Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Bupati Buol Jalani Sidang Perdana Pagi Ini

Written By Smart Solusion on Wednesday, October 24, 2012 | 8:17 PM





Bupati Buol Jalani Sidang Perdana Pagi Ini





Penulis : Icha Rastika | Kamis, 25 Oktober 2012 | 09:05 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Buol Amran Batalipu dijadwalkan mengikuti persidangan perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (25/10/2012) pagi ini. Persidangan tersebut menggagendakan pembacaan surat dakwaan tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi atas perkara yang menjerat Amran.


Amran ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan menerima suap dari Hartati Murdaya dan dua petinggi PT Hardaya Inti Plantation (PT HIP) terkait kepengurusan hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Buol.


"Hari ini sidang perdana, pembacaan dakwaan jam 09.00 WIB," kata pengacara Amran, Amat Entedaim di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.


Menurut Amat, kliennya akan didakwa dengan pasal-pasal yang sama seperti sangkaan, yakni Pasal 5 ayat 2, Pasal 11, atau Pasal 12 huruf a atau b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


Amat enggan membicarakan lebih detail isi surat dakwaan dengan alasan hal itu merupakan kewenangan jaksa. "Kita sudah baca surat dakwaan, tapi nanti saja setelah dibacakan," ujarnya.


Dalam kasus Buol, Amran diduga menerima pemberian atau janji berupa uang senilai Rp 3 miliar dari PT Hartati Murdaya dan dua petinggi PT HIP, yakni Yani Anshori serta Gondo Sudjono. Pemberian itu berkaitan dengan kepengurusan HGU perkebunan kelapa sawit PT HIP di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol.


Sementara itu Hartati sudah ditetapkan tersangka oleh KPK, sementara Yani dan Gondo dituntut dua tahun enam bulan penjara dalam kasus ini. Surat tuntutan Yani dan Gondo menyebutkan kalau uang yang diambil dari kas PT HIP tersebut sudah digunakan Amran untuk membiayai kegiatan kampanyenya sebagai calon bupati Buol 2012.


Amran ditangkap penyidik KPK di kediamannya di Buol, Sulawesi Tengah pada awal Juli lalu kemudian ditahan di Rumah Tahanan Jakarta Timur Cabang KPK.

















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Permintaan Importir Menambah Tekanan pada Rupiah



Nilai Tukar


Permintaan Importir Menambah Tekanan pada Rupiah





Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Kamis, 25 Oktober 2012 | 09:46 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah atas dollar AS diperkirakan konsolidatif dengan kecenderungan melemah, Kamis (25/10/2012) ini.


Permintaan valuta asing oleh importir menjelang akhir bulan, menambah tekanan terhadap rupiah. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup melemah di level Rp 9.610 per dollar AS, daripada saat dibuka di level Rp 9.600 per dollar AS. Rupiah seharian bergerak di kisaran Rp 9.600-9.615 per dollar AS.


Ditutupnya bursa IHSG kemarin sore di zona hijau,  memberikan sentimen positif terhadap rupiah menjelang penutupan perdagangan. Rupiah tertekan terhadap dollar AS, terimbas pelemahanan sebagian besar mata uang Asia di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global.


Tim riset BNI Treasury menyatakan, hari ini rupiah berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidatif melemah. Non Deliverable Forward satu bulan di pasar offshore pagi ini rupiah dibuka menguat di level Rp 9.653-9.673 per dollar AS, sehingga diharapkan akan mengurangi tekanan dollar AS terhadap rupiah.


Namun hasil FOMC meeting di AS semalam waktu Indonesia, yang masih akan meneruskan program pembelian mortgage-backed securities, diperkirakan akan mengeskalasi dollar AS hari ini.


Masih tingginya permintaan valas oleh importir diproyeksi menambah tekanan dollar AS terhadap rupiah. Bank Indonesia diperkirakan bersiaga di pasar menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah menjelang libur panjang akhir pekan ini.


Ikuti liputan khusus Cerdas Berasuransi


















8:06 PM | 0 komentar | Read More

Demo Buruh Tuntut UMR Naik, Hindari Rute-rute Ini

Written By Smart Solusion on Tuesday, October 23, 2012 | 8:38 PM





Demo Buruh Tuntut UMR Naik, Hindari Rute-rute Ini





Penulis : Lariza Oky Adisty | Rabu, 24 Oktober 2012 | 09:47 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Elemen buruh se-Jababeka dikabarkan akan melakukan aksi damai untuk menyampaikan pendapat pada hari ini, Rabu (24/10/12). Karena itu, Wakil Direktur Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyono mengimbau warga DKI Jakarta, khususnya para pengguna jalan, untuk menghindari sejumlah daerah di sekitar Balai Kota.


"Hendaknya masyarakat menghindari Balai Kota DKI (Jalan Medan Merdeka Selatan), Bundaran HI, Bundaran Air Mancur, Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Utara di, DPR RI dan Kemenakertrans di Jalan Gatot Subroto), Kedubes Jepang, Kedubes Korsel di Jalan MH Thamrin, PN Jakpus (Jalan Gajah Mada), Kemen Ekuin di Jalan Dr Wahidin, Kemenkes di Jalan HR Rasuna Said, dan Kemenakertrans di Jalan Gatot Subroto," kata Wahyono dalam pesan singkatnya.


Wahyono juga menyarankan para pengguna jalan untuk menggunakan rute-rute pendekat menuju dan dari ruas jalan. Adapun demo ini sendiri bertujuan untuk meminta kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) bagi para buruh.


Berita terkait dapat diikuti di topik : DEMO BURUH






Editor :


Hertanto Soebijoto














8:38 PM | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Travel

KOMPAS.com - TravelKOMPAS.comWisatawan Keluhkan Ketidaknyamanan di Bandara HuseinSemenit "Slalom&quotBersama All New AveoIni Dia Kota Berbau Uang!Nasi Rawon dan Es Campur, Nikmatnya...Tingkatkan Okupansi Hotel secara "Online"Rencana Induk Mandalika Perlu Didesain UlangMelihat Ken Arok Bersemadi...Noken Asal Biak Terancam PunahNovember, Pemkot Ternate Gelar Festival Kora-koraGE Lighting Luncurkan Megalight untuk Mobil PremiumMICE Bersinar, Permintaan Sarana Juga MeningkatPengadilan Adat di Kertha GosaPhilippine Airlines Akan Terbang Non-Stop ke TorontoAsmat dan PerubahanThe Atanaya Pilih Sunset Road Bali

http://www.kompas.com/ News and Service Wed , 24 Oct 2012 10:00:06 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/09414917/Wisatawan.Keluhkan.Ketidaknyamanan.di.Bandara.Husein Wed , 24 Oct 2012 09:41:49 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1754018t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bandara Husein Sastranegara di Bandung diharapkan dapat menjadi pintu gerbang wisatawan mancanegara dari Asia Tenggara bagi Jawa Barat. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/09414917/Wisatawan.Keluhkan.Ketidaknyamanan.di.Bandara.Husein">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/09414917/Wisatawan.Keluhkan.Ketidaknyamanan.di.Bandara.Husein http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4945/Semenit.Slalom.Bersama.All.New.Aveo Wed , 24 Oct 2012 08:38:58 UTC+0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/10/24/3e59de3ad966ac091805f53c871cc1ad_t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bentuk pengujian yang unik dari GM Indonesia <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4945/Semenit.Slalom.Bersama.All.New.Aveo">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4945/Semenit.Slalom.Bersama.All.New.Aveo http://www.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08303873/Ini.Dia.Kota.Berbau.Uang Wed , 24 Oct 2012 08:30:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1740197t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kalau ke kota yang satu itu, pastinya kecium deh bau duit! Saya sendiri sempat dibuat heran! Kok ada sih kota bau uang Kalau begitu, asyik dong. <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08303873/Ini.Dia.Kota.Berbau.Uang">[...]</a> http://www.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08303873/Ini.Dia.Kota.Berbau.Uang http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08122757/Nasi.Rawon.dan.Es.Campur..Nikmatnya... Wed , 24 Oct 2012 08:12:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1550597t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sebenarnya ada beberapa menu makan yang menjadi andalan di Kedung Sari. Sebut saja seperti nasi pecel, nasi rawon dan ayam panggang. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08122757/Nasi.Rawon.dan.Es.Campur..Nikmatnya...">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08122757/Nasi.Rawon.dan.Es.Campur..Nikmatnya... http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/20282242/Tingkatkan.Okupansi.Hotel.secara.Online Tue , 23 Oct 2012 20:28:22 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/21/1810118t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Biro perjalanan wisata online bisa membantu meningkatkan okupansi hotel. Hal tersebut diungkapkan Yusuf Ijsseldjik, CEO PT Karya Harmoni Indonesia <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/20282242/Tingkatkan.Okupansi.Hotel.secara.Online">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/20282242/Tingkatkan.Okupansi.Hotel.secara.Online http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/18363269/Rencana.Induk.Mandalika.Perlu.Didesain.Ulang Tue , 23 Oct 2012 18:36:32 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/02/2126221t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, redesign masterplan kawasan wisata Mandalika Resort, Lombok Tengah, Provinsi NTB belum rampung. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/18363269/Rencana.Induk.Mandalika.Perlu.Didesain.Ulang">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/18363269/Rencana.Induk.Mandalika.Perlu.Didesain.Ulang http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/17565326/Melihat.Ken.Arok.Bersemadi... Tue , 23 Oct 2012 17:56:53 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1528071t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kini Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, resmi memilik museum Malang Tempo Doeloe. Ini museum pertama di Malang yang menanggalkan konsep seram. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/17565326/Melihat.Ken.Arok.Bersemadi...">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/17565326/Melihat.Ken.Arok.Bersemadi... http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16413811/Noken.Asal.Biak.Terancam.Punah Tue , 23 Oct 2012 16:41:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/04/1209529t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Papua, Hari Suroto mengungkapkan noken asal Biak terancam punah karena jumlah perajinnya makin berkurang. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16413811/Noken.Asal.Biak.Terancam.Punah">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16413811/Noken.Asal.Biak.Terancam.Punah http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16040185/November..Pemkot.Ternate.Gelar.Festival.Kora.kora Tue , 23 Oct 2012 16:04:01 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/13/1646584t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Untuk menarik wisatawan Pemkot Ternate, Maluku Utara akan menggelar Festival Bahari Kora-kora di pantai Ternate pada akhir November 2012. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16040185/November..Pemkot.Ternate.Gelar.Festival.Kora.kora">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16040185/November..Pemkot.Ternate.Gelar.Festival.Korakora http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/23/4938/GE.Lighting.Luncurkan.Megalight.untuk.Mobil.Premium Tue , 23 Oct 2012 15:50:36 UTC+0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/10/23/b99fa6c5c893728536eccb2da70af224_t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ada tiga pilihan untuk kebutuhan berbeda. <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/23/4938/GE.Lighting.Luncurkan.Megalight.untuk.Mobil.Premium">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/23/4938/GE.Lighting.Luncurkan.Megalight.untuk.Mobil.Premium http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/15242240/MICE.Bersinar..Permintaan.Sarana.Juga.Meningkat Tue , 23 Oct 2012 15:24:22 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/19/1109007t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menparekraf Mari Elka Pangestu mengatakan, permintaan dalam negeri meningkat terhadap sarana dan prasarana di daerah tujuan wisata. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/15242240/MICE.Bersinar..Permintaan.Sarana.Juga.Meningkat">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/15242240/MICE.Bersinar..Permintaan.Sarana.Juga.Meningkat http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14201972/Pengadilan.Adat.di.Kertha.Gosa Tue , 23 Oct 2012 14:20:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1422375t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sebuah bale dari kayu beratap limas dari ijuk tak berdinding berada pada ketinggian dua meter dilihat dari perempatan pusat kota Klungkung, Bali. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14201972/Pengadilan.Adat.di.Kertha.Gosa">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14201972/Pengadilan.Adat.di.Kertha.Gosa http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14172392/Philippine.Airlines.Akan.Terbang.Non.Stop.ke.Toronto Tue , 23 Oct 2012 14:17:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1405573t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Maskapai penerbangan Filipina, Philippine Airlines akan melayani rute baru ke Toronto mulai 30 November 2012. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14172392/Philippine.Airlines.Akan.Terbang.Non.Stop.ke.Toronto">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14172392/Philippine.Airlines.Akan.Terbang.NonStop.ke.Toronto http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/13424965/Asmat.dan.Perubahan Tue , 23 Oct 2012 13:42:49 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1429403t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dalam dunia yang berlari, wajah Asmat mulai berubah. Kurator Museum Budaya Asmat, Erick Sarkol, dibuat sedih. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/13424965/Asmat.dan.Perubahan">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/13424965/Asmat.dan.Perubahan http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/13393970/The.Atanaya.Pilih.Sunset.Road.Bali Tue , 23 Oct 2012 13:39:39 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1325035t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kuta, salah satu kawasan wisata di Bali akan kedatangan satu hotel baru dengan konsep desain tradisonal dan peranakan modern, The Atanaya Hotel. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/13393970/The.Atanaya.Pilih.Sunset.Road.Bali">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/13393970/The.Atanaya.Pilih.Sunset.Road.Bali


KOMPAS.com - TravelKOMPAS.comWisatawan Keluhkan Ketidaknyamanan di Bandara HuseinSemenit "Slalom&quotBersama All New AveoIni Dia Kota Berbau Uang!Nasi Rawon dan Es Campur, Nikmatnya...Tingkatkan Okupansi Hotel secara "Online"Rencana Induk Mandalika Perlu Didesain UlangMelihat Ken Arok Bersemadi...Noken Asal Biak Terancam PunahNovember, Pemkot Ternate Gelar Festival Kora-koraGE Lighting Luncurkan Megalight untuk Mobil PremiumMICE Bersinar, Permintaan Sarana Juga MeningkatPengadilan Adat di Kertha GosaPhilippine Airlines Akan Terbang Non-Stop ke TorontoAsmat dan PerubahanThe Atanaya Pilih Sunset Road Bali

http://www.kompas.com/ News and Service Wed , 24 Oct 2012 10:00:06 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/09414917/Wisatawan.Keluhkan.Ketidaknyamanan.di.Bandara.Husein Wed , 24 Oct 2012 09:41:49 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1754018t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bandara Husein Sastranegara di Bandung diharapkan dapat menjadi pintu gerbang wisatawan mancanegara dari Asia Tenggara bagi Jawa Barat. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/09414917/Wisatawan.Keluhkan.Ketidaknyamanan.di.Bandara.Husein">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/09414917/Wisatawan.Keluhkan.Ketidaknyamanan.di.Bandara.Husein http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4945/Semenit.Slalom.Bersama.All.New.Aveo Wed , 24 Oct 2012 08:38:58 UTC+0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/10/24/3e59de3ad966ac091805f53c871cc1ad_t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bentuk pengujian yang unik dari GM Indonesia <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4945/Semenit.Slalom.Bersama.All.New.Aveo">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4945/Semenit.Slalom.Bersama.All.New.Aveo http://www.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08303873/Ini.Dia.Kota.Berbau.Uang Wed , 24 Oct 2012 08:30:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1740197t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kalau ke kota yang satu itu, pastinya kecium deh bau duit! Saya sendiri sempat dibuat heran! Kok ada sih kota bau uang Kalau begitu, asyik dong. <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08303873/Ini.Dia.Kota.Berbau.Uang">[...]</a> http://www.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08303873/Ini.Dia.Kota.Berbau.Uang http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08122757/Nasi.Rawon.dan.Es.Campur..Nikmatnya... Wed , 24 Oct 2012 08:12:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1550597t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sebenarnya ada beberapa menu makan yang menjadi andalan di Kedung Sari. Sebut saja seperti nasi pecel, nasi rawon dan ayam panggang. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08122757/Nasi.Rawon.dan.Es.Campur..Nikmatnya...">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08122757/Nasi.Rawon.dan.Es.Campur..Nikmatnya... http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/20282242/Tingkatkan.Okupansi.Hotel.secara.Online Tue , 23 Oct 2012 20:28:22 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/21/1810118t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Biro perjalanan wisata online bisa membantu meningkatkan okupansi hotel. Hal tersebut diungkapkan Yusuf Ijsseldjik, CEO PT Karya Harmoni Indonesia <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/20282242/Tingkatkan.Okupansi.Hotel.secara.Online">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/20282242/Tingkatkan.Okupansi.Hotel.secara.Online http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/18363269/Rencana.Induk.Mandalika.Perlu.Didesain.Ulang Tue , 23 Oct 2012 18:36:32 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/02/2126221t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, redesign masterplan kawasan wisata Mandalika Resort, Lombok Tengah, Provinsi NTB belum rampung. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/18363269/Rencana.Induk.Mandalika.Perlu.Didesain.Ulang">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/18363269/Rencana.Induk.Mandalika.Perlu.Didesain.Ulang http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/17565326/Melihat.Ken.Arok.Bersemadi... Tue , 23 Oct 2012 17:56:53 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1528071t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kini Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, resmi memilik museum Malang Tempo Doeloe. Ini museum pertama di Malang yang menanggalkan konsep seram. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/17565326/Melihat.Ken.Arok.Bersemadi...">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/17565326/Melihat.Ken.Arok.Bersemadi... http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16413811/Noken.Asal.Biak.Terancam.Punah Tue , 23 Oct 2012 16:41:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/04/1209529t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Papua, Hari Suroto mengungkapkan noken asal Biak terancam punah karena jumlah perajinnya makin berkurang. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16413811/Noken.Asal.Biak.Terancam.Punah">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16413811/Noken.Asal.Biak.Terancam.Punah http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16040185/November..Pemkot.Ternate.Gelar.Festival.Kora.kora Tue , 23 Oct 2012 16:04:01 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/13/1646584t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Untuk menarik wisatawan Pemkot Ternate, Maluku Utara akan menggelar Festival Bahari Kora-kora di pantai Ternate pada akhir November 2012. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16040185/November..Pemkot.Ternate.Gelar.Festival.Kora.kora">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16040185/November..Pemkot.Ternate.Gelar.Festival.Korakora http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/23/4938/GE.Lighting.Luncurkan.Megalight.untuk.Mobil.Premium Tue , 23 Oct 2012 15:50:36 UTC+0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/10/23/b99fa6c5c893728536eccb2da70af224_t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ada tiga pilihan untuk kebutuhan berbeda. <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/23/4938/GE.Lighting.Luncurkan.Megalight.untuk.Mobil.Premium">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/23/4938/GE.Lighting.Luncurkan.Megalight.untuk.Mobil.Premium http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/15242240/MICE.Bersinar..Permintaan.Sarana.Juga.Meningkat Tue , 23 Oct 2012 15:24:22 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/19/1109007t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menparekraf Mari Elka Pangestu mengatakan, permintaan dalam negeri meningkat terhadap sarana dan prasarana di daerah tujuan wisata. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/15242240/MICE.Bersinar..Permintaan.Sarana.Juga.Meningkat">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/15242240/MICE.Bersinar..Permintaan.Sarana.Juga.Meningkat http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14201972/Pengadilan.Adat.di.Kertha.Gosa Tue , 23 Oct 2012 14:20:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1422375t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sebuah bale dari kayu beratap limas dari ijuk tak berdinding berada pada ketinggian dua meter dilihat dari perempatan pusat kota Klungkung, Bali. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14201972/Pengadilan.Adat.di.Kertha.Gosa">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14201972/Pengadilan.Adat.di.Kertha.Gosa http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14172392/Philippine.Airlines.Akan.Terbang.Non.Stop.ke.Toronto Tue , 23 Oct 2012 14:17:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1405573t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Maskapai penerbangan Filipina, Philippine Airlines akan melayani rute baru ke Toronto mulai 30 November 2012. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14172392/Philippine.Airlines.Akan.Terbang.Non.Stop.ke.Toronto">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14172392/Philippine.Airlines.Akan.Terbang.NonStop.ke.Toronto http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/13424965/Asmat.dan.Perubahan Tue , 23 Oct 2012 13:42:49 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1429403t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dalam dunia yang berlari, wajah Asmat mulai berubah. Kurator Museum Budaya Asmat, Erick Sarkol, dibuat sedih. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/13424965/Asmat.dan.Perubahan">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/13424965/Asmat.dan.Perubahan http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/13393970/The.Atanaya.Pilih.Sunset.Road.Bali Tue , 23 Oct 2012 13:39:39 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1325035t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kuta, salah satu kawasan wisata di Bali akan kedatangan satu hotel baru dengan konsep desain tradisonal dan peranakan modern, The Atanaya Hotel. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/13393970/The.Atanaya.Pilih.Sunset.Road.Bali">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/13393970/The.Atanaya.Pilih.Sunset.Road.Bali


8:31 PM | 0 komentar | Read More

Pergub Tidak Bisa Halangi Orang Beribadah





Pergub Tidak Bisa Halangi Orang Beribadah





Penulis : Sandro Gatra | Rabu, 24 Oktober 2012 | 09:13 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Kebebasan beribadah merupakan hak konstitusional setiap warga yang dijamin konstitusi. Oleh karena itu, peraturan di bawah UUD 1945 tidak bisa menghalang-halangi kebebasan setiap warga untuk beribadah. Hal itu dikatakan Hajriyanto Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hajriyanto Y Thohari, di Jakarta, Selasa (23/10/2012). Pernyataannya menanggapi penutupan sembilan gereja dan lima vihara di Banda Aceh sebagai tindak lanjut Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Pendirian Rumah Ibadah.


"Terlalu jauh kalau benar sampai ada peraturan apapun bentuk peraturan itu yang isinya menghalangi kebebasan orang beribadah sesuai keimanan masing-masing," kata Hajriyanto.


Persyaratan membangun rumah ibadah dalam Pergub itu teramat berat. Sebuah rumah ibadah dapat memperoleh izin jika, mendapat persetujuan dari 120 orang warga sekitar, dengan jumlah jemaat lebih dari 150 orang, mendapat pengesahan dari lurah/kecik, dan ada surat rekomendasi dari Departemen Agama setempat.


Persyaratan itu jauh lebih berat dari ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Bersama Dua Menteri yang mewajibkan ada izin dari 90 jemaat, dengan dukungan 60 orang warga sekitar.


Hajriyanto mengatakan, seharusnya ibadah boleh dilakukan di mana saja, apakah di rumah ibadah, hotel, ruko, bahkan lapangan. Dia membandingkan dengan yang dilakukan umat Islam ketika shalad Idul Fitri atau Idul Adha di lapangan.


"Sejauh pengetahuan saya, tidak ada ajaran syariah yang membatasi orang beragama lain menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya itu. Jika persoalannya menyangkut ijin mendirikan tempat ibadah mungkin saja terkait dengan tata ruang atau ketertiban. Tetapi untuk beribadah tidak boleh ada peraturan yang membatasinya, baik pembatasan ruang maupun waktu," kata Hajriyanto.


Politisi Partai Golkar itu berharap agar permasalahan di Banda Aceh kembali dimusyawarahkan dengan semua pihak terkait. Jangan ada aksi massa dalam penyelesaian.

"Saya berharap sekali (penutupan tempat ibadah) tidak akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary














8:17 PM | 0 komentar | Read More

Renang Dibebani Target Tujuh Medali Emas


JAKARTA, KOMPAS.com -  Cabang renang mendapatkan target minimal meraih tujuh medali emas di SEA Games 2013 di Myanmar. Demikian disampaikan pelatih pelatnas renang, Hartadi, Selasa (23/10/2012).


Menurut dia, target itu berdasarkan prestasi yang diraih perenang Indonesia dalam berbagai kejuaraan renang internasional, termasuk hasil SEA Games 2011.


Ia mengharapkan tujuh medali emas tersebut bisa didulang dari nomor 50 meter gaya bebas putra atas nama Triadi Fauzi yang memiliki catatan waktu 23,17 detik. 


Catatan waktu Fauzi lebih cepat dibanding peraih emas SEA Games 2011, Quek Xin Hui Arren dari Singapura yaitu 23,28 detik.


Selain itu, nomor 800 meter gaya bebas putri atas nama Raina Saumi dengan catatan waktu terbaiknya 08.55.83 juga berpeluang mendapatkan emas


Meski catatan waktu Ratna Saumi masik kalah dari peraih emas SEA Games 2011, Khoo Chai Lin, dengan catatan waktu 08.50.17.


Sementara itu, I Gede Siman Sudartawa menjadi andalan Indonesia di nomor 100 meter gaya punggung.


Siman adalah peraih emas SEA Games 2011 dengan catatan waktu 55,59 detik. Saat ini catatan waktu tercepat Siman sudah mencapai 55,32 detik.


Tak hanya di nomor 100 meter gaya punggung, Siman juga berpeluang meraih emas pada nomor 200 meter gaya punggung, seperti yang diraihnya  pada SEA Games 2011.


Sedangkan, perenang Jawa Barat, Glenn Victor, juga berpeluang meraih emas dari nomor 100 meter gaya kupu-kupu.


Glenn kini memiliki catatan waktu 53,17 detik terpaut 0,10 detik dari peraih emas SEA Games 2011, Hoang Quy Phuoc dari Vietnam dengan catatan waktu 00.53.07.


Di nomor putri, perenang putri Jawa Barat, Monaliza Arieswati, di nomor 200 meter gaya kupu memiliki catatan waktu terbaik 02.14.39. Catatan kini semakin mendekati catatan waktu peraih emas SEA Games 2011 Tao Li dari Singapura yang menorekan waktu 02.14.27.


Pada nomor 4X100 meter gaya ganti estafet putra dengan materi perenang I Gede Siman Sudartawa, Indra Gunawan, Glenn Victor, Triadi Fauzi, atau Nocko Biondi, Indonesia juga berpeluang meraih medali emas.













8:14 PM | 0 komentar | Read More

Asia Memerah, IHSG Rawan Terseret



PASAR MODAL


Asia Memerah, IHSG Rawan Terseret





Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Rabu, 24 Oktober 2012 | 09:20 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com -Bursa Asia kembali dibuka melemah, Rabu (24/10/2012) pagi ini merespon sentimen negatif berupa koreksi di bursa global dan komoditas semalam. Hal ini rawan membuat Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia terseret. Sementara harga minyak pagi ini dibuka rebound tipis ke level 86,8 dollar AS per barrel. Namun,nilai tukar rupiah melemah ke level Rp 9.628 per dollar AS.


Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memroyeksikan IHSG akan kembali bergerak melemah terutama didorong oleh saham-saham sektor komoditas seiring koreksi signifikan harga komoditas dalam dua hari terakhir. Support indeks berada di level 4.300. Bursa Eropa dan Amerika Serikat ditutup melemah sekitar 1,5 persen semalam memfaktorkan rilis kinerja kuartal ketiga tahun ini dimana emiten yang lebih buruk dari estimasi baik di Eropa maupun di Amerika Serikat dan diperparah dengan koreksi di bursa komoditas. Beberapa emiten yang merilis kinerja antara lain Dupont Co, Xerox Corp dan 3M Co. Beberapa emiten sektor komoditas juga terkoreksi.


Ikuti liputan khusus Cerdas Berasuransi






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja















8:06 PM | 0 komentar | Read More

Disidak Jokowi, Pegawai Kelurahan Senen Panik

Written By Smart Solusion on Monday, October 22, 2012 | 8:38 PM





Disidak Jokowi, Pegawai Kelurahan Senen Panik





Penulis : Kurnia Sari Aziza | Selasa, 23 Oktober 2012 | 10:11 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Pagi ini, Selasa (23/10/2012), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua kelurahan dan satu kecamatan. Dalam sidaknya itu, Jokowi tidak menemukan keberadaan lurah dan camatnya. Jokowi menggunakan jas hitam, kemeja berwarna putih, dan dasi berwarna merah marun. Jokowi sidak ke Kelurahan Senen, Kelurahan Cempaka Putih Timur, dan Kecamatan Cempaka Putih.


Dari ketiga instansi pemerintah itu, pimpinan mereka tidak ada di tempat, hanya ada pegawai dan staf. Saat Jokowi sidak ke Kelurahan Senen, semua ruangannya masih dikunci. Lalu, Jokowi menanyakan keberadaan lurah tersebut.


"Ini lurahnya ke mana?" tanya Jokowi di Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, Selasa.


Staf kelurahan itu menjawab, lurahnya sedang ke wilayah. Tetapi, saat Jokowi memeriksanya, semua ruangan dari lantai dua sampai bawah masih dalam keadaan terkunci. Kunjungan Jokowi ke Kelurahan Senen itu hanya sekitar dua sampai tiga menit.


Setelah itu, Jokowi akan menyidak Kelurahan Cempaka Putih Timur dan Kecamatan Cempaka Putih. Setelah itu, Jokowi dijadwalkan kembali ke Balaikota DKI Jakarta untuk menerima kunjungan kerja Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.


Berita terkait dapat diikuti di topik :


100 HARI JOKOWI-BASUKI






Editor :


Hertanto Soebijoto














8:38 PM | 0 komentar | Read More

Menikmati Asrinya, Mencicipi Kelezatannya





Menikmati Asrinya, Mencicipi Kelezatannya





Selasa, 23 Oktober 2012 | 08:22 WIB













LAPANGAN golf tidak hanya berfungsi untuk menjajal keahlian bermain golf, tetapi juga dapat dinikmati keasriannya. Jakarta Golf Club di Rawamangun, Jakarta Timur, yang luasnya 40 hektar, misalnya, memiliki lapangan rumput yang tertata apik dan asri.


Rumput hijau yang menghampar luas, dengan pepohonan rindang yang tertata rapi, menjadi oase di tengah hiruk-pikuk dan padatnya permukiman Kota Jakarta.


Tersedia juga kafe dan restoran di lapangan golf ini. Kursi dan mejanya disusun menghadap lapangan golf sehingga bisa menikmati makan dan minum sambil memandangi lapangan golf yang asri.


Berbagai macam menu masakan Indonesia disediakan di restoran di lapangan golf ini. Disajikan pula beberapa menu makanan Jepang. Maklum, lapangan golf ini kerap dikunjungi warga asing asal Jepang.


Jika sekadar ingin duduk santai dan menikmati keindahan taman golf, bisa memesan lopis dengan teh hangat. Jika ingin makan besar, bisa memesan tongseng iga sapi dengan racikan bumbu dan santan yang menggoyang lidah.


Kalau ke Padang Golf Modern and Country Club di Kota Tangerang, Banten, cobalah mencicipi makan siang di tempat ini. Ada menu makanan berat yang lezat, seperti nasi timbel bakar, nasi goreng buntut bakar, serta kerapu cabe ijo dan bebek cabe ijo. Ada juga menu ringan, seperti pisang goreng yang diselimuti keju dan dihiasi vla susu. Lengkapi juga hidangan makan siang dengan segelas jus buah segar, seperti sirsak dan jeruk.


General Manager Padang Golf Modern, Feliks Hariyanto mengatakan, lapangan golf yang mulai dioperasikan secara komersial pada Juni 1994 ini merupakan padang golf pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan sarana olahraga dan rekreasi. Tersedia juga kolam renang, lapangan tenis, squash, lapangan bulu tangkis, dan pusat kebugaran. Juga disediakan restoran bertaraf internasional dan ruang-ruang pertemuan. (MDN/PIN)



















8:32 PM | 0 komentar | Read More

Masih Ada 8 Eks Terpidana Korupsi yang Jadi Pejabat


BATAM, KOMPAS.com — Mantan terpidana korupsi alih fungsi hutan lindung Bintan, Azirwan, akhirnya mengundurkan diri sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau. Dengan pengunduran diri itu, masih ada delapan mantan terpidana korupsi menjadi kepala dinas di Kepulauan Riau.

Pengunduran diri Azirwan diumumkan Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani, Senin (22/10) sore, di Graha Kepri, Batam. Namun, Sani yang didampingi Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo tidak menjelaskan alasan pengunduran diri Azirwan. ”Kami akan proses penggantinya,” ujarnya.


Azirwan terlihat hadir di Graha Kepri sebelum pengumuman itu. Namun, Azirwan tidak terlihat saat Sani mengumumkan pengunduran diri mantan Sekretaris Daerah Bintan itu. Sani tidak bersedia memberikan penjelasan lain, termasuk soal mantan terpidana korupsi yang masih menjadi kepala dinas di empat kabupaten/kota di Kepri.


Sani menyampaikan hal itu kepada Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Senin. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Reydonnyzar Moenek menjelaskan, Gamawan sudah membahas kasus Azirwan dengan Sani pada 11 Oktober. Mendagri memberikan arahan agar gubernur melihat konteks kekinian dan kepatutan dalam mengangkat pejabat. Hal itu disampaikan Gamawan lagi kepada Sani, Kamis (18/10).


Namun, anggota Badan Pekerja ICW, Emerson Yuntho, mengatakan, Sani tidak cukup memproses pengunduran diri Azirwan. Harus dipastikan mantan terpidana itu dipecat sebagai PNS. ”Rakyat jangan dibebani dengan menggaji (birokrat) koruptor,” ujarnya.


Selanjutnya, mantan terpidana korupsi itu harus diberhentikan dengan tidak hormat atau dipecat dari PNS sesuai ketentuan Pasal 23 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas UU No 8/1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.


Azirwan memang masih PNS. Sebab, menurut Donny, dalam UU No 43/1999, PNS diberhentikan tidak dengan hormat bila dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap karena pidana dengan ancaman hukuman empat tahun atau lebih. Adapun Azirwan hanya dituntut 3 tahun dan divonis 2,5 tahun.


Dengan pengunduran diri Azirwan, masih ada delapan mantan terpidana korupsi menjadi kepala dinas. Di Karimun, Yan Indra menjabat kepala dinas pemuda dan olahraga. Indra pernah divonis 1,5 tahun penjara karena terlibat korupsi pembebasan lahan untuk PT Saipem Indonesia tahun 2007. Kasus itu merugikan negara Rp 1,2 miliar.


Di Tanjung Pinang, Raja Faisal Yusuf yang pernah divonis 2,5 tahun karena merugikan negara Rp 1,2 miliar masih jadi kepala badan pelayanan perizinan terpadu. Bupati Natuna Ilyas Sabli mengangkat Senagip sebagai kepala badan keselamatan bangsa, dan Yusrizal sebagai kepala dinas pariwisata. Padahal, mereka pernah divonis 30 bulan penjara karena terlibat korupsi dana bagi hasil migas. Kasus mereka berkaitan dengan dua mantan Bupati Natuna Daeng Rusnadi dan Hamid Rizal yang divonis bersalah dalam kasus sama.


Adapun Bupati Lingga Daria mengangkat empat mantan terpidana korupsi sebagai kepala dinas atau kepala badan, yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Iskandar Ideris, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Dedy ZN, Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Jabar Ali, dan Kepala Satpol Pamong Praja Togi Simanjuntak.


Iskandar dan Togi dipidana dalam kasus korupsi pembangunan Dermaga Rejai. Dedy dipenjara 16 bulan karena merugikan negara Rp 1,3 miliar dalam kasus pencetakan sawah di Singkep Barat. Jabar Ali dipenjara 20 bulan karena terlibat korupsi proyek gedung di dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga.


Untuk para mantan terpidana korupsi itu, menurut Donny, Gamawan sudah meminta sani agar memberi arahan kepada para bupati supaya menempuh hal serupa. (RAZ/INA/WHY)

Ikuti kontroversi seputar bekas terpidana kasus korupsi yang jadi pejabat dalam topik:
Bekas Koruptor Jadi Pejabat







Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









8:17 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger