Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Kecelakaan Maut di Cianjur, 10 Orang Tewas

Written By Smart Solusion on Friday, February 22, 2013 | 7:38 PM





Kecelakaan Maut di Cianjur, 10 Orang Tewas





Sabtu, 23 Februari 2013 | 08:54 WIB












CIANJUR, KOMPAS.com — Kecelakaan lalu lintas di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (23/2/2013) pagi, menyebabkan korban tewas 10 orang.


"Kecelakaan dikarenakan truk kontainer rem blong kemudian menabrak angkot dan sejumlah motor di depannya," demikian penjelasan National Traffic Management Center Kepolisian Republik Indonesia (NTMC Polri).


Lokasi kecelakaan di Jalan Bangbayang, Warung Kondang, Cianjur, ruas jalan ke arah Sukabumi.


















7:38 PM | 0 komentar | Read More

"Operation Wedding," Cinta Ayah yang Terlalu Protektif


Sikap menyayangi dan melindungi anak bisa menjadi menyebalkan jika dilakukan secara berlebihan. Apalagi jika sampai mempengaruhi kehidupan dan masa depan sang anak.

Itulah yang ditawarkan di film keluarga garapan Monty Tiwa yang berjudul Operation Wedding. Film ini berkisah tentang seorang ayah yang terlalu protektif terhadap anak gadisnya. Semua dibalut dengan unsur komedi dan tidak lupa tampilkan unsur kekeluargaan.

Tak hanya itu, film ini juga menggambarkan cinta seorang ayah terhadap keempat putrinya yang benar-benar luar biasa. Operation Wedding merupakan cerita mengenai perubahan hubungan antara seorang ayah dan keempat putrinya yang secara umum dialami dalam perkembangan hidup.  

”Film ini berjenis drama komedi yang disertai bumbu cinta, keluarga dan masalah sosial sebagai genre yang paling gemar saya kerjakan. Karena seperti kisah Pak Kardi dan putri-putrinya, keluarga yang baik adalah yang saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” ucap Monty di Jakarta, baru-baru ini.

Kisah berpusat pada Kardi (Bucek Depp), seorang perwira Angkatan Laut. Ia memiliki empat orang anak yakni Vera (Dahlia Poland), Lira (Kimberly Ryder), Tara (Sylvia Fully R) dan Windi (Yuki Kato). Kardi mendidik semua putrinya dengan gaya militer. Apalagi ia merupakan seorang single parent.

Windi adalah putri kesayangan Kardi karena ia paling kuat menahan nafas di dalam air, dan selalu lebih unggul dari tiga kakak perempuannya. Tara, si sulung selalu cemburu dan marah pada Windi, berulangkali mencoba untuk membuang Windi. Menyadari ini, Kardi memutuskan untuk berhenti dari kariernya agar waktunya penuh untuk membesarkan empat putrinya.

Sepuluh tahun telah berlalu, tetapi cara Kardi memperlakukan anaknya masih sama. Di kampus Windi bertemu kembali cinta monyetnya, Rendi (Adipati Dolken) yang mengajaknya kencan. Ia pun minta izin ayahnya. Saat Rendi datang menjemput, ternyata Tara, Lira dan Vera siap ikut bersama Kardi. Walau demikian, cinta tetap bersemi di hati Rendi dan Windi, sehingga Kardi merasa perlu meneror Rendi.

Karena merasa cinta pada Windi, Rendi pun nekat. Ia akan mengajak Windi nikah, tapi Kardi membuat syarat, putrinya itu boleh menikah apabila tiga kakaknya sudah menikah lebih dahulu. Windi dibantu Lira dan Vera mempelajari peluang pacar-pacar kakaknya Feri (Nino Fernandez), Beni (Christ Laurent) dan Herman (Junior Liem) agar segera melamar.

Berkah
Sepintas, jalinan kisah film ini amat mirip dengan film Hollywood berjudul 10 Things I Hate About You. Kedua film itu berkisah tentang ayah tunggal yang amat protektif pada anak-anak perempuannya. Kemudian, si anak bungsu juga harus mencarikan kekasih untuk kakaknya agar ia diperbolehkan berkencan. Jadi, boleh dibilang, idenya memang tidak orisinal.

Dilihat dari keseluruhan, film drama ini mengandung pesan apabila kita bisa menerima suatu keadaan pahit dengan ikhlas, tidak mustahil kita akan terima berkah yang lebih banyak di masa yang akan datang. Namun, pesan kekeluargaan yang tertuang kurang terlalu dominan.

Monty menggambarkan seorang ayah yang mati-matian mendidik, membesarkan, mengawal, memberikan nilai-nilai, sekaligus mencemburui pacar-pacar anak-anak gadisnya. Jalan cerita cukup ringan, menghibur, sekaligus mendidik yang mudah diterima dengan logika.


7:31 PM | 0 komentar | Read More

"Nyanyian" Nazaruddin Pun Terbukti...

'Nyanyian' Nazaruddin Pun Terbukti...


JAKARTA, KOMPAS.com — Ditetapkannya Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka sekaligus membuktikan kebenaran "nyanyian" Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Pengacara Nazaruddin, Junimart Girsang, mengatakan, kliennya siap menyampaikan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Hambalang.


"Artinya, apa yang disampaikan Nazaruddin selama ini telah terbukti mengungkapkan perilaku-perilaku korup dari beberapa petinggi partainya," kata Junimart melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Jumat (22/2/2013) malam.


Menurut Junimart, terbuka kemungkinan Nazaruddin akan menyeret pihak selain Anas, Andi Mallarangeng, dan Angelina Sondakh. Seperti diketahui, kasus yang melibatkan tiga petinggi Partai Demokrat itu berawal dari "nyanyian" Nazaruddin. Setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap Wisma Atlet, Nazaruddin seolah tidak mau dibui sendirian. Mantan anggota DPR yang juga mantan rekan bisnis Anas itu pun menyeret rekan-rekan separtainya, mulai dari Anas, Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh, kemudian Saan Mustopa, Mahyuddin, dan Mirwan Amir.


Kini, Angelina divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait proyek di Kementerian Pendidikan Nasional. Sementara Andi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang. Jika masih ingat, jauh sebelum Anas ditetapkan sebagai tersangka, Nazaruddin mengatakan ada uang dari PT Adhi Karya yang mengalir untuk pemenangan Anas dan Andi dalam Kongres Partai Demokrat 2010. Dalam kongres tersebut, Anas terpilih sebagai ketua umum partai, mengalahkan Andi.


Bukan hanya dana ke Kongres, Nazaruddin pun menuding Anas menerima hadiah berupa Toyota Harrier dari PT Adhi Karya, BUMN pemenang tender proyek Hambalang. Uang dari PT Adhi Karya itu pun, menurut Nazaruddin, ada yang mengalir ke Andi, Angelina, Mahyuddin, dan petinggi Demokrat lainnya.


"Uang Rp 100 miliar itu kesepakatan Anas sama Adhi Karya. Sebanyak Rp 50 miliar buat Anas, Rp 10 miliar buat Mirwan dan Olly, serta Rp 10 miliar buat Mahyuddin, Rp 5 miliar buat Mukhayat, Rp 5 miliar buat Wafid, dan Rp 20 miliar untuk Menpora," kata Nazaruddin beberapa waktu lalu.


Kini, KPK menetapkan Anas sebagai tersangka atas dugaan penerimaan gratifikasi terkait kewenangannya sebagai anggota DPR, sebelum dia menjadi ketua umum partai. Penerimaan hadiah itu, menurut KPK, tidak hanya berkaitan dengan proyek Hambalang, tetapi juga proyek-proyek lain yang belum dirinci lebih jauh.


Namun, jika melihat tudingan Nazaruddin selama ini, Anas dikatakannya ikut menerima aliran dana terkait proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta proyek pengadaan sarana dan prasarana Kementerian Pendidikan Nasional. Saat dimintai konfirmasi mengenai proyek-proyek ini, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan bahwa materi kasus akan dipaparkan lebih jauh dalam proses persidangan nantinya.


Berita terkait, baca:


SKANDAL PROYEK HAMBALANG






Editor :


Hertanto Soebijoto









7:17 PM | 0 komentar | Read More

Satria Muda Belum Terkalahkan


MALANG, KOMPAS.com -- Juara bertahan NBL Indonesia, Satria Muda Britama, terus mencatatkan rekor belum terkalahkan sejak seri II lalu. Tim ibukota tersebut kembali meraih kemenangan dengan membalas kekalahan atas Stadium dalam lanjutan Speedy NBL Indonesia Seri III di GOR Bimasakti Malang, Jumat (22/2/2013) malam. Dengan penuh percaya diri, Satria Muda menaklukkan Stadium 74-61.


Di kuarter awal, Stadium terlihat memiliki motivasi yang berlipat dan bermain cukup baik. Indra Budianto yang masuk sebagai starter selalu mengancam pertahanan Satria Muda dengan tembakan-tembakan menengah dan jauh.


Peran Indra, menjadi tandem penting bagi Merio Ferdiyansyah yang masuk sebagai pemain pengganti. Dua pemain ini menjadi pengumpul angka terbanyak bagi Stadium di kuarter awal meskipun dalam rata-rata field goals yang terbilang rendah.


Tertinggal 19-16 di kuarter pertama, Rony Gunawan dan Vamiga Michel menjadi andalan Satria Muda. Rony yang memasukkan 100 persen tembakannya di kuarter pertama menjadi pemain yang paling sulit dihentikan oleh Stadium. Rony menjadi ancaman dari luar garis tiga angka hingga tembakan-tembakan sky hook di bawah ring. Tembakan Rony di kuarter kedua bahkan akhirnya berhasil melampaui raihan Stadium 24-22 dan Satria Muda berbalik unggul 35-31 di penutup kuarter dua. Keunggulan di kuarter kedua berhasil dipertahankan dengan baik oleh Satria Muda.


Galank Gunawan yang semakin tajam dalam hal mencetak angka menjadi alternatif sumber poin Satria Muda di kuarter ini. Galank mencetak total lima angka di kuarter tiga dan Satria Muda memperlebar keunggulan menjadi 50-42.


Rony Gunawan yang bermain penuh di kuarter terakhir, akhirnya mengubur obsesi Stadium yang ingin mengalahkan Satria Muda untuk kedua kalinya.


Seusai pertandigan, Octaviarro, pelatih Satria Muda mengatakan bahwa ia terkesan dengan kerja keras timnya. "Saya bangga dengan permainan tim hari ini. Mereka punya spirit yang kuat untuk menang. Saya harap hal ini bisa berlanjut pada pertandingan berikutnya," ujar pelatih yang akrab disapa Coach Ocky tersebut.


Galank Gunawan tetap menjadi bintang Satria Muda di laga kali ini. Torehan 11 poin 11 rebound menggenapi double-double ke 22-nya di NBL Indonesia.


Sabtu (23/2/2013), Satria Muda akan menghadapi seteru klasik Dell Aspac Jakarta. Saat ini, kedua tim Ibukota itu memiliki poin sama di klasemen. Namun, Aspac berperingkat lebih baik karena unggul jumlah kemenangan. Satria Muda menargetkan posisi kedua di klasemen sementara usai seri ketiga ini.












7:14 PM | 0 komentar | Read More

Pemimpin Swiss Kagumi Paviliun Indonesia




Pameran Dagang


Pemimpin Swiss Kagumi Paviliun Indonesia





Penulis : Nasrullah Nara | Sabtu, 23 Februari 2013 | 09:52 WIB













Kompas/Nasrullah Nara


Federal Council Swiss Alain Berset (tengah) berbincang-bincang dengan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Gusmardi Bustami (kanan) dan Direktur Penyelenggara Pameran Dagang Mustermesse Basel (MUBA) 2013, di arena Paviliun Indonesia, Jumat (22/03/2013) siang atau Jumat malam waktu Indonesia




TERKAIT:





BASEL, KOMPAS.com -- Federal Council Swiss Alain Berset terkesima ketika mengunjungi paviliun Indonesia di arena Mustermesse Basel (MUBA) 2013, Basel, Swiss, Jumat (22/2/2013) siang atau Jumat malam waktu Indonesia. Diantar Dirjen  Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI Gusmardi Bustami, Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein Djoko Susilo, Alain tak henti berdecak kagum.


Ia tak menyangka ruang stan yang disediakan bisa sesemarak dan lebih menarik ketimbang ruang yang disediakan bagi negara tamu pada  MUBA tahun lalu.


Kali ini, areal 2.000 meter persegi yang disediakan penyelenggara penuh dengan stan pengusaha Indonesia dengan beragam varian produk. Selain usaha kecil menengah untuk perabotan rumah tangga, Indonesia juga menampilkan produk dari berbagai jenis kerajinan termasuk perak dan lampu hias yang mengandalkan bahan baku daur ulang.


Ratusan pengunjung pada acara pembukaan juga terpesona dengan penampilan tarian dan lagu-lagu Nusantara.


Saat mampir di sebuah stan kerajinan produk tekstil, Alain mengamati secara antuasis hasil tenunan ikat  dari Nusa Tenggara Timur. Apalagi, sang pemilik stan menyerahkan syal sebagai cendera mata pada salah satu petinggi pemeritahan Swiss tersebut. "Wow, very nice. It's beautiful," ucap Alain terkagum-kagum.


Direktur Penyelenggara MUBA Chris Eichenberger, dalam jumpa pers menilai, keikutsertaan delegasi Indonesia MUBA 2013 ini -- dengan melibatkan sekitar 30 pengusaha -- secara tak langsung mengukuhkan ajang bisnis tersebut sebagai media promosi yang diperhitungkan dunia.   Sejak enam tahun terakhir ajang tersebut secara khusus mengundang negara tamu, barulah kali ini areal seluas 2.000 meter persegi yang disiapkan untuk negara tamu terisi penuh dengan stan.


"Pada  MUBA 2012 lalu, ketika India diundang sebagai negara tamu, areal yang disiapkan tidak penuh stan dan tidak sesemarak tahun ini. Tak sekadar penuh, tapi juga menakjubkan dari sisi penataan dan desain. Ini menunjukkan betapa Indonesia amat antusias," katanya.


Delegasi Indonesia yang dikoordinasi Kementerian Perdagangan serta Kedutaan Besar RI di Bern, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memeriahkan pameran dengan pementasan seni tari dan lagu dari berbagai daerah.



















7:07 PM | 0 komentar | Read More

Jokowi : Saya Enggak Pernah Nyobain Rokok

Written By Smart Solusion on Thursday, February 21, 2013 | 7:38 PM





Jokowi : Saya Enggak Pernah Nyobain Rokok





Penulis : Indra Akuntono | Jumat, 22 Februari 2013 | 10:09 WIB













KOMPAS.com/Indra Akuntono


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama istrinya Iriana, dan Wali Kota Jakarta Pusat, di SMAN 24 Jakarta. Jokowi hadir untuk memberikan sambutan dalam peringatan hari kanker sedunia, Jumat (22/2/2013).




TERKAIT:





JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengajak siswa-siswi SMAN 24, Senayan, Jakarta, untuk tidak merokok dan segera meninggalkan rokok. Hal itu ia sampaikan dalam acara peringatan Hari Kanker Sedunia, di sekolah tersebut, Jumat (22/2/2013).


"Jangan merokok, tinggalin, merokok itu satu pun enggak ada manfaatnya," kata Jokowi, di hadapan para siswa, dan peserta kegiatan. Ia juga menyampaikan, bahwa seumur hidupnya belum pernah mencicipi rokok.


Tak hanya itu, mantan Wali Kota Surakarta ini juga mengaku tak suka minum kopi, terlebih lagi minum minuman beralkohol "Saya merokok aja enggak, ngopi juga enggak, apalagi minum (minuman keras). Enggak tahu kenapa, ya enggak pernah saja," ujarnya.


Dalam acara yang dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Pusat Saefulllah, dan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Nila Juwita Anfasa Moeloek serta Kepala SMA se-Jakarta Pusat, Jokowi yang mengenakan pakaian Sadharia. Dia tiba di SMAN 24, Senayan, Jakarta, bersama istrinya, Iriana yang mengenakan kebaya berwarna hijau, sekitar pukul 08.15 WIB.


Jokowi juga sempat membagikan tiga sepeda gunung untuk tiga siswa-siswi yang berhasil menjawab pertanyaannya. Sebelum meninggalkan lokasi, Jokowi dan Iriana menyematkan pin peringatan Hari Kanker Sedunia pada seluruh Kepala SMA se-Jakarta Pusat yang hadir di acara itu.






Editor :


Palupi Annisa Auliani















7:38 PM | 0 komentar | Read More

Raffi Tetap Didoakan Yuni Shara Saat Umrah


Jakarta - Artis dan penyanyi Yuni Shara rupanya masih "memendam rasa" kepada Raffi Ahmad yang kini tengah tersandung kasus narkoba.


Perempuan bernama lengkap Wahyu Setyaning Budi itu mengaku tetap mendoakan presenter Dahsyat itu kala dirinya berumrah pertengahan Februari lalu meski dirinya kini tak berstatus sebagai kekasih Raffi Lagi.

"Ya, sejak dari Madinah saya tidak putus mendoakan dia. Di sini juga mendoakan dia. Bagaimanapun juga, saya sudah tidak bersama Raffi, saya tetap mendoakan terbaik, semoga masalahnya cepat selesai, semoga dimudahkan segala urusannya, semoga dia bisa cepat mengambil hikmah dari kejadian-kejadian ini," ungkap Yuni dalam sebuah wawancara yang disiarkan Infotaiment Go Spot, RCTI, Kamis (21/2).

Yuni masih berharap presenter Dahsyat itu mampu melalui cobaan yang diberikan Tuhan.

"Saya berharap Raffi mengambil hikmah dari cobaan ini dan terus mendekatkan diri sama Allah SWT," lanjutnya.

Namun perasaan berbeda yang ditunjukkan oleh Raffi kala perempuan yang dekat dihidupnya selama empat tahun ini menjenguknya di tahanan BNN pada 15 Februari. Yuni ditolak oleh Raffi menemui dirinya ditahanan dengan alasan yang belum jelas. Bahkan pemberian Yuni pun di tolak oleh lelaki asal Bandung itu.


7:32 PM | 0 komentar | Read More

Hindari Tudingan, SBY Ratas Bahas Papua


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperpendek waktu kunjungan kerja ke luar kota, dan kembali ke Jakarta, Jumat (22/2/2013) pagi. Percepatan kunjungan kerja ini menyusul situasi memanas di Papua. Rapat terbatas dijadwalkan sesegera Presiden tiba di Jakarta, dengan melibatkan kementerian dan instansi terkait. Percepatan waktu kunjungan kerja ini juga membatalkan agenda kunjungan Presiden ke Jawa Barat.


Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan rencananya rapat terbatas akan diikuti Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Dijadwalkan hadir pula dalam rapat tersebut, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo. "Juga ada unsur teknis terkait lainnya," kata Julian ketika dihubungi, Jumat (22/2/2013).


Sedianya, lanjut Julian, dalam perjalanan pulang dari Tegal, Jawa Tengah, Presiden akan singgah di Desa Dawuhan, Karawang, Jawa Barat. Di sana, Presiden akan meninjau perkembangan proyek renovasi sekolah, panen padi, dan dialog bersama kelompok tani. Menurut Julian, peninjauan itu akan diagendakan ulang. Tapi Julian membantah penjadwalan ulang agenda itu bukan karena ada rapat terbatas mendadak soal Papua, namun lantaran sekarang adalah masa tenang Pemilu Gubernur Jawa Barat.


"Khawatirnya kunker ini lalu dikait-kaitkan Pemilu Gubernur (Jawa Barat). Sebab, pasti Pak Gubernur (Ahmad Heryawan) hadir dan kebetulan beliau kontestan incumbent. Di samping itu, Pak Wagub (Dede Yusuf) yang kader parpol sama dengan Pak SBY (Partai Demokrat) kontestan incumbent juga," tepis Julian. Jadi, tambah dia, daripada dituding macam-macam dan isunya melebar kemana-mana Presiden disarankan menunda kunjungan ke Jawa Barat hingga waktu yang lebih tepat. Julian menegaskan kunjungan ke Jawa Barat hanya dijadwalkan ulang, bukan dibatalkan.dibatalkan," pungkas Julian.


Seperti diberitakan, Papua kembali memanas. Serangan kelompok sipil bersenjata di dua tempat berbeda di Tingginambut dan Sinak menewaskan delapan prajurit dan empat warga sipil. Serangan juga melukai seorang perwira dan menyebabkan seorang anggota TNI belum diketahui nasibnya.


Saat dihadang, kesembilan prajurit tersebut tak membawa senjata. Ketujuh prajurit yang tewas di tempat, dua di antaranya adalah anggota Komando Rayon Militer Sinak, yaitu Sertu M Udin dan Sertu Frans. Lima korban lainnya adalah anggota Batalyon Infanteri 753 Argaviratama, yaitu Sertu Ramadhan, Pratu Mustofa, Pratu Edi, Praka Jojo Wiharjo, dan Praka Wempi.


TNI belum dapat memastikan asal kelompok penyerang. Selain itu, belum juga dipastikan alasan penyerangan. Jarak antara Sinak dan Tingginambut sekitar 60 kilometer. Dari dua penyerangan itu, petugas belum mengetahui ada tidaknya keterkaitan.






Editor :


Palupi Annisa Auliani









7:17 PM | 0 komentar | Read More

Barca Akan Hadapi Tim Gabungan Israel-Palestina




Barca Akan Hadapi Tim Gabungan Israel-Palestina





Jumat, 22 Februari 2013 | 09:47 WIB












JERUSALEM, Kompas.com - Klub Spanyol, Barcelona berencana menghadapi tim gabungan Israel dan Palestina dalam sebuah pertandingan persahabatan di Tel Aviv, Juli.

Menurut Presiden klub, Sandro Rosell, pertandingan ini diharap menjadi kontribusi untuk terciptanya perdamaian di Timur Tengah.

"Barcelona berharap untuk memperkuat usaha menjembatani perdamaian  dan dialog antara komunitas Israel dan Palestina. Kami hanya bisa melakukannya melalui sepakbola," kata Rosell.

Rosell mengumumkan hal ini didampingi Presiden Israel Shimon Peres saat melakukan kunjungan ke Tel Aviv, Kamis.

Ketua asosiasi sepakbola Israel, Avi Luzon mengatakan, rencana pertandingan tersebut akan berlangsung di satdion nasional Tel Aviv pada 31 Juli. Tim Barcelona akan menghadapi tim gabungan pemian Israel dan Palestina yang ditangani bersama oleh pelatim timnas masing-masing.

Menurutnya ia menunggu persetujuan dari Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Rosell akan bertemu Abbas di Ramallah yang terletak di tepi barat pada Jumat ini.

Meski tinggal berdampingan, timnas kedua negara ini belum pernah bertemu dalam sebuah pertandingan resmi. Israel merupakan anggota uni sepakbola Eropa (UEFA),  sementara Palestina masuk dalam uni sepakbola Asia.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko
















7:14 PM | 0 komentar | Read More

Harga Emas Antam Merangkak Naik





Harga Emas Antam Merangkak Naik





Penulis : Eny Prihtiyani | Jumat, 22 Februari 2013 | 09:49 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com- Setelah sempat anjlok hingga Rp 6.000 per gram, harga emas Aneka Tambang (Antam) hari ini mulai merangkak naik meski kenaikannya masih tipis.


Pada perdagangan hari ini, Jumat (22/2) harga emas Antam naik Rp 1.000 per gram, sementara harga pembelian kembali atau buy back naik Rp 3.000 per gram.


Harga emas Antam dipatok Rp 523.000-Rp 562.200 per gram. Level harga Rp 523.000 untuk pembelian emas batangan berukuran 250 gram, sedangkan Rp 562.200 untuk emas batangan 1 gram. Untuk buy back, Antam mematok harga Rp 492.000 per gram.


Harga emas Antam tidak terlepas dari naiknya harga emas di pasar internasional. Naiknya data klaim pengangguran Amerika Serikat menjadi 362.000 dalam pekan yang berakhir 16 Februari, lebih besar dari perkiraan analis 358.000 berdampak positif terhadap harag emas.


Peningkatan data pengangguran tersebut menjadi sinyal masih melemahnya ekonomi, sehingga investor cenderung menanamkan investasi ke emas.






Editor :


Marcus Suprihadi
















7:06 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger