Powered by Blogger.

Popular Posts Today

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Smart Solusion on Thursday, September 19, 2013 | 8:06 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:06 PM | 0 komentar | Read More

PKL Monas: Ternyata Pak Ahok Orangnya Baik Banget

Written By Smart Solusion on Wednesday, September 18, 2013 | 8:38 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Pagi ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi inspektur upacara IKADA, di Lapangan Ex IRTI Monas. Usai upacara, tiba-tiba pria yang akrab disapa Ahok itu menghampiri PKL yang biasa berdagang di Monas.

Raut muka dua orang PKL yang dihampiri Ahok terluhat panik. Mereka khawatir akan kena "semprot" Wakil Gubernur Jakarta yang terkenal tegas itu.

Namun di luar perkiraan, Basuki tidak mengusir mereka. Ia justru membolehkan PKL tetap berjualan di areal Monas.

"Ibu enggak apa-apa berjualan di sini, tapi setelah berjualan, tanggung jawab kebersihannya ya. Kasihan sama tukang sapunya nanti, Bu," kata Basuki kepada PKL tersebut, Kamis (19/9/2013).

Selain itu, Basuki juga meminta PKL itu juga untuk tidak membuang air bekas kopi maupun mie instan di aspal Monas maupun di pohon-pohon areal Monas. Karena, hal itu menyebabkan rusaknya lingkungan.

Mendengar imbauan Basuki, para PKL itu mengangguk tanda menuruti perintahnya. "Oh, iya, Pak. Kita tetap jaga kebersihan," kata PKL itu bernama Iis (23) itu.

Sebelum beranjak kembali ke Balaikota Jakarta, Basuki menyempatkan diri untuk membagikan kartu nama kepada dua PKL yang ditegurnya. Melihat Basuki membagikan kartu nama, kemudian para pedagang dan tukang sampah lain yang sedang berada di Monas, mendekati Basuki, menyalami dan juga meminta kartu nama.

"Bapak-bapak, ibu-ibu, kalau ada apa-apa, hubungi saya saja, SMS saya," kata dia sembari menyerahkan kartu nama.

Saat ditemui wartawan, Iis mengaku sudah dua tahun berdagang di areal Monas. Apabila ada acara seremonial, seperti upacara, ia lebih memilih untuk menyingkir dari lokasi, daripada menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dari aparat keamanan.

Selama berdagang di Monas, ia hanya diminta retribusi untuk petugas kebersihan, Rp 2.000 hingga Rp 5.000 setiap minggunya. Ia juga mengaku senang karena Basuki justru tidak memarahinya. Bahkan, membolehkan ia bersama teman-temannya untuk tetap berjualan di Monas.

"Tadinya takut, kirain Pak Ahok (Basuki) bakalan marahi kita kayak PKL lainnya. Eh, ternyata orangnya baik banget," kata Iis.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Hanung dan Ram Punjabi: Soekarno Milik Bangsa


Jakarta - Kisruh Film "Soekarno: Indonesia Merdeka" arahan sutradara Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh aktor Ario Bayu, ternyata berbuntut panjang.


Rachmawati Soekarnoputri melayangkan somasi pada Multivison Plus Picture (MVP) selaku rumah produksi yang menggarap film tersebut pimpinan Raam Punjabi sebagai produser sejak 12 September 2013 lalu, karena dinilai pihak MVP menyalahi aturan terkait film Soekarno.


Padahal, film yang menelan biaya hingga Rp 15 miliar itu telah merampungkan syuting dan memasuki proses editing terakhir. MVP juga telah menjanjikan akan merilisnya pada Desember 2013 mendatang. Sementara Rachmawati selaku Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) meminta menghentikan rencana penayangan film tersebut.


Menanggapi peringatan tersebut, Raam pun angkat bicara. Ia bersama Hanung membuat film itu dengan niat dan tujuan yang baik. Film tersebut bukan dari ide seseorang. Menurutnya setiap orang berhak memproduksi film Soekarno, karena Soekarno adalah tokoh milik bangsa


"Bung Karno milik bangsa dan setiap orang berhak memproduksi apapun tentang Soekarno. Saya ingin polemik ini selesai di sini dan tidak membingungkan masyarakat dan tidak dianggap campaign marketing. Kita tidak pernah mengenyampingkan ibu Rachmawati di sini," ungkapnya saat konferensi pers di Multivision Tower, Kuningan, Jakarta Rabu (18/9).


Senada dengan itu, Hanung menjelaskan ia bersama pihak MVP membuat film yang memberikan pelajaran bagi penonton dan tidak ada niat menjelekkan tokoh tertentu. Ia menegaskan film ini tidak semata-mata untuk komersil tapi juga pengetahuan.


"Film ini bertujuan untuk memberikan inspirasi pada anak muda bahwa ada tokoh Soekarno. Siapapun berhak buat film Soekarno, karena Soekarno adalah tokoh yang sudah dimiliki masyarakat," ucapnya.


Walaupun demikian, ia mengakui ide awal pembuatan film berasal dari Rachmawati, Hanung dan Raam. Dalam perjalanannya, Rachmawati memutuskan untuk mengundurkan diri karena menilai Hanung dan MVP telah menyalahi perjanjian seperti masalah skenario.


Selain itu, juga masalah pemeran utama bahwa akhirnya sang sutradara lebih memilih Ario Bayu sebagai Soekarno yang dinilai tak tepat oleh Rachmawati memerankan sosok Soekarno.


Sebelumnya, Rachmawati keberatan karena khawatir film ini akan menurunkan derajat Soekarno sebagai pendiri bangsa. Diduga, film ini terindikasi film menyisipkan penyimpangan sejarah dan tidak sesuai dengan kisah hidup sang proklamator.


"Filmnya saja belum jadi, kok bisa tahu ada penyimpangan? Di kepala saya ini tidak pernah ada pikiran untuk menjelekkan seseorang. Justru kami membuat sesuatu yang memberikan inspirasi bagi anak muda, untuk memberi tahu mereka kalau ada orang yang luar biasa bernama soekarno," ungkap Hanung yang menepis tanggapan miring itu.


Hanung pun merasa memilih judul "Soekarno: Indonesia Merdeka" agar sosok Bung Karno tampil seperti pahlawan bagi masyarakat Indonesia. Jadi tidak mungkin ia menyelipkan adegan yang membuat orang merasa aneh dan menyimpang dari sejarah.


"Saya mempertanyakan film ini dianggap terlalu komersil. Kalau negara memberi dana untuk membuat film tokoh kepahlawanan, saya tidak butuh Raam Punjabi. Ketika saya memproduksi film ini mengajak swasta resikonya ya komersil. Memangnya dosa kalau komersil. Jadi jangan bicara soal komersil atau tidak komersil. Mari kita sambut baik niat Raam yang ingin membuat film bisa menginspirasi," tutur Hanung.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

\"Jabatan Ketua Komisi III Hadiah dari SBY untuk Ruhut\"






JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Demokrat merotasi sejumlah anggotanya dari jabatan strategis di fraksi dan komisi. Dari sejumlah nama yang dirotasi, beberapa di antaranya, selama ini dikenal sebagai loyalis mantan Ketua Umum DPP Demokrat Anas Urbaningrum. Sebut saja Saan Mustopa yang sebelumnya menjabat Sekretaris Fraksi Demokrat, dan Gede Pasek Suardika yang menjabat Ketua Komisi III.

Posisi Pasek sebagai Ketua Komisi III akan digantikan Ruhut Sitompul, politisi Demokrat yang selama ini sangat "pedas" jika berkomentar Anas. Rotasi sejumlah anggota fraksi ini dikaitkan dengan kehadiran mereka dalam acara ormas bentukan Anas, Persatuan Pergerakan Indonesia (PPI). Dalam ormas ini, Pasek menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

Penetapan Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi III DPR pun menimbulkan tanda tanya.  Juru Bicara PPI M Rahmad menilai,  Ruhut tidak layak menjadi Ketua Komisi III.

"Ruhut tidak layak menjadi pimpinan Komisi III. Komisi Hukum terancam berubah menjadi Komisi Badut. Saya sarankan fraksi-fraksi lain menolak," ujar Rahmad, dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (19/9/2013).

Menurut Rahmad, pencopotan Pasek dan Saan, merupakan hadiah SBY kepada Ruhut.

"Ini kan hadiah Pak SBY kepada kerja-kerja politik Ruhut selama ini untuk menyerang Anas. Sudah lama Ruhut menagih janji," ujar Rahmad.

Mantan Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat dan mantan penulis naskah pidato SBY itu mengatakan, pemberian hadiah "jabatan" adalah hal yang lumrah di dunia politik.

"Ruhut layak mendapatkan hadiah itu, meskipun kecakapan teknisnya mengundang banyak pertanyaan," katanya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf membantah bahwa rotasi anggota fraksi merupakan sanksi karena keterlibatan mereka dalam ormas bentukan Anas.




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Pia/Rizki Pimpin Ganda Putri Indonesia ke Perempat Final Japan Open




Ganda putri Indonesia, Pia Zebadiah Bernadet (depan)/Rizki Amelia Pradipta, melakukan servis ke ganda Malaysia, Amelia Alicia Anscelly/Fie Cho Soong dari, pada babak kedua BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013 di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Rabu (7/8/2013). | badmintonindonesia.org








TOKYO, KOMPAS.com - Ganda putri Indonesia, Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta, menjadi ganda putri Indonesia pertama yang lolos ke perempat final Yonex Japan Open Superseries 2013. Mereka lolos usai mengalahkan ganda Jepang, Kugo Asumi/Yui Miyauchi, dengan rubber game, 21-19, 19-21, 21-17, di Tokyo, Jepang, Kamis (19/9/2013).

Langsung bermain cepat, Pia/Rizki mendominasi pertandingan pada game pertama. Sempat unggul cukup jauh 10-3, ganda Indonesia menutup game ini dengan angka cukup ketat, 21-19.

Game kedua menjadi milik ganda Jepang. Unggul 11-9 pada setengah game, mereka bisa mempertahankan perbedaan poin hingga akhir game kedua, dan menang 21-19.

Pia/Rizki kembali dengan performa terbaik di game ketiga. Unggulan keempat ini menguasai pertandingan dan unggul jauh 13-6. Ganda Indonesia memastikan kemenangan usai menutup game ketiga dengan 21-17.

Pia/Rizki berpeluang bertemu rekan sendiri, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii, pada babak perempat final, Jumat (20/9/2013). Nitya/Greysia masih harus menghadapi ganda Taiwan, Wen Hsing Cheng/Pei Chen Hsieh, pada babak kedua yang berlangsung siang nanti.




Editor : Pipit Puspita Rini















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

Bus Kowan Bisata Dibakar Massa

Written By Smart Solusion on Tuesday, September 17, 2013 | 8:38 PM





JAKARTA, KOMPAS.com - Bus Kowanwisata bernomor polisi B 7244 NL hangus dibakar warga yang mengamuk setelah bus tersebut menabrak seorang pengendara motor. Peristiwa tersebut terjadi tepat di depan Stasiun KA Tanjung Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2013) pagi.

Pengendara motor bernama Sarbani tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan. "Kejadian pukul 7.15 pagi tadi di jalan dekat stasiun Tanjung Barat," ujar Aiptu Suroto, seorang petugas yang berada di lokasi.

Usai kejadian, sopir dan kernet bus melarikan diri meninggalkan bus dan korban di jalan. Warga yang marah kemudian langsung membakar bus tersebut.

"Sekarang korban sudah dibawa ke RS Fatmawati (visum). Sementara bus dan motor diamankan di pospol di bawah flyover Tanjung Barat jalan TB Simatupang," tandasnya.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Andy /rif Pernah Alami Kecelakaan Hingga Koma 5 Hari


Jakarta - Andy /rif ikut prihatin dengan kecelakaan yang dihadapi putra bungsu musisi Ahmad Dhani. Pro-kontra saat ini banyak bermunculan di masyarakat terkait kejadian tersebut, namun Andy tidak ingin ikut berkomentar. Ayah 3 anak itu lebih memandang dari sisi seorang ayah, sebab ia merasakan kesedihan mendalam Ahmad Dhani.


"Saya pernah mengalami kejadian seperti itu (kecelakaan). Ayah saya yang paling sedih tapi dia juga yang paling kuat," katanya saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu.


Kecelakaan yang menimpa Andy memang sudah lama terjadi, saat Andy masih duduk di bangku SMA. Waktu itu, Andy dalam perjalanan pulang dari rumah salah satu saudara di daerah Buah Batu, Bandung. Dia tak ingat betul bagaimana kejadiannya. Yang jelas, dia mengalami tabrakan sepeda motor sangat hebat yang membuatnya terbaring koma selama lima hari.


"Wajah saya rusak parah. Bola mata masuk ke dalam, rahang copot, tulang hidung pecah," kenang Andy.


Saking parah luka di wajahnya, keluarga pun hampir tak mengenali.


"Ayah saya baru yakin itu saya dari baju yang saya kenakan. Dia juga enggak ngebolehin ibu dan saudara-saudara masuk melihat saya, biar nggak syok," lanjutnya.


Mengantongi pengalaman mengerikan itu, pemeran Arya di film Cahaya Kecil yang akan tayang secara serentak di bioskop nasional pada 26 September 2013 itu kini sangat hati-hati mengenalkan dua anaknya yang masih kecil-kecil pada kendaraan.


Saat ini, Balian (7) dan Zilian (4) sedang doyan bersepeda dan Andy selalu berusaha untuk mendampingi mereka.


Namun, Andy tidak melarang jika ketika mereka besar nanti ingin membawa kendaraan sendiri. Ia hanya mengharapkan perilaku yang bertanggung jawab.


"Saya sering ajak Balian dan Zilian ikut saya latihan motocross di sirkuit. Saya ingin tanamkan kalau pengin mengendarai motor trail tempatnya di sirkuit, bukan di jalan raya. Kalau ingin naik motor di jalan, cukup pakai motor bebek atau motor matic," tutupnya.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Mewaspadai \"Bubble\" Popularitas Jokowi





JAKARTA, KOMPAS.com – Kehadiran sosok Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di pentas perpolitikan nasional sebelum perhelatan Pemilu 2014 terbilang istimewa. Nama Jokowi merajai hampir semua survei elektabilitas calon presiden, bahkan saat dia maupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan belum pernah membuat deklarasi pencalonannya.

Popularitas Jokowi mengalahkan sosok politisi senior seperti Aburizal “Ical” Bakrie, Prabowo Subianto, Wiranto, Hatta Rajasa, pun Megawati Soekarnoputri. Tak pelak, kekhawatiran pun mulai muncul di kalangan partai politik yang tak ingin Jokowi melenggang sebagai calon presiden.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung mengaku mahfum dengan mulai munculnya upaya "penjegalan" Jokowi.  “Isu-isu berkaitan calon, baik sudah ditetapkan resmi maupun belum, itu hal yang biasa. Jadi tak usah terlalu terpengaruh isu yang dilemparkan terkait Jokowi,” ujar Akbar dalam pertemuan dengan sejumlah media massa di kediamannya, Selasa (17/9/2013).

Beberapa waktu terakhir, beragam pernyataan bernada "menyerang" Jokowi memang bermunculan. Sebut saja misalnya, pernyataan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Amien Rais yang meragukan nasionalisme Jokowi. Lalu ada juga pelarangan Jokowi maju sebagai capres yang dilontarkan petinggi Partai Gerakan Indonesia Raya.

Gerindra yang berkongsi dengan PDI Perjuangan untuk kepemimpinan di DKI Jakarta, "menagih" komitmen Jokowi untuk menuntaskan masa jabatannya di Jakarta. Partai ini pun berulang kali menyinggung soal kontrak politik yang dibuat bersama PDI Perjuangan pada 2009, yang menurut partai ini menyepakati pengusungan bersama Prabowo sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2014.

Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul bahkan mencibir wacana pengusungan Jokowi sebagai capres. Menurutnya Jokowi belum menghasilkan apa pun bagi Jakarta. Dengan gayanya yang khas, Ruhut dengan lugas berpendapat kondisi Jakarta justru lebih kacau saat ditangani Jokowi dibandingkan saat dipimpin Fauzi Bowo pada periode sebelumnya. Ruhut menuding masyarakat hanya terbuai dengan popularitas Jokowi, tanpa melihat realita dari program-programnya.

Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menilai serangan terhadap Jokowi itu adalah bukti upaya menjadikan Jokowi sebagai musuh bersama partai politik. “Kami paham Jokowi dihujani serangan dari banyak sisi. Untung kami belum deklarasi. Belum apa-apa saja sudah mulai jadi common enemy," ungkap Eva.

Meski hujan cercaan mulai datang, popularitas Jokowi tetap saja melenggang. Media massa, dianggap memegang peran kunci. Jokowi sampai kerap disebut sebagai "media darling" karena nyaris semua media massa tak henti memberitakannya.

Wartawan senior Harian Kompas Budiarto Shambazy mengungkapkan Jokowi diminati media karena tidak ada lagi sosok lain. “Orang sudah bosan melihat, tidak ada figur lain. Mau siapa? SBY? Apalagi 11 peserta konvensi? Sudah bosan. Biarkanlah Jokowi menjadi media darling, jangan dihentikan,” ungkap dia dalam sebuah diskusi tentang Komersialisasi Media di Jakarta, Selasa (17/9/2013).

Efek bubble Jokowi akan terjadi?

Bukan berarti Jokowi tak harus bersikap waspada. Kondisi yang kini membuat popularitas dan elektabilitasnya melejit, bisa saja berubah dan bahkan berbalik 180 derajad. Budiarto merujuk istilah ekonomi "bubble" sebagai analogi ancaman dari besarnya gelombang dukungan yang kini didapat Jokowi.

Budiarto juga menggambarkan situasi Jokowi serupa dengan Presiden Barack Obama. Saat pertama kali mencalonkan diri, dideklarasikan pada 2007, Obama menanggung harapan yang sangat besar dari warga Amerika untuk membawa perubahan. Namun seiring waktu, sampai saat ini, Obama kerap berhadapan dengan banyak ekspresi kekecewaan karena harapan yang sedemikian besar dari warganya ternyata tak gampang diwujudkan.

“Sekarang ini Jokowi seperti Obama, kurva dukungannya sangat tinggi tapi nanti di suatu waktu dia akan terjadi ‘bubble’,” ujar Budiarto. Contoh pecahnya gelembung dukungan Obama, sebut dia, sangat kental terlihat dalam menghadapi krisis Suriah, ketika Obama sangat kesulitan mendapatkan dukungan untuk menggelar aksi militer. 

Hal yang kini dihadapi Obama, menurut Budiarto, sangat mungkin juga menimpa Jokowi. “Audiens kita ini telenovela, bisa sangat rindu terhadap satu tokoh, tapi bisa saja dia (tokoh itu, red) kemudian dimaki habis-habisan,” imbuh Budiarto.

Psikolog politik Hamdi Muluk mengatakan di balik popularitas Jokowi ada kepercayaan publik yang luar biasa besar terhadap pengusaha kayu itu. Dia pun berpendapat persoalan popularitas yang selalu dikait-kaitkan dengan Jokowi dan disebut dengan "fenomena Jokowi" adalah upaya mendeligitimasi kemampuan kepemimpinan Jokowi.

“Padahal, baru kali ini saya lihat ada seseorang yang punya social trust begitu tinggi. Jokowi ini tidak bodoh, dia tidak umbar janji. Tapi dia menyadarkan masyarakat untuk berdiri di belakangnya,” ucap Hamdi. Dia pun melihat Jokowi mampu menggerakkan masyarakat untuk terlibat melakukan perubahan. Tanah Abang, sebut dia, adalah contoh yang dia sebut sebagai contoh kemampuan Jokowi melakukan perubahan dengan melibatkan masyarakat.

Hamdi memuji sosok Jokowi telah mengembalikan prinsip politik kepada hakekatnya, di tengah situasi politik yang kini sudah kental dianggap semata sebagai kongkalikong elite politik. Namun senada dengan Budiarto, Hamdi juga berpendapat setiap gelagat "bubble Jokowi" harus diwaspadai.

Bila Jokowi maju menjadi calon presiden, Hamdi berkeyakinan tak akan ada yang bisa menjegalnya. Hanya satu hal saja, sebut dia, yang bisa menjatuhkan Jokowi. "(Yakni) kinerja Jokowi di ibu kota," sebut dia.

Sementara, tantangan terberat Jokowi di Jakarta adalah masalah transportasi massal. “Kalau dia tidak di-backup, maka kerjaan politik dan kerjaan publik Jokowi ini yang akan bubbling nantinya," tegas Hamdi. Apalagi bila Jokowi sampai terjebak mengumbar janji, imbuh dia, kemerosotan popularitas dan elektabilitas dipastikan akan segera terjadi.

"Dia harus benar-benar punya kecakapan atau skill memimpin, dan juga kecakapan manajerial. Jokowi juga harus menjaga integritas moralnya dengan tetap menjaga sebagai sosok yang bersih. Jika semua ini dipegang maka akan jadi modalitas Jokowi di 2014. Jika tidak, maka yang terjadi sebaliknya karena masyarakat punya ekspektasi besar terhadap kinerja Jokowi,” papar Hamdi.




Editor : Palupi Annisa Auliani


















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Kalahkan Mesir, Timnas Basket Putri Indonesia Pimpin Klasemen





PALEMBANG, KOMPAS.com — Tim nasional basket putri Indonesia tampil baik saat bertanding melawan Mesir pada laga keduanya di Islamic Solidarity Games (ISG) 2013, Selasa (17/9/2013). Indonesia menang dengan 78-69.

Sejak awal pertandingan, timnas Indonesia langsung bermain cepat. Pada kuarter ini, Indonesia menghasilkan enam poin dari hasil fastbreak yang akhirnya membawa mereka unggul 17-13 di akhir kuarter.

Pelatih Roul Miguel menginstruksikan kepada para pemainnya untuk berani melakukan tembakan tiga poin. Rahmawati Nur berhasil memasukkan tiga tembakan tiga angka dari enam kali percobaan dan menjauhkan perolehan angka di akhir kuarter dua dengan 41-34.

Pada kuarter tiga, Mesir kembali menggempur pertahanan Indonesia dari bawah ring dan menipiskan perbedaan skor menjadi 54-59.

Salah satu pemain andalan timnas, Atty Juliani, mendapat cedera pergelangan kaki dan harus keluar dari lapangan pada awal kuarter empat. Tak lama, timnas kembali menarik keluar pemain intinya, Wulan Ayuningrum, karena mengalami kram kaki kiri.

Kehilangan dua pemain inti membuat timnas sempat tertinggal satu poin pada pertengahan kuarter. Tetapi, dengan kembali bermain cepat pada akhir kuarter, timnas berhasil menambah enam poin dari fastbreak dan menutup pertandingan dengan 78-69.

Pada pertandingan ini, Natasha Debby mencetak poin tertinggi untuk timnya dengan 20 poin diikuti oleh Rahmawati dengan 19 poin.

Kemenangan kedua ini membawa timnas putri ke puncak klasemen sementara dengan empat poin. Mesir berada di urutan dua dengan tiga poin dan Qatar ketiga dengan dua poin.

Timnas putri Indonesia akan kembali bertemu Qatar pukul 14:00, Rabu (18/9/2013). Sementara timnas putra akan menghadapi Turki pukul 18.00.

Hasil pertandingan basket hari ketiga ISG:
1. Indonesia vs Mesir (putri): 78-69
2. Turki vs Kuwait (putra): 93-63




Editor : Pipit Puspita Rini















8:14 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger