Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Chong Wei Kebanjiran Tawaran

Written By Smart Solusion on Monday, January 28, 2013 | 7:14 PM




Chong Wei Kebanjiran Tawaran





Senin, 28 Januari 2013 | 23:16 WIB













KUALA LUMPUR, Kompas.com - Otoritas bulu tangkis Malaysia akan membatasi frekuensi bertanding peringkat satu dunia Lee Chong Wei di luar negeri.

Menurut pelatihnya, Tey Seu Bock, Chong Wei akan berkonsentrasi  untuk memenangi kejuaraan dunia di Guangzhou, China pada Agustus mendatang.

Chong Wei memang banyak dipinang oleh klub-klub bulu tangkis negara Asia untuk bermain di liga mereka. Chong Wei akan memperkuat klub Musica Kudus pada liga super bulu tangkis di Surabaya mulai 2 Februari.

"Chong Wei akan bermain buat Musica hanya untuk dua pertandingan. Ini tidak akan merusak program latihannya. Ia mungkin akan menikmati pertandingan kualitas tinggi di sana," kata Seu Bock.

Chong Wei juga berencana bermain di Liga China setelah kejuaraan dunia. Ia juga mendapat tawaran senilai 1 juta dolar AS untuk bermain di Liga Bulu tangkis India (IBL), Juni. Namun ia belum memastikan kesanggupannya.

"Sejauh ini, ia belum mendaftar di IBL.  beberapa jadwal liga berbenturan dengan jadwal pertandingan Chong Wei dan kami tidak mau ia bertanding berlebihan," lanjut Seu Bock.

Partispasi Chong Wei di kejuaraan beregu Piala Axiata pada Maret mendatang juga belum dipastikan. Leg pertama kejuaraan yang berlangsung sistem home and away ini akan berlangsung di Kuala Lumpur, 21-24 Maret.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko
















7:14 PM | 0 komentar | Read More

Jakarta-Surabaya-Denpasar, Rute Terpadat Dunia


KUTA, KOMPAS.com — Jalur penerbangan di Indonesia, yakni Jakarta-Surabaya-Denpasar, menjadi rute terpadat kelima di dunia. Rute penerbangan ini bersanding dengan bandara di Singapura dan negara maju lain. Penyedia bandar udara pun harus memutar otak untuk mengatur jadwal penerbangan. 


Dalam siaran pers, Selasa (29/1/2013), Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura (AP) I Ngurah Rai Harjoso Tjatur Prijanto menyatakan, karena masalah traffic  di udara adalah masalah internasional, masalah keselamatannya adalah masalah bersama. "Maka, ATFM merasa perlu untuk membahas hal tersebut," ujar Harjoso saat pertemuan air traffic facilities management (ATFM) di Hotel Kartika Plaza kemarin.


Pertemuan ATFM akan berlangsung selama tiga hari diikuti 110 peserta. Selain AP I yang menjadi tuan rumah, kegiatan juga diikuti oleh industri penerbangan dan pengelola bandara dari sejumlah negara.


Dikatakan, rute penerbangan Jakarta-Surabaya-Denpasar mengalami pertumbuhan tinggi, bahkan dalam tiga tahun terakhir mencapai 12 persen per tahun dan menjadi rute terpadat kelima dunia. Jumlah trafik pergerakan pesawat di Bandara Ngurah Rai bisa mencapai angka di atas 300 pergerakan pesawat saat peak season.


Bandara Ngurah Rai yang menjadi salah satu bandara terkemuka di Indonesia kini dalam pengembangan. Luas terminal internasioal akan ditingkatkan menjadi 130.000  meter persegi, sedangkan terminal domestik menjadi 65.000 meter persegi.


Pada 2012, Bandara Ngurah Rai menampung sekitar 13,5 juta penumpang. Jumlah yang ditampung bandara ini sudah melampaui kapasitas ideal. Bahkan, jumlah penumpang mencapai angka 270 persen dari kapasitas ideal. Untuk itulah, Bandara Ngurah Rai dikembangkan dengan anggaran lebih dari Rp 2 triliun.


Diharapkan, sebelum pertemuan APEC 2013 ini pengembangan terminal Bandara Ngurah Rai sudah kelar.


Pengamat penerbangan, Chappy Hakim, menyatakan masalah penerbangan nasional Indonesia adalah infrastruktur. Pertumbuhan penerbangan yang tinggi tak dibarengi rencana yang matang. "Infrastruktur menjadi masalah utama penerbangan nasional kita," katanya. 


Dikatakan, dalam 10-15 tahun terakhir pertumbuhan penerbangan di Indonesia berkembang pesat. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan penerbangan nasional mencapai angka 12 persen. "Pertumbuhan penerbangan di Indonesia sangat tinggi," katanya.






Editor :


Marcus Suprihadi









7:07 PM | 0 komentar | Read More

Hatta Bantah Rasyid Rajasa Ada di Luar Negeri

Written By Smart Solusion on Sunday, January 27, 2013 | 7:38 PM




Kecelakaan BMW Maut


Hatta Bantah Rasyid Rajasa Ada di Luar Negeri





Senin, 28 Januari 2013 | 10:16 WIB













BANDUNG, KOMPAS.com - Menko Perekonomian Hatta Rajasa membantah kabar bahwa anaknya, Rasyid Rajasa, yang menjadi tersangka kecelakaan maut di Tol Jagorawi pada awal Januari lalu, tengah berada di luar negeri. Ia mengatakan, anaknya saat ini berada di rumah. Rasyid memang tercatat menjadi mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Inggris.

"Anak saya ada di rumah. Sekarang ini terlalu banyak rumor, sebentar lagi juga akan masuk ke persidangan," kata Hatta, seusai jumpa pers Kick-Off Activities: Day With Entrepreneurs, di Hotel Geulis, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/1/2013).

Ia meminta masyarakat tak memercayai isu yang beredar. Menurutnya, Rasyid masih harus menjalani perawatan di rumah karena menderita trauma akibat kecelakaan itu. Hatta mengatakan, putranya trauma karena ia ikut menggendong korban dari mobil Luxio yang ditabraknya. Ia juga menegaskan, anaknya akan patuh terhadap proses hukum.

"Saya tidak mungkin melakukan sesuatu. Saya patuh terhadap hukum," ujar Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional ini.

 "Anak saya siap menjalani persidangannya. Karenanya saya minta doanya saja agar semua berjalan lancar," kata Hatta.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rasyid Rajasa telah ditetapkan polisi sebagai tersangka atas kecelakaan yang terjadi di Tol Jagorawi pada 1 Januari 2013. Kendaraan BMW X5 yang dikemudikannya menabrak Daihatsu Luxio. Akibat peristiwa itu, dua orang meninggal dunia. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Rasyid belum ditahan polisi dengan alasan masih membutuhkan perawatan untuk pemulihan traumatisnya.








Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary















7:38 PM | 0 komentar | Read More

Raffi Ahmad Tengah Dekati Wanda Hamidah


Wanda Hamidah. FOTO: JAKARTA GLOBE

Wanda Hamidah. FOTO: JAKARTA GLOBE




Raffi sudah melakukan pendekatan dengan Wanda Hamidah selama dua minggu terakhir.

JAKARTA

- Teka-teki keberadaan artis sekaligus politisi PAN Wanda Hamidah yang juga diamankan saat terjadi penggerebekan dirumah Raffi Ahmad di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan mulai terungkap.
Raffi yang juga mantan kekasih Yuni Syara itu kini tengah melakukan pendekatan dengan janda beranak lima itu.

Hal tersebut diungkapkan saudara Wanda Hamidah, Deddy Eka Dibrata di kantor BNN, di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Minggu (27/01) malam.

"Raffi memang sedang dekat dengan mba Wanda. Dia kenal Raffi sudah dua minggu ini," tutur Deddy.

Lebih lanjut Deddy menilai Raffi akan menemui kesulitan untuk mendapatkan cinta dari Wanda Hamidah,karena Raffi bukanlah tipikal laki-laki idaman dari anggota DPRD DKI itu.

"Wanda pernah bilang bahwa nggak mungkinlah dia jadi sama Raffi, karena dia bukan tipikal laki-laki idamannya," jelasnya.

Wanda sendiri saat ini diyakini oleh. Deddy sudah memiliki calon sendiri.

"Wanda juga bilang bahwa dirinya kini sudah punya calon sendiri," ungkapnya.

Wanda sendiri turut diamankan saat penggerebekan dikediaman Raffi bersama 16 orang lainnya.

Dari penggerebekan tersebut diamankan 2 linting daun ganja dan 14 butir ekstasi. Hingga kini ke 17 orang yang diamankan masih diperiksa secara marathon termasuk Wanda.

7:32 PM | 0 komentar | Read More

Tokoh Lintas Agama Menyesali Kerusuhan Sumbawa


JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah tokoh lintas agama pada Minggu (27/1/2013) kemarin hadir di gedung Centre for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC), Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Kehadiran mereka untuk memberikan pernyataan terkait kerusuhan Sumbawa yang terjadi beberapa waktu yang lalu.


Hadir dalam acara tersebut di antaranya Din Syamsudin (Ketua Umum PP Muhammadiyah), Mayjend (Purn) Nyoman Suwisma (Ketua Umum Parisada Hindu), Romo Benny Susetyo (Sekretaris Komisi Hak KWI) dan WS Wawan Wiratma (Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu).


Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin mengatakan bahwa tindakan-tindakan kekerasan akan terus terjadi apabila aktor intelektual yang menjadi dalang kerusuhan tidak pernah berhasil ditangkap. "Kalau aktor intelektual tidak pernah ditangkap, maka kejadian seperti ini akan terus terulang," kata Din.


Sementara itu, Mayjend (Purn) Nyoman Suwisma yang merupakan Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia mengatakan bahwa sejak reformasi muncul, masyarakat Indonesia sudah tidak pernah lagi mengedepankan musyawarah mufakat dan hal itu salah satu penyebab mengapa kekerasan mudah terjadi di tengah masyarakat.


Menurutnya, masyarakat senang menggunakan sistem voting yang sesungguhnya tidak sesuai dan bukan milik orang Indonesia. "Tidak ada celah kekerasan harus terjadi di antara kita. Bangsa Indonesia ada karena perbedaan dan perbedaan adalah keniscayaan yang harus dilestarikan. Reformasi menghilangkan musyawarah mufakat, sekarang tidak ada lagi musyawarah mufakat, selalu mengedepankan voting, padahal voting itu sebenarnya milik orang liberal," kata Nyoman.


Sedangkan menurut Romo Benny Susetyo yang mewakili Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), pihaknya menyesali kekerasan dengan latar belakang SARA berlangsung berulang-ulang dan pemerintah tidak mampu mengatasinya.


Dia mengatakan, pemuka agama hanya dapat menasihati dan tidak memiliki wewenang hukum. Untuk itulah tindakan hukum yang tegas harusnya bisa dilakukan pemerintah melalui kepolisian.


"Menyesalkan kekerasan terjadi berulang-ulang dan seolah-olah pemerintah tidak mampu mengatasi kekerasan tersebut. Dengan tidak menjatuhkan hukuman yang berat kepada pelaku kekerasan, maka artinya pemerintah ikut membiarkan kekerasan terjadi. Tokoh agama hanya dapat menasihati, tidak punya wewenang hukum. Dan apabila masuk ke ranah hukum, itu menjadi wewenang polisi," sesal Benny.


Lebih lanjut, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu, Wawan Wiratma, yang juga hadir dalam acara tersebut menyarankan masyarakat tidak boleh mengkaitkan perilaku individu dengan hal-hal yang berkaitan dengan sentimen SARA serta hendaknya tidak memberikan dan terpengaruh komentar-komentar bersifat provokatif.


"Janganlah kita mengkaitkan perilaku seseorang dengan hal-hal yang berkaitan dengan sentimen suku, agama, dan ras serta redam komentar-komentar yang bersifat provokatif," saran Wawan.


Seperti diketahui, kerusuhan sempat terjadi di Kabupaten Sumbawa Besar, Sumbawa, NTB, pada akhir pekan lalu. Kerusuhan bermula dari beredarnya isu jika penyebab kematian seorang mahasiswi warga lokal akibat mengalami penganiayaan dan pemerkosaan yang dilakukan seorang oknum anggota kepolisian dan juga pacar korban, yang berasal dari Bali.












7:17 PM | 0 komentar | Read More

Petinju Muda Tubagus Setia Sakti Meninggal Dunia


JAKARTA, KOMPAS.com - Petinju muda profesional berusia 17 tahun Tubagus Setia Sakti meninggal dunia, Minggu, setelah dipastikan mengalami pendarahan di otak setelah bertarung di ring tinju.


Petinju asal Bandar Lampung itu bertarung melawan petinju senior Ical Tobida di kejuaraan Nasional Ad Interim Versi Komisi Tinju Profesional Indonesia KTPI, dalam pertarungan yang dijadwalkan 12 Ronde di TVRI, Sabtu malam (26/1/2013).


"Pertarungan ini adalah ad interim di mana Tubagus yang menempati peringkat satu melawan peringkat kedua Ical Tobida," kata promotor pertandingan Syafrudin Lado, Minggu (27/1/2013).


Lado mengatakan sebagai promotor dirinya sudah menjalani prosedur yang ditetapkan, mulai dari timbang badan dan cek kesehatan sehari menjelang pertandingan.


"Pada saat timbang badan Almarhum dinyatakan laik tanding dan beratnya pun under beberapa ons dari berat ideal di kelas terbang yunior 49 kilogram," kata Lado.


Menurut Lado, yang menjadi penyebab kematian Tubagus adalah pendarahan di otak. "Berdasarkan hasil Ct Scan di Rumah Sakit UKI , almarhum mengalami pendarahan di Otak," papar Lado.


Dikatakan, pada ronde kedelapan, wasit yang memimpin pertandingan terpaksa menghentikan pertandingan, karena Tubagus Setia Sakti beberapa kali mengangkat tangannya sebagai tanda tidak dapat melanjutkan pertandingan.


Meninggalnya Petinju Tubagus Setia Sakti ini menambah daftar panjang Petinju Indonesia yang meninggal dunia di atas ring tinju bayaran. Sementara itu, Pelaksana Tugas Badan Olahraga Profesional Indonesia BOPI Haryo Yuniarto sudah mendapat laporan langsung dari promotor terkait meninggalnya Tubagus.


"Saya sudah mendapat laporan dari Promotor tentang meninggalnya Tubagus dan pihak Promotor akan menanggung seluruh biaya sampai ke pemulangan Jenazah Almarhum ke Bandar Lampung," kata Haryo.


Terkait pelaksanaan Tinju Profesional di TVRI, menurut dia, pihak promotor sudah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. "Jadi, akan kita dalami kasus ini," katanya.












7:14 PM | 0 komentar | Read More

Rentang Indeks Hari ini di Level 4.420-4.465





Rentang Indeks Hari ini di Level 4.420-4.465





Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Senin, 28 Januari 2013 | 09:18 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan akan kembali diuji kekuatannya pada awal pekan ini, Senin (28/1/2013). Riset Mega Capital Indonesia memerkirakan indeks akan fluktuatif dengan kecenderungan menguat.


Dalam risetnya, Mega Capital menyatakan pergerakan indeks hari ini di rentang 4.420-4.465. IHSG pada perdagangan sebelumnya kembali bergerak mendatar dan ditutup menguat di level 4.437.Kemampuan indeks bertahan di atas 4.400 memungkinkan untuk dapat melanjutkan penguatannya dan menuju resisten di level 4.465.


Secara teknikal Stochastic dan RSI berada di wilayah netral. Namun jika indeks berbalik melemah kemungkinan dapat kembali melanjutkan masa konsolidasinya. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat.


Pasar saham Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan minggu lalu, terutama ditopang oleh hasil pendapatan emiten yang positif dan sejumlah data ekonomi. Sejumlah results dari Netflix, IBM dan 3M menjadi katalis positif bursa. Minggu ini pasar akan menanti data penting seperti PDB, Fed Rate dan Unemployment rate.



















7:07 PM | 0 komentar | Read More

Hujan Diturunkan di Laut, Jokowi Minta Masyarakat Tetap Waspada

Written By Smart Solusion on Saturday, January 26, 2013 | 7:38 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai upaya dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ulutuk meminimalkan bencana banjir di Ibu Kota. Salah satunya, dilakukannya operasi teknologi modifikasi cuaca di atmosfer untuk mendistribusikan curall hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.


Kendati demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap meminta warga agar waspada banjir. Meskipun potensi hujan besar pada 27 Januari diperkirakan kecil, pasang laut masih di level maksimal 1 meter, tanggul di pantai utara Jakarta juga rawan jebol.


Rekayasa cuaca


Operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) ini merupakan kerja sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).


Pesawat Hercules mulai menebar garam dapur di atas Selat Sunda, Sabtu (26/1/2013) pukul 13.32 hingga 15.40, untuk membuat hujan buatan. Hanya sekitar setengah jam setelah 4 ton garam ditebarkan, hujan lebat di atas Selata Sunda pun terjadi. 


"Potensi pembentukan awan hujan terpantau radar BPPT berada di atas Selat Sunda, di sebelah barat Kabupaten Pandeglang. Karena itu, pesawat mengarah ke sana untuk menebarkan garam," kata Kepala Unit pelaksana Teknis Hujan Buatan BPPT Heru Widodo.


Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, operasi TMC dilakukan atas perintah Gubernur DKI Jakarta kepada Kepala BNPB, Jumat pekan lalu. BNPB pun segera merespons dan bekerja sama dengan BPPT.


Menurut Heru, Jokowi meminta agar hujan lebat tidak turun di sekitar Puncak dan Jakarta untuk mencegah terjadi banjir di Jakarta.


BPPT kemudian bekerja sama dengan BNPB membuat hujan buatan dan mamsang alat pemecah pembentukan awan hujan.


Rekayasa cuaca ini akan dilakukan selama dua bulan, yaitu 26 Januari-25 Maret 2013, sehingga hujan tidak turun di darat, tetapi langsung di laut. Awan juga direkayasa agar terbentuk di atas laut sehingga hujan pun turun di laut.


TMC ditargetkan akan mampu mengurangi hujan di Jakarta sekitar 30 persen. Dana yang dikeluarkan BNPB mencapai Rp  13 miliar.


Hujan buatan akan dilakukan di pesisir utara Jakarta, di sekitar Selat Sunda, serta di pantai selatan bagian barat Pulau Jawa. Pembuatan hujan ini disesuaikan  dengan potensi awan hujan yang terbentuk setiap hari selama musim hujan.


BPPT juga mengoperasikan alat pemecah pembentukan awan hujan. Alat ini dipasang pada menara berketinggian sekitar 50 meter dan sudah dioperasikan lima unit di sekitar Puncak dan 20 unit tersebar di Jakarta. Alat ini bekerja berdasarkan pantauan radar cuaca BPPT.


"Jika terjadi potensi pembentukan awan hujan, awan segera dipecahkan sehingga tidak terjadi hujan," kata Heru.


Pelaksanaan TMC di Jakarta dilakukan dengan mengerahkan empat pesawat terbang, yaitu 1 Hercules C-130 TNI AU dan 3 pesawat CASA 212-200.


Pesawat Hercules yang bisa mengangkut 5 ton-6 ton garam disiapkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat CASA yang berkapasitas angkut sekitar 1 ton garam disiapkan di Lapangan Pondok Cabe, Tangerang.


"Operasional pesawat tergantung kondisi awan. Jika membutuhkan cukup banyak garam, maka dioperasikan pesawat Hercules," kata Sutopo.


Penanganan banjir


Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir di Jakarta hingga kemarin masih menggenangi sejumlah wilayah di delapan kelurahan. Jumlah pengungsi sebanyak 3.330 jiwa.


Jokowi mengatakan akan mengevaluasi status tanggap darurat bencana banjir yang telah
berlangsung selama 10 hari dan berakhir pada Minggu ini.


Di tempat-tempat yang masih tergenang banjir, Jokowi juga telah memerintahkan agar mobil-mobil pemadam kebakaran menyedot air. Armada pengangkut sampah juga sudah dikerahkan untuk mengangkut sampah sisa banjir.


Penanganan korban banjir masih terkonsentrasi di Jakarta Utara. Jokowi pun berharap pada Minggu ini tidak turun hujan
besar. "Mudah-mudahan tidak ada," ujarnya saat mengunjungi lokasi banjir di Luar Batang, Jakarta Utara.


Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, kemarin, kondisi 10 pintu air masih dalam posisi Siaga IV dan 1 pintu air di Pasar Ikan dalam posisi Siaga III dengan
ketinggian air 194 sentimeter. Ketinggian air di Pintu Air Pasar Ikan ini yang memengaruhi banjir di Pluit dan wilayah sekitarnya yang berbatasan dengan laut.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi, sepanjang akhir pekan ini cuaca di Jakarta dan sekitarnya juga cukup bersahabat. Hujar diperkirakan tetap mengguyur Jabodetabek dengan intensitas ringan hingga lebat. Namun, sebagian besar kawasan Ibu Kota diperkirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.


Kawasan Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang adalah daerah yang diperkirakan bakal diguyur hujan lebat, tetapi pada saat tertentu, seperti siang hari.


Call Center 164


Kendati demikian, Eko Hariadi dari Bagian Humas Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir DKI Jakarta meminta warga tetap waspada banjir karena peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tetap bisa terjadi secara sporadis di wilayah Jabodetabek.


"Ada pula prediksi pasang laut yang tinggi pada 27 Januari, karena itu warga harus tetap waspada," ujarnya.


Untuk meningkatkan kewaspadaan warga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan layanan informasi cuaca, banjir, dan kebutuhan di pengungsian. Warga bisa menghubungi Call Center Siaga Bencana di nomor 164.


Pengoperasian pompa


Ahli teknik hidro dan pantai dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Nur Yuwono mengingatkan, Pemprov DKI Jakarta juga semestmya memperhatikan kesiapan pengoperasian pompa-pompa pengendali banjir.


Katulampa sebagai acuan ancaman banjir di Jakarta harus diikuti pengoperasian semua pompa pengendali banjir di Jakarta.


"Saat ini air di Katulampa tinggi, semua pompa pengendali banjir di Jakarta termasuk di Waduk Pluit harus dioperasikan. Jangan sampai pompa itu lebih dulu terendam banjir sehingga tidak bisa dioperasikan," ujarnya.


Sebagai kawasan yang mengalami penurunan muka tanah cukup tinggi dan berada di bawah permukaan air laut, kawasan Pluit sangat membutuhkan sis-tem polder yang baik untuk menjaga kawasan tersebut tetap kering. (NEL/FRO/MDN/YUN/NAW)












7:38 PM | 0 komentar | Read More

Nassar: Nana Akan 'Home Schooling' karena Masih Trauma


Siti Nurjanah alias Nana (tengah) putri Muzdalifah (kanan) dan Nassar setelah sempat diculik sejak Kamis (17/1).

Siti Nurjanah alias Nana (tengah) putri Muzdalifah (kanan) dan Nassar setelah sempat diculik sejak Kamis (17/1). (sumber: BeritaSatu.com/Chairul Fikrie)




"Nana masih trauma akibat penculikan. Makanya dia belum mau kembali ke sekolah."

Jakarta -

Kembalinya Siti Nurdjanah atau akrab dipanggil Nana yang diculik selama delapan hari kepelukan artis dan pedangdut Nassar KDI dan Muzdhalifah memang menyisakan trauma tersendiri bagi Nana untuk kembali kesekolahnya di SDN 6 Kota, Tanggerang, Banten. Hal tersebut diakui Nassar saat mengelar jumpa pers dikediamannya di kawasan Tanggerang, Sabtu (26/01) sore.

"Nana masih trauma akibat penculikan. Makanya dia belum mau kembali ke sekolah," ungkap Nassar.

Lebih dalam Nassar mengaku tidak akan memindahkan sekolah sang buah hati, bila Nana mau kembali sekolah. Tetapi, karena masih trauma, maka Nassar berupaya menyekolahkan Nana di rumah.

"Gak akan aku pindahin sekolah Nana kalau anaknya mau kembali kesekkolah karena masih kelas 5. Tapi untuk sementara kami orangtuanya bermaksud menyekolahkan dirumah lewat program Homeschooling," lanjut Suami Muzdhalifah itu.

Saat ini, Nassar dan Istrinya berupaya memperketat penjagaan bagi anak-anaknya." Saya dan istri sepakat memperketat penjagaan bagi anakk-anak. Hal itu dilakukan agar kejadian kayak gini gak terulang kedepannya," Ungkap Nassar.

7:32 PM | 0 komentar | Read More

Wiranto: Parpol Kini Andalkan Pragmatisme





Wiranto: Parpol Kini Andalkan Pragmatisme





Penulis : Sabrina Asril | Minggu, 27 Januari 2013 | 05:30 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, menilai banyaknya politisi pindah partai politik adalah hal yang wajar. Pasalnya, saat ini, partai politik tidak lagi mengandalkan ideologi dan cenderung pragmatis.


"Biasanya dalam satu kehidupan politik saat ini pindah partai, cocok di partai satunya itu hal biasa," ujar Wiranto, Sabtu (26/1/2013), saat ditemui di area Kongres Partai Nasdem, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.


Wiranto menjelaskan, politisi pindah partai tidak hanya terjadi pada partai-partai yang sudah lama berkiprah di perpolitikan Tanah Air tetapi juga partai yang baru saja terbentuk. "Banyak orang-orang parpol yang kemudian mencari satu posisi mencari satu tempat perjuangan yang lebih cocok. Ini hal biasa," katanya.


Apalagi, lanjut Wiranto, saat ini parpol yang ada sudah tidak lagi tersegmentasi atas ideologi. "Sekarang partai-partai bukan berbasis ideologis. Lebih banyak pragmatisme. Saya kira untuk melakukan satu langkah-langkah sesuai idealisme mereka pindah partai," tutur Wiranto.


Lebih lanjut, Wiranto mengatakan partai Hanura juga siap menerima para politisi yang tidak lagi sejalan pada parpolnya. "Partai Hanura partai terbuka, selama mereka sadar kami berbasis perjuangan hati nurani. Saya kira kami akan sangat fair menerima mereka," imbuhnya.






Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo















7:17 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger