Powered by Blogger.

Popular Posts Today

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Smart Solusion on Tuesday, September 24, 2013 | 8:06 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:06 PM | 0 komentar | Read More

Pengundian Rusun Pinus Elok Sepi Peminat

Written By Smart Solusion on Monday, September 23, 2013 | 8:38 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Pengundian Rusun Pinus Elok yang diadakan hari ini, Selasa (24/9/2013), sepi peminat. Tidak banyak warga di sekitar Waduk Ria Rio yang datang.

Acara pengundian dimulai pukul 08.00. Namun hingga pukul 10.00, baru ada satu orang warga yang hadir. Dia adalah Iih, warga RT 07/15 Pedongkelan, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur. Ia datang bersama suami dan cucunya.

"Saya kan dapet undangan, ya saya dateng aja. Namanya juga diundang kan, Mbak. Tapi enggak tahu nih yang lainnya ke mana," kata Iih (47), saat ditemui wartawan.

Iih mengatakan, tetangga-tetangganya sebenarnya sudah banyak yang mengurus surat-surat pengantar untuk kelengkapan pengundian Rusun Pinus Elok. Namun, dia tidak melihat ada tetangganya yang datang ke acara pengundian di rusun.

"Dari kemarin tuh udah banyak yang ngurus surat pengantar ke RT/RW. Mangkanya saya ikutan juga. Soalnya saya bingung juga, kalau kita pindah sendiri, nanti kita dimarahin. Nanti pada sentimen sama saya. Jadi saya bareng-bareng aja," ujarnya.

Iih sadar jika tanah yang dia tempati saat ini bukan tanah miliknya. Oleh karena itu, Iih rela jika harus pindah dari rumahnya saat ini.

Namun, yang menjadi pikirannya adalah usahanya. Iih yang sehari-hari berjualan nasi goreng mengaku bingung akan kelangsungan usahanya nanti setelah pindah. Ia takut tidak bisa membuka usahanya lagi setelah pindah ke Rusun Pinus Elok, Jakarta Timur. Ia berharap, semoga setelah pindah nanti, usahanya dapat terus berjalan.




Editor : Ana Shofiana Syatiri







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











8:38 PM | 0 komentar | Read More

Kegalauan Politik Perburuan Kekuasaan






KOMPAS.com - Berita utama harian Kompas, Senin (23/9), yang berjudul ”Peran Negara Makin Tak Terasa”, tampaknya terlalu sopan. Dalam bahasa yang lebih lugas, mungkin lebih tepat dikatakan negara ini sudah lumpuh karena silang sengkarut kebijakan yang tidak dilandasi niat politik yang berkiblat kepada kepentingan rakyat.

Negara dewasa ini bahkan dapat dikatakan vakum, mengalami kekosongan pemerintahan. Banyak ilustrasi mengenai absennya negara. Contoh yang paling hangat adalah perseteruan di lingkungan pemerintahan mengenai kebijakan yang secara diametral bertentangan: kebijakan mobil murah yang hanya akan dinikmati oleh kelas menengah versus transportasi umum nyaman yang telah lama didambakan rakyat kebanyakan.

Peristiwa politik lainnya masih banyak lagi yang dapat disebutkan. Misalnya, kelahiran Perhimpunan Pergerakan Indonesia yang membuat berang dan cemas beberapa kader Partai Demokrat. Organisasi bayi ini diantisipasi, dalam jagat pakeliran, sebagai Jabang Tutuka (nama kecil Gatotkaca) yang pada usia balita berhasil membunuh Patih Sekipu, raksasa sebesar gunung anakan, yang ingin merebut kerajaan para dewa.

Oleh karena itu, meskipun organisasi ini bukan apa-apa dibandingkan dengan Partai Demokrat, petinggi partai tersebut tidak mau ambil risiko. Jadi, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa dan Ketua Komisi III DPR Gede Pasek, yang hadir pada peresmian organisasi itu, dicopot dari jabatan mereka.

Demikian pula gemuruhnya konvensi Partai Demokrat tidak menampakkan secuil pun isu-isu yang ditawarkan para peserta konvensi kepada publik.

Di kubu lain, Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar dibayangi perseteruan internal mengenai kemungkinan munculnya agenda mengevaluasi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai kandidat presiden partai tersebut. Tuntutan yang dianggap layak karena kemajuan tingkat elektabilitasnya dari waktu ke waktu seperti siput.

Sementara itu, reinkarnasi Poros Tengah berjalan tidak mulus karena terjadi ketidaksepakatan menentukan kandidat presiden.

Di tengah kegalauan politisi yang sarat dengan kepentingan kekuasaan, masih dibumbui seleksi calon hakim agung yang berbau toilet, Jokowi yang menjadi rebutan tokoh-tokoh politik, dan lain sebagainya.

Sementara itu, membubungnya harga kedelai dan daging sapi yang tidak terkendali membuat pedagang tahu, tempe, dan bakso, ibu-ibu, serta masyarakat pada umumnya menjerit-jerit, tidak mendapatkan penyelesaian yang komprehensif. Kegalauan para pemegang otoritas politik semakin kedap terhadap kepentingan umum.

Jadi, organisasi kekuasaan yang seharusnya menyelenggarakan pemerintahan untuk membuat rakyat sejahtera menjadi ladang perburuan kekuasaan yang didominasi oleh gerakan libidal yang dikobarkan oleh nafsu untuk menikmati kekuasaan. Perilaku kolektif seperti itu dalam khazanah disiplin psikologi politik, didorong oleh motif yang disebut sebagai ”kebutuhan akan kekuasaan” (Martha, L Cottam, dkk dalam Hamdi Muluk, 2012).

Sebenarnya motif seperti itu sangat wajar mengingat pemilu pada dasarnya adalah kompetisi untuk memperebutkan jabatan publik. Apalagi persaingan adalah fenomena sosial yang merupakan bagian dari kehidupan dan kodrat manusia. Kompetisi antarmanusia sudah eksis sebelum manusia lahir di dunia atau sejak dari pembuahan. Rivalitas tersebut mungkin dapat ditelusuri dari karya Charles Darwin, ”On the Origin of Species”, dalam Principles of Biology (1864), serta artikel Todd Shackelford dan Aaron Getz tentang sperm competition.

Intinya, persaingan itu ada sebelum kehadiran manusia itu sendiri. Jutaan sperma harus bersaing ketat untuk menghasilkan satu pemenang tunggal memperebutkan sel telur yang akan menjadi embrio manusia. Oleh karena itu, kompetisi adalah keniscayaan dalam kehidupan bersama yang tidak dapat dihindari.

Namun, kalau dorongan untuk menjadi berkuasa melebihi dosis yang pantas, mungkin mereka mengidap suatu penyakit yang oleh Costa dan McCrae, dalam Martha, L Cottam, dkk, disebut neuroticism. Penyakit gangguan kepribadian dengan ciri kecemasan, rasa permusuhan, depresi, defisit kesadaran diri, impulsivitas, dan sejenisnya. Pengidap penyakit ini mencari peran-peran kepemimpinan untuk berburu kekuasaan dengan tidak kenal menyerah dan menggunakan orang lain untuk mendaki mencapai tujuan tersebut. Politik menjadi kering kerontang karena tidak mempunyai roh, cita-cita, serta spirit yang menuntun ke arah yang diharapkan publik. Masyarakat hanya menjadi obyek dari para pemburu kekuasaan.

Kegalauan para politisi sama sekali tidak nyambung dengan kegalauan masyarakat. Sejauh ini publik tidak pernah mendengar, paling-paling hanya sayup-sayup dan menerka-nerka yang akan dilakukan oleh para kandidat pemimpin negara kalau mereka benar-benar menjadi pemenang dalam Pemilu 2014. Rakyat ingin tahu agenda urgensi yang dapat dijadikan langkah awal dalam mengurai kekusutan penyelenggaraan pemerintahan. Selanjutnya, rakyat juga ingin tahu, pada ujung mana yang dapat dijadikan titik urai guna menyusun agenda prioritas mengurai kesemrawutan kehidupan bernegara dewasa ini.

Oleh karena itu, kontestasi harus diatur dan dipedomani semangat dan roh agar tidak saling menghancurkan, tetapi saling memuliakan sehingga menghasilkan sesuatu yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tidak boleh membiarkan proses pertarungan dalam pemilu yang akan datang didominasi para petualang politik. Partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan.

(J Kristiadi, Peneliti Senior CSIS)




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











8:17 PM | 0 komentar | Read More

Lee Chong Wei Puji Pebulu Tangkis Jepang

TOKYO, KOMPAS.com - Lee Chong Wei memuji pebulu tangkis Jepang yang berkembang cukup pesat. Perkembangan mereka terlihat pada Yonex Japan Open Superseries 2013. Lee menyebut Kenichi Tago yang menjadi lawannya pada babak final, Minggu (22/9/2013) kemarin, sebagai salah satu contoh.

"Saya sudah mengira akan mendapat perlawanan ketat darinya (Tago), dan ia melakukannya di lapangan. Tapi saya memiliki motivasi tinggi untuk menang dan saya tidak pernah menyerah," kata Lee seperti dilansir media Malaysia, The Star. 

"Saya melihat tekad kuat dari Tago untuk memenangi gelar juara kedua untuk Jepang (setelah tunggal putri), tapi saya berhasil menghentikan langkahnya itu," lanjut Lee.

Lee juga menyatakan kekagumannya pada Akane Yamaguchi, pemain muda Jepang yang berhasil menjadi juara tunggal putri.

"Jepang menunjukkan perkembangan pesat. Saya tidak percaya pemain berusia 16 tahun bisa menjadi juara tunggal putri. Jepang telah memperkuat timnya dengan pemain-pemain ini. Kami (Malaysia) juga perlu melangkah maju dan memperkuat tim," kata Lee yang pulang ke Malaysia, pada Senin (23/9/2013), sebelum berangkat lagi ke China untuk mengikuti Chinese League, akhir pekan depan.

8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

Waduk Teluk Gong Mulai Ditata

Written By Smart Solusion on Sunday, September 22, 2013 | 8:38 PM





JAKARTA, KOMPAS.com - Waduk Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, juga akan ditata mengikuti Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio. Langkah awal penataan waduk, sebanyak 30 bangunan liar yang berdiri di bantaran Waduk Teluk Gong dibongkar

Lurah Pejagalan, Alamsyah menuturkan dibongkarnya puluhan bangunan liar tersebut, merupakan salah satu program untuk memperindah kawasan Jakarta Utara. Pasalnya, bangunan yang sudah berdiri sejak sembilan tahun lalu membuat kawasan itu terlihat kumuh.

"Sesuai dengan program Wali Kota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono bahwa ini merupakan salah satu program bersih-bersih," kata Alamsyah saat ditemui di lokasi pembongkaran, Minggu (22/9) di Jakarta.


Alamsyah mengatakan, dibongkarnya puluhan lapak itu juga bisa mempermudah alat berat semacam backhoe untuk mengeruk Waduk Telok Gong.


Beberapa hari lalu, Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara sudah mengangkat belasan ton eceng gondok yang tumbuh di waduk tersebut.


"Dengan begitu Waduk Teluk Gong akan kembali sebagaimana fungsinya, yaitu menampung debit air," kata Alamsyah.


Ia menjelaskan, sebelum melakukan pembongkaran, pihaknya telah memberikan imbauan. Mulai dari pendekatan persuasif hingga pemberian surat peringatan kepada pemilik 30 bangunan berbahan semi permanen tersebut.


"Jadi yang dibongkar ini karena mereka tetap membandel, makanya kita langsung ambil tindakan tegas," katanya.


Bangunan liar yang terdiri dari warung, kandang kuda, bengkel las, tukang bensin, tempat pencucian motor, kandang ayam dan tukang bunga, saat ini sudah rata dengan tanah. Warga pun saat ini mulai pindah dengan mengontrak rumah.


"Jadi selama ini mereka memanfaatkan lahan pemerintah dengan mendirikan bangunan liar," kata Alamsyah.


Sementara itu, Sanan (55), salah satu korban pembongkaran, mengaku pihaknya sudah tinggal di lokasi itu sejak tahun 2006. Meski demikian, ia tak menampik bahwa dirinya membangun rumah berbahan semi permanen di atas tanah pemerintah.


"Habis saya enggak punya uang buat bayar kontrakan. Makanya, pas saya lihat di sini kosong, makanya langsung saya bangun rumah," kata pria yang memiliki lima anak itu.


Kini, pria asal Banten, Jawa Barat ini akan membawa isitri dan anak-anaknya itu tinggal mengontrak sebuah rumah petakan seharga Rp 450.000.


Untuk membayar uang kontrakan, nantinya akan dibayar dari uang yang ia dapatkan selama menjadi penjual minuman.





Editor : Ana Shofiana Syatiri
















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Sutradara Iqbal Rais Tutup Usia


Jakarta - Kabar duka kembali menyelimuti dunia perfilman tanah air. Minggu (22/9) malam sekitar pukul 22.30 Wib, sutradara muda Iqbal Rais menghembuskan nafas terakhirnya karena penyakit kanker darah atau leukemia yang menyerangnya sejak dua tahun lalu.


"Allah sayang kamu Bal, makanya dipanggil cepat menghadap Illahi," tulis Ghazali Rais, kakak kandung Iqbal Rais dalam akun twitternya @galihrais.


Beberapa aktor dan sutradara film Indonesia juga mengucapkan turut berduka cita atas kepergian sutradara film The Tarix Jabrix, Radio Galau FM, Si Jago Merah, dan Kata Hati tersebut. "Selamat jalan Iqbal Rais ... Sutradara Tarix Jabrik. Semoga kau damai di sisiNya," tulis sutradara Hanung Bramantyo dalam akun twitternya @hanungbramantyo.


Saat ini jenazah almarhum telah berada di rumah duka di Jalan Griya Kebraon Barat Blok CL, Karang Pilang, Surabaya.


Tiga pekan sebelum kepergiannya, Iqbal sempat berbincang-bincang dengan Beritasatu.com tentang penyakit leukemia yang menyerangnya sejak tahun 2011 itu.


Dikisahkan Iqbal, ia pertama kali mengetahui terdiagnosis leukemia jenis AML M2 (acute myelogenous leukemia myeloblastic dengan kematangan) pada November 2011. Dua bulan kemudian, ia mulai menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit KPJ Kuching, Malaysia.


Agustus 2012, dokter menyatakan Iqbal sudah memasuki tahap remisi, artinya pengobatan untuk menghancurkan tanda-tanda leukemia dalam tubuh dan menghilangkan gejalanya dinyatakan berhasil. Namun karena kelelahan akibat memaksakan diri merampungkan film Kata Hati di tengah kondisinya yang belum seratus persen pulih, Iqbal akhirnya mengalami fase relapse (kambuh).


Ayah dari Ami Kiara Sun Rais ini pun kembali harus menjalani pengobatan intensif. Ia kemudian menjalani transplantasi sel punca (stem cell) di RS. Dr Soetomo Surabaya. Namun upaya itu ternyata belum juga memberikan kesembuhan.


Suami dari Mia Andriana ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah hampir satu bulan menjalani transplantasi stem cell, metode yang baru pertama kali dilakukan di Surabaya pada pasien leukemia.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Mencari Capres di Media Sosial






KOMPAS.com - Di negeri maya, jangan coba bermimpi menjadi presiden pemimpin mereka jika pengikut di Twitter atau jumlah tayang video Anda di Youtube hanya ratusan orang. Di negeri maya, Anda juga harus siap di-bully warga internet atau netizen jika dianggapnya jauh dari idealisme khas mereka.

Fenomena itu mulai menimpa para peserta Konvensi Pemilihan Calon Presiden dari Partai Demokrat. Perang di media sosial tak terelakkan. Media sosial, seperti Twitter, Youtube, dan Facebook, menjadi senjata termurah untuk mendongkrak popularitas. Twitter menjadi media terlaris.

Jika peserta konvensi disaring dengan jumlah pengikut Twitter-nya di atas 100.000, hanya tersisa empat peserta. Mereka adalah Dahlan Iskan (628.594 pengikut), Anies Baswedan (292.970 pengikut), Dino Patti Djalal (175.053 pengikut), dan Marzuki Alie (127.162). Walaupun pengikut Gita Wirjawan di bawah 100.000, yaitu 44.855 pengikut, di dunia media sosial gencar dibicarakan.

Data Politicawave, tiga besar calon yang paling banyak dibicarakan netizen adalah Dahlan Iskan (8,4 persen), Gita Wirjawan (5 persen), dan Anies Baswedan (4,6 persen).

”Jumlah pembicaraan lumayan besar. Namun, ketika memasukkan calon lain, yaitu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), data langsung jomplang. Lebih dari 50 persen percakapan tentang Jokowi,” kata Direktur Politicawave Yose Rizal.

Dari peserta konvensi Partai Demokrat, yang tampak sengaja berkampanye di sosial media adalah Anies Baswedan dan Marzuki Alie. Keduanya, antara lain, memasang video pidato mereka di konvensi Demokrat.

Tim Anies tampaknya amat sadar untuk berkampanye di Youtube, dengan menyiapkan berbagai video di media itu.

Di Youtube juga ditemukan video yang menampilkan sosok Dino Patti Djalal dan Gita Wirjawan di berbagai liputan televisi atau saat berpidato di berbagai forum internasional.

Dua sisi

Kampanye di media sosial bisa dimanfaatkan untuk memupuk citra positif, tetapi juga dapat memukul balik. Anies Baswedan sudah menuai dua hal ini.

Di Youtube, misalnya, pengguna akun Adi Prasetya memberi komentar pidato Anies, ”Subhanallah. Begitu cerdas dan tenang dalam penyampaiannya. Semoga kelak mampu membawa amanah bangsa ini.” ”World Class Speech,” kata Edi Supriyanto.

Namun, seseorang yang menggunakan akun Cak Nur Lover membuat tulisan di Kompasiana berjudul, ”Menguak Kedok Kelam Anies Baswedan”. Akun bernama Suratno segera menjawabnya dengan tulisan ”Anies Baswedan dan Paramadina”.

Di era banjir informasi, perang seperti itu tak terhindarkan lagi. Beruntung dalam kasus itu Anies memiliki ”pengikut” yang dengan sukarela menghadang isu-isu negatif. Keadaan ini berbeda dengan Marzuki Alie yang tampaknya belum menurunkan timnya untuk mengatasi hal serupa.

Padahal, di Youtube, pidato Marzuki Alie juga dikerjain pengunjung. ”Monoton khas pejabat yang tidak merakyat,” komentar Rahiyat Geno.

Kritik juga diterima Pramono Edhie Wibowo. ”Kalau di kartun-kartun, narasi kaya gini adalah nada pidato raja penjahat untuk menguasai dunia,” kata pemilik akun Bob Singadikrama tentang pidato Pramono Edhie.

Namun, ada juga pengkritik yang sekadar meninggalkan jejak sentimen negatif bagi Partai Demokrat. ”Enggak minat aku capres dari Demokrat,” kata Rudi Anto.

Di atas semuanya, Pandji Pragiwaksono di situs pribadinya, www.pandji.com, menulis, ”Saya mau punya presiden yang kalau ditanya orang, ’Siapa sih...?’ saya bisa jawab ’Googling aja namanya atau lihat di Youtube,’ karena saya begitu yakin calon saya punya track record yang jelas dan bersih.” (AMIR SODIKIN)




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











8:17 PM | 0 komentar | Read More

Kimi Raikkonen, Akhir Manis di GP Singapura




Pebalap Red Bull Racing asal Jerman, Sebastian Vettel (tengah) merayakan kemenangan pada GP Singapura di podium Sirkuit Marina Bay Street, bersama pebalap Lotus dari Finlandia, Kimi Raikkonen (kanan) yang finis ketiga, dan pebalap Ferrari asal Spanyol, Fernando Alonso yang finis kedua, Minggu (22/9/2013). | AFP PHOTO/PHILIPPE LOPEZ








SINGAPURA, KOMPAS.com - Kimi Raikkonen memang tidak juara pada GP Singapura yang berlangsung di Sirkuit Marina Bay Street, Minggu (22/9/2013). Tetapi, dia tetap layak diacungi jempol. Pebalap Lotus ini memulai balapan dari posisi start 13, dan berhasil finis dengan naik podium ketiga.

Tak hanya itu, Raikkonen juga harus membalap dengan menahan sakit pada pinggangnya, yang diderita sejak kualifikasi, Sabtu (21/9/2013). Bahkan, dia sempat diragukan akan bisa turun pada balapan ini.

Awal pekan kemarin, muncul isu bahwa Lotus kesulitan membayar gaji pebalap yang pernah meninggalkan Fromula 1 selama dua musim tersebut. Tak heran jika beberapa pihak menyebut Raikkonen tidak akan membalap sungguh-sungguh di GP Singapura.

Tetapi, apa yang dilakukan Raikkonen di lintasan dengan 23 tikungan tersebut, sungguh luar biasa. Masuk pit paling awal dibanding pebalap lain, Raikkonen berhasil menaklukkan salah satu sirkuit paling menguras fisik dalam Formula 1 ini.

"Ini adalah akhir pekan yang sulit," kata Raikkonen, dengan gaya khasnya yang cuek, usai balapan. "Mobil terasa enak dan bahkan bisa lebih baik kalau saya melakukan lebih banyak saat latihan. Tetapi, meskipun dengan hasil lebih bagus saat kualifikasi, saya rasa posisi ketiga adalah hasil maksimal yang akan bisa kami capai hari ini."

Raikkonen mengaku rasa sakit pada pinggangnya sudah berkurang dibandingkan saat kualifikasi. Sakit ini merupakan efek jangka panjang dari kecelakaan yang dia alami, 12 tahun lalu.

"Sakitnya tidak terlalu terasa saat balapan. Kemarin (Sabtu) sangat tidak ideal dan saya hampir tidak membalap. Ini bukanlah kali pertama saya merasakan sakit di pinggang, dan saya tahu, banyak yang harus dilakukan saat musim dingin, jadi kita lihat apa yang bisa dilakuan. Sekarang, setelah balapan yang tidak 100 persen, kami punya dua minggu untuk beristirahat dan memulihkannya."

"Kami sudah melakukan yang terbaik (di Singapura) yang kami mampu, dan tidak bisa meraih lebih lagi. Kami harus cukup senang dengan finis ketiga dan kami bisa memperkecil masalah untuk balapan berikutnya," jelas Raikkonen.




Editor : Pipit Puspita Rini

















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger