Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Perampok Motor Habisi Ayah dan Anak di Ciracas

Written By Smart Solusion on Sunday, February 24, 2013 | 7:38 PM





Perampok Motor Habisi Ayah dan Anak di Ciracas





Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Senin, 25 Februari 2013 | 10:16 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi perampokan kendaraan roda dua menggunakan senjata api dan senjata tajam terjadi di sebuah rumah di Jalan Tanah Merdeka, RT 06 RW 04, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (25/2/2013) subuh. Dua orang yang diketahui ayah dan anaknya, didapati tewas diduga dibunuh perampok.


Kepala Satuan Reserse Kriminal Jakarta Timur, AKBP Muhammad Saleh mengungkapkan, aksi perampokan tersebut tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Diduga, saat melakukan aksinya para perampok tepergok oleh warga sehingga mereka nekat membunuh.


"Saya belum dapat laporan dari lapangan. Tapi informasi awal lima korban, dua di antaranya tewas," ujar Saleh saat dihubungi, Senin pagi.


Kepala Pembinaan Masyarakat Kepolisian Sektor Ciracas, AKP Sumarno membenarkan peristiwa perampokan tersebut. Sumarno mengungkapkan, dua orang yang meninggal dunia tersebut adalah ayah beserta anaknya.


"Informasinya korban bapak dan anak. Jenazah korban sudah ada di Rumah Sakit Polri," ujarnya.


Informasi yang dihimpun Kompas.com, satu dari dua orang pelaku berhasil ditangkap di daerah Pasar Rebo. Kini, pelaku tengah dalam pemeriksaan polisi.


Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui kronologi kejadian perampokan tersebut. Identitas kelima korban, termasuk dua orang yang meninggal juga belum diketahui. Petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara.






Editor :


Hertanto Soebijoto















7:38 PM | 0 komentar | Read More

Karpet Merah Hollywood Sambut Oscar


Jika Affleck berhasil memboyong piala Oscar, dia akan menjadi orang pertama yang mendapat Film Terbaik tapi tidak dinominasikan sebagai Sutradara Terbaik sejak film "Driving Miss Daisy" di tahun 1990.


Los Angeles - Hollywood mulai menyambut para selebriti yang akan melintas di karpet merah di ajang penghargaan Oscar 2013 di mana film "Argo" karya Ben Affleck akan bertarung ketat dengan "Lincoln" karya Steven Spielberg.

Di antara para seleb yang sudah tampak berjalan di Dolby Theatre adalah Jessica Chastain, yang dinominasikan sebagai aktris terbaik untuk film "Zero Dark Thirty". Namun, ia sepertinya tidak banyak berharap mendapat keberuntungan Oscar pada malam penghargaan ini.

"Saya tidak akan mendapat Oscar malam ini. Saya merasa ini bukanlah tahun saya," kata Chastain, yang mengenakan gaun kemben panjang berwarna kulit rancangan Armani pada CNN.

Suraj Sharman, aktor 19 tahun yang bermain apik dalam film "Life of Pi" mengatakan dia berharap sutradara kelahiran Taiwan yang menggarap filmnya dapat membawa pulang piala Oscar. "Saya telah melihat betapa kerasnya ia berkerja," ujarnya.

"Saya sangat berharap itu menjadi kenyataan dan dia bisa menang," kata Sharman kepada presenter E!.

Di atas panggung Oscar nanti, penyanyi asal Inggris Adele akan tampil menyanyikan lagu tema "Skyfall" dari film James Bond, dan diva legendaris Barbra Streisand juga akan memberikan penampilan perdananya di Oscar dalam 36 tahun.

Jika Affleck berhasil memboyong pulang piala Oscar, dia akan menjadi orang pertama yang mendapat film terbaik tapi tidak dinominasikan sebagai Sutradara terbaik sejak film "Driving Miss Daisy" yang mengalami hal serupa di tahun 1990.

Namun, paling tidak ia mendapat dukungan dari Sekretaris Negara John Kerry yang disampaikan melalui akun twitternya.

"Semoga berhasil @BenAFfleck dan #Argo di Oscars. Senang melihat @StateDept & Divisi Luar Negeri kami ada di film tersebut, -JK," kata Kerry, yang merujuk pada film Argo soal agen CIA yang menyelamatkan enam diplomat di Teheran, Iran.

Sementara jika Spielberg menang, ia akan membawa pulang piala Film Terbaik Oscar sejak momen terakhirnya memegang piala itu lewat film "Schindler's List" di tahun 1994.

Walau filmnya bersaing ketat dengan Affleck, Spielberg diprediksikan mendapat piala Sutradara Terbaik, piala yang mungkin bisa mulus ia dapatkan tanpa khawatir dengan Affleck karena pesaingnya itu tak masuk dalam nominasi tersebut.

Aktor Dainel Day yang bermain dalam "Lincoln" juga hampir pasti dinobatkan menjadi Aktor Terbaik. Jika berhasil, piala ini akan menjadi piala ketiga aktor keturunan Inggris-Irlandia tersebut setelah mendapat piala serupa pada 2008 lewat film "There Will Be Blood" dan film "My Left Foot" pada 1990.

Untuk kategori Aktris Terbaik, banyak yang telah menjagokan Chastain, namun kini banyak yang menduga kemenangan akan berpihak pada Jennifer Lawrence yang bermain di film "Silver Linings Playbook".

Ramalan untuk Aktris Pembantu Terbaik masih lebih cair, namun nama Anne Hathaway masih unggul atas pesonanya di film "Les Miserables" yang juga dinominasikan sebagai Film Terbaik.

Pertarungan yang paling tidak bisa diprediksikan di antara semua nominasi mungkin hanya di kategori Aktor Pembantu Terbaik, di mana banyak yang menjagokan aktor legendaris Robert De Niro yang bermain sebagai ayah Bradley Cooper di film "Silver Linings Playbook".

Pada Sabtu (23/2) malam sebelum penghargaan Oscar dihelat, film "Silver Linings Playbook" mendapat sorotan karena mendapatkan tiga penghargaan sekaligus dari Independent Spirit Awards, yaitu untuk kategori Film Terbaik, Aktris Terbaik dan Sutradara Terbaik.

"Ready, Seth, Go," begitu bunyi poster besar yang melintang pada Hollywood Boulevard dan kini sudah bertransformasi dengan gelaran karpet merah yang mulai marak diinjak oleh para aktris dan aktor Hollywood untuk menanti keputusan penghargaan film paling bergengsi di dunia.


7:32 PM | 0 komentar | Read More

Seleksi Calon Legislator


Oleh Ramlan Surbakti


Berbagai survei mutakhir menunjukkan kepercayaan publik terhadap partai politik memudar karena perilaku kader partai yang korup dan tidak peduli pada aspirasi konstituen (Kompas, 4/2).


Salah satu cara memulihkan kepercayaan itu adalah melibatkan anggota partai memilih bakal calon dari sejumlah calon yang disiapkan dan diseleksi pengurus.


Partai politik peserta Pemilu 2014 memiliki tiga persamaan. Pertama, persyaratan menjadi calon anggota DPR dan DPRD yang diterapkan merupakan kombinasi dua atau lebih syarat yang pada dasarnya mencari calon yang berpeluang besar mendulang suara.


Persyaratan itu: popularitas (tingkat pengenalan pemilih terhadap calon), elektabilitas (kehendak pemilih memilih calon), integritas calon (kesesuaian perilaku calon dengan norma masyarakat dan kejujuran calon), dana kampanye (kemampuan keuangan calon memobilisasi dukungan pemilih), pengabdian kepada partai, kadar komitmen ideologi partai, tingkat pendidikan, serta dukungan organisasi partai dan tim pendamping memobilisasi dukungan pemilih (Kompas, 29/1, halaman 2 dan Kompas, 31/1, halaman 2).


Kedua, yang menyeleksi bakal calon anggota DPR dan DPRD adalah tim seleksi yang dibentuk oleh kepengurusan partai tingkat pusat, tingkat provinsi, dan tingkat kabupaten/kota. Namun, yang menetapkan daftar calon dan nomor urutnya adalah pengurus partai tingkat pusat untuk daftar bakal calon anggota DPR, pengurus partai tingkat provinsi untuk daftar bakal calon anggota DPRD provinsi dan daftar bakal calon anggota DPRD kabupaten/ kota setelah mendapat persetujuan pengurus pusat.


Partisipasi anggota


Barang tentu terdapat variasi antarpartai dalam metode yang digunakan tim seleksi untuk menyeleksi bakal calon yang tak akan disebutkan di sini. Ketiga, sama sekali tak ada keterlibatan anggota partai dalam proses seleksi calon. Poin yang diabaikan partai inilah fokus tulisan ini.


Salah satu bentuk demokratisasi partai politik secara internal adalah partisipasi anggota partai dalam seleksi calon anggota lembaga legislatif dan seleksi calon kepala pemerintahan, baik pada tingkat nasional maupun tingkat lokal. Derajat partisipasi pemilih dalam seleksi calon dapat dipilah jadi beberapa tingkat dalam spektrum inklusif dan eksklusif: pemilihan pendahuluan terbuka, pemilihan pendahuluan tertutup, kaukus lokal, konvensi partai, serta seleksi dan penetapan oleh pengurus.


Pandangan lain menempatkan kelima kategori ini dalam spektrum derajat partisipasi-derajat sentralisasi. Yang berhak memberikan suara pada pemilihan pendahuluan terbuka tidak hanya anggota partai yang mengadakan pemilihan calon, tetapi juga pemilih terdaftar lainnya, baik berstatus anggota partai lain maupun yang independen. Karena itu, pemilihan pendahuluan terbuka merupakan seleksi kandidat yang paling inklusif atau derajat partisipasi yang paling tinggi.


Yang memberikan suara pada pemilihan pendahuluan tertutup hanya anggota partai yang mengadakan pemilihan calon itu. Yang memberikan suara pada kaukus hanyalah anggota partai yang mengadakan pemilihan calon, tetapi didahului diskusi dan perdebatan, baik antaranggota maupun antara calon dan anggota, tentang kebijakan yang akan diperjuangkan sang bakal calon. Pada pemilihan pendahuluan suara diberikan oleh pemilih secara rahasia, sedangkan pada kaukus suara diberikan pemilih secara terbuka kepada calon yang dikehendaki.


Yang hadir dan yang berhak memberikan suara pada konvensi partai tingkat lokal ataupun nasional adalah delegasi yang dipilih anggota partai yang mengadakan pemilihan calon itu. Nama-nama calon diseleksi dan diajukan partai. Pemberian suara didahului diskusi dan perdebatan antara delegasi dan calon ataupun antardelegasi tentang kebijakan yang akan diperjuangkan calon.


Yang menentukan bakal calon pada tingkat yang kelima adalah pengurus inti partai berdasarkan rekomendasi tim seleksi yang dibentuk pengurus pusat dan pengurus daerah. Karena itu, seleksi dan penetapan oleh pengurus partai merupakan seleksi kandidat yang paling eksklusif karena sama sekali tak melibatkan anggota partai. Kategori kelima ini juga menempati derajat sentralisasi paling tinggi. Partai politik peserta pemilu di Indonesia termasuk kategori seleksi kandidat yang paling eksklusif dan sentralistik.


Fungsi khas partai


Mengapa seleksi calon yang melibatkan anggota partai begitu penting dalam demokrasi? Menurut Richard S Katz (2001), seleksi calon merupakan salah satu fungsi khas partai dalam demokrasi. Ini tidak hanya karena seleksi calon untuk bersaing pada pemilu merupakan salah satu fungsi yang membedakan partai politik dari organisasi lain yang mungkin berupaya memengaruhi baik hasil pemilu maupun keputusan yang akan diambil pemerintah, tetapi juga karena calon yang dinominasikan memainkan peran penting menentukan wajah partai yang bersangkutan di depan publik.


Calon sebagai orang dan sebagai peran melaksanakan setidak-tidaknya empat fungsi dalam partai politik kontemporer sebagai organisasi dan dalam demokrasi kontemporer sebagai sistem tata kelola pemerintahan. Pertama, calon partai itulah yang menggambarkan wajah partai pada pemilu. Secara kolektif para calon itu memperlihatkan dimensi demografis, geografis, dan ideologis partai yang bersangkutan. Calon partai itulah yang lebih banyak menggambarkan wajah partai kepada publik, baik pada saat pemilu maupun setelah terpilih menjadi pejabat publik.


Kedua, calon adalah hasil perekrutan, sedangkan pencalonan adalah salah satu jalur perekrutan bagi keanggotaan partai untuk jabatan publik. Begitu terpilih, sang calon menempati posisi penting, baik dalam partai maupun dalam pemerintahan, baik secara simbolik dan seremonial maupun secara aktual. Ketiga, ketika terpilih, calon yang telah jadi wakil rakyat itu tak hanya mencerminkan partai secara kolektif, tetapi juga mewakili daerah pemilihan tertentu. Karena mewakili daerah pemilihan tertentu, sang wakil memiliki keterikatan dengan warga lokal yang tinggal di daerah pemilihan itu.


Keempat, pencalonan memiliki makna yang penting karena tekanan, pengaruh, dan kekuasaan yang dapat digunakan oleh calon, bahkan pengaruhnya lebih besar lagi apabila terpilih. Karena itu, partisipasi para anggota partai dalam penentuan calon partai menjadi suatu keharusan.


Hazan dan Rahat (2010) memandang metode seleksi calon sebagai komponen penting dalam demokrasi partai secara internal. Pertama, calon merupakan salah satu aktor utama yang menentukan arah kegiatan partai politik sehingga jadi salah satu pemegang kekuasaan dalam partai. Kedua, seleksi calon juga merupakan komponen utama memahami evolusi berbagai model organisasi partai yang berbeda.


Ketiga, seleksi calon juga memengaruhi faktor luar partai: pilihan yang dihadapi pemilih, komposisi badan legislatif, kohesi fraksi-fraksi di parlemen, kepentingan yang menonjol dalam perdebatan kebijakan, dan produk legislatif. Seleksi calon partai merupakan komponen kunci praktik demokrasi modern sehingga wajib dipertimbangkan dalam menilai apakah negara secara luas sudah demokratis atau belum. Apakah seleksi kandidat merupakan ranah partai politik atau ranah negara? Niscayalah ranah negara sehingga perlu diatur melalui undang-undang.


Ramlan Surbakti Guru Besar Perbandingan Politik pada FISIP Universitas Airlangga

Baca juga topik:
Geliat Politik Jelang 2014







Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









7:17 PM | 0 komentar | Read More

Taekwondo Indonesia Raih Medali di AS




Taekwondo Indonesia Raih Medali di AS





Senin, 25 Februari 2013 | 08:38 WIB












JAKARTA, Kompas.com - Atlet taekwondo Indonesia dari UTI Pro merebut satu medali perak dan dua perunggu pada kejuaraan Taekwondo Amerika Serikat Terbuka  di Las Vegas, Amerika Serikat, 19-23 Februari 2013.
    
"Pencapaian hasil ini sudah maksimal mengingat U.S Open ini merupakan event yang cukup bergengsi dimana lebih dari 70 negara ikut berpartisipasi. Ini juga merupakan kalender resmi World Taekwondo Federation," kata Manajer Tim Suwandi Gunawan, Senin.
    
Suwandi Gunawan mantan Taekwondoin nasional dipercaya sebagai manajer tim oleh pembina YUTI dan UTI Pro, Lioe Nam Khiong, yang cukup sibuk sejak dipercaya sebagai wakil presiden World Children Taekwondo Union.  
    
Membludaknya partisipasi negara peserta di event AS Terbuka ini, membuat panitia harus menggunakan 12 lapangan ketika babak penyisihan.
   
Medali perak dipersembahkan dari nomor Pomsae kategori Pair Second Senior usia di atas 29 tahun melalui taekowndoin nasional Rahadewineta yang berpasangan dengan Satriyono.
   
Sedangkan dua medali perunggu lainnya masing-masing dari nomor beregu putri melalui trio taekwondoin Christina Agung Intan  yang juga peraih medali emas pada Korea Terbuka Oktober lalu, serta Domas Ayu Kirana dan Rahadewineta.
    
Semula di nomor beregu ini, UTI Pro akan menurunkan taekwondoin asal Jawa Tengah Lessitra raningrati, namun setibanya di Las Vegas Lessitra urung diturunkan karena mengalami cedera di pangkal paha.
   
"Semula saya memang dipersiapkan di nomor beregu tapi karena cedera di pangkal paha akhirnya tidak tampil," kata mahasiswi Fakultas Hukum semester V Universitas Tujuh belas Agustus Semarang ini. Posisi Lessitra akhirnya digantikan seniornya Rahadewineta.

Satu perunggu lainnya dipersembahkan dari nomor Pomsae kategori perorangan putra First Senior, Daniel Danny Harsono.
   
Di nomor Kyorugi (Tarung), dua wakil UTI Pro Herlambang dari Lampung dan Jason Hornay dari Nusa Tenggara Timur hanya mampu bertahan hingga putaran ketiga.
   
"Ini jadi pengalaman berharga buat kami di Kyorugi, tetapi meski kalah Jasoh Hornay sempat memberikan perlawanan sengit di putaran pertama dengan meraih kemenangan TKO, sebelum akhirnya tersingkir di putaran ketiga,"  Kata pelatih kepala Yusuf Ariansyah.
    
Universal Taekwondo Indonesia Profesional UTI Pro pada AS Terbuka ini mengirimkan 13 orang terdiri atas sembilan taekwondoin putra putri serta empat ofisial dan pelatih.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko
















7:14 PM | 0 komentar | Read More

Profil Agus Marto, Calon Tunggal Gubernur BI


JAKARTA, KOMPAS.com - Agus Martowardojo sudah lama berkecimpung di pasar keuangan Indonesia. Saat ini ia menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati Mei 2010.


Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Agus adalah Direktur Utama Bank Mandiri (Mei 2005-2010), menggantikan ECW Neloe yang terlibat dugaan kasus korupsi. Agus Dermawan Wintarto Martowardojo lahir di Amsterdam, Belanda, 24 Januari 1956 silam.


Di usianya yang sudah 57 tahun, karir Agus memang beragam namun masih di sektor yang sama yaitu pasar keuangan. Agus menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan lulus pada 1984. Selepas itu, Agus juga telah menyelesaikan kursus perbankan, manajemen dan kepemimpinan di banyak institusi dalam dan luar negeri, antara lain Banking and Management Courses State University of New York, Stanford University dan Institute of Bangking & Finance, Singapura.


Karir perbankannya dimulai sebagai staf International Loan di Bank of America, cabang Jakarta. Lalu menjabat sebagai Wakil Presiden Corporate Banking, Banking Group Head Bank Niaga pada 1986. Karir tidak berhenti di situ, karena karirnya semakin melejit yaitu menjadi Presiden Direktur PT Bank Bumiputera (1995) dan Presiden Direktur PT Bank Ekspor Impor Indonesia (1998).


Gonjang ganjing reformasi dan krisis global, ada empat bank yang dilebur menjadi satu yaitu Bank Mandiri. Kredibilitas Agus dipertaruhkan untuk membenahi peleburan empat bank tersebut. Dia bertugas menjadi Direktur Bank Mandiri dengan tanggung jawab Manajemen Risiko dan Restrukturisasi Kredit, Retail Banking dan Operations, hinggga memegang Sumber Daya Manusia pada 1999-2002.


Setelah sempat menjabat sebagai Penasihat Ketua BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Indonesia) pada Oktober 2002, dirinya diangkat menjadi Presiden Direktur PT Bank Permata Tbk yang merupakan hasil merger PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Ekspres, Bank Media dan Bank Patriot.


Kemampuannya merestrukturisasi bank, membuatnya dipercaya kembali ke Bank Mandiri menjadi Direktur Utama pada Mei 2005. Namun pada Mei 2010, Presiden meminta Agus menggantikan Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan.


Agus pun sempat terpilih sebagai Ketua Asosiasi Bankir Indonesia pada Desember 2005, dan telah menjabat sebagai Ketua Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) sejak Juni 2006.


Ia juga pernah menjadi Advisor Asosiasi Perbankan Indonesia dan pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Bank Umum Nasional Swasta (Perbanas) dari tahun 2003 sampai Mei 2006. Selain itu juga, Agus pernah menjadi Ketua Bankers Club Indonesia dari 2000 sampai 2003.


Sebenarnya, tahun 2008 silam, Presiden SBY pernah mencalonkan Agus menjadi Gubernur BI bersama Raden Pardede. Namun DPR menolaknya.


Jumat lalu (22/2/2013), Presiden kembali menyorongkan nama Agus sebagai calon tunggal Gubernur BI kepada DPR. Akankah perjalanan ini mulus atau terganjal lagi?


Ikuti perkembangannya di Topik Suksesi Gubernur BI


Baca Berita lain:
Jadi Calon Gubernur BI, Agus Marto Tetap Menkeu
Demokrat Butuh 27 Suara untuk Loloskan Agus
DPR Ragukan Agus Marto Jadi Calon Tunggal Gubernur BI






Editor :


Erlangga Djumena









7:07 PM | 0 komentar | Read More

Ternyata... Basuki Ikut Bayar Zakat Infak Sedekah

Written By Smart Solusion on Saturday, February 23, 2013 | 7:38 PM





Ternyata... Basuki Ikut Bayar Zakat Infak Sedekah





Minggu, 24 Februari 2013 | 08:02 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bukan hanya membayar pajak untuk setiap pendapatannya. Ternyata, dia juga membayar zakat infak sedakah (ZIS).

Hal ini dapat diketahui dari tanda bukti Penerimaan Insentif Pemungutan Pajak Daerah bulan November 2012 dari Dinas Pelayanan Pajak yang dilansir www.ahok.org. Zakat Infak dan sedekah yang diberikan Basuki Rp 1.460.412.

Pada bulan tersebut, Basuki menerima insentif Rp 68.725.280. Uang insentif itu kemudian dipotong pajak PPh 21 Rp 10.308.792.

Total yang diterima Basuki seharusnya Rp 58.416.488. Namun ada potongan ZIS berjumlah Rp 1.460.412, sehingga total yang diterima Rp 56.956.076.

Dalam bukti tanda terima tersebut, ZIS masuk dalam item potongan. Selain ZIS, ada potongan berupa Kesra, Pinjaman Koperasi, Simpanan Wajib Koperasi, Asuransi JS+potongan Korpri dan potongan lain-lain. Namun jumlah potongan-potongan tersebut kosong.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri















7:38 PM | 0 komentar | Read More

12 Hal Tentang Kekasih Baru Pangeran Harry


London - Pangeran Harry dan kekasih barunya, Cressida Bonas, baru-baru ini tertangkap kamera tengah berpelukan mesra di sebuah lokasi wisata ski, kawasan Verbier, Swiss.

"Mereka memang berkencan, tetapi tidak serius," ungkap seorang teman Harry dan Cressida dalam wawancara dengan E! Online.

"Mereka sudah saling kenal beberapa lama, tetapi baru-baru ini hubungan tersebut meningkat lebih dari sekedar pertemanan biasa. Walau demikian hubungan keduanya tidak eksklusif, hanya untuk bersenang-senang"

Sejak berpisah dengan Chelsy Davy pada tahun 2010 yang lalu, ini merupakan kali pertama Pangeran Harry terlihat di muka publik bersama kekasih nya.

Berikut merupakan 12 hal yang perlu Anda ketahui tentang Cressida Bonas:

1. Keduanya disebut-sebut mulai berkencan pada  Mei 2012, setelah dipertemukan oleh sepupu Harry, Putri Eugenie. Tampaknya kemesraan keduanya sempat mereda saat sang Pangeran terlibat skandal foto tak senonoh yang diambil dalam sebuah pesta di Las Vegas.

2. Cressida merupakan putri dari bangsawan Mary Gaye Curzon yang cukup populer di tahun 1960-an dan merupakan pewaris bisnis perbankan Curzon.

3. Ibunya memiliki lima anak lewat perkawinannya dengan empat pria berbeda (keempatnya kini sudah resmi bercerai darinya).

4. Ayah Cressida merupakan wirausahawan dan pengusaha Jeffrey Bonas.

5. Cressida mengenyam pendidikan tinggi di Leeds University, seperti juga mantan kekasih Harry, Chelsy Davy.

6. Cressida bukanlah orang pertama di keluarganya yang pernah menjalin hubungan dengan keluarga kerajaan. Kakak tirinya, aktris Isabella Gough-Calthorpe pernah digosipkan dekat dengan Pangeran William.

7. Sebelum berkencan dengan Pangeran Harry, Cressida pernah menjalin hubungan dengan Harry Wentworth-Stanley, yang ayah tirinya merupakan sepupu dari sang Ratu, seperti dilansir oleh The Mirror.

8. "Cressida merupakan gadis yang cerdas, sangat cantik dan keren," ujar seorang teman Cressida kepada E! Online. “Tidak mudah bagi Harry untuk berkencan mengingat banyaknya peluang di luar sana, tetapi Cressida merupakan orang yang dapat ia percaya, karena ia sudah berada dalam ‘lingkaran’ yang sama dengannya. (Cressida) sudah lulus dalam tes kesantunan."

9. Pasangan ini pertama kali digosipkan pada bulan Juli, ketika keduanya menghabiskan waktu bersama usai pemutaran film perdana “The Dark Knight Rises”.

10. Cressida menempati peringkat ke-27 dalam “The Tatler List” – sebuah daftar berisi “orang-orang yang berarti” oleh majalah Tatler.

11. Musim panas lalu, Harry and Cressida pergi bersama ke pulau Necker di Karibia untuk menghadiri ulangtahun Sam Branson.

12. Cressida saat ini tengah mepelajari seni tari kontemporer di Konservatori Musik dan Tari Trinity Laban, Greenwich.


7:32 PM | 0 komentar | Read More

SBY Layak Pimpin Demokrat Sebelum KLB





SBY Layak Pimpin Demokrat Sebelum KLB





Penulis : Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati | Minggu, 24 Februari 2013 | 09:48 WIB













KENDARI, KOMPAS.com - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai sebagai figur tepat menggantikan posisi sementara Ketua Umum Partai Demokrat. Setelah itu, baru Kongres Luar Biasa dilaksanakan.

"Lebih baik dijabat oleh SBY langsung karena figur SBY yang bisa mengayomi bisa memimpin partai dan bisa menghadapi masalah-masalah ujian ini," kata Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Endang SA, Minggu (24/2/2013).

Endang menyakini SBY bisa diterima semua kelompok atau faksi-faksi di Partai Demokrat. Selain itu Partai Demokrat tidak bisa dilepas dari sosok SBY.

Ia juga mengusulkan untuk dilaksanakan Kongres Luar Biasa menyusul mundurnya Anas sebagai ketua umum Partai Demokrat. Endang berharap Anas bisa menghadapi masalah itu dan kasus yang membelitnya dapat diselesaikan dengan baik dan sebenar-benarnya.

"Saya prihatin dan sedih atas apa yang menimpa (mantan) Ketua Umum Anas Urbaningrum, tetapi kita harus menjunjung tinggi praduga tak bersalah. Saya berharap kepada KPK agar bekerja secara profesional, adil dan transparan," tutur Endang.

Endang yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara mengaku sangat kehilangan atas mundurnya Anas dari Partai Demokrat. Namun, ia memastikan Partai Demokrat di Sultra tidak terpecah terkait penetapan Anas sebagai tersangka korupsi.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri















7:17 PM | 0 komentar | Read More

Aspac Hentikan Rekor Tak Terkalahkan Satria Muda



MALANG, KOMPAS.com - Rekor 10 kali tak terkalahkan Satria Muda Britama Jakarta sejak seri II, kini terhenti karena Dell Aspac dalam laga lanjutan Speedy NBL Indonesia Seri III di GOR Bimasakti Malang, Sabtu (23/2/2013).


Satria Muda harus mengakui keunggulan Aspac dengan skor akhir 61-52. Classic big match dua tim sekota ini, berlangsung seru dan menegangkan sejak awal kuarter.


Penjagaan man to man Aspac membuat permainan Satria Muda sulit berkembang. Arki Dikania Wisnu yang terkenal memiliki pergerakan lincah bertenaga pun kesulitan menembus rapatnya pertahanan Aspac.


Sebaliknya, Aspac lalu berhasil mencuri tiga poin dari beberapa turnover Satria Muda. Saat menyerang, Aspac juga bermain efektif dengan mendulang poin dari berbagai posisi.


Isman Thoyib dan Pringgo Regowo yang banyak berada di paint area sukses menyempurnakan peluang yang dimiliki menjadi poin. Hal ini mampu membawa Aspac unggul 20-12 di akhir kuarter pertama.


Saat kuarter kedua berjalan sekitar lima menit, Aspac hanya mampu memasukkan empat poin dan Satria Muda mencetak satu poin melalui tembakan bebas Frida Aris.


Namun begitu ditarik keluarnya Isman Thoyib karena akumulasi pelanggaran yang telah mencapai tiga kali, praktis serangan-serangan Aspac hanya berasal dari luar.


Rony Gunawan, Galank Gunawan, dan Bonanza Siregar menjadi benteng kokoh yang sulit tertembus. Kondisi tersebut juga dimanfaatkan Satria Muda saat menyerang.


Meski gagal memasukkan empat tembakan bebasnya, Galank justru tak terhentikan saat berduel. Empat poin dari Galank sempat membawa Satria Muda berlari 10-0 sebelum Xaverius dan Wahyu Widayat Jati mengejar dan menutup kuarter kedua dengan skor 31-23.


Aspac masih di depan. Arki menggila di kuarter ketiga. Rizky yang cukup baik dalam menjaga Rookie of the Year musim lalu ini tidak mampu berbuat banyak.


Dua tembakan tiga angka berturut-turut dari Arki membawa Satria Muda mendekat. Namun lagi-lagi, kegemilangan Prastawa menjadi penyelamat Aspac.


Enam poin dari Prastawa di kuarter ketiga membawa Aspac tetap unggul 45-37. Baru bermain kurang dari dua menit di kuarter terakhir, Xaverius yang melakukan foul terhadap Faisal kemudian dengan sengaja mengganjal kaki Faisal dan membuatnya terjatuh.


Aksi cepat Xaverius tertangkap oleh wasit. Dua foul ini langsung menjadi penambah tiga foul sebelumnya. Meski kehilangan pemain penting, Aspac tetap garang.


Dengan memasukkan Prastawa sebagai pengganti Xaverius yang telah fouled out, permainan Aspac makin berkembang.


Mereka pun mampu menutup pertandingan melawan Satria Muda dengan kemenangan meyakinkan. Acungan jempol pantas diberikan kepada Prastawa.


Selain membawa timnya memenangkan pertandingan, Prastawa juga menjadi mesin poin penting bagi Aspac. Dirinya berhasil membukukan 19 poin.


"Saya banyak belajar dari kekalahan di seri II. Maka itu, saya mencoba bermain lebih tenang. Karena, bila panik semua akan jadi kacau," ujarnya.


"Kami memang sempat tertekan, tapi kami berupaya sebisa mungkin untuk tetap stabil. Untuk seri berikutnya, kami berharap pemain lebih konsisten dalam menjaga ritme permainan" Ungkap Antonius Joko Endratmo, asisten pelatih Aspac.


Sementara itu, Octaviarro "Ocky" Romely Tamtelahitu, coach Satria Muda mengakui kekalahan timnya diakibatkan oleh recovery beberapa pemain yang baru saja cedera.


"Sebelum dimulainya seri III, sebenarnya kondisi kami kurang fit. Namun, saya bangga pada mereka karena telah mengerahkan semua kemampuannya dan tampil terbaik," ujarnya.






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja









7:14 PM | 0 komentar | Read More

BRI Layani e-Tax Payment Pelindo IV


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Pelindo IV (Persero) untuk pembayaran pajak secara online (e-Tax Payment) melalui layanan Cash Management System (CMS) BRI. Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh pihak Pelindo IV yang diwakili oleh Senior Manager Akuntansi dan Aset, Yosef Benny Rohy. Sementara itu, BRI diwakili Kepala Divisi Bisnis BUMN 1, M. Sodo Harisetyanto dan disaksikan oleh Direktur Keuangan PT Pelindo IV, Sumardiyo.


Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali menjelaskan, BRI bangga bisa melayani sistem pembayaran pajak secara elektronik ini dengan Pelindo IV. Sebagaimana diketahui, Pelindo IV merupakan perusahaan pelabuhan dengan wilayah terluas di Indonesia. "Tiap bulan, transaksi pembayaran pajaknya bisa mencapai Rp 15-20 miliar," kata Ali di Jakarta, Sabtu (23/2/2013).


Kerja sama pembayaran pajak (e-Tax Payment) melalui Cash Management System ini nantinya akan meliputi 29 Kantor Cabang PT Pelindo IV yang meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Ali yakin dengan sistem IT BRI yang customized dan didukung oleh jaringan kerja yang terbesar dan tersebar, pembayaran pajak PT Pelindo IV akan lebih cepat, akurat dan terintegrasi.


E-Tax Payment ini, sambung Ali, melengkapi layanan jasa perbankan yang telah diberikan Bank BRI kepada PT Pelindo IV. Dari tahun 2010, sistem Pelindo dan Bank BRI telah terhubung secara online melalui Host to Host System untuk memberikan kemudahan bagi pengguna jasa kepelabuhanan dalam bertransaksi di seluruh unit kerja BRI maupun melalui e-channel BRI.


Ali menjelaskan, baik BRI dan Pelindo IV optimis bahwa kerja sama yang telah dilakukan dapat ditingkatkan guna mendukung pembiayaan proyek-proyek investasi PT Pelindo IV di tahun 2013. Sekedar informasi, layanan Cash Management System BRI terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di tahun 2011, CMS BRI berhasil melayani 757 nasabah perusahaan dengan volume transaksi mencapai Rp 48,6 triliun.


Sementara pada 2012 lalu, nasabah yang dilayani oleh CMS BRI melonjak drastis hampir 100 persen, menjadi 1.472 nasabah, dengan volume transaksi mencapai Rp 98,5 triliun. Peningkatan, baik dari segi pengguna maupun volume transaksinya, akhirnya menyebabkan peningkatan Penerimaan Non Bunga (Fee Based Income) dari bisnis ini.


Dibandingkan tahun 2011 lalu, Fee Based Income nya mengalami kenaikan 22,31 persen, yakni dari Rp 4,49 miliar di tahun 2011 menjadi Rp 5,49 miliar di akhir 2012 lalu.












7:07 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger