Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Satpol PP: PKL Pasar Minggu Bandel, Susah Ditertibkan

Written By Smart Solusion on Monday, July 29, 2013 | 8:38 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Triyoto mengatakan, para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan itu susah ditertibkan. Untuk melakukan penertiban setiap harinya, diperlukan bantuan dari petugas Satpol PP daerah lainnya.

"Pasar Minggu ini daerah rawan, sulit untuk menertibkannya, apalagi pedagangnya bandel, sudah disediakan tempat tapi tidak mau ditempati," ujar Triyoto, saat dijumpai, Selasa (30/7/2013).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melihat masih ada PKL yang berjualan di kawasan badan jalan Pasar Minggu. Triyoto mengakui, hal itu karena ketidakawasan pihaknya.

"Satu biji keluar wajar lah, kadang juga petugas lengah. Tapi yang penting kita konsisten lah," ujar Triyoto.

Penertiban PKL ini dilaksanakan pukul 07.00-19.00 WIB. Triyoto mengakui, tindakan tegas terhadap para PKL, baru dilakukan dalam dua bulan terakhir.

"Memang sudah beberapa bulan ini dilakukan penertiban, selama itu kami diam aja menunggu dagangan kami di pinggir jalan tapi ditutupin. Kami tawarkan diam-diam ke pembeli, kami jualan kalau Satpol PP sudah enggak ada," ujar Miati, salah satu pedagang yang telah berjualan di kawasan itu selama 15 tahun.




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Kisah Mengharukan Persahabatan Gorila dan Seorang Gadis di Mr Go


Ini merupakan film pertama tentang sosok gorila di Liga Baseball. Bagaimana bisa seorang gorila dapat merumput di Liga Baseball?


Inilah yang menarik dari film yang berjudul Mr Go. Kisahnya merupakan nama seekor gorila cerdas yang bersahabat dengan seorang gadis berusia 15 tahun. Kisah yang mengharukan ditunjukkan plot dari drama keluarga tersebut.


Kisahnya bermula saat seorang gadis ditinggal sendiri dengan seekor gorila. Sang kakek rupanya merupakan salah satu rombongan sirkus yang memiliki seekor gorila.


Sebelum pergi, sang kakek rupanya mengajarkan permainan baseball kepada gorila miliknya. Seorang agen baseball dari Korea Selatan kemudian melihat kemampuan sang gorila yang luar biasa dan mengontrak Ling Ling, nama gorila tersebut untuk bermain di liga baseball yang sedang digandrungi masyarakat di Korea Selatan.


Dengan cepat, Ling Ling mendapatkan perhatian dan menjadi seekor gorila superstar. Tim baseball lawan rupanya tidak mau kalah. Mereka pun melatih seekor gorila lainnya.


Lantas apa yang akan terjadi? Tentu saja jawabannya ada dalam film Mr Go yang dapat disaksikan di bioskop jaringan Blitz Megaplex.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

150 Ribu Aparat Disebar di Jalur Mudik






JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 150 ribu aparat gabungan akan mengamankan pelaksanaan mudik Lebaran yang diperkirakan jatuh pada 8 Agustus 2013. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik jalur mudik dan sejumlah objek vital.

Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Pol Nanan Sukarna mengatakan, aparat gabungan ini terdiri dari beberapa unsur seperti Polri, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja. Hal ini bagian dari Operasi Ketupat 2013 yang akan dimulai sejak H-7 hingga H+7 ebaLran.

"Saya berharap agar seluruh stakeholder dapat bekerja sama, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat ini dapat berjalan lancar," kata Nanan, saat memberikan sambutan dalam apel gelar pasukan persiapan Operasi Ketupat 2013, di Lapangan Silang Monas, Jakart, Selasa (30/7/2013).

Nanan juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaannya. Sebab, kata dia, menjelang dan saat Lebaran aksi kriminalitas kerap terjadi. Tindak kejahatan tidak hanya terjadi terhadap para pemudik yang melakukan perjalanan, melainkan juga terhadap rumah-rumah yang ditinggalkan oleh warga yang pulang mudik.

"Nantinya, setiap personel yang bertugas harus bisa melakukan upaya deteksi dini secara tepat dan akurat terhadap setiap gangguan kamtibmas," ujarnya.

Nanan menambahkan, setiap personel juga diwajibkan membangun komunikasi yang baik dengan petugas keamanan lingkungan tempatnya bertugas. Sehingga, pelaksanaan deteksi dini tersebut akan berjalan lebih optimal.




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Siman Sudartawa di Posisi 24





BARCELONA, KOMPAS.com — Perenang putra Indonesia, Gde Siman Sudartawa, gagal lolos ke semifinal nomor 100 meter gaya punggung di Kejuaraan Dunia Renang di Barcelona, Senin (29/7/2013).

Dalam babak kualifikasi yang berlangsung di Palau Saint Jordi, Senin pagi waktu setempat, Siman mencatat waktu 55.55 detik. Siman menduduki posisi 24 dari 53 peserta.

Ini sebenarnya merupakan catatan waktu terbaik Siman untuk perlombaan kualifikasi yang berlangsung pagi hari. Menurut pelatih Albert C Sutanto yang mendampingi para atlet di Spanyol, catatan waktu terbaik Siman pada lomba pagi hari adalah 56.25 detik yang dicatat di Universiade di Kazan, Rusia, pekan lalu.

Albert optimistis Siman yang dipersiapkan untuk SEA Games Myanmar, Desember mendatang, akan mampu memecahkan rekor sendiri bila bertanding pada pagi hari.

Di nomor 100 meter gaya punggung ini, dua atlet renang Jepang, Irie Ryosuke dan hagino Kosuke, berhasil lolos ke babak semifinal.

Di nomor tersebut, rekor dunia masih dipegang perenang AS, Aaron Peirsol, dengan 51.94 detik. Sementara rekor kejuaraan dunia juga atas nama Peirsol dengan torehan waktu 52.19 detik yang diciptakan di Roma pada 2009.




Editor : Tjahjo Sasongko















8:14 PM | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


8:07 PM | 0 komentar | Read More

MRT dan Monorel Jalan, Jokowi Baru Bangun Enam Ruas Tol Dalam Kota

Written By Smart Solusion on Sunday, July 28, 2013 | 8:38 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta memastikan tetap membangun megaproyek enam ruas tol dalam kota. Direktur Utama PT Jakarta Tollroad Development Frans Sunito mengatakan, sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, pelaksanaan pembangunan enam ruas tol akan dilaksanakan seusai megaproyek transportasi massal berbasis rel, Mass Rapid Transit (MRT) dan Monorel dimulai.

"Pak Gubernur sudah bilang MRT dan Monorel jalan dulu. Setelah dua proyek itu dimulai, Insya Allah-lah kita jalan," kata Frans, saat ditemui di Balaikota Jakarta, Senin (29/7/2013).

Frans menjelaskan kalau megaproyek senilai Rp 42 triliun itu telah dikomunikasikan dengan Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto. Artinya, kata dia, pembangunan enam ruas tol dalam kota tak ada hambatan lagi.

Selain itu, Frans juga menjelaskan kalau proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2012-2017.

"Mestinya sih sudah masuk RPJMD ya. Karena proyek ini juga sudah ditetapkan Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) nya," kata Frans.

Pembangunan megaproyek ini pun tak sedikit mendapat kecaman dari berbagai pihak karena ditengarai akan merusak tata kota Jakarta. Jokowi pun telah menggelar public hearing proyek itu dengan mengundang Wakil Menteri PU Hermanto Dardak, para akademisi, dan pengamat perkotaan. Saat kampanye dan masih menjadi Calon Gubernur DKI, Jokowi menentang keras pembangunan enam ruas tol tersebut.

Megaproyek yang telah digagas sejak masa kepemimpinan Mantan Gubernur DKI Sutiyoso, dibagi dalam empat tahap yang rencananya selesai pada 2022. Pada tahap pertama akan dibangun ruas Semanan-Sunter sepanjang 20,23 kilometer dengan nilai investasi Rp 9,76 triliun dan Koridor Sunter-Pulo Gebang sepanjang 9,44 kilometer senilai Rp 7,37 triliun.

Pada tahap kedua, dilakukan pembangunan ruas Tol Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 12,65 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,60 kilometer senilai Rp 6,95 triliun. Tahap ketiga meliputi pembangunan ruas tol koridor Ulujami-Tanah Abang dengan panjang 8,70 kilometer dan nilai investasi Rp 4,25 triliun.

Pada tahap terakhir akan dibangun ruas tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,15 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun. Total panjang ruas enam tol dalam kota adalah sepanjang 69,77 kilometer. Jika sudah selesai, keenam ruas tol itu akan menjadi satu dengan tol lingkar luar milik PT JTD, tetapi tarifnya akan terpisah dari tol lingkar luar.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Rossa Masih Malu Bicara Masalah Kekasih


Jakarta - Penyanyi cantik Rossa rupanya masih tertutup masalah pendamping. Bagi Rossa, hubungan spesialnya dengan lawan jenis saat ini bukan menjadi konsumsi media. Ia pun enggan menceritakan lebih jauh, apakah lelaki terdekatnya saat ini akan dibawa ke kampung halamannya di Sumedang, untuk diperkenalkan dengan keluarga, saat Lebaran nanti.


"Apaan sih, memangnya aku ini anak 17 tahun. Yang jelas masih terus diusahakan," ujarnya sambil tersenyum saat ditemui khusus Beritasatu.com, Sabtu (27/7) di mal @Alam Sutera.


Meski masih merahasiakan identitas lelaki terdekatnya, namun Rossa menegaskan, jika keluarganya tak ingin terlalu ikut campur urusan pribadinya, namun dengan syarat yang tak bisa ditawar lagi.


"Kalau keluarga yang penting seiman, mau mengerti kondisi aku apalagi aku sudah punya anak. Kalau anakku sih asik-asik saja ya, bisa akrab sama semua orang," ujarnya.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Bisnis di Lapas Cipinang yang Pernah Diungkap Rahardi Ramelan






KOMPAS.com
 — Nama gembong narkoba Freddy Budiman kembali menjadi perhatian. Terpidana mati itu diduga mendapatkan fasilitas khusus selama mendekam di Lapas Narkotika Cipinang. Wanita yang mengaku sebagai teman dekatnya, Vanny Rossyanne, mengungkapkan, ada ruangan khusus yang digunakannya di Lapas bersama Freddy. Pengakuan Vanny ini pun mengakibatkan dicopotnya Kepala Lapas Narkotika, Thurman Hutapea.

Tak hanya seputar hubungannya dengan Freddy, Vanny juga menyebutkan, Freddy masih mengendalikan bisnisnya dari dalam Lapas. Tahun 2012 lalu, Freddy diketahui mendatangkan pil ekstasi dalam jumlah besar dari China. Ia masih bisa mengorganisasi penyelundupan 1.412.475 pil ekstasi dari China dan 400.000 ekstasi dari Belanda.

Dugaan bisnis yang dijalankan dari balik penjara mengingatkan pada kisah yang pernah diungkapkan oleh mantan narapidana kasus dana Bulog, Rahardi Ramelan, yang pernah mendekam di Lapas Cipinang. Pada tahun 2008 lalu, ia meluncurkan buku Cipinang Desa Tertinggal. Bisnis yang diungkapkan Rahardi dalam buku itu memang bukan bisnis besar seperti yang dioperasikan Freddy.


Tulisan ini juga pernah dimuat di Kompas.com pada Agustus 2008.

***

DJ seorang narapidana yang sudah lama menjadi Palkam (Kepala Kamar), menguasai perdagangan minyak tanah dan air minum, dan konon omset yang didapat sampai 15 juta setiap hari.


Selama dua tahun di LP Cipinang, selain menghidupi 2 orang istri dengan 5 orang anak, ia dapat membantu membiayai pembuatan rumah keluarganya di desa.


Diperkirakan seluruh omset perdagangan di LP Cipinang bisa mencapai Rp 100 juta setiap hari. Bisnis terbesar adalah penjualan rokok, karena bukan hanya melayani narapidana melainkan juga petugas dan pejabat.


Itulah cuplikan kisah yang dituangkan mantan narapidana kasus dana Bulog, Rahardi Ramelan dalam bukunya Cipinang Desa Tertinggal.


Mantan Kepala Bulog itu mengatakan, ia memang mengibaratkan Lapas Cipinang bak desa tertinggal. Mengapa?

"Ya karena di dalamnya enggak ada pendidikan, enggak ada apa-apalah, persis kaya desa tertinggal," kata Rahardi, Rabu (20/8/2008).


Kisah dalam buku setebal 190 halaman itu merupakan kisah pengalamannya saat menjalani masa hukuman sejak Agustus 2005 hingga September 2006. "Selama di LP saya malah gemuk, tambah berat 4 kilo karena enggak mikir apa-apa," lanjut dia.


Salah satu kisah yang cukup menarik diutarakannya adalah soal bisnis yang ada di dalam Lapas di bilangan Jakarta Timur itu. Deskripsi yang digambarkan Rahardi, hampir di semua blok hunian Lapas Cipinang yang lama terdapat berbagai warung yang menyediakan segala keperluan hidup layaknya sebuah supermarket.


Berbagai barang yang disediakan mulai dari makanan siap saji, mi instan, kopi, beras, dan terigu. Bahkan, sayuran segar dan kebutuhan seperti sikat gigi, sandal jepit, dan obat-obatan pun lengkap tersedia. Warung-warung ini tumbuh subur karena makanan napi yang disediakan Lapas dinilai kurang standar.

"Kualitas dan rasanya sangat menjemukan, tidak ada rasa selain asin," demikian tulis Rahardi.


Sewaktu Lapas baru mulai dioperasikan, kondisinya tak jauh berbeda. Di Lapas baru, tidak diizinkan memasak di kamar, walaupun kenyataannya masih banyak dapur yang beroperasi di sana. Terdapat tak kurang 10 warung dan kios yang menjajakan berbagai makanan, seperti warung sate, ikan bakar, warteg, sayuran, sampai ke kios reparasi ponsel.


Selain bisnis warung, Rahardi juga mengisahkan bagaimana para penjenguk dipungut uang (meskipun jumlahnya seikhlasnya) saat akan menjenguk kerabatnya yang ditahan. Yang ini, tentunya menjadi bisnis dari para petugas Lapas.

"Sudah waktunya kita untuk berterus terang mengenai keadaan di LP maupun instansi pemerintah lainnya. Jangan selalu oknum yang dipersalahkan. Sistem kita yang telah menciptakan keadaan demikian. Diperlukan penyelesaian yang menyeluruh termasuk kesejahteraan pegawai," demikian Rahardi. Saat ditanya apakah ia tak gentar mengungkap praktik-praktik yang berlangsung di Lapas, Ketua Persatuan Narapidana Indonesia ini hanya tertawa. "Enggaklah, kenapa harus takut. Saya kan hanya menulis apa yang saya ketahui, apa yang saya alami selama saya di penjara," katanya singkat.

Bisnis pulsa

Selain warung makanan dan segala kebutuhan sehari-hari, salah satu bisnis yang marak dan dijadikan sebagai cara transfer uang oleh narapidana adalah jual beli pulsa. Bagaimana bisa?

Keluarga atau kerabat menggunakan cara mentransfer sejumlah pulsa ke nomor ponsel sang napi. Pulsa yang telah ditransfer ini kemudian dijual kepada napi lainnya. Demi mendapatkan uang tunai dengan cara cepat, sering kali pulsa yang dijual jauh lebih murah dibanding harga pasaran.

Pulsa dengan nilai Rp 100 ribu dijual dengan harga Rp 80 ribu, dan pada waktu-waktu tertentu bisa turun sampai Rp 75 ribu. "Setiap pagi dan sore, saya mendengar ada teriakan 'simpati, emtri, eksel cepe'. Teriakan ini bukan hanya satu kali tetapi beberapa kali dan dilakukan beberapa orang. Rupanya, mereka ini penjaja pulsa yang berkeliling menelusuri lorong-lorong LP di blok hunian, seperti halnya pedagang sate keliling menawarkan satenya di sekitar kawasan hunian," demikian tulis Rahardi.

Mereka yang biasa menjajakan pulsa ini kebanyakan "anak bawah", kasta terendah di antara para napi. "Anak bawah" jarang dikunjungi keluarga dan tak memberikan kontribusi keuangan bagi keperluan kamar. Pembeli utama dari pulsa ini adalah petugas dan pejabat beserta keluarganya.

Maraknya perdagangan pulsa bukan karena tingginya tingkat pemakaian ponsel di penjara, melainkan karena para narapidana terdesak kebutuhan finansial sehari-harinya. Paling tidak, mereka harus menyediakan biaya untuk uang kamar, uang makan, membeli air, rokok, dan lain-lain. Belum lagi untuk pungutan yang kerap terjadi.

Sebagian dari para napi menggantungkan pemenuhan finansialnya dari keluarga yang berkunjung. Mentransfer uang melalui pulsa dinilai paling aman dari berbagai "sunatan". Bayangkan, jika langsung memberikan uang tunai saat berkunjung, mungkin tak ada separuhnya yang sampai ke napi.





Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Phelps Cedera Kaki Saat Bermain Golf





BARCELONA, Kompas.com - Legenda renang AS, Michael Phelps menyaksikan kejuaraan dunia renang di Barcelona dengan kaki cedera saat bermain golf.

"Cuma retak tulang, tak ada hal yang buruk," kata Phelps yang telah memastikan pensiun usai Olimpiade London, Agustus 2012 lalu. "Ternyata benar ucapan yang mengatakan kita bisa cedera saat bermain golf sekali pun."

Namun  Phelps tidak mengungkapkan di mana dan bagaimana ia mengalami cedera tersebut.

Phelps, perenang kelahiran Baltimore mengundurkan diri setelah merebut 18 medali emas Olimpiade dan 26 gelar juara di kejuaraan dunia sepanjang karirnya yang gemilang.

Ia mengaku canggung datang ke arena kejuaraan renang hanya sebagai penonton.  Memang ada perasaan aneh berada di sisi ini," kata Phelps. "Ini kali pertama saya bertemu insan renang sejak saya pensiun. Saya tidak tahu bagaimana reaksi saya karena sekarang semuanya akan berbeda."




Editor : Tjahjo Sasongko















8:14 PM | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


8:07 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger