Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Gading Sering Diledek Sahabat Soal Pilihan Tempat Pernikahan

Written By Smart Solusion on Friday, September 6, 2013 | 8:32 PM


Jakarta - Keputusan artis dan presenter Gading Marten memilih Tritha Luhur dikawasan Uluwatu, Bali sebagai tempat pemberkatan pernikahan dan resepsinya ternyata membuat Gading diledek oleh sahabatnya Tompi.


Pasalnya tempat pernikahan tersebut ternyata digunakan Glenn Fredly dan Dewi Sandra saat menikah dahulu. Hal itu diungkapkan Gading saat fitting baju pernikahan di Brutus Rumah Mode, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/9).


"Gue sempet diledek sama Tompi. Dia bilang udah tiga artis yang nikah disana tapi pernikahannya cerai dan kini jadi duda, kenapa lu masih mau nikah disana," kata Gading menirukan ucapan Tompi.


Seperti diketahui, beberapa artis seperti Mike Lewis - Tamara Blezenky dan Glenn Fredly sempat merasakan menikah di tempat yang akan dijadikan tempat acara pernikahan Gading Marten dan Giselle. Menanggapi ucapan tersebut Gading mengaku santai.


"Itu mah becandaa anak-anak saja. Biasalah namanya juga becanda. Minimal bisa ngendurin otot-otot yang tegang jelang nikahan," ujarnya santai.


Buat Gading, Giselle dianggap sebagai wanita terakhir dalam hidupnya yang akan selalu dihatinya. Makanya Gading tidak mempercayai mitos dan candaan temannya yang mengatakan bila menikah di Uluwatu, Bali akan berakhir dengan perceraian.


"Saya yakin sama pasangan saya. Saya berharap semoga bisa langgeng seumur hidup dengan dia (Giselle)," terangnya.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Panda Nababan: Orang Sumut Suka Fenomena Jokowi






JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi senior dan juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Sumatera Utara Panda Nababan angkat bicara soal "Jokowi effect" yang belakangan ini terjadi. Menurut Panda, fenomena Jokowi ini telah merasuki warga di Sumatera Utara, sehingga mereka pun mendukung Jokowi maju sebagai calon Presiden.

"Kalau dari Sumut, ya Jokowi. Mereka melihat fenomena ada satu tokoh yang baru untuk capres. Ini aspirasi dari bawah," ujar Panda di sela-sela acara rapat kerja nasional (rakernas) III PDI Perjuangan, Jumat (6/9/2013) malam.

Panda mengaku selain akan menyampaikan aspirasi dari bawah itu kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, pihaknya juga meminta momentum penetapan capres tidak mendadak. "Lebih baik tidak di saat injury time, jauh sebelum pileg," ucap Panda.

Panda meminta agar PDI Perjuangan tidak menerapkan kebiasannya dalam Pilkada di mana penetapan kandidat bupati atau gubernur selalu dilakukan menjelang akhir masa pendaftaran. "Jangan diulang kebiasan begitu untuk pilpres," katanya.

Dukungan terhadap Jokowi juga disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Banten Ribka Tjiptaning. Ribka mengaku menangkap sinyal-sinyal positif dari Megawati saat mempercayakan Jokowi membacakan pidato Bung Karno tahun 1966 yang berjudul "Dedication of Life".

"Saya lihatnya itu sinyal dari Ibu. Saya bisa rasakan itu, susah diungkap kata-kata saat Jokowi membaca pidato. Dapet banget," ungkap Ribka.

Ketua Komisi IX DPR ini pun menyebutkan lapisan masyarakat di Banten kerap datang kepadanya untuk menyampaikan pesan kepada Megawati terkait sosok capres yang diinginkan. "Mereka mintanya ya pak Jokowi, tolong disampaikan ke bu Mega," tutur Ribka.

Sinyak dari Mega

Sosok Jokowi mengundang perhatian tersendiri dalam perhelatan rakernas III PDI Perjuangan yang akan berlangsung 6-8 September di Ancol, Jakarta. Jokowi yang disebut sebagai kandidat kuat calon presiden dari partai berhaluan nasionalis ini mendapat sambutan cukup meriah dari para pengurus PDI Perjuangan yang hadir dalam rapat itu.

Jokowi bahkan hadir ke rapat tersebut menumpang satu mobil yang sama dengan Megawati. Sebelum pidato Megawati dibacakan, Jokowi tampil lebih dulu membacakan pidato Bung Karno berjudul "Dedication of Life".

Pidato itu memiliki makna mendalam tentang pengabdian kepada bangsa. Mega memuji penampilan Jokowi yang bisa menyerap semangat Bung Karno dalam pidato itu. "Saya ajak untuk merenung sejenak, bagaimana nasib Bung Karno. Nah makanya, tadi saya rasa pak Jokowi mendapatkan getaran itu," puji Megawati.




Editor : Erlangga Djumena


















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Li Na Merasa Seperti Bermain di Stadion Sepakbola





NEW YORK, Kompas.com - Petenis China, Li Na mengaku dirinya merasa "kecil" saat menghadapi juara bertahan Serena Williams di semifinal AS Terbuka (US Open), Jumat (Sabtu WIB).

Li Na yang merupakan juara turnamen grand slam Perancis Terbuka pada 2011 lalu, kalah mudah 0-6, 3-6. Ini merupakan  kekalahan kesembilan LI Na dalam sepuluh pertemuan dengan Serena.
 
Ia mengakui rekor pertemuannya yang buruk dengan Serena memang menghantuinya saat bertemu di stadion Arthur Ashe di babak semifinal."Seharusnya saya tidak gugup karena ini bukan pertandingan semifinal saya yang pertama," kata pemain yang telah berusia 31 tahun ini.

"Namun saat saya masuk lapangan, saya merasa lapangan tiba-tiba begitu besar. Saya merasa masuk ke sebuah stadion sepakbola. Sementara Serena mungkin merasa masuk stadion tenis meja.  Saya tiba-tiba merasa gugup dan tampaknya kami harus mencari jalan keluar," kata Li na lagi.

Ini memang merupakan semifinal AS Terbuka pertama buat Li Na.  "Masalah saya hari ini bukan pada lawan saya," ungkap Li Na.  "Masalah ada pada diri saya sendiri. Saya terlalu gugup dan mungkin akan bersikap sama bahkan bila menghadapi petenis peringkat 100."




Editor : Tjahjo Sasongko















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

Gerindra Peringatkan PDI-P dan Jokowi soal Kontrak Politik

Written By Smart Solusion on Thursday, September 5, 2013 | 8:17 PM






JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Gerindra memperingatkan PDI Perjuangan soal kontrak politiknya. PDI-P dinilai memiliki dua kontrak politik bersama Partai Gerindra.

Kontrak pertama yakni terkait koalisi Pemilu 2014 dan kontrak kedua yakni janji Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang juga kader PDI Perjuangan untuk menuntaskan masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Meski demikian, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengaku tak bermaksud menjegal langkah Jokowi maju sebagai salah satu kandidat capres.

“Kalau itu (capres) urusan Jokowi dan PDI Perjuangan. Kami hanya mengingatkan janji kepemimpinan harus konsisten. Kontrak politik Jokowi harus menuntaskan tugas sebagai gubernur menuntaskan Jakarta,” ujar Suhardi saat dihubungi wartawan, Kamis (5/9/2013) malam.

Sementara itu, terkait kontrak politik dengan PDI Perjuangan yang dibuat pada Pemilu 2009 lalu, Suhardi mengatakan hal itu menjadi urusan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Biar mereka yang bicara. Tapi yang pasti partai ini bulat mendukung Prabowo dan berharap mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat termsuk PDI Perjuangan,” ucap Suhardi.



Pada Pemilu 2009, PDI-P dan Partai Gerindra berkoalisi untuk mencukupi syarat mengajukan pasangan capres dan cawapres. Pasangan capres yang diajukan yakni Megawati-Prabowo. Santer dikabarkan bahwa kedua partai itu membuat kontrak politik terkait pemilu 2014, bahwa PDI Perjuangan akan mendukung Prabowo sebagai capres.

Kontrak politik saat itu dilakukan di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar. Hadir sejumlah petinggi kedua partai. Dari PDI Perjuangan yakni Megawati, Pramono Anung, dan Puan Maharani. Sementara dari Partai Gerindra hadir Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, Fadli Zon, dan Martin Hutabarat.

Namun, terkait soal kontrak politik itu, Suhardi membantah partainya mencoba memanas-manasi PDI-P menjelang perhelatan akbar 2014 nanti.

“Kami tidak merasa memanasi. Itu hal yang biasa dalam berpendapat. Hubungan kami sejak dahulu baik sampai sekarang. Kami ketemu ketika acara Pak Taufik Kiemas di Tengku Umar,” imbuhnya.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menampik bahwa partainya terlibat perjanjian untuk mendukung Prabowo dalam Pemilu 2014.

“Saya lima tahun lalu sudah jadi Ketua DPP bidang Politik. Tidak ada perjanjian (dukungan 2014). Hanya ada perjanjian karena suara PDI-P dan Gerindra kurang jadi bersepakat untuk koalisi dan menetapkan bu mega sebagai capres dalam Pilpres 2009 lalu, itu saja,” papar Tjahjo.

Tjahjo pun menyindir bahwa Partai Gerindra tengah mendikte gerak partainya. Ia menilai hal itu tidak etis. Pengusungan capres, lanjutnya, adalah menjadi hak penuh bagi PDI Perjuangan, bukan partai lain.




Editor : Caroline Damanik







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











8:17 PM | 0 komentar | Read More

Sabulussalam-Samosir, Jarak Terpanjang Tim Jelajah Sepeda





ACEH SELATAN, KOMPAS.com - Peserta Jelajah Sepeda Sabang-Padang bersama Kompas dan PGN akan menempuh jarak terpanjang, pada etape ketujuh, yaitu 176 kilometer dari Subulussalam ke Samosir, Jumat (6/9/2013). Tak hanya jarak yang jauh, mereka juga akan menghadapi medan yang lebih berat dibanding enam etape sebelumnya.

"Ini jalur yang paling panjang dan paling berat dibanding etape sebelumnya," kata Road captain Marta Mufreni.

Mereka akan melewati jalan yang terus menanjak dan mencapai ketinggian di atas 1000 meter dari permukaan laut (mdpl). Jalur yang dilalui di antaranya, Sidikalang, Tele, menuju Danau Toba, kemudian Tuk-tuk Samosir. Mereka diperkirakan tiba di Samosir pada malam hari.

"Saya belum pernah lewat rute ini. Itu jadi mengasyikkan," ujar Cucu Eman Haryanto, peserta dari Cimahi.

Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti mengatakan, peserta akan menjajal jalan aspal yang mulus hingga perbatasan dengan Sumatera Utara. Jalur yang dilalui berliku dan terdapat jurang di sebelah kanannya. "Hati-hati nanti karena jalan berliku, jurang menantang di bawah," katanya.

Subulussalam di Aceh Selatan ini merupakan kota yang baru dibentuk pada Januari 2007. Kota ini berada di antara perkebunan sawit dan hutan yang lebat.

Jelajah Sepeda yang diikuti 45 perserta dari seluruh Indonesia ini akan berakhir di Padang, Sumatera Barat pada 13 September 2013.




Editor : Pipit Puspita Rini















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

Didatangi Polisi, Eksekusi Rumah Tak Ber-IMB Batal

Written By Smart Solusion on Wednesday, September 4, 2013 | 8:38 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Barat melakukan eksekusi bangunan di Jalan KS Tubun Raya No 8 RT 03/RW 05, Slipi, Jakarta Barat batal dilakukan. Penyebabnya, petugas Sudin P2B sempat digelandang  ke Mapolres Metro Jakarta Barat oleh empat polisi tersebut.


Kepala Seksi Penertiban Sudin P2B Jakarta Barat, Dayat, menyatakan, sempat terjadi salah paham sehingga petugas Sudin P2B yang ada di lokasi dibawa petugas dari Mapolres Metro Jakarta Barat. Hal itu karena polisi mengira, petugas dari P2B melakukan eksekusi tanpa izin pemilik rumah.


"Itu hanya kekeliruan saja, semuanya sudah beres. Pihak pemilik bangunan berniat mengurus perizinannya," kata Dayat kepada wartawan, Rabu (4/8/2013).


Namun Dayat menolak memberitahu mengenai identitas pemilik rumah tersebut. Sedianya, eksekusi terhadap rumah tiga lantai tersebut lantaran tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 


Sementara itu, Kepala Seksi P2B Kecamatan Palmerah, Bonar Ambarita, menegaskan, eksekusi sudah sesuai prosedur, termasuk di antaranya memberitahukan kepada pemilik rumah.


Pihaknya telah memberi peringatan sejak empat bulan lalu agar pemilik rumah membongkar sendiri bagian rumah yang melanggar aspek Garis Pandang Bangunan (GPB) itu. "Karena pemilik bangunan tak juga membongkar sendiri, kami yang membongkar," ujarnya.


Pihaknya, lanjut Bonar, juga sudah memberitahukan agar pemilik rumah tidak melanjutkan pembangunan rumah. Namun sampai saat ini, proses pembangunan bangunan tiga lantai yang masih berupa rangka pondasi baja itu tetap saja dilanjutkan.


Selain itu saat akan dilakukan eksekusi, lanjut Bonar, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polsek Metro Palmerah. "Dan pengamanan ada lima personel polisi dari Polsek Palmerah," ungkapnya.


Sementara itu, Kapolsek Metro Palmerah Komisaris Slamet mengatakan, eksekusi yang dilakukan petugas P2B sudah sesuai prosedur. Dia tidak mengetahui pasti kenapa ada empat anggota Polres yang datang ke lokasi.


"Kita hanya diminta bantuan pengamanan dan kami melaksanakannya. Ada lima orang yang diterjunkan ke lokasi. Terkait urusan itu rumah siapa kita tidak tahu," kata Slamet.


Kapolres Tak Mengetahui


Saat mengklarifikasi adanya insiden tersebut, Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Fadhil Imran mengaku tak mengetahui atas perintah siapa keempat bawahannya itu bergerak. Untuk itu, dia berjanji akan menegur anggota tersebut.


Dia juga menegaskan, Polres Metro Jakarta Barat tidak ada niat menghalang-halangi eksekusi yang dilakukan petugas Sudin P2B. Jika sesuai prosedur, eksekusi harus didukung. "Mereka datang ke lokasi atas perintah siapa? Kalau semua sudah melalui prosedur dan aturan main yang ada, silakan jalan terus," tegasnya kepada para wartawan.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian apakah eksekusi bangunan rumah tersebut akan dilanjutkan atau tidak oleh Sudin P2B Jakarta Barat.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Calon Suami Zaskia Gotik Menghilang


Jakarta - Beberapa wanita bermunculan mengaku pernah menjadi korban penipuan asmara kabar calon suami Zaskia Gotik, Vicky Prasetyo. Bahkan istri Vicky, Rama, mengaku masih menjalin pernikahan yang sah dan sudah memiliki tiga anak dengan Vicky.


Kini, keberadaan Vicky tak diketahui. Sosoknya bagai hilang ditelan bumi. Bahkan orang tua Zaskia sudah sempat mencari ke apartemen sang calon menantu tapi kosong. Hal ini diungkapkan Sosi, ayahanda Zaskia saat ditemui di kediamannya di Cikarang Utara, Bekasi, Rabu (4/9) malam.


"Tadi sih adiknya Zaskia ke apartemennya tapi nggak ada. Kosong apartemennya," ungkap Sosi.


Sosi berharap Vicky punya itikad baik untuk segera mengklarifikasi berita tak sedap yang beredar. Ia ingin Vicky secara jantan bertanggung jawab.


"Seumpamanya benar, Vicky bisa gentle mengaku. Pengennya begitu, kalau mengaku ya bagus," lkata Sosi.


Menurut Sosi, Vicky mengaku kepada keluarga Zaskia ia merupakan duda dengan dua anak. Namun belakangan istri sah Vicky, Rama Nuraini muncul ke hadapan publik dan mengaku kalau ia masih istri sah Vicky yang mempunyai nama asli Hendrianto itu.


Walau begitu, Sosi tetap akan memberikan restu kepada Vicky bila memang nantinya Zaskia masih berniat serius dengan pria berusia 29 tahun itu. "Saya pasrahkan semuanya sama Neng (panggilan akrab Zaskia), kan Neng yang ngejalanin. Keluarga hanya bisa kasih support dan doa saja," tuturnya.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Victoria Azarenka Bersaing dengan Para Senior di Semifinal US Open





NEW YORK, KOMPAS.com - Victoria Azarenka melengkapi empat petenis yang akan berlaga di semifinal US Open (AS Terbuka). Petenis Belarusia ini melaju setelah mengalahkan Daniela Hantuchova dengan 6-2, 6-3, Rabu (4/9/2013) malam waktu setempat atau Kamis pagi WIB.

Azarenka langsung tampil dengan permainan terbaik. Dia tak ingin mengulang kesalahan yang sama saat kehilangan set pertama ketika menghadapi Ana Ivanovic, di babak keempat. Petenis nomor dua dunia tersebut hanya butuh satu jam 16 menit untuk memenangi pertandingan ini.

"Angin cukup menyulitkan, dan Daniela adalah pemain yang tidak memberi kesempatan lawan berkembang, jadi kamu harus mencoba melakukannya dengan satu atau dua pukulan di awal," tutur Azarenka seputar pertandingan.

"Tak banyak reli pada pertandingan ini, yang membuat sulit untuk mengembangkan permainan. Tetapi, saya merasa cukup bagus pada momen-momen penting. Saya menaikkan level saya pada saat diperlukan, yang jadi kunci kemenangan saya."

Di semifinal, Azarenka akan bertemu Flavia Penneta, yang lolos ke babak ini dengan menundukkan sesama Italia, Roberta Vinci. Azarenka dan Pennetta sudah pernah bertemu dua kali dengan rekor 1-1.

Dibandingkan tiga semifinalis lainnya, Azarenka merupakan yang termuda. Usianya masih 24 tahun, sementara Penneta 31 tahun enam bulan. Semifinalis lainnya adalah Serena Williams dan Li Na, dua pemain yang juga sudah berusia di atas 30 tahun.




Editor : Pipit Puspita Rini















8:14 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger