Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Penyiksa Penjual Kopi Nyaris Ditembak

Written By Smart Solusion on Monday, September 16, 2013 | 8:38 PM





JAKARTA, KOMPAS.com- Satu dari dua pelaku penyiksaan seorang wanita penjual kopi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ditangkap di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (16/9/2013) malam. Pelaku berinisial H sempat melakukan perlawanan dan hampir ditembak oleh Tim Pemburu Preman Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.

"Sempat melawan dan hampir kita tembak, tapi tidak jadi karena kita bisa atasi," kata Kepala Unit Kriminal Umum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Polisi Martson Marbun saat dihubungi, Selasa (17/9/2013).


Saat ditangkap, H sedang dalam perjalanan dan sudah masuk kawasan Bandara. Namun, tidak disebutkan apa tujuan H ke bandara tersebut.


Saat ini, lanjut Marbun, H telah dijebloskan ke ruang tahanan Polres Metro Jakarta Barat, menemani rekannya berinisial F yang telah diringkus lebih dahulu. Minggu (15/8/2013) kemarin. Saat ini, kepolisian masih memburu satu pelaku lagi berinisial S yang masih buron.


"Tapi mereka (F dan H) kita tempatkan dalam sel berbeda," ujar Marbun.


Seorang wanita pedagang kopi asongan, H (47), disekap dan disiksa di sebuah bedeng yang terletak di pinggir Jalan Jakarta-Tangerang, tak jauh dari pintu tol Kebon Jeruk 2, tepat di samping apartemen Kedoya Elok, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sejak Jumat (13/9/2013) sore hingga Minggu (15/9/2013).


Peristiwa tersebut dialaminya setelah tidak mau memberi uang sebesar Rp 100.000, kepada orang yang memerasnya.





Editor : Ana Shofiana Syatiri
















8:38 PM | 0 komentar | Read More

The Family, Kisah Keluarga yang Pensiun dari Dunia Mafia


Apa yang terjadi pada seorang mafia ketika saatnya untuk pensiun? Terlebih Ia pernah menjebloskan gembong mafia lain ke penjara. Mungkin program perlindungan saksi merupakan pilhan paling tepat. Kembali memerankan sosok mafia, Robert De Niro sebagai aktor utama yang dengan apik berhasil memerankan karakter Fred Manzoni yang beringas dan tak mampu diajak kompromi jika sudah habis kesabarannya.


The Family atau juga disebut 'Malavita' bercerita tentang kisah sebuah keluarga dari bos mafia yang harus menyesuaikan kehidupannya sebagai keluarga pada umumnya yang jauh dar tindak-tanduk kejahatan. Fred Manzoni (Robert De Niro) sang bos Mafia kelas kakap berhasil menguasai seantero sudut kota di AS, wajar jika Ia mempunyai musuh lama yang sampai saat ini dendam kepadanya dan keluarganya.


Pada suatu ketika, keluarga ini memutuskan untuk hidup normal seperti laiknya sebuah keluarga, akhirnya sang bos mafia tersebut bertobat dan hendak melaporkan semua kejahatannya beserta semua kelompok mafianya. Merasa dikhianati, teman lama Manzoni hendak membunuh semua keluarga termasuk sang bos mafia. CIA pun turun tangan, sebagai saksi yang melaporkan semua peta kejahatan di Amerika Serikat, Manzoni mendapatkan program perlindungan saksi. Ia dan keluarganya harus dipindahkan ke Normandy, sebuah kota sepi di Perancis dan diawasi
gerak-geriknya oleh agen CIA, Stanfield yang diperankan oleh Tommy Lee Jones selama 24 jam.


Akan tetapi, keluarga mafia yang terdiri dari sepasang suami istri dan dua orang anak itu, tetap tak bisa menahan diri untuk kembali ke jati diri mereka di kota tersebut. Mereka mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri menjadi orang biasa yang jauh dari kelakuan laiknya penjahat kelas kakap. Aktivitas baru mereka di sebuah kota di Perancis pun terasa membosankan.


Banyak adegan kekerasan yang ditampilkan di film besutan Luc Besson ini. Putranya (John D’Leo) menjalankan sebuah organisasi kriminal kecil-kecilan di sekolah yang sering dipanggil pihak sekolah karena terbukti mencuri, terlibat perkelahian yang lazimnya tidak dilakukan siswa SMP. Sementara itu putrinya (Dianna Argon) memukuli seorang laki-laki. Istrinya yang diperankan Michelle Pfeiffer, tak mampu menahan amarah dan nalurinya sebagai istri mafia kelas kakap setelah dihina, lalu meledakkan sebuah toko di sana.


Hingga suatu hari, musuh Manzoni yang dipenjara berhasil mendeteksi keberadaan Manzoni dan keluarga hingga mengutus sekawanan penjahat untuk membalaskan dendamnya, Ketegangan pun dimulai. Berbalut genre thriller, wajar jika banyak adegan-adegan ekstrim yang mencakup unsur-unsur laga mulai dari baku hantam, tabrakan mobil, ledakan, serta baku tembak yang mampu menghadirkan ketegangan di sela-sela pertunjukkan.


Dimaksudkan sebagai film bergenre komedi thriller, namun sisi komedinya tidak terlalu menonjol. Seperti di film-film sebelumnya, Robert De Niro kembali berperan sebagai mafia, namun di film ini sepertinya Ia akan sedikit 'melunak' karena anda akan menemukan scene dimana Robert de Niro terlihat 'konyol' yang setidaknya mampu melemaskan urat-urat kaku di sekitar rahang kita.


Film berdurasi 110 menit ini berdasarkan novel karya Tonino Benacquista yang berjudul Malavita dan disutradarai oleh Luc Besson, sutradara asal Perancis yang sempat menggarap beberapa film yang cukup sukses di Hollywood diantaranya The Fifth Element. Rencananya, film ini akan rilis di Indonesia pada 20 September mendatang.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

KPU Seleksi Anggota KPU 5 Daerah






JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar seleksi terhadap calon komisioner KPU lima daerah yang masa jabatannya telah habis. Lima daerah tersebut adalah, Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera, dan Bali.

"Ada lima provinsi yang masa jabatan anggota KPU-nya habis pada 24 September nanti," ujar Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, saat dihubungi, Selasa (17/9/2013).

Dia mengatakan, ujian yang akan diberikan adalah uji kepatutan dan kelayakan bagi para peserta seleksi. Untuk mengawasi pelaksanaan seleksi itu, kata dia, lima komisioner KPU terjun langsung ke daerah-daerah tersebut. Selain Ferry, komisioner lainnya yang mengawasi seleksi adalah Arief Budiman, Juri Ardiantoro, Sigit Pamungkas, dan Ida Budhiati.

Ferry mengungkapkan, seleksi di masing-masing daerah diikuti 10 orang peserta untuk kemudian ditunjuk lima orang menjadi komisioner KPU di provinsi.

"Panitia seleksi setiap daerah ada lima orang yang ditunjuk KPU dari kalangan akademisi, profesional dan tokoh masyarakat," katanya.




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











8:17 PM | 0 komentar | Read More

Aero dan Aqsa Sutan Aswar Segera Geber Jetski di Arizona






  • Penulis :

  • Susi Ivvaty

  • Selasa, 17 September 2013 | 06:08 WIB






JAKARTA, KOMPAS.com - "Quitters never win and winners never quit". Aero Sutan Aswar yakin betul dengan ungkapan anonim itu.

Pejetski berusia 19 tahun ini tak putus mengikuti kompetisi-kompetisi jetski mulai tingkat regional Asia Tenggara, Asia, hingga dunia, sejak berusia 14 tahun.

Meski berkali-kali jetskinya rusak dan ia pun kerap didera cidera, Aero tetap menargetkan minimal top three di setiap kompetisi. Karena top three berarti naik podium.

Kejuaraan jetski paling bergengsi sejagat sudah di depan mata, yakni Worlds Finals. Tepatnya pada 5-13 Oktober 2013, Aero akan balapan bersama lebih dari 120 pejetski sedunia di Lake Havasu, Arizona, Amerika Serikat. Wow!

"Aku berangkat 19 September berangkat ke Miami, lalu tanggal 24 ke Arizona," kata Aero saat ngopi sore, akhir pekan lalu, di Jakarta. Adik Aero yang juga pejetski, Aqsa Sutan Aswar (16) berangkat pada 2 Oktober 2013 langsung ke Arizona.

Aero akan balapan di kelas Grand Prix dan Open. Adapun Aqsa di kelas Pro Ski, Pro-Am Limited, dan Pro-Am Stock. "Yang Stock aku target jadi nomor satu. Di Ski semoga dapat menang juga," tutur Aqsa tidak mau kalah dengan kakaknya.

Target Aero di Worlds Finals masih tetap sama. Minimal tiga besar. Aero kali ini sangat optimistis karena ia akan menggeber jetski barunya yang luar biasa kencang, jetski Shark dari brand Seado, Australia.

"Ini jetski kenceng banget. Akselerasinya 620 Horse Power," kata Saiful "Fully" Sutan Aswar, ayah Aero dan Aqsa yang juga Ketua Umum International Jet Sport Boating Association (IJSBA) Indonesia. Menurut Saiful, hanya ada lima pejetski termasuk Aero yang memakai alat ini.

Selain Aero, pemakai piranti dari Seado ini adalah atlet dari Thailand dan Amerika Serikat. "Kuwait yang kaya aja gak dikasih sama Seado, karena Seado bener-bener memilih yang paling pas memakainya," kata Saiful.

Aero menambahkan, jetski Shark ini benar-benar dahsyat bagai hiu. "Speednya maksimal 156 km/jam. Dari 0 sampai 100 km bisa digeber dalam waktu 2,2 detik. Sampai maksimal speed, waktunya 4,2 detik. Lalu pas belok bisa dipercepat setengah detik, jadi kalau ada 20 belokan, waktunya bisa diirit 10 detik," tutur Aero bersemangat.

Kejuaraan Nasional AS


Sebelum ini, Aero mengikuti kejuaraan nasional Amerika Serikat sebanyak delapan putaran sejak April hingga Agustus 2013. Putaran pertama di Arizona, lalu di Lousiana, Florida, Wisconsin, Nevada, Texas, Virginia, Georgia, dan West Virginia.

Aero yang mengendarai jetski Yamaha finis di urutan kelima dari delapan putaran kelas Runabout Open itu.

"Sebenarnya bisa lebih baik kalau jetski tidak rusaklah, ini-itulah. Mau pakai yang Shark, beratnya terlalu ringan. Berat Shark itu 340 kilogram," jelas Aero.

Nah, untuk kompetisi Worlds Finals nomor Open, berat jetski minimal harus 340 kilogram. "Yang shark itu udah pas segitu beratnya," kata Aero.

Namun, Aero mengaku ada banyak pengalaman dipetik dari kejuaraan nasional AS tahun ini. Bayangkan, kata dia, jarak antara satu dan dua putaran balapan itu bervariasi, ada yang sepekan, dua pekan, dan tiga minggu. Aero dan tim harus berkeliling AS dengan membawa jetski beserta perlengkapannya yang bobotnya nyaris dua ton.

"Beruntung, ada yang mau jadi sponsor dari AS, dari perusahaan Jet Ride (perusahaan wetsuit). Mereka bawain jetski Aero, gratis keliling AS. Trus di tiap state dan province tuh ada juga panitia sendiri yang ngurusin," tutur Aero.

Balapan jetski terus, kuliah bagaimana? Kata Aero, ia sudah memenuhi syarat tatap muka selama beberapa bulan. Itu sudah cukup. "Kata dosen dan orang-orang di universitas, otot atlet itu ada masanya, namun sekolah bisa kapan saja," ujar Aero menirukan pengajarnya.

"Kata mereka, kalau kamu atlet, kejarlah prestasi sampai puncak. Sekolah bisa dilakukan setelah masamu sebagai atlet selesai," lanjut Aero. Dia hanya tertawa, ketika disentil apakah perlakuan sama bisa didapatkan kalau dia sekolah di Indonesia.





Editor : Palupi Annisa Auliani















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

Polisi Kelimpungan Lacak Pencuri Artefak Emas

Written By Smart Solusion on Sunday, September 15, 2013 | 8:38 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa pencuri empat artefak emas milik Museum Nasional masih menjadi tanda tanya. Pihak kepolisian dari Polrestra Jakarta Pusat mengaku belum mengetahui siapa pelaku pencurian barang berharga miliaran rupiah tersebut.

"Kami belum bisa mengindentifikasi siapa pelakukanya, apakah itu orang dalam atau tidak. Ini semua masih dalam penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan Atmaja di Jakarta, Minggu (15/9/2013).

Polres Jakarta Pusat sampai membuat tim khusus untuk mengaungkap jejak si pencuri. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 38 orang saksi yang terdiri dari 15 orang arkeolog, 12 sekuriti, kepala rumah tangga, beberapa teknisi alarm, teknisi CCTV, serta kepala museum.

Menurut Tatan, keterangan Kepala Museum Nasional Intan Mardiana tidak banyak membantu mengungkap identitas pelakunya.

Terkait pemeriksaan sidik jari yang dilakukan terhadap para pegawai  Museum Nasional, menurut Tatan, masih menunggu hasil pemeriksaan Labforensik Mabes Polri.

Empat artefak emas temuan abad ke-10 dan ke-11 peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang disimpan di lemarin 1 A Ruang Khasanah Gedung A ditemukan raib pada Rabu (11/9/2013). Namun, pengelola museum baru melaporkannya ke pihak kepolisian besok harinya.

Sejak kejadian itu, Museum Nasional sepi pengunjung. Gedung lama Museum Nasional sedang ditutup untuk proses penyelidikan. Sementara gedung baru sisi sebelah kanan Museum Nasional masih terbuka untuk umum.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Rumah Charlize Theron Dijual Seharga Rp 91,28 Miliar


Sebuah rumah di pantai yang dimiliki Charlize Theron dan kemudian Ryan Murphy dijual.


Seperti dikutip dari Celebrity Real Estate, bintang Promotheus tersebut menjual rumahnya di kawasan Malibu itu kepada Murphy senilai Rp 74,849 miliar pada Juni 2011.


Rumah yang dibangun pada tahun 1930-an tersebut terletak di pantai La Costa dengan luas tanah 2.100 meter persegi. Rumah tersebut tergolong sederhana dibandingkan dengan rumah artis Hollywood lainnya.


Rumah itu memiliki tiga kamar tidur, empat kamar mandi dan terdiri dari dua lantai.


Di sampingnya terdapat halaman pribadi, kolam dan dek yang langsung menghubungkan dengan pantai.


Fasilitas di dalamnya, terdapat cerobong api dan spa mewah dengan jendela menghadap pemandangan laut.


Kini rumah tersebut ditawarkan dengan harga Rp 91,280 miliar.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Peserta Konvensi Demokrat Diuji untuk Bisa Imbangi Jokowi






JAKARTA, KOMPAS.com — Konvensi Partai Demokrat untuk mencari calon presiden 2014, Minggu (15/9), di Jakarta, resmi dimulai. Dalam acara deklarasi itu, 11 peserta konvensi diperkenalkan dan mendapatkan kesempatan menyampaikan visi dan misi. Namun, tokoh yang nantinya bakal diusung Partai Demokrat itu diuji untuk mengimbangi tokoh populer seperti Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Komite Konvensi Maftuh Basyuni mengatakan, orang di luar partai diberi kesempatan untuk mengikuti konvensi asalkan mereka memenuhi syarat. ”Semoga salah satu dari 11 peserta ini adalah satrio piningit yang akan menjadi pemimpin Indonesia,” katanya.

Pemenang konvensi, menurut Maftuh, ditentukan oleh hasil survei, bukan oleh Ketua Majelis Tinggi Demokrat. Pemenang konvensi itu bakal ditetapkan oleh Majelis Tinggi sebagai calon presiden dari Demokrat. Dalam acara semalam, Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono tidak hadir.

Dari 11 peserta, ada empat orang yang tercatat sebagai kader Demokrat, yakni Pramono Edhie Wibowo, Hayono Isman, Marzuki Alie, dan Sinyo Harry Sarundajang. Tujuh orang lainnya ialah Ali Masykur Musa, Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Dino Patti Djalal, dan Irman Gusman.

Dalam acara deklarasi, setiap peserta membawa ratusan pendukung, berbagai atribut, dan meneriakkan yel-yel ketika peserta maju menyampaikan visi dan misi. Dalam jumpa pers sebelum acara deklarasi, Dahlan Iskan mengaku belum memikirkan apakah hasil akhir konvensi bakal bisa melampaui elektabilitas Jokowi. Ia masih memikirkan persiapan mengikuti konvensi dengan baik.



Gita menyerahkan perlu-tidaknya mundur dari jabatan Menteri Perdagangan kepada Presiden. Menurut Gita, memberhentikan menteri merupakan hak prerogatif Presiden dan ia menjadi menteri juga karena sepenuhnya ditunjuk Presiden.

Dino Patti Djalal menjelaskan, dirinya telah mengajukan pengunduran diri sebagai pegawai negeri sipil kepada Kementerian Luar Negeri karena mengikuti konvensi. Dia mengatakan, surat permohonan itu sedang diproses di Badan Administrasi Kepega waian Negara (BAKN).

Konvensi itu memang menciptakan panggung bagi Partai Demokrat dan para peserta konvensi untuk menarik perhatian masyarakat, tetapi tidak serta-merta meningkatkan elektabilitas mereka di pemilu legislatif maupun pemilihan presiden.

Pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, AAGN Ari Dwipayana, mengatakan, konvensi dapat dipastikan membuat 11 pesertanya lebih dikenal masyarakat. Namun, mereka harus bekerja sangat keras untuk dapat bersaing dengan tokoh yang sudah jauh lebih tinggi elektabilitasnya sebagai calon presiden, seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Menurut Ari, untuk mampu bersaing dengan tokoh seperti Jokowi, para peserta konvensi harus dapat membangun jaringan politik hingga ke masyarakat bawah dan membangun citra diri yang baru. Pembangunan citra diri ini yang sulit karena yang disukai adalah pemimpin yang merakyat dan itu sudah diisi Jokowi. ”Para peserta konvensi selama ini cenderung elitis dan hanya populer di kelompok masyarakat tertentu seperti kelas menengah,” kata Ari, kemarin.

Jika peserta konvensi berhasil menggunakan arena konvensi untuk meningkatkan elektabilitas, hal itu juga tidak serta-merta berdampak kepada Partai Demokrat.

J Kristiadi dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menambahkan, konvensi justru dapat merugikan citra Partai Demokrat jika acara itu digelar dengan mengabaikan prinsip transparansi dan metode yang dipakai tidak jelas.

Kristiadi berharap Partai Demokrat memakai konvensi untuk tujuan yang lebih mulia, yaitu mengenalkan tradisi baru dalam demokrasi dan tidak sekadar untuk memenangi Pemilu 2014. ”Jika hanya memakai konvensi untuk mencari calon yang dapat mengalahkan Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2014, itu seperti mau mengakali kemustahilan. Elektabilitas Jokowi sudah sangat tinggi,” ucap Kristiadi.

Ekonomi baru

Silaturahmi Kerja Nasional Ke-23 Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (Silaknas ICMI) pada Desember mendatang meminta presiden terpilih nanti mengimplementasikan gerakan ekonomi baru tersebut. Gerakan ekonomi baru itu menitikberatkan pada mobilisasi akses untuk kesejahteraan masyarakat.

Tahun 2014 merupakan tahun yang sangat menentukan. ”Apakah pada tahun-tahun berikutnya Indonesia terus berkembang seperti yang diharapkan atau bangsa ini akan kembali terpuruk seperti pada krisis ekonomi dan kemudian politik tahun 1998?” kata Ketua Presidium ICMI Marwah Daud Ibrahim, Minggu, di sela pertemuan Dewan Pakar ICMI Se-Indonesia di Bogor, Jawa Barat. (ATO/NWO/FAJ)




Editor : Caroline Damanik







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











8:17 PM | 0 komentar | Read More

Tim Renang DKI Sementara Unggul





JAKARTA, KOMPAS.com — Tim renang tuan rumah DKI Jakarta sementara memimpin perolehan medali di ajang Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) XII/2013 di GOR Sumantri Brodjonegoro, Minggu (15/9/2013).

Tim DKI sementara memperoleh 2 medali emas dan 2 perak. Mereka mengungguli tim Jawa Timur yang mendapat 1 emas, 1 perak, dan 4 perunggu; serta Jawa barat di posisi ketiga dengan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

Emas tim DKI direbut atlet putri Sofie Kemala di nomor 200 meter gaya punggung dengan catatan waktu 2 menit 28,16 detik serta Joanita Mutiara di nomor 50 meter gaya bebas dengan catatan waktu 27,82 detik.

Menurut pelatih tim DKI, Felix C Sutanto, DKI sebenarnya menargetkan tiga medali emas di hari pertama. Namun, harapan di 200 meter gaya punggung  putra terlepas setelah perenang Adityastha Rai W mendapat perak seusai dikalahkan atlet nasional dari Sulawesi Selatan, Muh Hamgari.

Satu medali perak DKI lainnya diperoleh Maratus Solehah di nomor 200 meter gaya punggung putri.

Tim Jawa Timur merebut medali emas melalui perenang nasional, Olivia Fernandez, di nomor 100 meter gaya kupu-kupu. Jawa Barat mendapat medali melalui Fadlan Prawira di nomor 400 meter gaya bebas, setelah andalan mereka, Kenny Lisanputera, dikalahkan perenang Kalimantan Timur, Andy Natanegara Halim, di nomor 100 meter gaya kupu-kupu.

Cabang renang Popnas XII/2013 akan berlangsung hingga Rabu (18/9/2013).




Editor : Tjahjo Sasongko















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:06 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger