Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Awal Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp 1.000

Written By Smart Solusion on Sunday, May 5, 2013 | 8:07 PM





Awal Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp 1.000





Penulis : Didik Purwanto | Senin, 6 Mei 2013 | 09:48 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Harga emas logam mulia di PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di awal pekan hari ini mengalami kenaikan. Hal ini mengikuti kenaikan harga emas dunia.


Berdasarkan data Bloomberg, harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange (NYMEX) akhir pekan lalu naik 10,9 dollar AS (0,74 persen) ke 1.475,1 dollar AS per ounce. Harga emas tersebut merupakan kontrak untuk pengiriman 13 Juni mendatang.


Sedangkan harga emas untuk gold spot 3,98 dollar AS (0,27 persen) ke 1.474,73 dollar AS per ounce, emas di Euro spot naik 2,15 dollar AS (0,19 persen) ke 1.123,63 dollar AS per ounce dan Inggris Pound spot naik 1,9 dollar AS (0,2 persen) ke 946,27 dollar AS per ounce.


Dikutip dari situs logam mulia, Senin (6/5/2013), harga emas logam mulia terkecil dijual Rp 532.000 per gram, naik Rp 1.000 per gram dibanding perdagangan akhir pekan kemarin.


Mayoritas stok ukuran emas logam mulia tersedia, kecuali ukuran 3 dan 250 gram. Harga emas batangan ini memang sangat tergantung dengan pergerakan emas internasional dan pergerakan nilai tukar rupiah dengan dollar AS.


Berikut harga emas batangan yang dijual Logam Mulia Antam hari ini:
Pecahan 1 gram   : Rp 532.000
Pecahan 5 gram   : Rp 2.515.000
Pecahan 10 gram  : Rp 4.980.000
Pecahan 25 gram  : Rp 12.375.000
Pecahan 50 gram  : Rp 24.700.000
Pecahan 100 gram : Rp 49.350.000


Sementara harga buyback atau pembelian emas jika konsumen menjual kembali ke Antam adalah Rp 460.000 per gram, naik Rp 1.000 per gram dibanding perdagangan akhir pekan kemarin.






Editor :


Erlangga Djumena















8:07 PM | 0 komentar | Read More

Ada Lelang Jabatan, Lulusan IPDN Tak Harus Jadi Lurah

Written By Smart Solusion on Saturday, May 4, 2013 | 8:38 PM





Ada Lelang Jabatan, Lulusan IPDN Tak Harus Jadi Lurah





Penulis : Indra Akuntono | Minggu, 5 Mei 2013 | 10:20 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Lulusan Institus Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dirasa tak perlu mengkhawatirkan seleksi dan promosi terbuka atau lelang jabatan yang bergulir di DKI Jakarta. Pasalnya, sistem yang dipopulerkan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ini tak akan mengganggu penyaluran lulusan IPDN ke dalan lingkup pemerintahan.


Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago menjelaskan, lulusan IPDN tak selalu harus ditempatkan di jajaran struktural semisal lurah atau camat. Tetapi akan disesuaikan dengan kompetensinya masing-masing untuk mengisi posisi jabatan fungsional, atau jabatan pelaksana.


"Kan lulusan IPDN enggak mesti menjadi lurah atau camat, tapi bisa ke posisi lain yang sifatnya fungsional atau pelaksana disesuaikan dengan kompetensinya," kata Andrinof kepada Kompas.com, Minggu (5/5/2013) pagi.


Untuk diketahui, setelah sistem lelang jabatan resmi bergulir, muncul kekhawatiran kebijakan ini akan memberi dampak tak sedap pada semua lulusan IPDN. Salah satu kekhawatirannya diungkapkan oleh anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ahmad Husein Alaydrus.


Politisi Partai Demokrat ini menyebut sistem lelang jabatan telah mencederai proses pemilihan jabatan lurah dan camat yang selama ini berlaku. Dengan berjalannya sistem ini, manfaat sekolah pegawai negeri (IPDN) dianggap sia-sia.


"Ngapain sekolah (IPDN) kalau ada lelang jabatan? Bubarin saja lelang jabatannya atau bubarin saja IPDN-nya," kata Alaydrus beberapa waktu lalu.






Editor :


Ana Shofiana Syatiri














8:38 PM | 0 komentar | Read More

Iron Man Lebih Hebat dari Thor dan Captain America


Jakarta – Film Iron Man 3 baru saja diluncurkan. Bagi pecinta superheroes, mungkin ada satu pertanyaan mengapa filmnya yang dibintangi Robert Downey Jr ini selalu ditunggu-tunggu sejak sekuel pertamanya. Mengapa seorang Iron Man lebih menarik ketimbang Marvel’s The Avengers yang mempertemukan banyak tokoh Marvel, seperti Thor dan Captain America.


Jawabannya, Iron Man punya karisma luar biasa, dan lebih manusiawi. Dalam Iron Man 3, hanya butuh dua menit untuk menjelaskan hal tersebut. Film dibuka dengan adegan Tony Stark yang ditampilkan sebagai sosok yang dikagumi dan dicari banyak orang. Bahkan hingga akhir film Tony digambarkan sebagai superhero yang dekat dengan kehidupan sehari-hari manusia. Identitasnya tidak disembunykan. Iron Man pun merasakan jatuh cinta, hingga diminta komitmennya dalam menjalin hubungan. Hal yang sangat sulit dijalankan bagi seorang pria, apalagi superhero.


Bandingkan dengan Thor, atau Captain America yang tampil kaku dan sedikit dingin dalam menghadapi wanita. Keduanya dieksploitasi hanya sebagai penyelamat dunia, meninggalkan perannya sebagai manusia biasa dan hasrat untuk mencintai dan dicintai.



8:32 PM | 0 komentar | Read More

Irman Anggap Aspirasi Jadi Capres dan Pencalonan DPD Berbeda




Capres 2014


Irman Anggap Aspirasi Jadi Capres dan Pencalonan DPD Berbeda





Penulis : Ingki Rinaldi | Sabtu, 4 Mei 2013 | 22:59 WIB













PADANG, KOMPAS.com- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menganggap aspirasi sejumlah anggota DPD Papua dan Papua Barat yang mengusulkan agar dirinya menjadi calon presiden pada 2014 dan keputusannya yang telah mendaftar lagi sebagai bakal calon legislatif DPD asal Sumbar pada Pemilu 2014 adalah dua hal berbeda.


Demikian disampaikan Irman usai menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional Pengusulan MRH Sutan Mohammad Rasjid sebagai pahlawan nasional, Sabtu (4/5/2013), di Kota Padang, Sumatera Barat.


Irman mengatakan, tidak ada larangan untuk mendaftar dan mengikuti pencalonan sebagai anggota DPD dan pada saat bersamaan menunggu aspirasi masyarakat untuk mencalonkan dirinya sebagai calon presiden. "Jadi DPD jalan, jadi calon presiden juga," katanya.


Ia menegaskan, usulan sebagai calon presiden itu sebelumnya datang secara spontan dari sebagian masyarakat Papua Barat. "Tapi kan ada mekanismenya dan mesti diputuskan lewat mekanisme partai politik," sebut Irman.


Mekanisme partai politik yang dimaksud Irman ialah dengan kemungkinan mengikuti konvensi yang akan digelar Partai Demokrat. "Pada suatu kesempatan, Bapak Presiden (SBY) menawarkan pada saya untuk ikut konvensi, tapi kan itu baru pernyataan awal. Tetapi Partai Demokrat belum membuat mekanismenya, tentu kita tunggu dulu," katanya.






Editor :


Marcus Suprihadi














8:17 PM | 0 komentar | Read More

Klitschko Hajar Mantan Penderita Kanker




Klitschko Hajar Mantan Penderita Kanker





Minggu, 5 Mei 2013 | 09:32 WIB












MANHEIM, Kompas.com -  Vladimir Klitschko menghentikan perlawanan mantan mitra latihnya Francesco Pianeta pada ronde keenam di Mannheim, Sabtu, dan tetap mempertahankan empat gelar kelas beratnya.  
    
Penantangnya dari Jerman, kelahiran Italia itu, sempat menghajar sang juara pada ronde kedua dengan menghujaninya dengan berbagai pukulan, tetapi di luar itu ia tidak berdaya menghadapi si petinju yang menyandang gelar empat versi tinju internasional itu.  
    
Klitschko dua kali merubuhkan lawannya penderita kanker testis tiga tahun lalu ke atas kanvas pada ronde keempat, sebelum wasit menghentikan pertandingan pada ronde keenam setelah menghitung delapan detik, saat lawannya terduduk dihajar habis-habisan.  

Petinju berusia 37 tahun dari Ukraina itu memperpanjang laga tak terkalahkan menjadi 18 kali. Kekalahannya terakhir terjadi ketika ia melawan Lamon Brewster dalam perebutan gelar WBO pada 2004.  
   
 Secara keseluruhan, ia sudah memenangi 60 pertandingan dari 62 yang dilakoninya, termasuk 52 kali menang angka.  
    
Klitschko menyandang gelar juara versi IBF, IBO, WBO dan WBA sedangan abangnya Vitali menyandang gelar WBC. Kedua petinju itu sudah berjanji tidak akan saling bertinju sesama mereka.  
    
Pianeta, dengan tinggi badan 1, 93 meter, lima senti lebih pendek dibanding lawannya, sebelumnya tidak terkalahkan dalam 28 pertandingan dan sekali seri.  Ia pernah sembuh setelah menderita penderita kanker testis tiga tahun lalu
    
"Ia mengawali pertandingan dengan hebat dan mencoba merapat terus ke tubuh saya. Ia bertanding dengan berani, tapi akhirnya saya berhasil mengatasinya," kata Klitschko.  
  







Editor :


A. Tjahjo Sasongko















8:14 PM | 0 komentar | Read More

Genjot Penjualan Kondom, RNI Luncurkan Varian Baru





Genjot Penjualan Kondom, RNI Luncurkan Varian Baru





Sabtu, 4 Mei 2013 | 20:42 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) berambisi memperbesar pangsa pasar penjualan kondom dengan meluncurkan varian baru.


Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro mengatakan selama ini perseroan lebih banyak mengandalkan penjualan kondom melalui tender pemerintah. Namun ke depan BUMN ini akan lebih banyak menyasar pasar ritel secara langsung dengan produk-produk yang disukai pasar.


"Tahun ini kami menargetkan omzet penjualan kondom sebesar Rp 55 miliar. Tentunya tak hanya mengandalkan dari tender pengadaan, namun juga akan masuk ke pasar ritel secara langsung," ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com Sabtu (4/5/2013).


Ismed mengatakan varian baru yang diluncurkan RNI adalah kondom dengan rasa mangga, duren, dan kondom bergerigi. Adapun pasar yang akan dimasuki di antaranya di Surabaya, Bali serta daerah lainnya yang memiliki potensi pasar bagus. Untuk memasuki pasar ritel, perseroan mengandalkan merek Artika dan Meong.


Selain pasar dalam negeri, kondom produksi RNI juga dijual ke pasar luar negeri, dengan diekspor ke berbagai negara, utamanya ke Timur Tengah. "Pasar di Timur Tengah sangat potensial," ujar Ismed.


Selain kondom, RNI juga akan memperbesar produk sarung tangan karet. Khusus produk ini, RNI akan lebih memfokuskan untuk pasar ekspor.


RNI adalah BUMN yang memiliki tiga lini bisnis utama, yaitu agribisnis, perdagangan dan farmasi-alat kesehatan. Salah satu bisnis andalan perusahaan ini adalah perdagangan gula, yang hingga akhir Maret 2013 penjualannya menyentuh Rp 324 miliar.






Editor :


Bambang Priyo Jatmiko















8:07 PM | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Megapolitan

Written By Smart Solusion on Friday, May 3, 2013 | 8:38 PM

KOMPAS.com - MegapolitanKOMPAS.comPemilik Pabrik yang Diduga "Perbudak" Buruh Sudah Diamankan"Jakarta Great Sale" Targetkan Transaksi Ritel Rp 11 TriliunSantunan untuk Korban Peluru Nyasar Cideng, Jangan Jadi FitnahSelidiki Dugaan Malapraktik, Keluarga Izinkan Makam Anna DigaliPuluhan Korban "Perbudakan" di Tangerang Tak Ganti Pakaian Berbulan-bulan"Perbudakan" di Tangerang Terungkap setelah Dua Korban KaburPerempuan Buron Bukan Anak Kapolri28 Orang Dipekerjakan Paksa di TangerangMerinding, Membaca Laporan "Perbudakan" di TangerangTunggu Sidang, "Si Pengemudi Berbikini" Terpaksa Tolak Kerjaan2 Unit Rusun Marunda Atas Nama Keluarga Lurah WarakasUpah Pegawai Perparkiran DKI Bakal NaikJakarta Fashion & Food Festival 2013 Kembali DigelarPerempuan Buron Mencatut Nama KapolriPelapor Dugaan Malapraktik RS Persahabatan Diperiksa

http://www.kompas.com/ News and Service Sat , 04 May 2013 10:30:09 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/09362794/Pemilik.Pabrik.yang.Diduga.Perbudak.Buruh.Sudah.Diamankan Sat , 04 May 2013 09:36:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/0442449-twit-soal-penyiksaan-buruh-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Polisi telah mengamankan JK 40, pemilik pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium, yang diduga melakukan praktik perbudakan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/09362794/Pemilik.Pabrik.yang.Diduga.Perbudak.Buruh.Sudah.Diamankan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/09362794/Pemilik.Pabrik.yang.Diduga.Perbudak.Buruh.Sudah.Diamankan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/08154738/Jakarta.Great.Sale.Targetkan.Transaksi.Ritel.Rp.11.Triliun Sat , 04 May 2013 08:15:47 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/0705537-fjgs-gi-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Festival Jakarta Great Sale 2013 menargetkan transaksi ritel hingga Rp 11 triliun. Target nilai total transaksi ritel ini meningkat 15 persen <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/08154738/Jakarta.Great.Sale.Targetkan.Transaksi.Ritel.Rp.11.Triliun">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/08154738/Jakarta.Great.Sale.Targetkan.Transaksi.Ritel.Rp.11.Triliun http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/08034118/Santunan.untuk.Korban.Peluru.Nyasar.Cideng..Jangan.Jadi.Fitnah Sat , 04 May 2013 08:03:41 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/02/2211214-arist-merdeka-sirait-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemberian santunan harus diapresiasi. Namun pengungkapan pelaku tetap harus dilanjutkan. Jangan sampai santunan menjadi fitnah. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/08034118/Santunan.untuk.Korban.Peluru.Nyasar.Cideng..Jangan.Jadi.Fitnah">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/08034118/Santunan.untuk.Korban.Peluru.Nyasar.Cideng..Jangan.Jadi.Fitnah http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/0703113/Selidiki.Dugaan.Malapraktik..Keluarga.Izinkan.Makam.Anna.Digali Sat , 04 May 2013 07:03:11 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/23/1002473-korban-dugaan-malapraktik-di-rsup-persahabatan-t.png" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Keluarga mengizinkan penyidik melakukan otopsi jenazah Anna Marlina Simanungkalit yang telah dimakamkan untuk keperluan penyidikan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/0703113/Selidiki.Dugaan.Malapraktik..Keluarga.Izinkan.Makam.Anna.Digali">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/0703113/Selidiki.Dugaan.Malapraktik..Keluarga.Izinkan.Makam.Anna.Digali http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/05503590/Puluhan.Korban.Perbudakan.di.Tangerang.Tak.Ganti.Pakaian.Berbulan.bulan Sat , 04 May 2013 05:50:35 UTC+0700Rata-rata pakaian para buruh sudah kusam dan tak layak. Selama berbulan-bulan bekerja di tempat itu, mereka tak bisa berganti pakaian. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/05503590/Puluhan.Korban.Perbudakan.di.Tangerang.Tak.Ganti.Pakaian.Berbulan.bulan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/05503590/Puluhan.Korban.Perbudakan.di.Tangerang.Tak.Ganti.Pakaian.Berbulanbulan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/04215157/Perbudakan.di.Tangerang.Terungkap.setelah.Dua.Korban.Kabur Sat , 04 May 2013 04:21:51 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/02/1109566-uki--peringati-hari-buruh--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dua buruh kabur dan menceritakan kondisi kerja pada keluarga. Cerita itu dilaporkan ke kepolisian dan Komnas HAM, dan terbukti. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/04215157/Perbudakan.di.Tangerang.Terungkap.setelah.Dua.Korban.Kabur">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/04215157/Perbudakan.di.Tangerang.Terungkap.setelah.Dua.Korban.Kabur http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/03011182/Perempuan.Buron.Bukan.Anak.Kapolri.. Sat , 04 May 2013 03:01:11 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/19/1120268-irjen-suhardi-alius-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Perempuan berinisial YBR yang sedang dilacak dan diburu dalam kasus penipuan dan penggelapan, bukan anak Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/03011182/Perempuan.Buron.Bukan.Anak.Kapolri..">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/03011182/Perempuan.Buron.Bukan.Anak.Kapolri.. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/02345828/28.Orang.Dipekerjakan.Paksa.di.Tangerang Sat , 04 May 2013 02:34:58 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/04/12/1036526t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Laporan langsung mengenai penggrebekan di pabrik kwali di Tangerang dilakukan oleh Kepala Divisi Advokasi dan HAM KontraS,Yati Andriyani. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/02345828/28.Orang.Dipekerjakan.Paksa.di.Tangerang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/02345828/28.Orang.Dipekerjakan.Paksa.di.Tangerang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/02130464/Merinding..Membaca.Laporan.Perbudakan.di.Tangerang Sat , 04 May 2013 02:13:04 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/04/12/1036526t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Di zaman modern yang katanya tinggal di negeri gemah ripah loh jinawi dengan Pancasila sebagai dasar negara, ternyata perbudakan masih saja terjad <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/02130464/Merinding..Membaca.Laporan.Perbudakan.di.Tangerang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/02130464/Merinding..Membaca.Laporan.Perbudakan.di.Tangerang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/22345297/Tunggu.Sidang..Si.Pengemudi.Berbikini.Terpaksa.Tolak.Kerjaan Fri , 03 May 2013 22:34:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/03/2233311-novi-amelia-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Novi Amelia 26, pengemudi yang hanya mengenakan pakaian dalam dan menabrak tujuh orang di Jalan Gajah, Jakbar, tak tahu kapan menjalani sidang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/22345297/Tunggu.Sidang..Si.Pengemudi.Berbikini.Terpaksa.Tolak.Kerjaan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/22345297/Tunggu.Sidang..Si.Pengemudi.Berbikini.Terpaksa.Tolak.Kerjaan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/21430617/2.Unit.Rusun.Marunda.Atas.Nama.Keluarga.Lurah.Warakas Fri , 03 May 2013 21:43:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/07/0911402-suasana-rusun-marunda-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Selain memiliki 1 unit rusun atas nama sendiri, Lurah Warakas Mulyadi juga punya 2 unit kamar di Rusun Marunda atas nama keluarganya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/21430617/2.Unit.Rusun.Marunda.Atas.Nama.Keluarga.Lurah.Warakas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/21430617/2.Unit.Rusun.Marunda.Atas.Nama.Keluarga.Lurah.Warakas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/21142919/Upah.Pegawai.Perparkiran.DKI.Bakal.Naik Fri , 03 May 2013 21:14:29 UTC+0700Pemprov DKI Jakarta akan menaikkan pendapataan pegawai perparkiran DKI dengan menyederhanakan perhitungan pendapatan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/21142919/Upah.Pegawai.Perparkiran.DKI.Bakal.Naik">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/21142919/Upah.Pegawai.Perparkiran.DKI.Bakal.Naik http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/2037541/Jakarta.Fashion..Food.Festival.2013.Kembali.Digelar. Fri , 03 May 2013 20:37:54 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/03/0656437-basuki-jf3-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Summarecon Agung menggelar Jakarta Fashion &amp; Food Festival 2013 pada 9-26 Mei. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/2037541/Jakarta.Fashion..Food.Festival.2013.Kembali.Digelar.">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/2037541/Jakarta.Fashion..Food.Festival.2013.Kembali.Digelar. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/2035532/Perempuan.Buron.Mencatut.Nama.Kapolri Fri , 03 May 2013 20:35:53 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/12/2207424t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota melacak dan memburu seorang perempuan berinisial YBR yang mencatut nama Kepala Polri Jenderal Pol Timur Pradop <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/2035532/Perempuan.Buron.Mencatut.Nama.Kapolri">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/2035532/Perempuan.Buron.Mencatut.Nama.Kapolri http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/19533275/Pelapor.Dugaan.Malapraktik.RS.Persahabatan.Diperiksa Fri , 03 May 2013 19:53:32 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/23/1002473-korban-dugaan-malapraktik-di-rsup-persahabatan-t.png" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pandapotan Manurung 41, pelapor dugaan malapraktik RS Persahabatan terhadap mendiang istrinya, diperiksa di Polda Metro Jaya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/19533275/Pelapor.Dugaan.Malapraktik.RS.Persahabatan.Diperiksa">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/19533275/Pelapor.Dugaan.Malapraktik.RS.Persahabatan.Diperiksa


KOMPAS.com - MegapolitanKOMPAS.comPemilik Pabrik yang Diduga "Perbudak" Buruh Sudah Diamankan"Jakarta Great Sale" Targetkan Transaksi Ritel Rp 11 TriliunSantunan untuk Korban Peluru Nyasar Cideng, Jangan Jadi FitnahSelidiki Dugaan Malapraktik, Keluarga Izinkan Makam Anna DigaliPuluhan Korban "Perbudakan" di Tangerang Tak Ganti Pakaian Berbulan-bulan"Perbudakan" di Tangerang Terungkap setelah Dua Korban KaburPerempuan Buron Bukan Anak Kapolri28 Orang Dipekerjakan Paksa di TangerangMerinding, Membaca Laporan "Perbudakan" di TangerangTunggu Sidang, "Si Pengemudi Berbikini" Terpaksa Tolak Kerjaan2 Unit Rusun Marunda Atas Nama Keluarga Lurah WarakasUpah Pegawai Perparkiran DKI Bakal NaikJakarta Fashion & Food Festival 2013 Kembali DigelarPerempuan Buron Mencatut Nama KapolriPelapor Dugaan Malapraktik RS Persahabatan Diperiksa

http://www.kompas.com/ News and Service Sat , 04 May 2013 10:30:09 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/09362794/Pemilik.Pabrik.yang.Diduga.Perbudak.Buruh.Sudah.Diamankan Sat , 04 May 2013 09:36:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/0442449-twit-soal-penyiksaan-buruh-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Polisi telah mengamankan JK 40, pemilik pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium, yang diduga melakukan praktik perbudakan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/09362794/Pemilik.Pabrik.yang.Diduga.Perbudak.Buruh.Sudah.Diamankan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/09362794/Pemilik.Pabrik.yang.Diduga.Perbudak.Buruh.Sudah.Diamankan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/08154738/Jakarta.Great.Sale.Targetkan.Transaksi.Ritel.Rp.11.Triliun Sat , 04 May 2013 08:15:47 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/0705537-fjgs-gi-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Festival Jakarta Great Sale 2013 menargetkan transaksi ritel hingga Rp 11 triliun. Target nilai total transaksi ritel ini meningkat 15 persen <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/08154738/Jakarta.Great.Sale.Targetkan.Transaksi.Ritel.Rp.11.Triliun">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/08154738/Jakarta.Great.Sale.Targetkan.Transaksi.Ritel.Rp.11.Triliun http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/08034118/Santunan.untuk.Korban.Peluru.Nyasar.Cideng..Jangan.Jadi.Fitnah Sat , 04 May 2013 08:03:41 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/02/2211214-arist-merdeka-sirait-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemberian santunan harus diapresiasi. Namun pengungkapan pelaku tetap harus dilanjutkan. Jangan sampai santunan menjadi fitnah. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/08034118/Santunan.untuk.Korban.Peluru.Nyasar.Cideng..Jangan.Jadi.Fitnah">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/08034118/Santunan.untuk.Korban.Peluru.Nyasar.Cideng..Jangan.Jadi.Fitnah http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/0703113/Selidiki.Dugaan.Malapraktik..Keluarga.Izinkan.Makam.Anna.Digali Sat , 04 May 2013 07:03:11 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/23/1002473-korban-dugaan-malapraktik-di-rsup-persahabatan-t.png" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Keluarga mengizinkan penyidik melakukan otopsi jenazah Anna Marlina Simanungkalit yang telah dimakamkan untuk keperluan penyidikan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/0703113/Selidiki.Dugaan.Malapraktik..Keluarga.Izinkan.Makam.Anna.Digali">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/0703113/Selidiki.Dugaan.Malapraktik..Keluarga.Izinkan.Makam.Anna.Digali http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/05503590/Puluhan.Korban.Perbudakan.di.Tangerang.Tak.Ganti.Pakaian.Berbulan.bulan Sat , 04 May 2013 05:50:35 UTC+0700Rata-rata pakaian para buruh sudah kusam dan tak layak. Selama berbulan-bulan bekerja di tempat itu, mereka tak bisa berganti pakaian. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/05503590/Puluhan.Korban.Perbudakan.di.Tangerang.Tak.Ganti.Pakaian.Berbulan.bulan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/05503590/Puluhan.Korban.Perbudakan.di.Tangerang.Tak.Ganti.Pakaian.Berbulanbulan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/04215157/Perbudakan.di.Tangerang.Terungkap.setelah.Dua.Korban.Kabur Sat , 04 May 2013 04:21:51 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/02/1109566-uki--peringati-hari-buruh--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dua buruh kabur dan menceritakan kondisi kerja pada keluarga. Cerita itu dilaporkan ke kepolisian dan Komnas HAM, dan terbukti. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/04215157/Perbudakan.di.Tangerang.Terungkap.setelah.Dua.Korban.Kabur">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/04215157/Perbudakan.di.Tangerang.Terungkap.setelah.Dua.Korban.Kabur http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/03011182/Perempuan.Buron.Bukan.Anak.Kapolri.. Sat , 04 May 2013 03:01:11 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/19/1120268-irjen-suhardi-alius-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Perempuan berinisial YBR yang sedang dilacak dan diburu dalam kasus penipuan dan penggelapan, bukan anak Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/03011182/Perempuan.Buron.Bukan.Anak.Kapolri..">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/03011182/Perempuan.Buron.Bukan.Anak.Kapolri.. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/02345828/28.Orang.Dipekerjakan.Paksa.di.Tangerang Sat , 04 May 2013 02:34:58 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/04/12/1036526t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Laporan langsung mengenai penggrebekan di pabrik kwali di Tangerang dilakukan oleh Kepala Divisi Advokasi dan HAM KontraS,Yati Andriyani. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/02345828/28.Orang.Dipekerjakan.Paksa.di.Tangerang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/02345828/28.Orang.Dipekerjakan.Paksa.di.Tangerang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/02130464/Merinding..Membaca.Laporan.Perbudakan.di.Tangerang Sat , 04 May 2013 02:13:04 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/04/12/1036526t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Di zaman modern yang katanya tinggal di negeri gemah ripah loh jinawi dengan Pancasila sebagai dasar negara, ternyata perbudakan masih saja terjad <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/02130464/Merinding..Membaca.Laporan.Perbudakan.di.Tangerang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/02130464/Merinding..Membaca.Laporan.Perbudakan.di.Tangerang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/22345297/Tunggu.Sidang..Si.Pengemudi.Berbikini.Terpaksa.Tolak.Kerjaan Fri , 03 May 2013 22:34:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/03/2233311-novi-amelia-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Novi Amelia 26, pengemudi yang hanya mengenakan pakaian dalam dan menabrak tujuh orang di Jalan Gajah, Jakbar, tak tahu kapan menjalani sidang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/22345297/Tunggu.Sidang..Si.Pengemudi.Berbikini.Terpaksa.Tolak.Kerjaan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/22345297/Tunggu.Sidang..Si.Pengemudi.Berbikini.Terpaksa.Tolak.Kerjaan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/21430617/2.Unit.Rusun.Marunda.Atas.Nama.Keluarga.Lurah.Warakas Fri , 03 May 2013 21:43:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/07/0911402-suasana-rusun-marunda-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Selain memiliki 1 unit rusun atas nama sendiri, Lurah Warakas Mulyadi juga punya 2 unit kamar di Rusun Marunda atas nama keluarganya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/21430617/2.Unit.Rusun.Marunda.Atas.Nama.Keluarga.Lurah.Warakas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/21430617/2.Unit.Rusun.Marunda.Atas.Nama.Keluarga.Lurah.Warakas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/21142919/Upah.Pegawai.Perparkiran.DKI.Bakal.Naik Fri , 03 May 2013 21:14:29 UTC+0700Pemprov DKI Jakarta akan menaikkan pendapataan pegawai perparkiran DKI dengan menyederhanakan perhitungan pendapatan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/21142919/Upah.Pegawai.Perparkiran.DKI.Bakal.Naik">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/21142919/Upah.Pegawai.Perparkiran.DKI.Bakal.Naik http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/2037541/Jakarta.Fashion..Food.Festival.2013.Kembali.Digelar. Fri , 03 May 2013 20:37:54 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/03/0656437-basuki-jf3-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Summarecon Agung menggelar Jakarta Fashion &amp; Food Festival 2013 pada 9-26 Mei. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/2037541/Jakarta.Fashion..Food.Festival.2013.Kembali.Digelar.">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/2037541/Jakarta.Fashion..Food.Festival.2013.Kembali.Digelar. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/2035532/Perempuan.Buron.Mencatut.Nama.Kapolri Fri , 03 May 2013 20:35:53 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/12/2207424t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota melacak dan memburu seorang perempuan berinisial YBR yang mencatut nama Kepala Polri Jenderal Pol Timur Pradop <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/2035532/Perempuan.Buron.Mencatut.Nama.Kapolri">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/2035532/Perempuan.Buron.Mencatut.Nama.Kapolri http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/19533275/Pelapor.Dugaan.Malapraktik.RS.Persahabatan.Diperiksa Fri , 03 May 2013 19:53:32 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/23/1002473-korban-dugaan-malapraktik-di-rsup-persahabatan-t.png" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pandapotan Manurung 41, pelapor dugaan malapraktik RS Persahabatan terhadap mendiang istrinya, diperiksa di Polda Metro Jaya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/19533275/Pelapor.Dugaan.Malapraktik.RS.Persahabatan.Diperiksa">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/03/19533275/Pelapor.Dugaan.Malapraktik.RS.Persahabatan.Diperiksa


8:38 PM | 0 komentar | Read More

Grand Final X Factor Tanpa Mikha Angelo


Jakarta - Malam paling mendebarkan bagi keempat finalis X Factor Indonesia baru saja usai. Tepatnya pada Sabtu (4/5) dini hari, ketegangan di antara Mikha Angelo, Fatin, Nu Dimension, dan Novita Dewi berakhir.


Hasil voting SMS (short messaging service) menunjukan bahwa Mikha, anak didik penyanyi yang sudah dikernal secara internasional Anggun C. Sasmi, harus pulang. Mikha tidak bisa ikut meramaikan grand final X Factor Indonesia.


Pada Gala Show ke-11, Jumat (3/5), di Studio 8 RCTI Kebun Jeruk, hasil voting memutuskan Fatin Shidqia dan Mikha Angelo berada di posisi dua terbawah.


Hasil tersebut otomatis membuat dua mentor X Factor, Anggun dan Rossa gelisah. Dan ternyata Mikha Angelo memperoleh voting terendah, dan langkahnya menuju Grand Final terhenti sampai disini.


Penampilan Mikha dengan band The Overtunes, band yang ia miliki bersama saudara-saudaranya, sangat memukau seluruh pemirsa RCTI.


Bahkan dalam gala show ke-11 ini, untuk pertama kalinya pula Mikha membawakan lagu yang di aransemen sendiri. Tetapi hasil SMS menentukan jalan lain. Mikha harus pergi dari panggung yang sudah membesarkan namanya ini.


Sementara itu pada gala show ke 11 ini para peserta masih diminta menyanyikan dua lagu yang berbeda bahasa.


Tantangan pertama bagi para finalis yakni mereka menyanyikan lagu barat sesuai karakter mereka. Hal ini tentu saja bukan sesuatu mudah, karena mereka harus bisa membuat penonton melupakan karakter penyanyi asli dari lagu-lagu tersebut.


Tantangan kedua, para finalis membawakan lagu-lagu dari band papan atas tanah air, yaitu Noah.


Sebagai penampil pertama Mikha Angelo membawakan lagu "Crazy Love" dari Van Morisson, kemudian dilanjutkan dengan Fatin Shidqia membawakan "One Way or Another" dari Blondie, Nu Dimension dengan


"Points of Authority" dari Linkin Park, Novita Dewi dengan "Nothing Compares To You" dari Sinead O’Connor.


Pada penampilan kedua para finalis membawakan lagu dari Noah, kembali diawali oleh Mikha Angelo dengan "Mungkin Nanti", Fatin Shidqia dengan "Tak Ada Yang Abadi", Nu Dimension membawakan lagu "Cobalah Mengerti", Novita Dewi dengan "Di Belakangku".


Tidak hanya penampilan spesial yang disuguhkan oleh keempat finalis, tetapi ada juga bintang tamu spesial turut memeriahkan panggung X Factor Indonesia. Lenka salah satu penyanyi internasional yang dikenal melalui lagu "Trouble Is A Friend" menambah kemeriahan konser Gala Show 11 malam tadi.


Tak mau ketinggalan dengan Lenka, Noah Band juga ambil bagian menjadi bintang tamu di X Factor Indonesia. Dan merupakan satu kebanggaan juga, karena pada malam ini para finalis membawakan lagu-lagu dari Ariel cs atau lagu yang mereka bawakan saat masih dengan format Peterpan.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Jokowi Harus Laporkan ke KPK Bas dari Metallica





Jokowi Harus Laporkan ke KPK Bas dari Metallica





Penulis : Icha Rastika | Sabtu, 4 Mei 2013 | 09:06 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) diminta melaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bas yang diterimanya dari personel Metallica, band heavy metal asal Los Angeles, Amerika Serikat. Direktur Gratifikasi KPK Giri Supradiyono menilai, pemberian itu bisa saja menjadi gratifikasi. KPK perlu memverifikasi lebih jauh apakah ada konflik kepentingan di balik pemberian bas tersebut atau tidak.

"Boleh menerima, tetapi dilaporkan ke KPK karena pemberian tersebut diduga terkait jabatannya sebagai Gubernur DKI. Kami butuh verifikasi dan informasi dari pihak-pihak apakah ada konflik kepentingan atau tidak," kata Giri melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Sabtu (4/5/2013).

Sesuai Pasal 16 Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pasal 12B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, lanjut Giri, setiap pejabat atau penyelenggara negara tidak boleh menerima hadiah apapun terkait jabatannya. Pejabat atau penyelenggara negara yang menerima hadiah tersebut, harus melaporkannya kepada KPK.

"Gitar yang diberikan band sekelas Metallica, kemungkinan besar mempunyai nilai istimewa," tambah Giri.

Seperti diberitakan, Jokowi menerima bas bermerek Ibanez dari personel Band Metallica, Robert Trujillo. Bas berwarna cokelat itu diterimanya melalui seorang promotor bernama Jonathan Liu. Liu menemui Jokowi di Balaikota Jakarta beberapa waktu lalu, setelah ia bertemu dengan Trujillo di AS.

Selaku promotor, Liu berencana menggelar konser Metallica di Jakarta. Rencana konser Metallica ini disambut baik Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu lantas menawarkan tiga alternatif lokasi untuk dijadikan tempat konser Metallica jika konser di Jakarta, yakni di sekitar Monumen Nasional (Monas), kawasan sekitar Museum Fatahillah, atau Taman Mini Indonesia Indah (TMII).






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary














8:17 PM | 0 komentar | Read More

Oka Sulaksana, Legenda Selancar Angin Indonesia


Jika mendengar olahraga selancar angin Indonesia pastinya tak lepas dengan nama Oka Sulaksana. Putra asli Bali yang telah lama malang melintang di olahraga ‘langka’ ini telah menjadi legenda hidup dengan berbagai prestasi mengagumkan yang diraihnya hingga kini.

Pria kelahiran Bali, 29 April 1971 ini seolah tidak memiliki rival yang bisa menggeser posisinya di cabang olahraga yang telah banyak mengharumkan Merah Putih melalui prestasinya ini. Sejak kemunculannya pada 1985 hingga kini di usianya yang telah menginjak 37 tahun, anak dari pasangan I Gusti Putu Raka Adi dan Ni Gusti Ketut Oka itu tetap menjadi yang terdepan di cabang olahraga Selancar Angin di Tanah Air. Tak heran karena prestasinya itu ia mendapat kehormatan menjadi orang pertama yang menyulut api di kaldron Asian Beach Games (ABG).

Prestasinya dimulai saat tahun pertama ia mengenal olahraga ini, ketika itu ia sudah memperlihatkan prestasi dengan menjadi juara Bali Open. Melihat bakat dan prestasinya tersebut, para Pembina dari Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar dan Selancar Angin Indonesia (PB Porlasi) memercayakannya untuk mengikuti kejuaraan Singapura Open dan ia menjawab kepercayaan tersebut dengan menjadi juara kembali.

Dibawah arahan pelatih  Kolonel Laut Iskandar yang juga merupakan pengurus teras Porlasi waktu itu, kemampuan Oka makin terasah sehingga dia tidak terkalahkan di tingkat nasional mulai tahun 1986-2004. Berbagai gelar disabetnya, diantaranya menjadi empat kali juara Sea Games, masing-masing diraihnya tahun 1993 di Singapura, 1995 di Chiang Mai, Thailand, 1997 di Jakarta dan 2001 di Kuala Lumpur dan karena prestasinya tersebut ia memperoleh penghargaan khusus dari Organisasi Selancar Angin Asia Tenggara.

Prestasinya makin bersinar di Ajang Asian Games, dengan meraih dua medali emas di Asian Games 1998 di Bangkok, Thailand, dan 2002 di Busan, Korsel. Bahkan, di level Asia Tenggara ia menorehkan prestasi yang mengagumkan dengan selalu merebut emas dari tahun 1993 hingga 2001. Oka juga merupakan salah satu atlet Indonesia yang paling banyak tampil di Olimpiade. Sudah empat Olimpiade diikuti olehnya. Masing-masing pada Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika (Peringkat 11), Olimpiade 2000 Sydney, Australia (Peringkat 13), Olimpiade 2004 Athena, Yunani (Peringkat 15) serta Olimpiade 2008 Beijing, Cina (Peringkat 27).

Dedikasi untuk Regenerasi di cabang olahraga ‘langka’

Oka mengakui olahraga selancar angin adalah olahraga yang mahal. Untuk bisa sukses di Asian Games pada saat itu saja PB Porlasi harus mengeluarkan uang sebanyak 2 miliar, kenangnya. Maka tidak mengherankan, Oka seakan berjuang sendirian. Kondisi inilah yang membuat regenerasi dan prestasi atlet lainnya di cabang ini terhambat.

Merasa tidak muda lagi , Oka menyatakan dirinya untuk mundur sebagai atlet dan beralih sebagai pelatih. Saat ini ia sudah memiliki klub selancar bernama Sanur WindSurfing Club dan membina puluhan anak didiknya. Sejak tahun 2003 ia sudah menjabat sebagai Ketua Pengda Porlasi Bali setelah sebelumnya memimpin Pengcab Porlasi Kodya Denpasar. Bahkan di PB Porlasi sendiri Oka duduk sebagai Ketua Asosiasi Selancar Angin Indonesia. Boleh dibilang Oka telah mendedikasikan seluruh hidupnya di dunia selancar angin.

Saksikan sepak terjang Oka Sulaksana di program Kita Bisa hari minggu tanggal 5 Mei 2013 pukul 10:00 WIB di Kompas TV. Program KITA BISA Dipersembahkan Oleh “BAKTI OLAHRAGA DJARUM FOUNDATION” (adv).












8:14 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger