Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Istirahat Dua Hari Untungkan Djokovic

Written By Smart Solusion on Saturday, January 26, 2013 | 7:14 PM



Australia Terbuka


Istirahat Dua Hari Untungkan Djokovic





Penulis : Emilius Caesar Alexey | Minggu, 27 Januari 2013 | 09:58 WIB













MELBOURNE, KOMPAS.com - Masa istirahat dua hari sangat menguntungkan bagi Djokovic dibandingkan Andy Murray yang hanya beristirahat satu hari. Petenis Serbia itu menggunakan hari Jumat (25/1) untuk pemulihan dan relaksasi dan Sabtu (26/1) untuk kembali berlatih menghadapi Murray di Final Australia Terbuka.            


"Istirahat dua hari sangat berguna untuk memulihkan energi dan stamina saya. Saya menjadi lebih rileks dan lebih bugar untuk partai final," kata Djokovic, Sabtu (26/1) di Melbourne.            


Namun, Djokovic tidak menganggap waktu istirahat yang lebih pendek membuat Murray lebih lemah dari dirinya.            


"Murray adalah pemain yang paling kuat dan paling bugar. Dia  belum pernah diuji dengan pertandingan  berat sebelum melawan Federer. Dia akan kembali siap untuk final," kata Djokovic. Djokovic mengaku dirinya sudah siap untuk menjalani laga final dan bersemangat untuk merebut gelar juara Australia Terbuka untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, atau yang keempat secara total.


"Jika mampu menjadi juara tiga kali berturut-turut, saya akan sangat bangga dan menjadi prestasi luar biasa," kata Djokovic. Petenis berusia 25 tahun itu tampil prima sejak babak pertama sampai semifinal.


Di semifinal, Ferrer dibuat tidak berkutik saat melawannya. Djokovic merupakan pemain yang  lengkap, dengan kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya. Djokovic juga memiliki taktik yang jitu dan variasi pukulan yang mematikan. Grafik prestasinya juga stabil di atas sepanjang 2012, dengan mencapai final di Australia Terbuka, Perancis Terbuka, dan AS Terbuka, serta semifinal Wimbledon. 



















7:14 PM | 0 komentar | Read More

Mendag Optimistis Potensi Ekonomi Indonesia





Mendag Optimistis Potensi Ekonomi Indonesia





Penulis : Eny Prihtiyani | Minggu, 27 Januari 2013 | 09:44 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyerukan agar semua negara mengambil langkah-langkah konkret untuk segera mengatasi krisis ekonomi global yang berkepanjangan sehingga tidak mengganggu proses demokrasi di seluruh dunia.


Hal ini dikemukakan Mendag pada saat mengikuti sesi 'Avoiding the BRIC Wall' dalam acara tahunan World Economic Forum (WEF), seperti tertuang dalam siaran pers, Minggu (27/1).


Mendag mengajak para pemimpin yang hadir untuk membangun ruang fiskal untuk menciptakan pemerintahan demokratis yang kondusif agar kesejahteraan dapat didistribusikan secara merata dan berkelanjutan.


Mendag juga menyatakan, kebijakan yang tepat perekonomian Indonesia diharapkan dapat terus membaik. "Indonesia tidak akan selamanya menjadi perekonomian terbesar ke-15 di dunia. Kami akan terus maju untuk menjadi lebih baik," tegasnya.


Untuk itu, Mendag menekankan pentingnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penegakan hukum.


Menurutnya, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk berada di posisi yang lebih baik dari sekarang, dan hal ini juga diakui oleh kalangan investor dan mitra dagang.


Terkait dengan Perundingan Putaran Doha, Mendag menilai Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-9 yang akan digelar di Bali pada bulan Desember 2013 mendatang akan mencari terobosan dari kebuntuan Perundingan Putaran Pembangunan Doha yang dimulai pada tahun 2001.


Secara khusus Mendag menyatakan sebagian anggota World Trade Organization (WTO) berpandangan Fasilitasi Perdagangan dan Paket untuk Negara Kurang Berkembang (Least Developed Countries' Package) dapat menjadi capaian penting untuk menumbuhkan kembali kepercayaan terhadap WTO dan sistem perdagangan multilateral.


"Tentunya ini harus diupayakan sedini mungkin melalui pendekatan-pendekatan kepada negara-negara kunci, dan Indonesia siap melakukan pendekatan ini," imbuhnya. 



















7:06 PM | 0 komentar | Read More

Brimob Datangi Polsek Senen, Polisi Koordinasi dengan Pimpinan

Written By Smart Solusion on Friday, January 25, 2013 | 7:38 PM


JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi masih menelusuri kedatangan anggota Brimob ke Polsektro Senen, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2013) malam. Kedatangan anggota Brimob ini diketahui karena ingin melihat pelaku pengeroyokan Aiptu I Wayan Kantun Mandar, seorang anggota satuan Brimob Sektor Kwitang. Pengeroyokan terjadi pada Kamis.


"Para anggota Brimob ingin melihat pelakunya diperiksa," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Jumat (25/1/2013).


Kedatangan para anggota Brimob tersebut sempat ditahan oleh pihak penyidik. Namun penyidik tersebut justru dipukul oleh anggota Brimob. Sebelumnya mereka juga sempat memukul para pelaku pengeroyokan Aiptu Wayan. Menurut Rikwanto, kejadian ini sudah diberitahukan kepada pimpinan para anggota Brimob tersebut.


"Pelakunya memang belum ketemu, tapi sudah ada koordinasi dengan pimpinannya," kata Rikwanto.


Pengeroyokan Aiptu Wayan bermula saat ia hendak menyeberang di bawah flyover Senen, Jakarta Pusat, Kamis pagi. Sekitar pukul 07.30, Wayan yang saat itu tengah bebas tugas dan mengenakan baju batik tak menyadari kedatangan sepeda motor yang dikemudikan Jinimson.


Akibatnya, tangan kanan Wayan tertabrak dan ponsel yang tengah digenggamnya terjatuh dan hancur berserakan. Tangan dan kaki kanannya juga terluka. Setelah menabrak, pengendara sepeda motor itu langsung kabur.


Wayan pun melanjutkan perjalanannya dan melihat motor yang menabraknya tengah terparkir di samping gedung Grand Theater, Senen. Wayan kemudian menegur pelaku untuk meminta pertanggungjawaban. Keduanya terlibat cekcok. Setelah itu, Wayan melaporkan kejadian tersebut ke Polsubsektor Senen.


Setelah melapor, Wayan kembali ke lokasi kejadian bersama beberapa petugas kepolisian. Saat itulah korban dikeroyok oleh massa. "Saya mau minta pertanggungjawaban, malah dikeroyok. Untung saya sama petugas lainnya," ujar pria berusia 46 tahun tersebut.


Seusai pengeroyokan tersebut, tiga pedagang kaki lima bernama Jinimson, Andri Hutapea, dan Tulus Hutapea diamankan petugas kepolisian.






Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo









7:38 PM | 0 komentar | Read More

Jelang Pernikahan, Magdalena Cemaskan Kondisi Cuaca


Magdalena

Magdalena (sumber: beritasatu/Yanuar Rahman)




Meski cemas, Lena bahkan tidak berencana menggunakan jasa pawang hujan nantinya.

Jelang pernikahannya pada tanggal 28 Februari mendatang, aktris sekaligus presenter Magdalena mengaku siap secara mental untuk menghadapi hari besarnya.

Namun perempuan kelahiran Jakarta, 24 Mei 1984 itu mengatakan ada sedikit rasa khawatir terkait dengan kondisi alam yang menyebabkan banjir di sejumlah kawasan Jakarta belakangan ini.

"Kendala hujan besar dan banjir aku stres,  bikin aku deg-degan jelang hari H. Tapi aku jalanin, pasti tuhan akan kasih yang terbaik untuk kita," ujarnya saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (25/1).

Lena memang pasrah untuk menyambut hari pernikahannya bersama calon suaminya yang bernama Niki Liandi. Calon pasangan suami istri itu bahkan tidak berencana menggunakan jasa pawang hujan nantinya.

"Kita serahkan saja sama tuhan," tegasnya.

Perempuan yang pernah terlibat dalam produksi film layar lebar Si Jago Merah itu akan menghelat pernikahannya di kawasan Senayan, pada akhir Februari nanti.

"Kita akan sebar 800 undangan. Mudah-mudahan semua bisa datang," tukas Lena.

7:32 PM | 0 komentar | Read More

Gabung Nasdem, Sekjen DPD Mundur





Gabung Nasdem, Sekjen DPD Mundur





Penulis : Anita Yossihara | Sabtu, 26 Januari 2013 | 09:22 WIB

















JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Rakyat Nining Indra Saleh, giliran Sekjen Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Siti Nurbaya Bakar mengundurkan diri dari jabatannya. Siti Nurbaya memilih pensiun dini karena akan bergabung dan menjadi calon anggota legislatif dari Partai Nasdem.


Informasi pengunduran diri Siti disampaikan staf Pusat Data dan Informasi Sekretariat Jenderal DPD Ikhwan Mansyur Situmeang di Jakarta, Jumat (25/1/2013) malam. "Per hari ini (kemarin) Siti Nurbaya Bakar sudah tidak menjabat sebagai Sekjen DPR," katanya.


Pengunduran diri Siti Nurbaya sudah disampaikan secara resmi kepada Ketua DPD Irman Gusman. Dalam suratnya, Siti Nurbaya menyampaikan alasan pengunduran diri, yakni seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang menjadi anggota atau pengurus partai politik (PP Nomor 37 Tahun 2004). PP tersebut juga mengatur, seorang PNS harus mundur jika akan terjun ke politik praktis.


Meski demikian menurut Ikhwan, Siti tidak menyebut nama parpol yang akan dijadikan tempatnya mengabdi. Namun berdasarkan informasi, Siti Nurbaya bergabung dengan Partai Nasdem. Dia akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari daerah pemilihan Lampung.



   

















7:17 PM | 0 komentar | Read More

Armstrong Dituduh Bohongi Oprah




Armstrong Dituduh Bohongi Oprah





Sabtu, 26 Januari 2013 | 09:36 WIB













TORSTEN BLACKWOOD TIMOTHY A. CLARY / AFP


Lance Armstrong dan Oprah Winfrey





LOS ANGELES, Kompas.com - Pimpinan USADA (badan antidoping AS), Travis Tygart menuduh pebalap legendaris Lance Armstrong berbohong dalam wawnacara dengan Oprah Winfrey.

Tygart memberi waktu kepada Armstrong untuk mengatakan hal sebenarnya sebelum 6 Februari dan bekerjasama sepenuhnya dengan pihak USADA untuk mendapat keringanan hukuman.

Armstrong dijatuhi hukuman seumur hidup oleh USADA atas kesalahannya menggunakan obat-obatan terlarang dalam karirnya.

Menurut Tygart, Armstrong berbohong dalam  beberapa hal, termasuk saat mengatakan dirinya sudah bersih saat kembali berlomba pada 2009 dan 2010.

Tygart juga mengaku telah mengirim surat kepada Armstrong untuk berkerjasama sepenuhnya menjelaskan posisi ini sebelum 6 Februari.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko
















7:14 PM | 0 komentar | Read More

Menkeu Tentukan Skema Dana Biayai Tol Sumatera


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo kini sedang membahas kemungkinan skema dana untuk PT Hutama Karya Persero. Perusahaan BUMN yang nantinya dikhususkan untuk pembangunan jalan tol itu akan diberikan mandat untuk membangun tol di Sumetera.


"Sumbernya bisa dari Penyertaan Modal Negara (PMN), soft loan agreement (SLA) atau penerbitan obligasi," kata Agus saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (25/1/2013).


Menurut Agus, opsi sumber dana untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur tersebut memang bervariasi. Hal ini disebabkan nilai investasi yang diperlukan perseroan akan besar.


Apalagi, salah satu BUMN Karya tersebut hanya akan menerima mandat pembangunan proyek infrastruktur dari pemerintah. Jadi, tidak ada upaya untuk terlalu ;mengejar laba dalam setiap bisnisnya.


Cara ini berbeda dengan BUMN Karya lainnya seperti PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ataupun PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) yang masih berorientasi pada bisnis.


Sebagai tahap awal, PT Hutama Karya akan berupaya memperoleh izin dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebagai penyelenggara infrastruktur jalan tol. Selanjutnya, menunggu mandat dari pemerintah untuk membangun proyek jalan tol.


"Jadi kita tentukan skema pembiayaannya dan pembangunannya. Lantas bila untuk operasionalnya akan melibatkan pihak ketiga atau dioperasikan sendiri. Itu urusan nanti, terserah lah," tambahnya.


Seperti diberitakan, Menteri BUMN Dahlan Iskan memang sedang mengusahakan bagi PT Hutama Karya Persero untuk mendapat penyertaan modal negara (PMN). Suntikan dana segar ini akan dialokasikan untuk membangun proyek jalan tol di Sumatera.


"Memang Hutama Karya ini perlu modal besar untuk bangun jalan tol (Trans Sumatera). Kita lagi usulkan ke negara. Dia memang layak dapat PMN," kata Dahlan saat ditemui di Jakarta, Minggu (23/12/2012).


Menurut Dahlan, dana PMN ini sedikit berbeda dengan PMN bagi perusahaan BUMN lainnya. Jika PMN di perusahaan pelat merah lain bersifat menambah modal karena memang sedang merugi atau akan bangkit, tapi bagi Hutama Karya adalah suntikan sebagai modal untuk membangun proyek negara.


Hal itu karena Hutama Karya akan menjadi perusahaan penyelenggara konstruksi jalan tol non Terbuka. Sehingga proyek-proyek negara, khususnya konstruksi akan bisa dilakukan oleh perusahaan konstruksi pelat merah ini.


Nantinya, Hutama Karya akan berbeda dengan perusahaan konstruksi jalan tol pelat merah lain seperti PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Sebab, Jasa Marga akan cenderung mencari profit dalam setiap operasionalnya.


Sementara Hutama Karya memang akan dijadikan sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam pembangunan proyek infrastruktur di tanah air. "Kita usulkan Hutama Karya dapat PMN Rp 15 triliun," tambahnya.












7:06 PM | 0 komentar | Read More

Mayoritas Pengungsi Rawajati Kembali ke Rumah

Written By Smart Solusion on Thursday, January 24, 2013 | 7:38 PM




Korban Banjir


Mayoritas Pengungsi Rawajati Kembali ke Rumah





Penulis : Haris Firdaus | Kamis, 24 Januari 2013 | 22:44 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com- Sebagian besar penduduk Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, yang mengungsi karena banjir telah kembali ke rumahnya masing-masing. Ketinggian air sudah jauh berkurang, sehingga warga bisa kembali ke rumahnya.


Demikian dikatakan Lurah Rawajati Sanwani di Jakarta, Kamis (24/1/2013).


Menurut dia, jumlah pengungsi di kelurahannya sekarang tinggal 110 jiwa. "Padahal sebelumnya mencapai 2.444 orang," ungkapnya.


Dia menambahkan, warga yang belum kembali ke rumahnya adalah warga RT 10 RW 1 dan RT 10 RW 3. Mereka belum kembali ke rumah karena takut datangnya banjir susulan.


"Mereka memang tinggal di dekat Sungai Ciliwung sehingga mereka takut akan ada banjir lagi," ungkap Sanwani.


Terkait kemungkinan banjir susulan, Sanwani menyatakan, pihaknya akan mewaspadainya. "Informasi soal ketinggian air pasti akan kami pantau. Kalau sudah mendesak, warga pasti kami minta untuk dievakuasi," tutur dia.






Editor :


Marcus Suprihadi















7:38 PM | 0 komentar | Read More

Nassar Terima SMS Bernada Ancaman


Siti Nurjanah (Anak Nassar - Muzdhalifah) yang mengalami penculikan.

Siti Nurjanah (Anak Nassar - Muzdhalifah) yang mengalami penculikan. (sumber: BeritaSatu.com/Chairul Fikrie)




Pengirim SMS mengingatkan Nassar untuk tidak menyadap nomor teleponnya.

Tangerang

- Hari ini tepat satu minggu anak tiri artis dan pedangdut Nassar KDI dan Muzdhalifah diculik dari sekolahnya di SDN 6 Kota Tanggerang. Hampir tiap malam digelar pengajian di kediaman Nassar untuk mendoakan agar Siti Nurdjanah atau akrab dipanggil Nana cepat kembali ke pelukan mereka. Namun hingga hari ini Nana belum juga kembali.

Beberapa  hari lalu Nassar dikirimi amplop berwarna cokelat berisi tulisan yang diduga Nana serta foto Nana yang tengah diplester mulutnya dan diikat tanggannya. Hari ini, Kamis (24/1) Nassar kembali mendapat ancaman dari sang penculik melalui SMS (Short Message Service) sebanyak dua kali. Hal itu diungkapkan seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

"Iya hari ini bapak dikirimi SMS ancaman sebanyak dua kali," ungkap sumber tersebut.

Dalam pesan singkatnya tersebut sang penculik Nana meminta Nassar dan Mudzhalifah segera menghubunginya.

"Salam Mualaikum. Tolong pesan sama artis BAPAK NASSAR dan NY.MUSDALIFA saya ingin negosiasi kalau ingin anaknya kembali. Hubungi saya segera kalau sore ini Bapak Nassar dan Ny musdalifa belum tlp sampai pukul 4 anaknya tidak akan kembali lagi," tulis SMS itu.

Dalam SMS itu sang penculik juga mengingatkan kepada Nassar untuk tidak menyadap teleponnya itu.

"Dan tolong jangan ada tlp di lacak, sadap dan direkam pihak kepolisian kalau ingin anaknya kmbali malam ini,085245834192, saya ingin bapak nassar dan ny musdalifa yg telepon. Salam Mualaikum," lanjut SMS tersebut.

Nassar pun berusaha menghubungi nomor yang diberikan melalui pesan singkat tersebut, namun ketika di hubungi nomor tersebut tidak dalam kondisi aktif.

7:32 PM | 0 komentar | Read More

Penuhi Panggilan KPK, Rusli Zainal Siap Ungkap yang Sebenarnya


JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Riau Rusli Zainal memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (25/1/2013) untuk diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan suap pembahasan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Dana Pengikatan Tahun Jamak Pembangunan Venue Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012. Rusli tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta sekitar pukul 09.10 WIB dengan mengenakan pakaian batik cokelat. Kepada wartawan, politikus Partai Golkar itu berjanji akan menyampaikan hal yang sebenarnya kepada penyidik KPK.

"Insya Allah saya akan sampaikan semua yang sebenarnya," ungkap Rusli.

Selebihnya, dia menegaskan kalau kedatangannya hari ini adalah untuk diperiksa sebagai saksi. KPK memeriksa Rusli sebagai saksi untuk tujuh anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Riau yang menjadi tersangka kasus ini. Ketujuhnya adalah Adrian Ali (Partai Amanat Nasional), Abu Bakar Siddik (Partai Golkar), Zulfan Heri (Partai Golkar), Syarif Hidayat (Partai Persatuan Pembangunan), Tengku Muazza (Partai Demokrat), Mohammad Roem Zein (Partai Persatuan Pembangunan), dan Turoechman Asy'ari (PDI Perjuangan). Mereka ditahan KPK di tiga rutan secara terpisah sejak 15 Januari.

Terkait penyidikan kasus dugaan suap PON Riau, pemeriksaan Rusli ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, politikus Partai Golkar itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnya. Dalam kasus ini, ada lebih dari 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Adapun Rusli kerap disebut namanya dalam persidangan para tersangka sebelum ini.

Surat dakwaan jaksa KPK yang dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Riau, beberapa waktu lalu, menyebut Rusli sebagai pihak yang diduga ikut menyuap anggota DPRD Riau terkait pembahasan Raperda tersebut. Rusli disebut menginstruksikan agar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga saat itu, Lukman Abbas, memenuhi permintaan uang lelah anggota DPRD. Dalam surat dakwaan Lukman Abbas, jaksa KPK menyebut Rusli menerima uang senilai Rp 500 juta dan menyetujui uang suap senilai lebih dari 1 juta dollar Amerika Serikat kepada anggota Komisi X DPR. Suap tersebut untuk meminta dana APBN menyangkut kekurangan dana stadion utama PON senilai Rp 290 miliar.

Terkait peran Rusli dalam kasus ini, Ketua KPK Abraham Samad (23/1/2013) mengungkapkan, pihaknya akan menentukan status Rusli dalam gelar perkara. "Tunggu saja ekspose itu, kita akan menentukan status yang bersangkutan. Common sense Anda sama dengan common sense kita," ujar Abraham.

Jika lima unsur pimpinan KPK tidak berhalangan hadir, gelar perkara akan dilakukan hari ini. Selain dalam kasus PON Riau, KPK mengusut keterlibatan Rusli dalam dugaan korupsi izin usaha pemanfaatan hasil hutan Pelalawan dan Siak. Kasus ini menyeret Bupati Siak Arwin A.S, serta Bupati Pelalawan Tengku Azmun. Keduanya sudah divonis masing-masing 4 tahun dan 11 tahun penjara.






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









7:17 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger