Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Ronaldinho Kembali Perkuat Samba

Written By Smart Solusion on Tuesday, January 22, 2013 | 7:14 PM


RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com — Setelah terpilih kembali melatih tim samba, Brasil, Felipe Scolari mulai memanggil sejumlah pemain untuk bergabung ke dalam skuad menjelang Piala Dunia 2014, Selasa (22/1/2013).


Scolari memanggil kembali dua pemain beken, yakni Ronaldinho dan penjaga gawang Julio Cesar. Scolari, yang sebelumnya pernah membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 2002 dan kembali melatih tim Brasil sejak November lalu, tidak memasukkan Kaka dan memberikan kesempatan itu kepada striker Luis Fabiano untuk tampil pada pertandingan persahabatan melawan Inggris pada bulan depan.


Dalam pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Wembley, 6 Februari tersebut, Scolari juga memasukkan pemain tengah Lazio, Hernanes, yang sempat diabaikan oleh pelatih Brasil sebelumnya, Mano Menezes.


Scolari setidaknya masih memiliki waktu lebih kurang 18 bulan untuk membentuk tim yang diharapkan bisa mempersembahkan gelar Piala Dunia keenam bagi Brasil yang pada Piala Dunia 2014 menjadi tuan rumah.



Daftar pemain yang masuk dalam skuad Felipe Scolari.


Kiper:  Julio Cesar (Queens Park Rangers), Diego Alves (Valencia)


Pemain belakang: Daniel Alves ( Barcelona), Adriano (Barcelona), David Luiz (Chelsea), Dante (Bayern Muenchen), Leonardo Castan (AS Roma), Miranda (Atletico Madrid), Filipe Luis (Atletico Madrid).


Pemain Tengah: Ramires (Chelsea), Arouca (Santos), Paulinho (Corinthians), Hernanes (Lazio), Oscar (Chelsea), Ronaldinho (Atletico Mineiro)


Penyerang: Hulk (Zenit St Petersburg), Neymar (Santos), Lucas (Paris Saint-Germain), Fred (Fluminense), Luis Fabiano (Sao Paulo).







Editor :


Tjahja Gunawan Diredja









7:14 PM | 0 komentar | Read More

Harga Minyak Melesat Naik




Pasar Berjangka


Harga Minyak Melesat Naik





Penulis : Eny Prihtiyani | Rabu, 23 Januari 2013 | 09:38 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com- Kepercayaan investor di Jerman yang melonjak pesat mendongkrak harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah Februari naik 68 sen atau 0,7 persen ke 96,24 dollar AS per barel di NYMEX.


Harga minyak Brent Maret juga naik 71 sen atau 0,6 persen menjadi 112,42dollar AS perbarel di London. Support di 108 dollar AS dan resistant di 117 dollar AS perbarel.


Kenaikan harga minyak tersebut membuat harga bensin ikut naik. Harga bensin naik ke level tertinggi selama tiga bulan terakhir. Harga bensin meningkat 0,5 sen atau 1,18 persen menjadi 3,0557 dollar AS per galon. harga retail bensin naik 0,5 sen menjadi 3,31 dollar AS per galon. Support di 2,8 dollar AS dan resistant di 3,16 dollar AS per galon.


Kepercayaan investor di Jerman pada bulan Januari 2013 melonjak tajam, lebih tinggi dibandingkan posisi Januari di tahun 2012, 2011, dan 2010.


Kepercayaan pada Januari ini investor mencapai level 31,5 poin. Angka tersebut melesat drastis dibandingkan angka di bulan Desember 2012 yakni di level 6,9 poin. Para analis memproyeksikan kepercayaan investor pada bulan Januari ini hanya akan berada di level 12 poin. Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian Jerman.






Editor :


Marcus Suprihadi
















7:06 PM | 0 komentar | Read More

100 Hari Jakarta Baru, Jokowi Resmikan E-Ticketing Transjakarta

Written By Smart Solusion on Monday, January 21, 2013 | 7:38 PM


JAKARTA, KOMPAS.com — Hari Selasa (22/1/2013) ini menggenapi 100 hari pemerintahan Jakarta baru dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Apa yang akan dilaksanakan Jokowi dan Basuki di hari ke-100 mereka bekerja?


Jokowi sudah memiliki beberapa agenda, antara lain meresmikan integrasi kopaja AC ke jalur transjakarta dan launching penerapan e-ticketing transjakarta. "Launching dan memulai itu tetap dilaksanakan karena ditunggu masyarakat. Besok (hari ini) itu ada penerapan e-ticketing transjakarta, 102 armada baru transjakarta, dan kopaja integrasi jalur transjakarta," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (21/1/2013).


Integrasi kopaja AC akan dilakukan untuk Kopaja P20 (Lebak Bulus-Senen) dan Kopaja S13 (Ragunan-Grogol) yang terintegrasi dengan Koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas) dan Koridor VIII (Lebak Bulus-Harmoni). Pelaksanaan integrasi kopaja AC ke jalur transjakarta ini mengikuti sistem yang berlaku di transjakarta, misalnya penggunaan armada dengan bus memiliki dek tinggi dan pintu sebelah kanan.


Dengan berlakunya integrasi ini, penumpang transjakarta cukup membeli tiket seharga Rp 5.000. Tarif tiket ini berlaku untuk kopaja AC dan transjakarta. Jika membeli tiket di halte bus transjakarta dikenai biaya Rp 8.500. Rinciannya, Rp 3.500 untuk transjakarta dan Rp 5.000 untuk kopaja AC. E-ticketing menggandeng sejumlah bank swasta dan BUMN, di antaranya BRI, BNI, Bank DKI, BCA, dan Bank Mandiri.


Berdasarkan jadwal resmi yang dikeluarkan Pemprov DKI, setelah Jokowi meresmikan kegiatan tersebut, Jokowi akan melaksanakan rapat koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI terkait program Jakarta Tanggap Darurat pada pukul 11.00 WIB di Balai Agung, Balaikota, Jakarta.


Sementara itu, Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pada pukul 07.30 WIB akan menerima staf Info-Tek UKP4 di ruang tamu Wagub. Pada pukul 13.00 WIB bertempat di lokasi yang sama, Wagub akan melakukan diskusi dengan para pakar dan instansi terkait sebagai langkah penanggulangan banjir DKI Jakarta untuk memperoleh masukan dan alternatif solusi penanggulangan banjir.


Berbeda dengan beberapa program transjakarta yang akan diresmikan Jokowi, peresmian Koridor XII (Pluit-Tanjung Priok) yang penggunaannya sedianya akan dimulai hari ini akan diundur hingga waktu yang belum ditentukan. Pengunduran ini dilakukan karena Jokowi masih fokus pada penanganan banjir di DKI yang sangat menguras tenaga dan pikiran.


"Suasana seperti ini kok masih ada yang tanya 100 hari. Kita masih berkonsentrasi urus banjir. Kita undur semuanya sampai kira-kira Jakarta menurut kalkulasi sudah aman, baru kita bicara yang lain. Saya tidak mau kehilangan fokus," kata Jokowi.


Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, pengoperasian Koridor XII memang tidak bisa dilakukan hari ini karena sebagian jalur masih tergenang. Ia juga tak bisa memastikan sampai kapan pengunduran pengoperasian ini. "Ditunda karena jalur tergenang. Sampai batas waktu yang belum ditentukan, intinya menunggu air surut," ujarnya.


Meski demikian, ia pun memastikan, seluruh infrastruktur Koridor XII sudah selesai. Bahkan, 32 bus yang akan dioperasikan telah siap untuk digunakan. "Kita ingin segera dioperasikan karena semua infrastruktur telah siap," kata Pristono.












7:38 PM | 0 komentar | Read More

Partai Nasdem Bisa Alami Penuaan Dini Lebih Dulu dari Demokrat


JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pecah kongsi pada keikutsertaannya yang pertama kali sebagai peserta pemilihan umum (pemilu). Dengan adanya konflik internal yang terjadi di tubuh partai ini, bisa jadi Partai Nasdem yang baru seumur jagung ini mengalami penuaan dini lebih dulu daripada Partai Demokrat yang sudah terkena banyak persoalan.


Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Pol-Track Institute Hanta Yudha AR, Selasa (22/1/2013), di Jakarta. "Partai Nasdem berpotensi besar mengalami "progeria politik" atau penuaan dini, bahkan melebihi Partai Demokrat jika Nasdem gagal atasi ujian faksionalisme yang belum apa-apa sudah sangat tajam," ujar Hanta.


Pernyataan itu diungkapkan Hanta melihat konflik internal yang terjadi di Partai Nasdem sehingga membuat empat pengurus partai ini mengundurkan diri pada Senin kemarin. Keempat pengurus itu adalah Ketua Dewan Pakar Hary Tanoesoedibjo, Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq, Wakil Sekretaris Jenderal Saiful Haq, dan Ketua Internal DPP Partai Nasdem Endang Tirtana. Mereka mengundurkan diri lantaran tidak lagi satu pandangan perlunya kalangan muda yang memimpin partai besutan Surya Paloh itu.


Belakangan muncul kabar bahwa Surya Paloh yang menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi akan segera diangkat menjadi Ketua Umum Partai Nasdem. Melihat kondisi itu, Hanta menilai Partai Nasdem bisa layu sebelum berkembang sehingga jika tidak segera diselamatkan bisa mematikan partai itu. Nasdem, lanjutnya, akan terancam mengalami titik balik sebelum pemilu. Padahal, sebelumnya partai ini cukup prospektif. Berdasarkan tren survei berada di lima besar.


"Ada beberapa variabel kekuatan Nasdem sehingga prospektif. Tentu selain didukung gagasan baru tentang perubahan dan restorasi, juga dukungan soliditas internal, kader-kader muda potensial, dan yang paling berpengaruh iklan-iklan politik di televisi grup Hary Tanoesoedibjo," ucap Hanta.


Ide restorasi antiklimaks


Dengan lepasnya beberapa pimpinan partai ini, Hanta melihat Partai Nasdem dalam posisi terancam. "Ide dan gagasan perubahan dan restorasi mengalami antiklimaks dan soliditas internal melemah akibat pecah kongsi," ucap Hanta.


Selain itu, ia memperkirakan kinerja mesin partai juga akan berpengaruh akibat hengkangnya kader-kader muda potensial dari faksi Hary Tanoe. Kepergian Hary Tanoe juga membuat Partai Nasdem merugi dalam hal pendanaan iklan politik yang kini tak lagi ditayangkan MNC Grup.


Menurut Hanta, kader-kader muda inilah yang justru menjadi mesin gerak Partai Nasdem. Kelompok ini pula yang berperan mengantarkan Nasdem lolos sebagai partai berbadan hukum di Kementerian Hukum dan HAM serta lolos sebagai peserta pemilu. Kehilangan kader-kader muda ini akan berdampak signifikan pada Partai Nasdem.












7:17 PM | 0 komentar | Read More

PBSI Dukung Pencalonan Justian Suhandinata



Pencalonan BWF


PBSI Dukung Pencalonan Justian Suhandinata





Penulis : Ismail Z | Selasa, 22 Januari 2013 | 09:00 WIB













KOMPAS/HERU SRI KUMORO


Ketua Umum PBSI Gita Wirjawan




TERKAIT:





JAKARTA, KOMPAS.com — Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mendukung pencalonan Justian Suhandinata sebagai Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).


Demikian pernyataan Ketua Umum PBSI Gita Wirjawan di Pelatnas PBSI Cipayung, Selasa (22/1/2013). "Kami mendukung pencalonan ini dan tentunya juga membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah karena hal ini sangat penting untuk perbulutangkisan Indonesia ke depan," kata Gita.


Lebih jauh Gita menambahkan, PBSI akan melakukan berbagai langkah konkret untuk mendukung pencalonan tersebut, seperti berkoordinasi dengan Kemenpora, KONI, dan Kemenlu, serta melakukan lobi ke sejumlah negara.


Kondisi perbulutangkisan Indonesia hingga saat ini memang belum begitu membaik, tetapi setidaknya pencalonan tersebut bisa menjadi angin segar.


Keberhasilan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, menjuarai turnamen bulu tangkis Superseries Maybank Malaysia Open 2013, Minggu (20/1/2013), juga menjadi pertanda mulai bangkitnya kembali cabang olahraga ini.






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja
















7:14 PM | 0 komentar | Read More

Keyakinan Konsumen Turun 2,5 Poin





Keyakinan Konsumen Turun 2,5 Poin





Penulis : Eny Prihtiyani | Selasa, 22 Januari 2013 | 09:26 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com — Keyakinan konsumen Indonesia pada Desember 2012 sedikit menurun ke angka 152 (turun 2,5 poin). Namun, 2012 tetap berakhir 5,5 poin lebih tinggi dari setahun sebelumnya pada Desember 2011 (146,5).


Demikian hasil survei Kamar Dagang dan Industri bersama Roy Morgan yang dirilis hari ini, Selasa (22/1/2013).


Menurut Direktur Roy Morgan Ira Soekirman, penurunan tersebut disebabkan menurunnya keyakinan masyarakat akan keadaan ekonomi Indonesia pada masa mendatang serta menurunnya keyakinan bahwa kini adalah waktu yang tepat untuk membeli peralatan rumah tangga utama.


Walaupun tetap merupakan mayoritas yang sangat besar, kini 90 persen memperkirakan bahwa perekonomian Indonesia akan mengalami masa yang baik selama lima tahun ke depan dibandingkan 10 persen yang memperkirakan perekonomian akan mengalami masa buruk.


Dalam hal kondisi ekonomi jangka pendek, kini 80 persen masyarakat Indonesia mengatakan bahwa Indonesia secara finansial akan mengalami masa yang baik selama jangka waktu 12 bulan ke depan dibandingkan dengan 19 persen yang mengatakan bahwa secara finansial akan mengalami masa yang buruk.       


Kini 59 persen masyarakat menyatakan sekarang adalah waktu yang baik untuk membeli peralatan rumah tangga utama dibandingkan 37 persen yang menyatakan sekarang waktu yang buruk untuk membeli peralatan rumah tangga utama.


Dalam hal keuangan pribadi, kini 67 persen masyarakat Indonesia memperkirakan bahwa keuangan keluarga mereka akan lebih baik di waktu yang sama tahun depan dibandingkan hanya 3 persen yang menyatakan akan lebih buruk.       


Kini 44 persen masyarakat mengatakan bahwa keuangan keluarga mereka lebih baik ketimbang setahun lalu dibandingkan hanya 11 persen yang mengatakan keuangan keluarga mereka lebih buruk dibandingkan setahun lalu.




















7:06 PM | 0 komentar | Read More

Jamsostek Salurkan Bantuan

Written By Smart Solusion on Sunday, January 20, 2013 | 7:38 PM




Banjir


Jamsostek Salurkan Bantuan





Penulis : Hamzirwan | Senin, 21 Januari 2013 | 10:06 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com- Manajemen badan usaha milik negara PT Jamsostek (Persero) mulai menyalurkan bantuan bagi para korban banjir di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Jamsostek menyediakan tikar, sarung, dan biskuit untuk warga setempat korban banjir.


Ratusan warga dari 4 RW Kelurahan Bukit Duri mulai mengambil bantuan tersebut sejak pukul 09.00. Ada juga warga yang memanfaatkan pelayanan pengobatan gratis yang disediakan Jamsostek di pos komando pelayanan korban banjir.


Kepala Biro Hubungan Masyarakat Jamsostek Kuswahyudi menyerahkan bantuan kepada warga. Menurut Kepala Cabang Jamsostek Setiabudi Iwan Kusnawan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Jamsostek kepada warga.






Editor :


Marcus Suprihadi















7:38 PM | 0 komentar | Read More

Kevin Aprilio Lirik Bisnis Online dan Properti


Kevin Aprilio bersama para personel Princess

Kevin Aprilio bersama para personel Princess (sumber: Yanuar Rahman/Beritasatu.com)




Setelah berhasil menjalani bisnis manajemen artis dan label rekaman, kini Kevin Aprilio ingin menggeluti bisnis online dan properti.

Mengikuti jejak sang ibu, Kevin Aprilio juga tengah serius menggeluti bidang bisnis disamping kariernya di dunia musik.

Setelah berhasil mengembangkan kemampuannya menjalankan manajemen artis dan label rekaman Aprilio Kingdom, Kevin kini tengah melirik bisnis online.

"Aku lagi belajar, mau jalanin bisnis online game dan properti. Semuanya fokus," ucapnya saat ditemui bersama ayah dan ibunya di kawasan Gandaria hari ini.

Berbeda dengan sang ibu yang memilih bisnis kuliner dan salon kecantikan yang membutuhkan kesabaran untuk meraih keuntungan di masa mendatang.

"Aku tipe pebisnis yang pengin cepet dapetnya (keuntungan). High risk tapi high gain," sambungnya.

Pemuda kelahiran Jakarta tanggal 7 April 22 tahun silam itu merasa beruntung memiliki orang tua yang mampu mengakomodir dan mendukung keinginannya tersebut.

"Saya cocoknya sama Kevin kalau ngomongin bisnis. Kalau sama anak kedua lebih cocok ngomongin lagu-lagu yang cocok saya bawakan di masa kini," papar Memes.

7:32 PM | 0 komentar | Read More

39 Bulan Pemerintahan SBY: Harapan Mengecil, Apresiasi Pun Menurun


Sultani


Apresiasi publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara keseluruhan kian merosot. Meski penilaian terhadap sosok Presiden masih relatif bertahan, persepsi publik atas penegakan hukum, kesejahteraan rakyat, stabilitas politik, dan pemulihan ekonomi nasional terus turun.


Hasil jajak pendapat triwulanan pada usia 39 bulan pemerintahan SBY mengungkap gambaran ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang merosot kian dalam. Apresiasi publik terhadap kinerja pemerintah dalam penegakan hukum merosot tajam. Hanya 20,8 persen responden yang mengapresiasi langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan Presiden. Angka ini merefleksikan apresiasi terendah selama tiga tahun SBY berkuasa.


Penegakan hukum yang berbelit-belit dan berujung tak memuaskan meninggalkan keraguan kepada publik tentang keseriusan pemerintah. Pengusutan kasus dugaan korupsi wisma atlet dan proyek kompleks olahraga di Hambalang, misalnya, menggambarkan ketidaktuntasan terpenuhinya rasa keadilan publik. Vonis terhadap terpidana koruptor kerap jauh dari tuntutan jaksa. Tak ayal jika penanganan kasus-kasus semacam itu dituding diintervensi oleh kepentingan tertentu.


Dalam bidang politik, apresiasi responden juga terlihat rendah. Hasil jajak pendapat menunjukkan, hanya 34,1 persen responden menjawab puas dengan kinerja pemerintah menjaga stabilitas politik negeri ini. Angka ini bertahan relatif rendah dibandingkan dengan rangkaian jajak pendapat periode sebelumnya. Padahal, stabilitas politik adalah salah satu modal paling kuat pada awal masa pemerintahan.


Hiruk-pikuk politik selama proses verifikasi partai politik peserta Pemilu 2014 yang ditengarai sarat dengan intervensi partai-partai besar—mayoritas merupakan pendukung pemerintah—telah menurunkan simpati publik kepada pemerintah.


Dalam kurun waktu yang sama, tingkat kepuasan responden terhadap kinerja SBY dalam memperbaiki kesejahteraan sosial juga terpuruk cukup dalam, yaitu 28,7 persen. Angka ini pun menunjukkan apresiasi yang rendah terhadap kinerja dalam membenahi masalah-masalah sosial.


Modal politik tergerus


SBY memenangi dua kali pemilihan presiden dengan dukungan 60 persen lebih suara pemilih. Ini memberikan legitimasi kekuasaan kepada SBY sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Inilah modal politik yang diberikan rakyat kepada SBY, yang dipandang sebagai sosok yang bisa membawa perubahan, setelah sekian lama negara ini terpuruk dalam krisis ekonomi dan kemelut politik.


Alih-alih mengeluarkan Indonesia dari krisis, gaya pemerintahan SBY yang akomodatif justru melahirkan kemelut politik baru yang berporos pada Presiden dengan partai politik baik yang berkoalisi maupun oposisi. Dari hasil jajak pendapat triwulanan sejak pertama kali SBY memerintah, apresiasi publik terhadap kinerja, citra, dan popularitas SBY terbilang tinggi. Simpati publik yang begitu tinggi terhadap sosok SBY membuat mereka mengabaikan kemelut politik di lingkar dalam kekuasaan Presiden yang mulai mengganggu jalannya pemerintahan.


Hasil jajak Kompas selama 60 bulan SBY berkuasa mengungkapkan, SBY berhasil menyelesaikan masa pemerintahannya dengan apresiasi publik yang terbilang tinggi. Meski muncul kemelut politik, persoalan ekonomi, hukum, dan sosial selama periode pertama SBY berkuasa, optimisme publik bahwa pemerintah mampu menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut tetap tinggi.


Awal sandungan adalah kemelut Komisi Pemberantasan Korupsi versus Kepolisian Negara RI (KPK vs Polri) dalam kasus ”Cicak vs Buaya”. Pasalnya, kasus tersebut mengungkap praktik korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh penting dalam pemerintahan SBY. Simpati publik terhadap pemerintah langsung merosot drastis. Dalam jajak pendapat tiga bulan pertama, hanya 36,1 persen responden menyatakan puas dengan kinerja SBY dalam memberantas korupsi.


Padahal, tiga bulan sebelumnya, apresiasi responden terhadap langkah pemberantasan korupsi masih 52,7 persen. Artinya, transisi kekuasaan dari periode pertama menuju periode kedua ditandai kegagalan SBY memenuhi janjinya untuk menuntaskan kasus korupsi yang terungkap pada masa transisi ini. Satu tahun pertama kekuasaan SBY ditandai dengan kekecewaan responden menunggu aksi nyata Presiden memberantas korupsi di sekitar kekuasaannya.


Setelah tiga tahun berlalu, kekecewaan responden semakin dalam. Sebanyak 82,2 persen responden dalam jajak pendapat kali ini mengaku kecewa dengan upaya pemberantasan korupsi oleh SBY. Ketika kasus dugaan korupsi wisma atlet, Hambalang, dan Korps Lalu Lintas Polri yang menyeret sejumlah pejabat negara terkuak, kekecewaan publik langsung memuncak. Dalam jajak pendapat periode Juli 2011 hingga Januari 2012 (ketika kasus-kasus itu sedang hangat diperbincangkan), responden yang kecewa sebanyak 84-87 persen.


Harapan mengecil


Optimisme publik yang begitu kuat terhadap kemampuan SBY untuk membawa perubahan bagi bangsa ini lambat laun menyusut seiring dengan pupusnya kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Harapan yang selama ini begitu besar diletakkan kepada SBY lambat laun mengecil, sebagaimana tergambar dalam hasil jajak pendapat.


Pada usia 39 bulan pemerintahan SBY, optimisme responden terhadap kemampuan SBY untuk menyelesaikan persoalan hukum hanya 32,3 persen. Sementara pada periode sebelumnya, keyakinan responden masih 34,8 persen. Keyakinan ini semakin kecil jika dibandingkan dengan keyakinan responden yang tergambar dalam jajak pendapat pada tiga bulan pertama yang mencapai 70,7 persen. Artinya, respons yang ditunjukkan SBY dalam menghadapi persoalan-persoalan hukum yang muncul selama 39 bulan telah menggerus keyakinan responden hampir dua kali lipat.


Fenomena yang sama juga terjadi pada tiga bidang lain, yaitu peningkatan kesejahteraan sosial, pemulihan ekonomi nasional, dan stabilitas politik. Keyakinan responden pada masa 39 bulan pemerintahan SBY ini tercatat 34,9 persen atau susut dua kali lipat daripada periode tiga bulan pertama (71,3 persen). Dalam bidang perekonomian, keyakinan responden juga menyusut hampir dua kali lipat dibandingkan pada tiga bulan pertama (33,3 persen). Keyakinan responden terhadap kemampuan SBY menciptakan stabilitas politik juga menyusut tajam dari 75,6 persen (periode tiga bulan pertama) menjadi 38,8 persen pada usia 39 bulan pemerintahan SBY.


Merosotnya optimisme responden terhadap pemerintahan SBY dalam jajak pendapat ini juga diikuti dengan susutnya citra SBY baik sebagai presiden maupun terhadap pemerintahannya. Hasil jajak pendapat kali ini menunjukkan, citra SBY bergeser jauh dari pencitraan yang baik. Sebanyak 50,2 persen masih menilai baik citra SBY. Namun, jika dibandingkan dengan tiga periode jajak pendapat terakhir, terlihat penurunan citra yang cukup signifikan, yaitu 57,8 persen (33 bulan), 55,6 persen (36 bulan), dan 50,2 persen (39 bulan).


Pergeseran citra ini akan memiliki arti penting jika dibandingkan dengan pencitraan yang diberikan oleh responden pada tiga bulan pertama yang mencapai 75,4 persen. Artinya, selama 39 bulan memerintah, pencitraan yang baik terhadap SBY tergerus hingga 25 persen. Konsekuensi dari turunnya citra SBY sebagai presiden juga terlihat pada citra pemerintahan SBY. Hasil jajak pendapat mengungkapkan, 31,8 persen responden mengatakan citra pemerintahan SBY baik. Pada periode 36 bulan, responden yang menilai pemerintahan SBY baik masih 41,4 persen.


Terungkapnya keterlibatan sejumlah petinggi pemerintahan dan sekaligus petinggi Partai Demokrat dalam kasus dugaan korupsi tampaknya menguatkan prasangka publik selama ini bahwa pemerintahan SBY tidak bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. (LITBANG KOMPAS)







Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









7:17 PM | 0 komentar | Read More

Aliran Dana Asing Masih akan Tentukan IHSG




Pasar Modal


Aliran Dana Asing Masih akan Tentukan IHSG





Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Senin, 21 Januari 2013 | 09:29 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com- Indeks Harga Saham Gabungan akan mencoba kembali menembus rekor tertingginya pada perdagangan Senin (21/1/2013) ini.


Aliran dana investor asing akan menentukan arah pergerakan IHSG di awal pekan ini. Indeks saham ditutup menguat pada perdagangan terakhir pekan lalu didorong oleh kenaikan Wallstreet sehari sebelumnya. 

Penguatan ini didorong oleh beberapa data ekonomi yang bagus, seperti data perumahan dan tunjangan pengangguran. Data ekonomi dan laporan keuangan beberapa emiten yang bagus tersebut mendorong penguatan komoditas.


Dua hal ini mendorong S&P500 menembus level tertinggi dalam lima tahun. Untuk sesaat pasar AS bisa melupakan sejenak terkait kesepakatan penaikan limit utang AS yang harus disepakati pada akhir Februari.


Riset Panin Sekuritas memerkirakan pekan ini IHSG masih akan bergerak dalam tren menguat. Aliran dana asing diperkirakan masih akan menjadi penggerak indeks pekan ini.


Hingga akhir pekan lalu, jumlah dana investor asing dalam bentuk saham di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 3,9 triliun. IHSG hari ini diproyeksikan akan bergerak pada kisaran level 4.430-4.480.






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja
















7:06 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger