Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Jokowi Diyakini Tak Akan Khianati PDI-P

Written By Smart Solusion on Thursday, July 25, 2013 | 8:17 PM






JAKARTA, KOMPAS.com — Helmy Fauzi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), yakin Jokowi tidak akan mengkhianati PDI-P. Menurutnya, meskipun memiliki elektabilitas yang tinggi dan menjadi incaran berbagai partai, Jokowi adalah tipe orang yang setia dan tidak akan berkhianat.

"Saya melihat Jokowi adalah figur yang setia dan patuh terhadap aturan partai, tidak akan mungkin dia ikut konvensi, atau mau dicalonkan oleh partai lain tanpa seizin partai PDI-P sendiri," tuturnya dalam acara Diskusi Publik UU Pilpres dan Presiden Pilihan Rakyat di Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Dalam kesempatan itu, Helmy juga mengiyakan kemungkinan Jokowi sebagai cawapres disandingkan dengan Megawati sebagai capres. Dia pun menganggap bahwa elektabilitas Megawati yang masih kalah dari Jokowi bukanlah masalah.

"Mungkin saja, mungkin saja. Politik itu seni terhadap hal-hal yang mungkin. Art of possibilities," ujarnya.

Elektabilitas Jokowi terus merangkak naik belakangan ini. Hal tersebut tergambar dari posisi Jokowi yang selalu menempati urutan pertama di survei-survei capres yang dilakukan berbagai kelembagaan. Hal tersebut membuatnya menjadi incaran berbagai partai, seperti Demokrat, Golkar, dan Gerindra.




Editor : Caroline Damanik


















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Lintasan Berat, Rifat Sungkar Tetap Berharap Podium New England Rally






NEWRY, KOMPAS.com
 — Pereli nasional, Rifat Helmy Sungkar, yang tergabung dalam Fastron World Rally Team, Kamis (25/7/2013) petang waktu Amerika Serikat (AS) atau Jumat pagi waktu di Jakarta, selesai menyurvei dan menguji coba lintasan New England Forest Rally (NEFR) yang akan diikutinya.

Rifat dan navigator Steve Lancaster (Inggris) mengakui, lintasan sepanjang 120 mil atau sekitar 139,1 kilometer itu amat berat. Selain berada di tengah hutan di kawasan Newry, negara bagian Maine, AS, lintasan untuk reli yang digelar Jumat dan Sabtu mendatang itu memakai jalur kendaraan berat pengangkut kayu (logging).

"Lintasan New England Rally termasuk berat. Banyak halangannya, termasuk batu-batu di tengah jalan yang tertanam di tanah," papar Rifat.

Bahkan, lanjutnya, dalam survei dan uji lintasan masih ditemui batang pohon yang melintangi jalur. Sebagian jalur pun seperti kubangan.

"Mungkin karena sebelumnya hujan angin sehingga banyak rintangan. Jalur yang basah itu pun sudah dilalui kendaraan berat pengangkut kayu. Jadi, ya berkubang meskipun sudah diperbaiki," ucap Rifat.

Steve menambahkan, lintasan New England Rally menjadi kian berat karena tergolong sempit. Di sisi kanan dan kiri lintasan itu juga banyak rintangan.

Walaupun demikian, Rifat tetap bertekad untuk meraih podium, setidak-tidaknya juara ketiga dalam NEFR tahun ini. NEFR adalah seri kelima dari tujuh seri yang digelar sebagai rangkaian Reli Amerika.

Rifat dan Fastron World Rally baru ikut serta di seri ketiga Reli Amerika, Oregon Trail Forest Rally, Mei lalu di Portland, Oregon bisa meraih peringkat ketiga.





Editor : Tri Wahono















8:14 PM | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


8:06 PM | 0 komentar | Read More

Cerita Jokowi \"Ngerjain\" Voorijder Zigzag

Written By Smart Solusion on Wednesday, July 24, 2013 | 8:39 PM




Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (berbaju putih) menerobos banjir Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, (26/1/2013) dengan menggunakan motor gede Dinas Perhubungan DKI yang biasa ia gunakan sebagai voorijder. Di sana, ia tak hanya meninjau keadaan lokasi banjir, tapi juga memberikan bantuan berupa selimut, handuk, sembako, seragam, alat tulis, beras, dan sejumlah uang tunai. | Kompas.com/ Kurnia Sari Aziza









JAKARTA, KOMPAS.com
- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menceritakan pengalamannya yang kerap dikawal oleh voorijder. Bahkan, dia sempat ngerjain para pengawal bermotor besar itu.

"Dari dulu, saya itu paling tidak senang kalau masyarakat itu terganggu saat kita melewati jalan," kata Jokowi  di depan para peserta Sekolah Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-22 tahun 2013, Polda Metro Jaya, Kamis (25/7/2013).

Sehingga di hari pertama ia menjabat sebagai seorang Gubernur, Jokowi kerap menyampaikan keinginannya untuk tidak menggunakan voorijder maupun pengawal. Namun, terkait aturan protokoler, voorijder itu tetap harus digunakan untuk kepentingan negara. Terlebih, ia memimpin Jakarta, sebuah kota yang sudah terkenal dengan kemacetannya.

Apabila kepala daerah tidak menggunakan voorijder, menurutnya, akan menjadi hambatan untuk menuju ke tempat-tempat tertentu.

Seiring waktu menjadi Gubernur, Jokowi pun akhirnya mengetahui kalau pengawalan di tiap wilayahnya selalu berganti. Misalnya saja pengawalan di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat berbeda.

"Dulu saya pas mau ke Jakarta Barat, dari Jakarta Pusat dikawal dengan voorijder dan jalannya lurus saja. Nah, pas masuk Jakarta Barat ternyata pengawalnya ganti petugas lagi. Saya baru tahu kalau ada aturan itu. He-he-he," kata Jokowi.

Berdasarkan pengalaman pergantian wilayah pergantian petugas itu, Jokowi melihat masyarakat terganggu dengan pengawalan yang ketat dan ulah voorijder yang tak jarang memakan jalur.

"Saya tuh sering mendengar komentar-komentar seperti itu. Waktu saya masuk di Jakarta Barat, petugas voorijdernya berganti dan kok dia malahan jalannya zigzag, wah itu membuat masyarakat terganggu. Saya langsung bilang saja ke sopir saya, nanti pas ada belokan, kita belok kiri saja, biarin saja voorijder-nya jalan sendiri. Nah, pas saya belok kiri, voorijder-nya nengok belakang, bingung mencari 'di mana gubernur saya'. Ha-ha-ha," tutur sambil tertawa.

Di acara diskusi panel tentang kepemimpinan sosial itu, Selain Jokowi, Ketua DPR RI Marzuki Alie juga memberikan kuliah umum kepada polisi-polisi peserta Sespimti Polri Dikreg 22 tahun 2013. 





Editor : Ana Shofiana Syatiri


















8:39 PM | 0 komentar | Read More

Jay Chou Siapkan Konser Termewah Se-Asia di Jakarta


Jakarta - Penyanyi asal Taiwan Jay Chou akan menggelar konser termewah se-Asia. Konser bertajuk "Opus Jay 2013 Word Tour" yang digelar pada 12 Oktober 2013 di Mata Elang Stadion Internasional (MEIS) Ancol itu menjanjikan penampilan efek multimedia time track virtual camera tricks. Keistimewaan dari efek multimedia tersebut yakni mampu membekukan sebuah gambar menjadi bentuk 4D, sehingga penonton seolah-olah melihat gambar itu hidup di atas panggung.


Multimedia 4D dalam sebuah konser musik memang baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Sebelumnya, konsep panggung konser-konser hanya diisi dengan permainan cahaya saja. Tetapi khusus untuk Jay Chou, pihak promotor ingin menyajikan sesuatu yang istimewa.


Sean Sudwikatmono dari W Production dalam jumpa pers Opus Jay 2013 World Tour di Ballroom Mangga Dua Square, Rabu (24/7) mengatakan Jay Chou, adalah artis Taiwan yang sangat terkenal. Karena itu wajar bila promotor menyiapkan konser supermewah untuk Chou. Ditambah lagi promotor yakin penggemar Chou di Indonesia banyak dan antusias untuk menonton konser.


"Sosok Chou di Taiwan sudah dikenal sebagai The King of Mandarin Pop. Karenanya, kami pun membuat konsep panggung yang mewah. Pihak promotor dan Jay Chou sendiri ingin membuat kesan pertama konser yang tak terlupakan di Jakarta," kata Sean.


Pada konser mendatang, sebanyak 7.000 tiket dipersiapkan promotor. Penjualan ribuan tiket tersebut akan dimulai secara online pada 26 Juli 2013. Penggemar Jay Chou bisa membeli melalui www.ticket.com. Kategori tiket yang dijual: Bronze (Rp 750.000), Silver (Rp 1.250.000), Gold (Rp 1.750.000), VIP (Rp 2.500.000), Diamond (Rp 3.000.000), dan VVIP (sesuai permintaan).


Di konser nanti, Chou lewat pesan videonya berjanji untuk tampil maksimal bagi seluruh penggemar di Indonesia. Chou bukan sekadar penyanyi. Ia akan unjuk kebolehan dalam memadukan konsep bernyanyi sekaligus berakting.


"Sampai bertemu di Jakarta. Aku akan memberikan kalian semua konser yang sangat spesial," lontar Chou yang juga akan menggelar turnya ke Shanghai, Beijing, Wuhan, Chengdu, Singapore, Kuala Lumpur, dan Taipei.


Ditambahkan pihak promotor, konser perdana Chou di Jakarta juga menjadi pembuktian eksistensi sang bintang di industri hiburan. Apalagi penyanyi kelahiran 18 Januari 1978 ini sering kali dijuluki artis serbabisa. Selain menyanyi, ia juga merupakan aktor, produser film, komposer, dan sutradara yang sudah memenangkan penghargaan World Music Award sebanyak empat kali.


Sementara dalam dunia akting, Chou yang genap berusia 33 tahun ini semakin mengukuhkan diri sebagai aktor Hollywood. Ia bercita-cita mengikuti jejak dua seniornya yaitu Jackie Chan dan Jet Li. Rekam jejak karier di dunia akting pun sudah membuah hasil. Pada tahun 2005, Chou turut serta membintangi film berjudul "Initial D". Dalam film tersebut Chou berperan sebagai Takumi Fujiwara. Berkat aktingnya itu, Jay Chou mendapatkan Penghargaan Pendatang Terbaru Terbaik di Golden Horse Award 42th dan juga di Hong Kong Film Award.



8:32 PM | 0 komentar | Read More

Mencari Capres yang Tidak \"Itu-Itu Saja\"...






JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2014 mendatang, akan menjadi tahun "panas"nya suhu politik Tanah Air. Pesta demokrasi lima tahunan, Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden, akan digelar. Panasnya suhu politik pun sudah mulai terasa sejak awal tahun 2013 ini. Partai politik peserta Pemilu 2014, pasti sudah menyusun strategi: melakukan konsolidasi internal dan eksternal.

Yang paling kentara, sejumlah partai politik sudah mendeklarasikan calon presiden yang akan diusungnya. Mungkin bukan curi start, tapi ingin mungkin saja, ingin terlihat sebagai partai yang tidak bingung. Sebut saja, Golkar dengan capresnya Aburizal Bakrie, dan Partai Hanura yang bahkan sangat percaya diri menyatakan akan mengusung calon internal, Wiranto-Hary Tanoesoedibjo sebagai capres dan cawapres. Padahal, hasil pemilu legislatif saja belum dikantongi. Biarkan saja, mungkin bagian dari strategi.

Tetapi, lagi-lagi publik disuguhi calon-calon muka lama. Sulit memilih, mana yang ideal menjadi pemimpin negeri, dari sejumlah nama yang muncul. Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi mengatakan, di bagian dunia mana pun tak ada calon presiden ideal, termasuk di Indonesia.

Menurutnya, yang ada adalah calon presiden yang seperti saat ini. Ia berpandangan calon pemimpin ideal hanya ada di dunia wayang dan tak berlaku di dunia nyata. Namun, Kristiadi berharap agar calon presiden nanti tidak hanya diisi dengan wajah-wajah lama. Peran media, menurutnya, penting untuk mengangkat figur-figur potensial yang memiliki gagasan hebat untuk dikenalkan kepada masyarakat dan bisa maju menjadi capres sebagai pilihan alternatif.

"Inilah dunia nyata, tidak ada calon presiden ideal. Bagaimana mengalahkan partai politik agar calon presiden tidak itu-itu saja? Ini peran media untuk mengenalkan (tokoh) ke publik," kata Kristiadi, dalam sebuah diskusi politik yang digelar di Kantor YLBHI, Jakarta, Rabu (24/7/2013).

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Very Junaidi mengatakan, Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang bersedia mewakafkan hidupnya untuk kepentingan mensejahterakan rakyat. Ditambah dengan pemimpin yang tidak menghitung untung untuk kelompok atau partainya, dan pemimpin yang begitu terpilih tidak mengalihkan sumber kesejahteraan untuk menghidupi komunitasnya serta mampu berdiri di atas semua golongan.

Menurut Very, hal ini menjadi tantangan bagi semua pihak, termasuk masyarakat. Ia yakin calon presiden di 2014 nanti bisa muncul banyak pilihan, tidak "itu-itu saja", dengan catatan ada gerakan masif dari partai politik yang menjadi peserta pemilu. Ia menjelaskan, untuk mewujudkan itu, partai politik harus berpikir untuk kepentingan Indonesia, dan tidak terkungkung dengan kepentingan partainya semata.

Partai politik, kata dia, harus mengusung calon presiden yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia, presiden untuk seluruh masyarakat, bukan presiden partai.

"Calon presiden jangan hanya pemimpin partai politik, karena ternyata pemimpin partai politik saat ini tidak mewakafkan hidupnya untuk bangsa," kata Very.

Seperti diketahui, banyak nama tokoh nasional yang mengemuka dan dikaitkan sebagai calon presiden yang akan maju di 2014 nanti. Beberapa lembaga survei seringkali memunculkan nama Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa sampai Joko Widodo.
Namun, di antara nama-nama itu, justru Wiranto yang lebih dulu mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dari Hanura dan didampingi oleh Hary Tanoesoedibjo. Lainnya, mengemuka juga nama Mahfud MD, Gita Wirjawan, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, Suryadharma Alie, sampai Rhoma Irama.

Ya, terhitung masih tokoh yang "itu-itu saja". Karena hanya ada beberapa nama yang baru muncul di kancah politik nasional. Harapan Anda?




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Honda 2014 Bisa Eksis Tahun Ini





KOMPAS.com - Vice President Honda Racing Corporation, Shuhei Nakamoto mengungkapkan kemungkinan bahwa dua pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez, bisa membalap dengan motor versi 2014, September mendatang.

Motor dengan spek mesin 2014 ini pertama diluncurkan pada uji coba di Motorland Aragon, pertengahan Juni lalu. Setelah mencoba paket baru ini dengan melakukan beberapa putaran, Pedrosa dan Marquez memutuskan untuk bertahan dengan motor sekarang.

"Kami menguji motor di Aragon. Kedua pebalap menemukan beberapa hal positif dan negatif," kata Nakamoto pada motogp.com.

"Kami sekarang membuat langkah berikutnya dan akan mengadakan uji coba setelah GP Misano (September). Jika para pebalap senang, kami akan mulai menggunakannya (motor 2014)."

Nakamoto mengaku puas dengan performa motor tahun ini dan dua pebalapnya. "Kami senang. Kedua pebalap telah melakukan pekerjaan yang bagus. Kami memimpin klasemen sementara, pebalap maupun konstruktor. Tapi jarak antara Yamaha dan kami cukup kecil.

"Kami tengah berusaha dengan sangat keras untuk memenangi kejuaraan, tidak hanya di sirkuit tapi juga di Jepang. Saya sangat senang. Saya kagum dengan Marc, dia sangat berkembang jauh lebih banyak dari yang saya harapkan.

"Pada setengah musim kedua tahun lalu, Dani sangat, sangat kuat. Dani menyukai karakteristik sirkuitnya dan mereka cocok, dia dan paket motor. Kami berharap Dani akan kuat lagi, seperti tahun lalu."




Editor : Pipit Puspita Rini















8:14 PM | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


8:07 PM | 0 komentar | Read More

Pengemis di Masjid Pondok Indah Dirazia

Written By Smart Solusion on Tuesday, July 23, 2013 | 8:38 PM





JAKARTA, KOMPAS.com - Selama Ramadhan, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau pengemis, kerap beroperasi di tempat ibadah. Di kawasan Jakarta Selatan, Masjid Pondok Indah salah satunya.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Abdurahman Anwar mengatakan, kehadiran pengemis itu dapat mengganggu khusuknya umat Islam menjalankan ibadah. Oleh karena itu, pada Selasa (23/7/2012) malam, Sudin Sosial dan Satpol PP Jakarta Selatan mengadakan razia gabungan.

"Razia dititikberatkan pada titik rawan PMKS dan tempat ibadah. Pada razia malam Rabu tempat ibadah yang menjadi sasaran razia adalah Masjid Raya pondok Indah. Berdasarkan laporan jamaah, pengemis di lingkungan masjid sudah meresahkan," ujar Abdurahman Anwar dalam pesan singkatnya, Rabu (24/7/2013).

Saat razia, tim gabungan menemukan tujuh orang pengemis di area masjid. Dalam razia tersebut, jamaah dan sekuriti masjid membantu petugas melakukan razia.

Secara keseluruhan dari hasil razia di tempat-tempat ibadah se-Jakarta Selatan pada Selasa malam, tim gabungan mengamankan 38 orang PMKS. Mereka terdiri dari 21orang pengemis, 3 orang pengamen, 2 orang pemain topeng monyet, 8 orang gelandangan, 2 orang PSK, dan 2 orang pemulung.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Tiga Berita Bahagia dari One Direction


London - Boyband asal Inggris yang tengah naik daun, One Direction, membawa tiga berita bahagia. Single perdana di album ketiga mereka, yang berjudul "Best Song Ever" resmi dirilis pada 19 Juli 2013 lalu. Tepat pukul 19.00 WIB single tersebut diputar di beberapa stasiun radio di dunia. Mereka juga mengumumkan akan melangsungkan tur keliling dunia, plus kabar tentang peluncuran film dokumenternya. 


"Best Song Ever" juga dikabarkan akan menjadi soundtrack film pertama mereka yang berjudul "This Is Us" dalam versi 3D. Hebatnya, setelah lima hari dirilis, "Best Song Ever" langsung menempati posisi nomor satu di tangga lagu iTunes.


Pada lagu "Best Song Ever", personel band ini, Niall, Louis, Harry, Liam, dan Zayn kembali menghadirkan lagu modern pop yang akan menyangkut di kepala banyak orang. Potongan lagu itu sempat muncul di trailer film "This is Us" yang diluncurkan di kanal Vevo resmi mereka. Sepenggal saja, lagu itu sudah memikat. Seperti kebanyakan lagu yang ngetop alunan chorus yang mudah didendangkan adalah sebuah keharusan, faktor ini ada di lagu "Best Song Ever". 


Terkait peluncuran "Best Song Ever" dan album ketiga pada Agustus 2013, One Direction mengaku sedang sibuk mempersiapkan tur keliling dunia. Rencananya, pada Mei 2014 mereka akan menggelar tur keliling dunia.


Sudah mudah ditebak, grup yang sedang digandrungi remaja ini akan selalu mendapat sambutan luar biasa. Seperti dilansir BBC News, tiket konser tur keliling dunia ini sudah ludes di dua negara, yakni, Inggris dan Irlandia. Padahal baru sehari dijual.


Bukan hanya tur keliling dunia, film dokumenter kehidupan personel band ini, "This Is Us" juga tak lama lagi akan beredar. Film yang akan dirilis Agustus mendatang disutradarai oleh Morgan Spurlock yang terkenal lewat film "Super Size Me" dan "30 Days". Dalam sebuah iklan berdurasi tiga menit terlihat beberapa petikan wawancara personel One Direction di tengah tur album kedua mereka.


Adapun peran sutradara Spurlock dalam kehidupan One Direction sangat berarti. Sebab pria berusia 42 tahun ini selalu mengikuti semua kegiatan lima pemuda Inggris ini, termasuk saat One Direction sukses memenangkan penghargaan di Brit Awards tahun 2013. Spurlock mengatakan film ini sebagai sebuah kesempatan dan momen yang luar biasa untuk One Direction meniti karier di dunia musik.


Senada dengan Spurlock, Simon Cowell selaku pemilik perusahaan rekaman Syco, tempat One Direction bernaung mengatakan, film "This Is Us" ini sebagai akses ke semua area, termasuk kehidupan di belakang layar/panggung. Para penggemar fanatik One Direction dijamin terpuaskan ketika melihat semua kegiatan idola mereka di belakang panggung.


Sementara itu untuk urusan album, One Direction termasuk boyband yang berhasil mencetak angka penjualan. Album "Up All Night" dan "Take Me Home" telah terjual lebih dari 30 juta buah di seluruh dunia. One Direction juga memenangakan dua BRIT Awards, tiga MTV Europe Music Awards, tiga Billboard Music awards. Hebatnya lagi pada tahun ini mereka berhasil mencapai posisi puncak untuk ketiga kalinya di Inggris lewat single "One Way or Another".



8:32 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger