Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Terinspirasi Yusril, Satpam Ini Seorang Diri Hadapi Negara di MK

Written By Smart Solusion on Saturday, September 21, 2013 | 8:17 PM





BEKASI, KOMPAS.com - Marthen Boiliu (39) akhirnya memenangkan gugatannya terhadap Pasal 96 Undang-Undang 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan di Mahkamah Konstitusi (MK). Satpam tersebut seorang diri menggugat negara berkat inspirasi yang diperolehnya dari pengalaman Yusril Ihza Mahendra, seorang pengacara yang selama ini berhasil memenangkan banyak perkara di MK.


"Saya sering baca perkara yang ditangani prof Yusril dan putusan-putusan perkaranya," ujar Marthen di kediamannya, Jalan Wibawa Mukti RT 01 RW 18, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (21/9/2013).


Pria kelahiran Kupang, 11 November 1974 ini pun kagum kepada Yusril. Menurutnya, sosok Yusril merupakan pengacara sekaligus ahli hukum tata negara yang cerdas. Bagi Marten, tulisan-tulisan Yusril dalam bentuk buku atau jurnal menjadi masukan yang berharga.


"Saya baca semua tulisan pak Yusril dan buku-buku lainnya saat ada kesempatan atau waktu lowong," kata Marthen.


Selain tulisan Yusril, suami dari Ester Fransiska (38) tahun ini mengaku mendapat angin segar dari pakar hukum tata negara, Margarito Kamis dan A Masyhur Effendi. Keduanya membantunya secara sukarela dengan memberikan keterangan sebagai ahli dalam persidangan.


"Pendapat hukum pak Margarito tajam, lalu prof Masyhur juga. Saya sangat berterima kasih kepada beliau-beliau ini yang secara sukarela mau membantu saya," ucap Marthen.


MK mengabulkan permohonan Marthen Boiliu, eks petugas satpam PT Sandhy Putra Makmur, yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak 2 Juli 2009. Marthen bekerja sejak 15 Mei 2002.


Atas PHK tersebut, Marthen belum menerima pembayaran uang pesangon, uang penghargaan, dan uang penggantian hak dari perusahaan tempatnya bekerja. Padahal, pesangon dan hak lain itu diatur dalam Pasal 163 Ayat (2) juncto Pasal 156 Ayat (2), (3), dan (4) UU Ketenagakerjaan.


Marthen baru mengajukan tuntutan pembayaran uang pesangon, penghargaan, dan penggantian hak itu pada Juni 2012. Akan tetapi, ketentuan Pasal 96 UU Ketenagakerjaan yang menyebutkan bahwa pesangon hanya bisa dituntut dua tahun setelah PHK mengakibatkan Marthen tidak dapat mengajukan tuntutan.


Dalam pertimbangannya, MK menyebutkan, hak pemohon untuk menuntut upah merupakan hak yang timbul karena pemohon melakukan pengorbanan berupa adanya prestasi kerja. Sama halnya dengan perlakuan terhadap hak kepemilikan terhadap benda, hak tersebut perlu dilindungi hingga si pemilik hak menyatakan melepaskan haknya.


Atas putusan tersebut, Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva mengajukan pendapat berbeda (dissenting opinion). Menurut Hamdan, MK tidak dapat membatalkan pasal tersebut secara keseluruhan. Perundingan antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah pun didorong untuk memperoleh titik temu, termasuk soal upah.





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Ken Norton, Ali dan Televisi Hitam Putih





JAKARTA, Kompas.com - Berita kematian mantan juara dunia Ken Norton, pekan ini,  mengingatkan lagi masa-masa saat siaran langsung pertarungan kejuaraan dunia tinju kelas berat menjadi sesuatu yang ditunggu seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dekade 1970-an memang merupakan masa jaya tinju kelas berat dunia. Dengan bintang utamanya Muhammad Ali, di situ ada nama-nama Norton, Joe Frazier dan George Foreman.  Era yang kemudian ditutup dengan munculnya nama Larry Holmes pada awal 1980-an.

Ali dan para petinju tersebut mampu  membawa kejuaraan dunia tinju kelas berat keliling dunia, tak lagi meululu di Amerika. Mereka bertarung di Caracas, venezuela (Foreman dan Norton, 1974), Kinsasha, Zaire (Ali dan Foreman, 1974) serta yang paling terkenal tentunya "Thrilla in Manila" (Ali dan Frazier, 1975).

Juara dunia 1973-1974 dan 1995, George Foreman mengenang masa itu sebagai kejayaan dunia tinju. "Kami saling mengalahkan," kata  Foreman yang kini telah berusia 65 tahun. "Saya mengalahkan Norton dan Joe Frazier. Ali mengalahkan saya. Sementara Norton dan Frazier mengalahkan Ali. Tidak ada yang mau kalah," kata Foreman.

Norton pernah tiga kali menghadapi Muhammad Ali, dengan satu kemenangan dan dua kali kalah. Kemenangan Norton pada pertarungan pertama pada 1973 merupakan titik balik pada karirnya. Ia langsung menarik perhatian karena  menjadi petinju kedua yang mampu mengalahkan "The Greatest." Bukan hanya menang, Norton bahkan memecah rahang Ali dan menbuatnya harus dilarikan ke rumah sakit.

"Orang selalu mengatakan Norton takut menghadapi saya. Tetapi saat saya memandang dia di atas ring, saya tahu saya akan menghadapi seorang Hercules," kenang Foreman yang memukul KO Norton di ronde kedua di Caracas pada 1974.

Norton, memang cukup terlambat memulai karirnya sebagia petinju. Ia masih aktif sebagai marinir saat Ali menjadi juara dunia pada 1963 dan telah berusia 30 tahun saat memecahkan rahang si mulut besar itu. Norton baru memtuskan bertinju sebagai sumber nafkah untuk menghidupi puteranya, Ken Norton Jr yang di kemudian hari menjadi pemain sepakbola Amerika ternama.

Dalam karirnya, Ken Norton mengalami dua kekalahan menghadapi Ali pada 1973 dan 1976. Pertarungan di Yankee Stadium, New York  pada 28 September 1976 tersebut merupakan pertarungan ketiga dan terakhir antara kedua petinju. Ali menang split melalui keputusan yang  dianggap kontroversial oleh Norton hingga akhir hayatnya.

Usai pertarungan sulit menghadapi Norton, Ali memilih lawan Alfredo Evangelista, petinju kelahiran Uruguay yang berdomisili di Spanyol. Ia menang angka dengan mudah.

Saat itu Ali menghadapi pertanyaan media tentang keputusannya memilih Evangelista sebagai lawan.  "Kalian tahu berapa bayaran yang saya dapat? 2.75 juta dolar AS. Ini saya dapat bukan dengan menghadapi Joe Frazier atau Ken Norton," katanya. "Saya mendapat uang senilai itu dengan pertarungan ringan menghadapi petinju tak ternama."

Pertarungan Ali dan Norton III pada 1976 memang berlangsung keras dan melelahkan. Ali kesulitan menghadapi gaya bertinju Norton yang terus bergarak maju dengan pertahanan  yang tidak biasa.  Norton melindungi wajah bukan dengan gaya tangan vertikal, melainkan horizontal dan menyilang.

Usai dinyatakan menang, Ali langsung bersumpah tidak ingin lagi menghadapi Norton. Bukan hanya Norton, sejak itu, Ali memang tak pernah lagi berhadapan dengan nama-nama besar seperti Norton, Frazier dan Foreman. Ia bahkan kalah dari petinju tak ternama, Leon Spinks pada 1978.

Para penggemar tinju di Indonesia pada masa itu beruntung dapat menyaksikan setiap pertarungan Ali melalui siaran langsung TVRI dengan tayangan televisi hitam putih.  Termasuk juga pertarungan Norton dan Ali pada September 1976 itu. Kita dapat menyaksikan bagaimana  Norton tertunduk lemas di atas ring dan menolak turun sampai beberapa saat. Ketika rombongan Norton  bergerak masuk ruang ganti, mereka mendapat cemooh penonton yang menyebabkan seorang anggota kubu Norton marah dan menyerang penonton.

Masa-masa itu, pertandingan tinju kelas berat tidaklah selalu berlangsung pada akhir pekan seperti saat ini. Siaran langsung justru terjadi pada  jam-jam kerja dan sekolah.  Tidak heran banyak karyawan atau anak sekolah yang madol (mangkir) untuk menyaksikan pertarungan ini.  Sementara sebagian besar sekolah dan kantor  mengakalinya dengan mengizinkan murid membawa pesawat televisi ke sekolah dan membebaskan murid pada jam-jam pelajaraan saat pertaruingan berlangsung.

Para tokoh utama panggung peryinjukan tinju kelas berat dunia tersebut sekarang sudah menghilang. Joe Frazier dan Ken Norton telah meninggal dunia. Foreman telah pensiun, sementara Muhammad Ali yang gerakan tangannya mmapu membuat ribuan orang mengikuti berlari di belakangnya, saat ini tak berdaya didera Parkinson.

"Ali kini jauh lebih baik," kata mantan manajer bisnis Ali, Gene Kilroy yang mengunjungi Ali di hari ulangtahunnya yang ke 71, Januari lalu.  "Tetapi tentu ia bukan lagi seorang Ali yang mampu berjalan di jalan umum dan mampu membuat 5.000 orang mengikuti dan menjawab pertanyaannya,'hei siapa (petinju) terbesar di dunia saat ini?'

Teriakan,"Ali....Ali....Ali....," masih keras terngiang di telinga.




Editor : Tjahjo Sasongko















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

Korban GOR Ambruk, Ilyas Alami Patah Tulang Paha

Written By Smart Solusion on Friday, September 20, 2013 | 8:38 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Enam dari delapan korban robohnya GOR Koja yang dirawat di RS Pelabuhan Jakarta, Koja, Jakarta Utara, sudah diperbolehkan pulang. Sementara dua orang lainnya masih harus menjalani perawatan.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat RS Pelabuhan Jakarta Nining mengatakan korban yang masih menjalani perawatan adalah Ilyas (46) dan Suwandi (32). Keduanya mengalami luka yang cukup serius di bagian paha dan kaki.

"Pasien tuan Ilyas mengalami patah tulang di paha sebelah kiri, sementara tuan Suwandi mengalami pembengkakan di kaki kanan," ujar Nining di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta, Sabtu, (21/9/2013).

Cidera yang dialami kedua korban diakibatkan paha dan kakinya tertimpa bahan bangunan saat melakukan pengerjaan proyek. Meski mengalami luka yang cukup parah, kata Nining, kondisi keduanya masih sadarkan diri dan tidak memerlukan ruang perawatan khusus. Saat ini, keduanya juga berada di ruang perawatan biasa dan tidak di ruangan khusus.

Nining menuturkan, korban yang masuk ke RS Pelabuhan Jakarta, tidak ada yang mengalami luka pendarahan hebat, namun mengalami luka dalam di bagian tubuh seperti patah tulang, pembengkakkan dan memar di bagian kaki dan tubuh pekerja.

Hanya Yayat, salah seorang dari dua korban yang tidak dilarikan ke Rumah Sakit, datang memeriksakan kondisi di pelipis sebelah kanan. "Dia juga datangnya pukul 22.30 pada saat malam kejadian," ujar Nining.

Untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh korban yang datang, pihak Rumah Sakit sudah melakukan pemeriksaan menggunakan CT-Scan ke seluruh korban. Hasilnya, hanya Ilyas yang mengalami patah tulang.

Untuk kedua pasien yang masih dirawat tidak menutup kemungkinan mereka akan menjalani proses operasi untuk memulihkan kesehatannya. Hanya saja, pihak rumah sakit belum tahu kapan operasi tersebut dilakukan karena sampai saat ini dari pihak rumah sakit masih melakukan observasi kesehatan terhadap kedua pasien tersebut, Ilyas dan Suwandi. "Kemungkinan kedua pasien akan menginap di RS minimal tiga hari," ujar Nining.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Isu Cerai Tak Pengaruhi Kesehatan Ayu Ting Ting


Jakarta - Isu miring yang menimpa rumah tangga pedangdut Ayu Ting Ting dengan suaminya Henry Baskoro (Enji)  tidak berpengaruh pada kondisi kesehatan dan janin yang kini tengah dikandung pelantun "Salah Alamat" itu. Meskipun sebelumnya Ayu sempat menderita penyakit campak, namun kini kondisi kesehatan Ayu sudah makin membaik.


Hal itu diungkapkan ayah Ayu Ting Ting, Abdul Rozak di kediamannya di kawasan Sukmajaya, Depok, Jumat (20/9).


"Kemarin Ayu sempat dikasih cobaan sakit campak. Tapi saat ini sudah sembuh. Kalau sekarang kondisinya Alhamdulillah sehat, karena banyak doa dari rekan-rekan semua," ujar Abdul Rozak.


Dijelaskan Rozak, meskipun sudah sembuh Ayu memag belum boleh ke luar rumah. Ia harus banyak istirahat.


"Alhamdulillah gak berpengaruh apa-apa sama kondisi janinnya sehat semua. Cuma kemarin Ayu memang gak boleh keluar-keluar dulu takut kena angin. Makanya dari kemarin hanya di dalam saja," lanjut ayahnya.


Abdul Rozak sendiri hingga kini masih enggan berbicara tentang usia kandungan putrinya itu. Karena menurutnya, tradisi keluarga tidak memperbolehkan menyebut-nyebut usia kandungan.


"Bagi ayah buat nyebut bulan itu pamali banget, menjaga agar hal-hal yang enggak diinginkan. Kalau persiapan jelang kelahiran juga masih jauh, pamali juga kalau dibilang-bilang," ujarnya.


Disinggung mengenai isu perceraian yang kini menimpa sang putri, Abdul Rozak mengungkapkan hal itu tidak mempengaruhi aktivitas dan kondisi bayi yang ada dalam kandungan Ayu. Ia hanya berharap cucunya lahir sehat.


"Gak berpengaruh apa-apa, saya sebagai orang tua hanya cuma berharap cucu pertama lahir dalam kondisi sehat," terangnya.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Anas: Pencopotan Saan-Pasek, Ada yang Bilang \"Katrok\"




Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, saat akan meluncurkan organisasi masyarakat (ormas) Rumah Pergerakan Indonesia, di kediamannya di Jakarta Timur, Minggu (15/9/2013). Anas bersama loyalisnya mendeklarasikan Ormas ini yang mengusung gerakan anti diskriminasi dalam bidang hukum, politik dan ekonomi. | TRIBUNNEWS/HERUDIN









JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum DPP Partai Demorkrat Anas Urbaningrum angkat bicara terkait pencopotan Saan Mustopa sebagai Sekretaris Fraksi Demokrat dan Gede Pasek Suardika sebagai Ketua Komisi III.

Menurutnya, rotasi dalam sebuah partai adalah hal yang wajar. Namun, Anas mempertanyakan jika alasan pencopotan Saan dan Pasek yang dikenal dekat dengannya karena dianggap tak loyal.

"Setiap partai punya kebijakan. Namun jangan karena dianggap tidak loyal padahal punya kecakapan dan dapat mengemban tugas yang diberikan partai, lalu diganti dan digeser," kata Anas, dalam wawancara dengan Kompas TV, di kediamannya, kawasan Durensawit, Jakarta Timur, Jumat (20/9/2013).

Anas mengungkapkan, keputusan rotasi ini pasti sudah disetujui Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina. 

"Untuk posisi penting itu pasti disetujui ketua umum, pasti sampai pada dewan pembina dengan diskusi. Ada kutipan dari Pak Syarif kalau Pak SBY sangat setuju dengan pencopotan itu. Tapi kata temen saya, kok pencopotannya katrok banget," kata Anas.

Seperti diberitakan, Fraksi Demokrat melakukan rotasi para kadernya yang menempati sejumlah posisi. Dua di antaranya adalah Saan Mustopa dan Gede Pasek Suardika, yang selama ini dekat dengan Anas. 

Pencopotan itu dilakukan tak lama setelah mereka hadir dalam deklarasi ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang didirikan Anas, Minggu (15/9/2013). Pasek masuk dalam kepengurusan PPI sebagai Sekjen. Adapun Saan hanya menghadiri deklarasi. 




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary





A PHP Error was encountered


Severity: Notice


Message: Undefined property: stdClass::$view_quiz


Filename: views/read-article-alt2.php


Line Number: 363














8:17 PM | 0 komentar | Read More

Tim Basket Putra Indonesia Rebut Perunggu di ISG





PALEMBANG, KOMPAS.com - Tim nasional basket putra menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia setelah  berhasil mengalahkan Kuwait pada pertandingan hari keenam Islamic Solidarity Games (ISG) 2013, di Palembang, Jumat (20/9/2013) malam.

Pelatih timnas basket putra, Tjetjep Firmansyah, menurunkan lima starter, yakni  Kelly Purwanto, Xaverius Prawiro, Kaleb Ramot Gemilang, Galank Gunawan, dan Christian Ronaldo Sitepu. Lima pemain tersebut memulai pertandingan dengan baik. Xaverius dan Kaleb bergantian melakukan lay-up dan membawa Indonesia unggul pada akhir kuarter pertama, 19-16.

Timnas Indonesia melakukan lebih banyak tembakan jarak jauh pada kuarter dua dan melebarkan selisih angka menjadi 40-22.

Pada kuarter ketiga, Indonesia masih memimpin pertandingan dengan skor 56-43. Pertahanan Kuwait menurun pada kuarter keempat dan pemainnya mulai melakukan foul. Pertandingan ditutup dengan dua kali free throw dari Kelly yang membuat Indonesia menang dengan skor 72-60.

Dengan kemenangan ini, tim basket putra Indonesia berhak atas medali perunggu. Sebelumnya, tim putri Indonesia yang tampil luar biasa berhasil merebut emas.

Medali emas putra jadi milik Pelestina, sementara perak direbut Arab Saudi.




Editor : Pipit Puspita Rini















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

Mario Lawalata Diincar DJ Semampai Singapura

Written By Smart Solusion on Thursday, September 19, 2013 | 8:32 PM


Singapura - Bukan berita kalau aktor berwajah Indo Mario Lawalata banyak didekati wanita. Tapi kalau di negara lain ada seorang wanita terkenal yang cukup agresif menempelnya, adegan itu cukup menarik untuk dilihat.


Dalam sebuah acara di Singapura Rabu (18/9) lalu, seorang wanita tinggi langsing berambut panjang dengan baju sebatas dada ke bawah terlihat tak pernah jauh darinya.


Bahkan di samping Mario yang tingginya 174 cm, wanita itu tetap terlihat menjulang.


Saat Mario duduk, dia mengambil kursi di dekatnya. Ketika Mario bicara dengan orang lain, dia menginterupsi dengan mengacungkan ponselnya seperti menunjukkan sesuatu.


Kalau Mario termenung, si rambut panjang akan berbisik ke telinga dia, atau melakukan hal lain untuk menarik perhatian.


Dia bukan gadis misterius, bukan pula orang biasa. Di negara itu, dia justru lebih terkenal dari Mario. Namanya Rosalyn Lee, disc jockey Radio MediaCorp 987 FM yang menemani pendengarnya saat mengendarai mobil di pagi hari, dan mengasuh siaran Rude Awakening pukul 06.00-10.00 pagi.


Pada 2005, Rosalyn memenangi sebuah kontes presenter acara yang diselenggarakan MTV.


Adegan mesra – yang lebih bersifat sepihak – itu terlihat dalam gladi resik acara pencanangan kampanye “jangan mengemudi ketika mabuk” di kawasan bersantai Clarke Quay yang penuh restoran dan bar. Mereka berdua menjadi duta kampanye yang disponsori produsen minuman keras Johnnie Walker, bersama beberapa selebritis lain.


Memang agak mencolok, karena sebetulnya banyak sosialita dan selebritis terkenal lain yang berada di sana dan bisa diajak mengobrol. Sebut saja Oli Pettigrew, presenter HBO, AXN dan Star World yang terkenal bukan hanya karena tampangnya, tapi juga gaya yang unik dalam membawa acara televisi. Ada lagi seorang supermodel asal Vietnam dan beberapa bintang Formula 1 di acara yang sama.


Namun Rosalyn tetap tak pernah jauh dari Mario. Ketika gladi resik usai dan rombongan beristirahat sambil makan malam di restoran masakan Spanyol, Octapas, di dekat situ, Roselyn juga mengambil kursi di samping Mario.


Mereka berdua tambah akrab, si gadis mengambil foto Mario dengan ponsel, menunjukkan hasilnya, dan mereka saling berbincang berdua di meja kecil berhimpitan yang penuh dengan panitia dan para sosialita itu.


Ketika acara dimulai malam harinya, seperti diduga Rosalyn juga langsung menempati kursi di samping Mario. Kemudian, bersama rombongan mereka lenyap di balik panggung, entah masih berdua atau tidak.


Penasaran, esok harinya begitu bertemu Mario, langsung meluncur pertanyaan: “Bagaimana tadi, ada kisah cinta satu malam?”


Mario awalnya agak bingung, tapi kemudian tersenyum dan menukas: “Kamu bisa saja.”


Lalu entah ingin mengalihkan perhatian atau memang jujur ingin tahu, dia balas bertanya: “Di dekat sini kalau mau beli tiket Formula 1 di mana ya? Kira-kira masih ada nggak?”



8:32 PM | 0 komentar | Read More

Empat Wakil Indonesia di Arena Jepang Terbuka





TOKYO, KOMPAS.com — Empat wakil skuad Merah Putih lolos ke perempat final turnamen Jepang Terbuka (Japan Open) Super Series 2013 di Tokyo, Kamis (19/9/2013).

Dari keempat wakil tersebut, sektor tunggal gagal mengirimkan wakil setelah Linda Wenifanetri dihadang Sayaka Takahashi (Jepang), 12-21, 7-21.

Pada pertandingan babak kedua yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Kamis (19/9/2013), pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sukses memetik kemenangan atas wakil tuan rumah, Yuya Komatsuzaki/Hiroki Takeuchi, 21-19, 21-19.

Sayangnya, Angga Pratama/Rian Agung Saputro tidak dapat menemani langkah sang Juara Dunia 2013 itu ke perempat final. Angga/Rian gagal menaklukkan pasangan Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, 14-21, 20-22.

"Cara main Angga/Rian masih kalah pintar dibanding pasangan Denmark. Selain itu Angga/Rian juga kurang tenang, terutama di saat-saat tertekan," kata Herry Iman Pierngadi, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI seperti dikutip badmintonindonesia. "Angga/Rian harus meningkatkan rasa percaya diri mereka, masih sering ragu-ragu di lapangan," tambah Herry saat dihubungi dari Jakarta.

Di nomor ganda putri, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari juga tak dapat menahan laju Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Chen (Taiwan). Greysia/Nitya dikalahkan dalam dua game langsung, 15-21, 21-23. "Tadi pelatih mengatakan bahwa kami harus menambah kekuatan. Tenaga juga harus lebih besar. Saat pulang ke Jakarta nanti, fisik kami akan digenjot habis-habisan," kata Greysia soal kekalahannya bersama Nitya.

Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah juga harus terhenti di babak kedua dari Bao Yixin/Zhong Qianxin (China), 14-21, 13-21. Dengan hasil ini, ganda putri hanya meloloskan Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta yang memetik kemenangan atas wakil tuan rumah, Kugo Asumi/Yui Miyauchi, 21-19, 19-21, 21-17.

Selain itu, Pia juga lolos di ganda campuran bersama sang kakak, Markis Kido. Pasangan yunior-senior Praveen Jordan/Vita Marissa juga merebut tiket ke perempat final.

Berikut jadwal pemain Indonesia:
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan    [Indonesia/1]-Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin [Taiwan/6]
Pia Zebadiah Bernadeth/Rizki Amelia Pradipta    [Indonesia/4]-Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Che [Taiwan]
Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen    [Denmark/3]-Praveen Jordan/Vita Marissa [Indonesia]
Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadet    [Indonesia/7]-Liu Cheng/Bao Yixin [China]




Editor : Tjahjo Sasongko















8:14 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger