Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Buruh Akan Gebrak Balaikota, Jokowi Dampingi SBY

Written By Smart Solusion on Monday, November 12, 2012 | 7:38 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, Selasa, (13/11/2012), beberapa aliansi buruh se-DKI Jakarta akan menggebrak Balaikota DKI untuk menuntut kembali Upah Minimum Provinsi yang hari ini merupakan keputusan dari Pemerintah Provinsi. Mereka yang tergabung dalam Forum Buruh DKI Jakarta rencananya akan menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi DKI dan depan Balaikota DKI.


Sekretaris Jenderal Forum Buruh DKI, Mohammad Toha mengatakan, selain akan menggelar sejumlah aksi unjuk rasa, buruh juga tidak akan hadir dalam rapat dengan Dewan Pengupahan DKI yang membahas mengenai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan UMP. Mereka beralasan karena pembahasan KHL dan UMP merugikan buruh.


"Kami tetap mendesak agar ditetapkan UMP DKI sebesar Rp 2.799.067 atau 141,45 persen dari KHL yang nilainya Rp 1.978.789," ujar Mohammad Toha, di Balaikota DKI, Jakarta, Selasa, (13/11/2012).


Terkait demo tersebut, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Romano Yoyol mengatakan, ratusan personel kepolisian dari Polsektro Gambir telah diturunkan untuk mengamankan jalannya aksi unjukrasa di Balaikota DKI. Yoyol mengatakan, personel bersama aparat Satpol PP tidak akan menggunakan senjata api dalam pengamanan unjukrasa tersebut.


"Asalkan tidak arogan dan tidak kasar. Tapi kalau masyarakat mengganggu dan merusak itu yang akan diamankan," kata Yoyol.


Ada sembilan titik untuk pengamanan demo hari ini, antara lain Balaikota DKI, Disnaker DKI, Mahkamah Konstitusi, Kemendagri, Istana Negara, Istana Wapres, Kedutaan Malaysia, DPR MPR, dan Bundaran HI.


Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo juga telah datang di Balaikota DKI pukul 07.15 WIB pagi dengan menggunakan setelan batik dan mobil dinas Toyota Land Cruiser nya.


Berita terkait dapat diikuti di topik :


100 HARI JOKOWI-BASUKI






Editor :


Hertanto Soebijoto









7:38 PM | 0 komentar | Read More

Pasca Kecelakaan, Novi Trauma Bawa Mobil


Novi Amalia ditemani pengacaranya menjelaskan situasi kejiwaannya dalam konfrensi pers di Jakarta, Senin (12/11).

Novi Amalia ditemani pengacaranya menjelaskan situasi kejiwaannya dalam konfrensi pers di Jakarta, Senin (12/11). (sumber: Beritasatu.com/ Yanuar Rachman)




"Biasa saja. Trauma ada, tapi trauma enggak berani bawa mobil."

Novi Amelia mengungkapkan perasaannya pasca kecelakaan pada 11 Oktober 2012, yang membuat delapan orang tertabrak oleh mobil miliknya.

"Biasa saja. Trauma ada, tapi trauma enggak berani bawa mobil," ungkapnya saat ditemui bersama kuasa hukumnya di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (12/11).

Novi sendiri yang sebelumnya diduga berada dalam kondisi dibawah pengaruh narkotika dan alkohol sebelum menabrak para korban, dipastikan oleh kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, bahwa kliennya murni mengidap penyakit kejiwaan.

Ini dikarenakan ia mengaku sering mendengar bisikan-bisikan misterius yang membuatnya panik ketakutan.

"Ada dokter yang menangani. Nanti saya tunjukin (bukti-bukti Novi mengidap kelainan jiwa) kalau ada persidangan. Sekarang Novi melakukan rawat jalan, kontrol seminggu sekali. Yang mengobati Novi sudah termasuk ahli. Mereka punya sistem pemeriksaan yang lengkap," jelas Chris.

Meski saat ini mengaku mengidap kelainan jiwa, namun Novi menjelaskan tidak ada hubungannya dengan masa kecilnya.

"Masa kecil saya bahagia, walaupun hidup sederhana di Medan. Saya juga enggak pernah konsumsi narkoba. Kalau minum dan dugem ya sekali-sekali lah," tuntasnya.

7:32 PM | 0 komentar | Read More

Boy Rafli Polri Dirubung Warga





Boy Rafli Dirubung bak Selebritas





Penulis : Ferry Santoso | Selasa, 13 November 2012 | 10:05 WIB












SUKABUMI, KOMPAS.com — Bak selebritas, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar dirubung keluarga perwira pertama Polri yang baru lulus dan warga. Keluarga perwira pertama dan warga meminta Boy Rafli sebagai "jubir" Polri tersebut untuk berfoto bersama.


"Pak foto Pak, Pak foto," kata seorang anggota keluarga perwira, seusai acara penutupan pendidikan perwira pertama di Sukabumi, Selasa (13/11/2012). Boy Rafli pun memberi kesempatan untuk berfoto bersama. Para keluarga bergantian meminta foto bersama.


Sebelumnya, Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Timur Pradopo menutup pendidikan dan prasetya perwira pertama di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), Sukabumi, Jawa Barat. Dalam acara itu, Kapolri menekankan tantangan Polri yang semakin berat.


"Pesan saya, laksanakan tanggung jawab sehingga mampu menjadi agen perubahan," kata Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, dalam upacara penutupan pendidikan dan prasetya perwira Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan Ke-41 dan SIP-Sumber Sarjana, di Sukabumi, Selasa (13/11/2012).


Hadir dalam acara itu, Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komisaris Jenderal Oegroseno.

















7:17 PM | 0 komentar | Read More

Jackson Gagal, Lakers Pilih DAntoni




Jackson Gagal, Lakers Pilih D'Antoni





Selasa, 13 November 2012 | 00:11 WIB













AP Photo/Mark J Terrill


Guard Los Angeles Lakers, Kobe Bryant (kiri), berusaha menjaringkan bola dikawal forward Detroit Pistons, Jason Maxiell, pada laga kompetisi bola basket NBA di Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu (4/11).





LOS ANGELES, Kompas.com - Klub NBA, Los Angeles Lakers gagal mencapai kesepakatan untuk menarik pelatih legendaris Phil Jackson.

Lakers akhirnya menunjuk mantan pelatih Phoenix SUns dan New York Knicks, Mike D'Antoni sebagai pengganti pelatih Mike Brown yang dipecat.

Sebenarnya harapan utama para penggemar Lakers adalah kembalinya Phil Jacksopn, pelatih yang pernah memberi Lakers lima gelar juara NBA.

Namun kesepakatan dengan Jackson gagal dicapai, sehingga manajemen klub akhirnya memutuskan mengontrak D'Antoni, 61. D’Antoni, pernah menangani Denver Nuggets, Phoenix Suns dan tahun lalu menangani New York Knicks.

Nama D'Antoni didukung oleh pemilik klub Jerry Buss mau pun para pemain seperti Kobe Bryant dan Steve Nash.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko















7:14 PM | 0 komentar | Read More

CT: Indonesia Negara Maju, Bukan Mimpi


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung menyatakan optimismenya bahwa Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2030 adalah cita-cita yang mampu dicapai. Bahkan, hal tersebut bukan dianggap mimpi.


"Indonesia negara maju bukanlah sekadar mimpi. Indonesia negara maju adalah cita-cita yang mampu dicapai," kata Chairul saat pembukaan acara KEN "Penyatuan Visi Bersama Menuju Indonesia Maju 2030" di Hotel Ritz Carlton, Sudirman, Jakarta, Selasa (13/11/2012).


Chairul mengatakan, kemajuan Indonesia harus bertumpu pada sesuatu yang menjadi kekhususan Indonesia. Selain itu, sesuatu itu tidak dimiliki oleh negara lain di dunia.


Menurut Bos CT Group ini, Indonesia berpotensi sebagai negara maju karena memiliki sumber daya alam (SDA) yang merupakan input produksi dalam penciptaan nilai tambah produksi. Letak geografisnya juga di jantung perdagangan Asia Pasifik. "Sehingga Indonesia memiliki peluang memanfaatkan rantai produksi global," tambahnya.


Selain itu, keragaman budaya, tradisi, dan alam yang tersebar di sepanjang kepulauan Indonesia ini menjadi potensi yang tiada duanya di dunia. Bahkan, budaya, tradisi dan alam itu juga memiliki nilai jual. Selain kekayaan alam, langkah Indonesia bergerak menuju negara maju ini juga didukung oleh jumlah penduduk yang besar dan berusia muda dengan pendapatan, kemampuan daya beli, dan kualitas SDM yang terus meningkat.


"Sehingga, Indonesia memiliki kekayaan alam yang unik di dunia dengan jumlah penduduk yang merupakan potensi pasar dan tenaga kerja produktif," tambahnya.


Namun, untuk menuju Indonesia maju pada 2030 tersebut, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Indonesia, di antaranya memperbaiki dan meningkatkan kualitas birokrasi, penegakan dan kepastian hukum, kualitas pendidikan, kondisi infrastruktur, penguasaan teknologi dan inovasi, serta kemampuan daya saing.


Acara ini turut dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, kabinet Indonesia Bersatu jilid II, pemerintah daerah, direksi perusahaan BUMN, direksi perbankan nasional, akademisi, hingga mahasiswa.






Editor :


Erlangga Djumena









7:06 PM | 0 komentar | Read More

Jakarta Barat Sudah Mulai Distribusikan Kartu Sehat

Written By Smart Solusion on Sunday, November 11, 2012 | 7:38 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Kartu Sehat yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), sudah mulai disebar kepada warga yang tinggal di delapan kecamatan di Jakarta Barat. Namun, Sudin Kesehatan Jakarta Barat, John Marbun, belum mengetahui secara pasti jumlah Kartu Sehat yang sudah disebarluaskan.


"Yang menerima Kartu Sehat itu semua warga Jakarta yang punya KTP Jakarta. Saat ini sudah didistribusikan ke beberapa kecamatan, tapi kemarin Kecamatan Tambora sebagai bentuk simbolisnya," katanya saat dihubungi wartawan, Minggu (11/11/2012) malam.


Dihubungi terpisah, Hendra Hidayat, Camat Kebon Jeruk membenarkan pendistribusian Kartu Sehat kepada warganya sudah dilaksanakan. Kartu tersebut dia bagikan ke seluruhan kelurahan di Kecamatan Kebon Jeruk. Mengenai cara penggunaan Kartu Sehat juga sudah pernah disosialisasikan langsung oleh Wali Kota Jakarta Barat.


"Waktu acara pemberantasan sarang nyamuk (PSN), Pak Wali (wali kota) sudah memberitahukan cara menggunakannya," katanya.


Dia mengatakan, kartu tersebut sudah didistribusikan melalui Puskesmas, tetapi dia belum mengetahui dengan pasti apakah semua warga sudah memperoleh Kartu Sehat tersebut atau belum. Pasalnya Kartu Sehat baru saja di-launching pada hari Sabtu (10/11/2012). Menurut dia, walaupun semua warga DKI yang memiliki KTP berhak mempunyai Kartu Sehat, tetapi masyarakat yang tidak mampu harus mendapatkan prioritas utama. Karena itu, kesadaran masyarakat sendiri akan memudahkan program Kartu Sehat berjalan dengan lancar dan tepat guna.


Peluncuran dan pendistribusian Kartu Sehat juga diamini oleh Kepala Puskesmas Tambora, drg Silvia. Ia mengatakan, dalam satu kelurahan di kecamatan Tambora akan diberikan 514 Kartu Sehat. Kartu Sehat di wilayah Tambora sendiri sudah didistribusikan pada hari pertama launching Kartu Sehat Sabtu lalu.


Silvia melihat, antusias warga menerima Kartu Sehat sangat tinggi. Apalagi launching kartu tersebut berlokasi di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat dan diberikan langsung oleh gubernur DKI, Joko Widodo. Ia berharap agar masyarakat dapat berobat dengan mudah menggunakan akses Kartu Sehat.


Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Jokowi meluncurkan Kartu Sehat di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Peluncuran kartu tersebut bertepatan dengan masa jabatannya yang baru menginjak satu bulan.


Berita terkait dapat diikuti di topik :


100 HARI JOKOWI-BASUKI






Editor :


Hertanto Soebijoto









7:38 PM | 0 komentar | Read More

Selena Gomez Berat Hati Berpisah dari Justin Bieber


Justin dan model cantik Victoria Secret, Barbara.

Justin dan model cantik Victoria Secret, Barbara. (sumber: twitter)




Selena Gomez sangat mencintai Justin Bieber.

Putusnya jalinan asmara antara Justin Bieber dan Selena Gomez masih menjadi pemberitaan hangat di sejumlah media hiburan internasional.

Sebuah sumber menyebutkan, Selena Gomez yang memiliki inisiatif untuk memutuskan jalinan asmara tersebut lantaran masalah 'kepercayaan diri'.

Selena merasakan hal tersebut setelah melihat kecantikan model Victoria's Secret, Barbara Palvin di New York akhir pekan lalu.

Sumber yang dekat dengan Selena mengungkapkan kebenarnya tentang putusnya Selena dengan Justin Bieber.

"Mereka benar-benar putus seminggu lalu. Ini masalah yang rumit apalagi keduanya sering terpisah jauh. Intinya ada masalah kepercayaan," ujar sumber tersebut.

"Sebenarnya ini tidak mudah, tetapi hubungan tersebut memang harus diakhiri," imbuh sumber tersebut.

"Sebenarnya dia (Selena) sangat sulit untuk berpisah karena ia benar-benar mencintai Justin," ujar salah satu sumber lainnya.

7:32 PM | 0 komentar | Read More

Pemerintah RI Harus Bentuk Tim Investigasi




Kasus Pekrosaan TKI


Pemerintah RI Harus Bentuk Tim Investigasi





Penulis : Suhartono | Senin, 12 November 2012 | 09:59 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun pemerintah Malaysia telah menyelidiki dan menahan tiga orang polisi Kerajaan Malaysia yang memperkosa seorang tenaga kerja Indonesia (TKI), pemerintah Indonesia tidak cukup menunggu dan melihat hasil penyelidikan polisi setempat. Pemerintah RI justru harus melakukan tiga hal.


"Selain harus membentuk tim investigasi sendiri untuk pembanding kasus perkosaan yang diselidiki polisi Malaysia, pemerintah RI juga harus mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintahan Malaysia atas kekejaman dan ketidakadilan kasus-kasus TKI terutama kasus pelecehan tiga polisi terhadap TKI baru-baru ini," tandas anggota Komisi X DPR Rieke Diah Pitaloka kepada Kompas, Senin (12/11/2012) pagi ini.


Menurut calon Gubernur Jawa Barat dari PDI-Perjuangan itu, pemerintah juga harus meninjau ulang isi nota kesepahaman (MoU) Indonesia - Malaysia mengenai TKI yang bekerja di sektor domestik. Sebab, dengan adanya revisi MoU belum lama ini tetap tidak secara signifikan mengurangi masalah TKI. Misalnya, kasus perkosaan tersebut.


Rieke juga mengeluh belum sampai satu bulan, terdapat iklan yang dinilai menghina Indonesia seperti iklan maid on sale dengan imbalan diskon di Malaysia, kini muncul perkosaan yang melecehkan TKI dan bangsa Indonesia.


















7:17 PM | 0 komentar | Read More

Kobe Minta Phil Jackson Kembali Tangani Lakers




Kobe Minta Phil Jackson Kembali Tangani Lakers





Senin, 12 November 2012 | 08:47 WIB













GUARDIAN


Phil Jackson (kanan) ketika masih menangani Kobe Bryant (kiri) di LA Lakers.





LOS ANGELES, Kompas.com - Pelatih ternama NBA, Phil Jackson kemungkinan besar kembali akan menangani Los Angeles Lakers.

Jackson, 67 diunggulkan melatih Lakers untuk ketigakalinya setelah pelatih sebelumnya, Mike Brown dipecat  karena performa buruk timnya di laga-laga awal.

Meski begitu, Lakers juga mencadangkan beberapa nama lain seperti Mike D'Antoni, Nate McMillan dan Mike Dunleavy.

Masalah utama yang dapat menghalangi Jackson hanyalah kondisi kesehatan. Jackson mengundurkan diri musim lalu karena lelah menjalani perjalanan panjang. Setiap tim NBA harus enjalani 41 pewrtandingan tandang setiap- musim.

Jackson sendiri telah berbuicara dengan para asisten pelatih mau pun staf Lakers. Ia juga mendapat dukungan penuh dari ikon Lakers, Kobe Bryant. "Ia merupakan jenius di bola baske," kata Kobe. "Saya menyesal tak dapat memberinya gelar juara tahun lalu karena harus tampil dengan satu kaki."

Jackon mencatat rekor menang-kalah 1.155-485 selama 20 tahun karirnya di NBA. Ia menangani Lakers 1999-2004 dengan tiga gelar juara NBA serta musim 2005-6 dan merebut dua gelar juara musim 2009 dan 2010.

Ia juga memenangi enam gelar juara NBA bersama tim Chicago Bulls di era Michael Jordan dan Scottie Pippen. Sebelas gelar juara NBA ini membuat Jackson menjadi pelatih tersukses di NBA.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko















7:14 PM | 0 komentar | Read More

Lelang SUN Bisa Jaga Rupiah Sementara




Lelang SUN Bisa Jaga Rupiah Sementara





Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Senin, 12 November 2012 | 09:54 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah masih dalam tekanan atas dollar AS. Lelang surat utang negara di tengah pekan perdagangan yang cukup pendek karena ada libur nasional diharapkan menjaga stabilitas rupiah pekan ini.


Rupiah kembali ditutup melemah di level Rp 9.620 dari saat pembukaan di level Rp 9.630 pada penutupan perdagangan pekan lalu. Rupiah bergerak di kisaran Rp 9.614-9.630 sepanjang perdagangan. Bertahannnya indeks harga saham gabungan di zona hijau memantapkan pergerakan rupiah yang terus mendapat pengawalan dari bank sentral.


Menurut riset BNI Treasury, tutupnya pasar AS awal pekan ini potensi mengurangi tekanan dollar AS secara global. Namun permintaan dollar di dalam negeri diprediksi tetap tinggi seiring terjaganya permintaan dari importir.


Lelang SUN hari ini dengan target indikatif Rp 5 triliun cenderung mengamankan pergerakan rupiah. Meningkatnya kepemilikan asing atas SUN mengkonfirmasikan besarnya minat mengoleksi portfolio berdenominasi rupiah seiring tetap menariknya yield di dalam negeri pasca bertahannya BI Rate di level 5,75 persen.


















7:06 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger