Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Casey Stoner Kembali ke Phillip Island!

Written By Smart Solusion on Tuesday, October 1, 2013 | 8:14 PM





PHILLIP ISLAND, KOMPAS.com - Setahun setelah pensiun dari MotoGP, Casey Stoner akan kembali turun di Sirkuit Phillip Island, pada GP Australia, 20 Oktober 2013. Bukan, Stoner tidak akan membalap untuk Honda, seperti berita yang sempat beredar berkaitan dengan keterlibatannya dalam uji coba bersama tim pabrikan asal Jepang tersebut.

Ayah satu putri ini akan melakukan putaran kehormatan, bersama bintang balap Australia lainnya, Wayne Gardner dan Mick Doohan. Tiga pahlawan Australia ini akan membalap bersama di hadapan para penggemar MotoGP yang hadir di Phillip Island.

"GP Australia 2012 adalah dongeng untuk mengakhiri karier MotoGP saya," kata Stoner. "Akan sangat menyenangkan kembali ke lintasan bersama Mick dan Wayne tahun ini, tanpa tekanan untuk bersaing. Saya akan menikmatinya dan bertemu penggemar yang sudah mendukung sepanjang karier saya."

Soner sudah ratusan kali memutari sirkuit sepanjang 4,445 kilometer ini. Dia adalah juara enam GP Australia terakhir, sejak tahun keduanya di MotoGP, 2007, hingga 2012. Stoner sudah menjalani 115 balapan MotoGP, dengan 39 kali menjadi pole sitter, mencatat 29 kali fastest lap, dan 59 kali naik podium. Dia 38 kali juara, dan hanya Rossi, Giacomo Agostini, serta Doohan yang meraih jumlah kemenangan lebih banyak darinya, sepanjang karier di kelas primer.

Stoner, Gardner, dan Doohan akan membalap di Phillip Island, hanya beberapa saat sebelum GP Australia dimulai. Stoner akan menyaksikan juara baru Phillip Island muncul.




Editor : Pipit Puspita Rini















8:14 PM | 0 komentar | Read More

Basuki: Dharma Jaya Disuntik Rp 15 Miliar Agar Manajemennya Baik

Written By Smart Solusion on Monday, September 30, 2013 | 8:38 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan adanya penambahan dana untuk PD Dharma Jaya, BUMD DKI yang mengelola pendistribusian daging sapi di Ibukota. Suntikan dana tersebut dimaksudkan agar Dharma Jaya bisa memperbaiki manajemennya menjadi lebih baik.

"Jadi kita suntik supaya manajemen menjadi lebih baik," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (1/10/2013).

Dharma Jaya mendapat suntikan modal sebesar Rp 15 miliar. Dana tersebut, kata Basuki, diharapkan bisa membuat PD Dharma Jaya mendapat hak untuk mengurus kembali masalah logistik daging sapi bagi Jakarta.

"Supaya nilainya lebih tinggi, sekarang kan masih terlalu rendah. Nah, kita mau gabung untuk urusin logistik. Jadi harapannya seperti itu," jelas wakil Jokowi itu.

Hal ini mensinyalir adanya perubahan kebijakan Pemprov DKI mengenai nasib PD Dharma Jaya. Sebelumnya, karena tidak memberikan keuntungan sepersenpun kepada Pemprov, BUMD itu terancam ditutup.

Selain itu, ada dugaan korupsi di tubuh BUMD tersebut. Basuki juga pernah menyampaikan dalam pertemuannya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Juli 2013 lalu.

Selama ini, PD Dharma Jaya sendiri merupakan BUMD DKI Jakarta yang menyediakan dan menampung ternak potong, mengelola rumah potong hewan dan pemotongan ternak, penyediaan tempat penyimpanan daging, pendistribusian, sekaligus pemasaran daging.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















8:38 PM | 0 komentar | Read More

STLA Band Pilih Utamakan Berkarya Bukan Cari Sensasi


Jakarta - Sensasi terkadang menjadi cara yang dipilih segelintir pihak dalam mendongkrak popularitas. Tujuannya, menjadi bahan peliputan media dan ujungnya jadi topik pembicaraan di masyarakat.


Meski ada yang melakukan cara demikian, masih banyak juga yang mengandalkan karya untuk dikenal masyarakat.


STLA Band misalnya. Mereka ingin dikenal masyarakat dengan musikalitas yang tinggi meski memiliki celah untuk memanfaatkan kasus hukum dalam meraih popularitas.


"Kami tidak seperti itu. Kami mau dikenal lewat karya," ujar Abe selaku drummer STLA Band saat peluncuran single mereka bertajuk Kepikiran di Piza Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.


Band yang beranggotakan Andri (Vokal), Abe (Drum), Dimas (Bass), Reza (Gitar) dan Ryan (Gitar) mengisahkan hal tersebut. Setengah tahun lalu, ketika masih menggunakan nama Rumahhati, mereka menciptakan lagu bernuansa pop alternatif elektro. Namun tiba-tiba, ada band lain yang juga meluncurkan lagu serupa. Musiknya sama, liriknya serupa hingga durasinya tidak jauh berbeda.


"Lagu Kepikiran itu yang bikin saya dan Ryan. Tadinya, band ini namanya Rumahhati. Setelah beberapa kali ganti personel, kami akhirnya berjalan dengan nama STLA," kata Abe.


Abe pun heran mengapa single yang baru mereka luncurkan itu bisa dimainkan band lain. Padahal, hak paten atas lagu tersebut sudah didaftarkan hak ciptanya.


"Di kantor manajemen kami ada kok surat dari HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) atas nama Ryan. Kalau di sana ada yang menyanyikan, merekam, kami enggak banyak komentar. Ini lagu STLA dan sudah dipatenkan atas nama Ryan," terang Abe.


Meski memiliki bukti kuat, Abe mengaku STLA enggan membawa masalah itu ke jalur hukum.


"Buat apa bawa ke jalur hukum. Kecuali bila benar-benar sudah merugikan baru kami berpikir lagi. Sementara ini, kami hanya ingin dikenal lewat karya," kata Abe yang diamini rekan-rekannya.


Dijelaskan, STLA Band pertama kali terbentuk pada 10 Oktober 2010 dengan nama Rumah Hati. Kemudian pada akhirnya pada Juni 2013, Rumah Hati mendapatkan tawaran dari Star Signal management untuk kontrak single dan album.


Star Signal management bersedia bekerja sama dengan Rumah Hati, dan akhirnya disepakati berganti menjadi STLA Band pada 12 September 2013.


Makna yang terkandung dari nama STLA adalah diambil dari bahasa latin yang artinya bintang. Sedangkan makna dari huruf T yang tergambar dari logo STLA sendiri adalah mengandung gambar sebuah sinyal, yang artinya bahwa STLA lahir bersama star signal manajemen.


Dalam bermusik, STLA coba mengusung warna musik tersendiri, tanpa menghilangkan unsur aliran musik pop nya yang kemudian dikemas dengan musik elektronya mencoba tampil beda dengan band-band yang ada industri musik Tanah Air.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Lukisan Presiden Ketujuh






KOMPAS.com - Pada Oktober dua tahun lalu, Istana Merdeka dipadati tamu undangan. Sebuah acara penting sedang digelar, yakni penganugerahan tanda kehormatan kepada Kepala Negara Malaysia Yang Dipertuan Agong Mizan Abidin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pejabat Indonesia dan Malaysia harus berdiri berimpit-impitan karena ruangan yang dipakai tidak sebesar ruangan pertemuan utama di Istana Negara.

Meski lebih sempit, ruangan di Istana Merdeka itu terasa lebih indah karena di bagian belakangnya terdapat deretan lukisan berharga. Salah satu lukisan itu adalah lukisan ”Penangkapan Pangeran Diponegoro” hasil karya maestro Raden Saleh. Dibuat tahun 1850-an, lukisan ”Penangkapan Pangeran Diponegoro” diletakkan di atas kayu penahan.

Seusai acara, sejumlah orang menyempatkan diri berfoto di sebelah lukisan yang sangat terkenal itu. Foto itu lantas dipajang sebagai profile picture di Blackberry Messenger atau dipamerkan di media sosial Facebook.

Istana Presiden memang kaya akan lukisan dan karya seni lainnya, seperti patung. Total ada 2.000-an karya seni yang disimpan di sejumlah Istana Presiden, termasuk di Istana Merdeka.

Di Istana Bogor terdapat lukisan Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari hasil karya Basoeki Abdullah. Ketika lukisan yang dipasang di dinding itu hendak dipotret, seorang petugas melarangnya.

”Tidak boleh,” ujarnya sambil berdiri di bawah lukisan tersebut.

Lukisan yang berasal dari era tahun 2000-an terpasang di dinding lantai dua Kantor Presiden. Ada lukisan realis kucing yang sedang berusaha menggapai kupu- kupu di dekat pot bunga, lukisan dua anak kecil sedang mencoba mengisap rokok, dan ada pula lukisan realis sajian buah-buahan yang sungguh mengundang selera. Ketika Presiden Yudhoyono menyampaikan pengantar sidang kabinet, wartawan biasanya menyimaknya sambil mata melihat-lihat ke lukisan-lukisan indah tersebut.

Di ruang pertemuan utama Istana Negara juga ada lukisan. Bedanya, lukisan yang terpasang menampilkan enam kepala negara Indonesia, mulai dari Presiden pertama Soekarno hingga Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, yang saat ini sedang berkuasa. Dengan ukuran besar, lukisan tersebut terpasang di enam tiang yang ada di sisi ruang pertemuan.

Pada akhir Oktober tahun depan, lukisan Presiden ketujuh Indonesia seharusnya sudah terpasang di ruangan pertemuan utama Istana Negara itu. Maklumlah, pemilu presiden periode 2014-2019 akan digelar pada Juli tahun depan. Yudhoyono sudah dua periode memerintah. Itu artinya akan ada presiden baru, ya presiden ketujuh. (A Tomy Trinugroho)




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











8:17 PM | 0 komentar | Read More

Kanada Kebagian NBA All Star Game 2016





  • Selasa, 1 Oktober 2013 | 09:25 WIB





TORONTO, Kompas.com - Ajang NBA All Star Game untuk pertamakali akan dilangsungkan di luar AS yaitu di Kanada pada 2016.

Hal ini diumumkan oleh pihak NBA, Senin (30/09/2013). "Kami mengumumkan bahwa Toronto terpilih  jadi tuan rumah,"  kata wakil komisioner  NBA. Adam Silver. "Toronto adalah tempat ideal buat sebuah acara yang penuh kemeriahan seperti All-Star."

Acara ini akan berlangsung pada 14 Februari 2014 di Air Canada Centre, yang merupakan markas klub NBA Toronto Raptors dan klub Liga Hoki nasional, Toronto Maple Leafs.

Toronto untuk pertamakali menjadi tuan rumah  pertandingan asosiasi bola basket Amerika (BAA) pada 1 November 1946. Saat itu klub Toronto Huskies bertanding melawan New York Knickerbockers di Maple Leaf Gardens. BAA merupakan cikal bakal NBA.

Musim kompetisi 2015-16 juga merupakan pertanda 20 tahun bergabungnya Raptors di NBA.




Editor : Tjahjo Sasongko





8:14 PM | 0 komentar | Read More

Sekolah Digembok, Siswa SDN Utara 01-02 Tak Bisa Belajar

Written By Smart Solusion on Sunday, September 29, 2013 | 8:38 PM





JAKARTA, KOMPAS.com– Ratusan siswa SDN Kembangan Utara 01/02, Jakarta Barat, pagi ini tidak bisa masuk ke dalam sekolah. Sebab, gedung sekolahnya digembok Uziah, salah satu ahli waris pemberi hibah tanah sekolah tersebut.

"Kami menggembok karena sampai sekarang Pemprov belum juga melunasi sebagian tanah milik kami di sekolah tersebut," tegas Azis, ahli waris lain, Senin (30/9/2013).


Usiah menggembok pintu ke lantai dua. Lantai dua terdiri dari ruang kelas siswa, sedang lantai dasar terdiri dari ruang guru, ruang les, dan ruang lainnya.


Penggembokan ini menyebabkan ratusan siswa berkerumun di selasar sekolah. Tampak halaman sudah dipagar penghalang oleh ahli waris dengan seng rombeng dan berbagai tulisan antara lain berbunyi "Sekolah ini korban birokrasi, Ahli Waris Belum Dibayar".    


Aksi serupa sebelumnya terjadi pada 13 September 2013 lalu. Aksi berakhir setelah Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan membayar ganti rugi dengan meminta ahli waris membuka segel sekolah.


"Kami hargai pak wakil wali kota, pak camat dan pak lurah sudah datang ke rumah kami meminta gembok dibuka, tapi setelah dibuka hingga kini, belum ada ganti rugi," jelas Azis.


Sebelumnya, anggota DPRD DKI komisi E, Ny Mery Hotma, pernah mengununjungi sekolah tersebut dan berjanji membantu menyelesaikan. "Tapi hanya janji. Bahkan meminta ahli waris menggugat Pemprov DKI Jakarta. Aneh kalau ahli waris harus menggugat karena sudah dibahas sebelumnya melalui kajian hukum oleh Kabag Hukum Jakarta Barat," kata Azis.


Kasus ini terungkap setelah ahli waris mengetahui bahwa Pemprov DKI Jakarta menyertifikatkan kelebihan tanah dari yang dihibahkan oleh Amar bin Djamain tahun 1974. Ia menghibahkan tanah seluas 1.500 meter persegi dari luas tanah yang dimilikinya 3.040 meter persegi. Tapi Pemprov DKI menyertifikatkan tanah seluas 1.944 meter persegi. Dengan demikian ada kelebihan tanah seluas 444 meter persegi.





Editor : Ana Shofiana Syatiri
















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Tim Malaysia Juarai Kompetisi Barongsai di SMS


Tangerang - Perhelatan International Lion Dance Championship 2013 di Summarecon Mal Serpong (SMS), Tangerang, Banten, dimenangkan tim barongsai dari Negeri Sembilan Malaysia. Tim asal Malaysia itu menjadi juara pertama karena meraih nilai tertinggi 9,21 dengan tingkat kesulitan 16.


Kompetisi itu diikuti 18 tim dari delapan negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Taiwan, Makau, dan Filipina. Pihak SMS bekerja sama dengan Kung Seng Keng (KSK) Indonesia dan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) serta Himpunan Bersatu Teguh Padang (HBT) yang kembali menggelar kompetisi barongsai tingkat internasional untuk kedua kalinya.


Posisi kedua diduduki oleh tim barongsai dari Kun Seng Keng (KSK) Hong Kong dengan nilai 9,14 dan tingkat 15 kesulitan. Disusul posisi ketiga oleh dari Khu Ching juga dari Malaysia, dengan nilai 9,04, tingkat kesulitan 18 serta 1 kali kesalahan ringan hingga terjadi pengurangan nilai 0,1.


Sementara, Indonesia meraih juara keempat lewat tim barongsai dari Naga Langit dengan perolehan nilai 9,01, kesulitan 12 tanpa kesalahan. Disusul Tiongkok pda posisi kelima pada nilai 8,91, tingkat kesulitan 14.


Syarif Benyamin, Direktur PT Summarecon Tbk, mengatakan, kegiatan yang digelar sejak 27-29 September 2013 itu merupakan penyelenggaraan kedua. Sebelumnya pernah dilangsungkan pada 2007. Melihat antusias masyarakat dan juga komunitas pemerhati serta pencinta barongsai di Indonesia sangat besar maka kembali diselenggarakan.


"Pelaksanaan kompetisi merupakan sumbangsih SMS dalam rangka turut melestarikan dan membudidayakan kesenian barongsai yang ada di Indonesia. Harapan kami, tim barongsai Indonesia dapat makin berkibar dan bicara di kancah internasional," kata Syarif akhir pekan lalu di Gading Serpong, Tangerang.


Sementara itu, Ketua Pembina FOBI Arifin Himawan mengatakan, kompetisi itu menerapkan standar internasional dengan aturan ketat untuk menentukan kelompok Lion Dance terbaik. Dalam International Lion Dance Championship 2013 yang digelar, ada 18 tim dari 8 negara peserta. Indonesia diwakili lima tim.


"Wasitnya pun sudah memiliki sertifikasi tingkat internasional. Diharapkan, lewat kompetisi ini bisa melahirkan atlet-atlet terbaik Indonesia. Beberapa hal yang menjadi kriteria penilaian, adalah keserasian gerak, dekoratif ornamen, kekompakan tim, serta kemampuan menampilkan gerak akrobatik yang sulit dengan tiang," ungkap Arifin.



8:32 PM | 0 komentar | Read More

Konvensi Demokrat di TVRI






Oleh: Atmakusumah Astraatmadja

KOMPAS.com - Ramai-ramai tentang penolakan terhadap siaran konvensi Partai Demokrat di TVRI pada 15 September, selama 2 jam 23 menit, menimbulkan pertanyaan: mengapa harus sepenuhnya ditolak?

Timbul pula pertanyaan lain: tidakkah konsep tata pemerintahan yang dijelaskan dalam peristiwa ini oleh para calon pemimpin negara cukup penting sebagai informasi yang diperlukan oleh publik?

Informasi seperti itu sulit diharapkan dari siaran televisi swasta yang lebih mementingkan tujuan komersial dan rating. TVRI, sebagai televisi publik, hampir-hampir jadi harapan satu-satunya bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mendalam tentang para calon pemimpin kita di masa depan.

Ternyata, TVRI juga pernah melakukan siaran serupa, terfokus semata-mata pada kegiatan satu partai politik atau lembaga sosial, umpamanya ulang tahun Fraksi Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, dan organisasi karyawan SOKSI. Direktur Utama TVRI Farhat Syukri malah menjelaskan bahwa kesempatan yang sama akan diberikan kepada partai politik yang lain dengan durasi yang sama lamanya.

Program seperti ini patut dihargai. Yang penting, TVRI tidak meminta bayaran untuk siaran ini, kecuali jika berbentuk iklan. Bahkan, durasi tayangan tak harus sama karena bobot peristiwa dan informasi bagi kepentingan publik yang terkandung di dalamnya perlu dipertimbangkan.
Independensi-netralitas

Hal yang penting, independensi kebijakan redaksi harus dihormati oleh semua pihak. Ini berarti, baik direksi TVRI maupun kekuatan politik, ekonomi, dan sosial di luar TVRI tidak dapat menekan kebijakan redaksi. Kekuatan-kekuatan dan kalangan di luar redaksi hanya mungkin mengajukan saran dan pendapat yang sejalan dengan kebijakan yang sudah ditetapkan oleh redaksi.

Akan tetapi, independensi tak harus berarti netralitas. Inilah istilah-istilah yang sering disalahpahami, seolah-olah independen hanya mengandung makna netral. Independensi mengandung sikap yang mengembangkan kemandirian dalam pendirian. Dalam independensi redaksi, memang, dapat terjadi sikap netral. Media siaran lebih-lebih lagi diharapkan bersikap senetral mungkin karena stasiun radio dan stasiun televisi menggunakan frekuensi radio yang merupakan milik publik dengan beragam pendirian.

Namun, dalam independensi juga dapat timbul pendapat yang berpihak pada pendirian atau visi yang oleh redaksi dianggap paling baik bagi kepentingan masyarakat seluas mungkin. Yang terpenting, redaksi perlu bersikap imparsial, yang tidak hanya mementingkan pihak-pihak tertentu agar sebanyak mungkin kalangan mendapat peluang untuk diliput oleh media pers.

Agaknya yang masih perlu dipertimbangkan dalam siaran TVRI adalah formatnya. Siaran seperti ini sebaiknya tak sekadar menampilkan pandangan teoretis para calon pemimpin negara itu, tetapi juga memberikan gambaran tentang prestasi nyata dalam karier mereka selama ini.

Malahan program ini sebaiknya dipertimbangkan oleh stasiun-stasiun televisi lain. Adapun yang lebih perlu dikecam oleh para pengamat sebenarnya adalah stasiun-stasiun televisi yang hanya mementingkan peliputan kegiatan lembaga-lembaga yang dipimpin oleh pemilik stasiun televisi tersebut. Stasiun televisi seperti ini seakan-akan lupa bahwa mereka sedang meminjam frekuensi milik masyarakat, yang tidak semuanya sejalan dengan pendirian lembaga-lembaga itu.

Menjelang Pemilu 2014

Peliputan tentang para calon pemimpin negara kita oleh media pers independen semakin diperlukan sekarang ini, pada saat-saat menjelang pemilihan umum bagi para anggota parlemen dan pemilihan presiden pada 2014 yang kian dekat. Peliputan pers seperti itu juga diperlukan dalam pemilihan para kepala daerah.

Adalah penting bagi pers untuk menyajikan selengkap mungkin konsep dan program partai-partai politik serta para pemimpinnya tentang pembangunan yang mereka rencanakan untuk negeri ini. Selain itu, penting pula menampilkan informasi tentang latar belakang karier para pemimpin itu agar masyarakat dapat menilai apakah mereka patut memimpin negeri ini.

Dengan demikian, peliputan oleh pers bukan sekadar menonjolkan karakter dan citra para pemimpin yang sedang mencalonkan diri. Peliputan itu terutama sekali menampilkan kemampuan sebagai pengelola tata pemerintahan yang maju dan demokratis, yang hendaknya tecermin dalam perjalanan karier mereka serta dalam konsep dan program pemerintahan yang mereka rancang.

Sepanjang yang dapat kita amati, hasil penelitian lembaga- lembaga survei di Indonesia hanya terpusat pada citra dan karakter para calon pemimpin politik. Dengan kata lain, para responden survei itu tampaknya hanya mendasarkan pilihan mereka pada popularitas tokoh. Popularitas dimaksudkan tidak harus berarti karena keberhasilan karya-karya pembangunan berdasarkan konsep mereka, tetapi karena seringnya mereka tampil dalam sejumlah kampanye politik atau sebagai narasumber pemberitaan pers dan muncul dalam iklan di media massa.

Karena pers dipandang memiliki posisi yang dominan dalam menciptakan citra para pemimpin, kewajiban pers pula memberikan gambaran yang jelas dan lengkap mengenai tokoh-tokoh tersebut. Dengan demikian, publik tidak akan memperoleh kesan dan penafsiran yang keliru tentang sosok dan pendirian politik mereka. Dengan mendapat bekal informasi yang benar dari pers, publik yang ”sarat informasi” dapat menentukan pilihan yang lebih tepat bagi para calon pemimpin negara kita dalam pemilihan umum. Dengan kata lain, media pers dapat memperkaya informasi yang diperlukan oleh para pemilih.

(Atmakusumah, Pengamat Pers dan Pengajar Jurnalisme di Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) di Jakarta




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











8:17 PM | 0 komentar | Read More

Crutchlow: Kami Masih Bisa Naik Podium





ARAGON, KOMPAS.com - Cal Crutchlow yakin masih punya kesempatan untuk naik podium, sebelum balapan musim ini berakhir. Pebalap Yamaha Tech3 ini finis keenam pada GP Aragon yang berlangsung di Sirkuit MotorLand, Minggu (29/9/2013).

Crutchlow mengaku, saat ini dia tengah memikirkan tentang pebedaan kecepatan motornya dengan motor para pebalap yang ada di depannya. Pebalab 27 tahun ini gagal bersaing dengan Valentino Rossi, Alvaro Bautista, dan Stefan Bradl, dalam perebutan tempat ketiga GP Aragon. Dia finis 1,5 detik lebih lambat dari Rossi yang akhirnya finis ketiga.

"Saya bukannya tidak puas dengan hasil finis keenam pada akhir pekan ini. Saya hanya berpikir bahwa kami jauh dari di mana kami seharusnya berada dan itu jelas terjadi karena kami kalah kecepatan," aku pebalap Inggris tersebut.

"Kami kalah lebih dari 10 km/jam setiap putaran di lintasan lurus, dan juga dalam akselerasi. Ini tidak bagus untuk kami. Sejujurnya, kami juga tidak tahu mengapa, karena kami memakai mesin baru sejak pagi (sesi pemanasan). Saya tidak mencari alasan, karena kalian bisa melihat dengan jelas lewat televisi, bagaimana saya sangat kesulitan."

"Dalam beberapa kasus, kami masih bisa mengambil hal positif dari akhir pekan ini. Di lintasan, kami tidak jauh tertinggal dari pebalap lain dan kami tidak menggunakan seamless gerabox, tapi kami masih bisa finis hanya 1,5 detik lebih lambat dari Rossi. Jadi, kami tidak melakukan pekerjaan yang buruk."

"Sekarang saya menantikan untuk menyeberangi benua dan saya yakin kami masih bisa bersaing untuk podium, musim ini," tambah Crutchlow. Balapan berikutnya akan berlangsung di Malaysia, Australia, Jepang, lalu kembali ke Eropa, tepatnya di Valencia.




Editor : Pipit Puspita Rini

















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:06 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger