah masyarakat tak hanya soal fisik, melainkan juga harus melalui mental serta pengetahuan warga. Acara berbasis seni budaya harus mendukung ke pembangunan dan penataan fisik suatu kota.
"Dengan pembangunan yang selaras itu, yakni di satu sisi pengembangan budaya dan seni tapi juga pembangunan fisiknya, Jakarta Baru yang dikonsepkan Jokowi-Basuki, terjadi," lanjutnya.
Seperti diketahui, tahun pertama kepemimpinan Jokowi-Basuki membuat Jakarta seakan jadi kota pesta. Dari 167 rencana, 26 persen atau sekitar di atas 40 acara telah digelar satu tahun terakhir.
Sebut saja, Jakarta Night Festival atau Malam Muda-Mudi, Jakarnaval dan Jakarta International Performing Art diselenggarakan dan sukses menyedot perhatian masyarakat.
Editor : Eko Hendrawan Sofyan