Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Mantan Pacar dan Produser Pertama Madonna Meninggal

Written By Smart Solusion on Sunday, February 17, 2013 | 7:32 PM


Madonna.

Madonna. (sumber: celebrityhaircolorguide)




Kalau bukan karena Kamins, Madonna mungkin tak akan memiliki karier menyanyi.

New York - Mantan produser sekaligus mantan pacar ratu pop dunia, Madonna, meninggal pada umur 57 tahun karena serangan jantung.

Mark Kamins adalah seorang DJ sekaligus produser yang pertama kali menemukan bakat Madonna sebelum penyanyi kontroversial itu menandatangani kontrak dengan label rekaman yang akhirnya melambungkan namanya.

Seorang sumber yang dekat dengan Kamins sudah mengonfirmasi kematian mantan produser Madonna itu.

Berdasarkan berbagai laporan yang dilansir Billboard, Kamins mengalami serangan jantung saat berada Guadalajara, Meksiko, tempat ia mengajar.

Kamins diduga memang sedang berjuang melawan sakit jantungnya sejak beberapa bulan belakangan ini.

Madonna pertama kali mulai diorbitkan oleh Kamins pada tahun 1982 dengan mengirimkan demo lagunya ke pimpinan Sire Records, Seymour Stein, yang kemudian langsung setuju mengontrak Madonna, yang telah mencatat sejarah penting dalam industri musik.

Kamins, yang juga memproduseri single pertama Madonna berjudul "Everybody", juga merupakan orang pertama yang memiliki hubungan asmara dengan Madonna.

Tak heran jika Madonna juga merasa terpukul saat mendengar kematian Kamins. "Saya belum pernah bertemu dia selama bertahun-tahun tapi kalau bukan karena dia, saya mungkin tidak akan memiliki karier menyanyi," kata Madonna pada The Hollywood Reporter.

Dalam pernyataannya, Madonna mengakui bahwa Kamins merupakan DJ pertama yang mau memainkan demo musiknya sebelum ia mendapat kontrak dari label manapun.

"Dia percaya kepada saya sebelum orang lain melakukan hal itu. Saya berutang banyak kepadanya. Semoga ia dapat beristirahat dengan tenang," kata Madonna.


7:32 PM | 0 komentar | Read More

KPK Periksa Mentan Suswono Hari Ini


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan Menteri Pertanian Suswono pada Senin (18/2/2013) siang. Suswono yang juga petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu akan diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi dengan tersangka mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.


"Diperiksa sebagai saksi, jadwalnya pukul 13.00 WIB," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Senin. Menurut Johan, surat panggilan untuk Suswono sudah dikirimkan pada Kamis (14/2/2013) pekan lalu. Suswono akan dimintai keterangan KPK karena dianggap tahu seputar rekomendasi kuota impor daging sapi. Dia diduga ada dalam pusaran kasus dugaan korupsi terkait impor daging sapi tersebut.


Dugaan muncul karena Kementerian Pertanian adalah pihak yang menyiapkan kuota impor daging sapi. Perusahaan yang terpilih mengimpor daging sapi harus mendapatkan rekomendasi dari kementerian ini. Selain itu, Suswono berasal dari partai politik yang sama dengan Luthfi.


KPK menduga Luthfi "menjual" pengaruhnya untuk mengintervensi pihak Kementerian Pertanian. Meskipun bukan anggota Komisi IV DPR yang bermitra dengan kementerian ini, posisi Luthfi sebagai Presiden PKS dianggap memiliki pengaruh besar jika dikaitkan dengan Suswono.


Pengacara Luthfi, M Assegaf, mengungkapkan bahwa kliennya pernah mengikuti pertemuan di Medan dengan Menteri Pertanian Suswono, serta Mari Elisabeth Liman. Pertemuan itu, juga dihadiri Elda D Adiningrat dan orang dekat Luthfi, Ahmad Fathanah.


Menurut Assegaf, pertemuan di Hotel Aryaduta Medan tersebut, hanya berlangsung sekitar 10 menit. Dalam pertemuan itu, kata dia, Elisabeth memaparkan data kondisi daging sapi di Indonesia. Assegaf mengatakan, saat itu Suswono juga mengaku punya data dari Kementan soal kondisi daging sapi di Indonesia. Namun, imbuh Assegaf, dalam pertemuan itu sama sekali tak ada pembicaraan soal kuota impor. Pertemuan hanya membahas adanya masalah daging sapi di Indonesia. Assegaf juga menolak anggapan, Luthfi dinilai memfasilitasi pertemuan antara Suswono dan importir daging sapi.


Sementara Suswono seusai dimintai keterangan Presiden, Rabu (13/2/2013), membantah pertemuan di Medan tersebut. Suswono mengklaim dirinya tidak terlibat dalam perkara tersebut. Dia juga memastikan tidak ada penyimpangan dalam penetapan kuota impor daging sapi tiap perusahaan oleh pihaknya. Pasalnya, kata dia, sudah ada aturan yang jelas untuk menetapkan jatah impor daging sapi.


Dalam kasus dugaan korupsi impor daging sapi, KPK menetapkan Luthfi dan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Tiga orang selain Luthfi yang menjadi tersangka adalah teman dekat Luthfi, Ahmad Fathanah, serta dua direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. Luthfi bersama-sama Fathanah diduga menerima Rp 1 miliar dari Juard dan Arya terkait kuota impor daging sapi untuk PT Indoguna Utama.


Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi












7:17 PM | 0 komentar | Read More

BNI 46 Sukses di Hajatan, Gagal di Pertandingan



Proliga 2013


BNI 46 Sukses di Hajatan, Gagal di Pertandingan





Penulis : Angger Andreas | Senin, 18 Februari 2013 | 06:37 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga besar tim voli putra dan putri Jakarta BNI 46 mungkin boleh berbangga berhasil mengadakan hajatan pembuka untuk kompetisi bola voli terbesar di Indonesia bertajuk BSI Proliga 2013. Sayangnya hal itu menjadi tidak sempurna karena tidak diikuti dengan satupun kemenangan tim putra maupun putri Jakarta BNI 46.


Selaku tuan rumah, tim putra Jakarta BNI 46 pernah menjamu tamu sekotanya Jakarta Sananta Indocement, Sabtu (16/2). Sayangnya mereka harus menyerah dalam empat set dengan skor 22-25, 32-30, 25-23, dan 25-23. Tak hanya itu, pada laga pamungkas pekan pertama BSI Proliga 2013 ini mereka juga harus dipermalukan oleh tamunya Jakarta Elektrik PLN lewat tiga set langsung dengan skor 25-22, 25-22, dan 25-19, Minggu (17/2).


Hal serupa juga terjadi pada skuad putri BNI 46. Parahnya, mereka harus mengakui kehebatan tim pendatang baru Manokwari Valeria Papua Barat di pertandingan pertama, Jumat (15/2). Tuan rumah yang dipimpin oleh kapten tim Yola Yuliana menyerah lewat empat set dengan skor 25-23, 17-23, 17-23, dan 21-25.


Di pertandigan kedua,nasib mereka tetap saja tidak berubah. Mereka kembali ditaklukkan oleh tamu sekota mereka Jakarta Elektrik PLN lewat empat set dengan skor 12-25, 23-25, 31-29, dan 19-25, Minggu (17/2).


Tim putra dan putri Jakarta BNI 46 sama-sama tidak bisa di dampingi para pelatih asing mereka. Hal itu dikarenakan pelatih tim Wu Xiaoli dan pelatih tim putra Hu Xinyu masih terganjal persoalan KITAS (Kartu Ijin Tinggal Sementara).



















7:14 PM | 0 komentar | Read More

Rupiah Masih Tertekan Tingginya Permintaan Dollar AS




NILAI TUKAR


Rupiah Masih Tertekan Tingginya Permintaan Dollar AS





Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Senin, 18 Februari 2013 | 09:47 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com -  Permintaan mata uang dollar AS yang tinggi masih akan menekan pergerakan nilai tukar rupiah di awal pekan ini, Senin (18/2/2013). Bank Indonesia pun diperkirakan masih akan mengawal pergerakan rupiah.


Menutup perdagangan pekan lalu, Jumat (15/2/2013), rupiah ditutup melemah di level Rp 9.669 per dollar AS dari saat dibuka di level Rp 9.660. Sepanjang perdagangan rupiah bergerak di kisaran Rp 9.660-9.683 per dollar AS.


Indeks Harga Saham Gabungan menembus rekor baru di level 4609.786, hingga mengurangi tekanan pelemahan rupiah. Riset BNI Treasury menyatakan BI terus memantau rupiah dan menjadi faktor psikologis yang menahan depresiasi rupiah lebih lanjut.


Di awal pekan ini, rupiah berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi melemah kembali. Tingginya minat beli dollar AS di dalam negeri diitengarai memberi tekanan atas rupiah. Terlebih likuiditas dollar AS di pasar global diperkirakan berkurang seiring tutupnya pasar AS hari ini.


Namun, kesiagaan BI tidak diragukan lagi untuk mengawal pergerakan rupiah dan berpeluang mengamankan stabilitas nilai tukar rupiah hari ini. 



















7:07 PM | 0 komentar | Read More

Remaja Ugal-ugalan, Lima Mobil Tabrakan Beruntun

Written By Smart Solusion on Saturday, February 16, 2013 | 7:38 PM





Remaja Ugal-ugalan, Lima Mobil Tabrakan Beruntun





Penulis : Alsadad Rudi | Minggu, 17 Februari 2013 | 10:23 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com -- Entah apa yang ada di pikiran Octavianus Santoso (18), remaja yang beralamat di HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan ini.


Mobil sedan Honda City B 8953 IZ yang dikemudikannya melipir dengan kecepatan tinggi dari pinggir kiri ke tengah jalur cepat di ruas jalan tol dalam kota, tepatnya di Km 4+800 dari arah Cawang menuju Semanggi pada Minggu (17/2/2013) sekitar pukul 04.30. Akibat aksi ugal-ugalan itu, terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan lainnya.


Salah satu mobil yang terlibat tabrakan beruntun adalah Taksi Prestasi B 2757 A yang dikemudikan Kholil. Kholil menceritakan, mobil sedan Honda City yang dikemudikan Octavianus tanpa diduga melipir ke tengah dan menghantam bagian depan samping kiri mobil Taksi yang dikemudikannya.


"Posisi saya di kanan, tiba-tiba mobil silver (Honda City) dari kiri melipir kayak orang mau putar balik gitu dan langsung menghantam bagian depan mobil saya," kata Kholil yang ditemui Kompas.com di PJR Dirlantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan.


Kholil menerangkan, saat itu dia tidak sempat mengerem ataupun menghindar karena mobil dalam kecepatan tinggi. Setelah itu, ada keempat kendaraan lainnya dari arah belakang yang secara beruntun terlibat dalam peristiwa tersebut.


Kelima mobil yang tabrakan beruntun masing-masing Chevrolet B 1395 FFJ, Taksi Blue Bird B 1632 MU, Taksi Blue Bird B 1528 MU, dan Toyota Avanza B 883 EQ 5, termasuk sedan Honda City yang dikemudikan Octavianus.


Lebih lanjut, Kholil menuturkan, saat itu dia sedang membawa seorang penumpang, Margaretha D, menuju Bandara Soekarno-Hatta. Margaretha yang juga sempat ditemui Kompas.com mengaku sempat terkejut dan mengalami sesak nafas akibat kecelakaan itu.


"Habis rontgen barusan karena sesak nafas. Sebenarnya saya akan berangkat ke Pontianak jam 06.00 tadi," kata Margaretha.


Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Octavianus sendiri saat ini sedang dirawat di RS Medistra, sementara Margaretha terpaksa batal berangkat ke Pontianak karena terlambat.


















7:38 PM | 0 komentar | Read More

Konser Rock Only Seven Left Buat Penonton Ingin Lagi


Bjorgen, Vocalis rockband Only Seven Left sambut antusiasme penonton

Bjorgen, Vocalis rockband Only Seven Left sambut antusiasme penonton (sumber: Investor Daily)




Jakarta – Antrian para pemuda mengular di gedung Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis pada malam minggu, Sabtu (16/2).



Konser Only Seven Left menjadi alasan para pemuda ini rela antri menyaksikan aksi panggung rockband asal Negeri Kincir Angin itu. Mereka sangat antusias karena rockband Only Seven Left terdiri dari 5 pemuda tampan ini sudah terkenal atas single mereka ‘Higher’ mengudara di radio Indonesia dan di social media, juga memiliki kemampuan bermusik yang ciamik.



Only Seven Left yang personelnya terdiri dari Bjorgen (vocal), Roderick (piano), Jochem (Gitar), Hinne (Bass), dan Bram (drum) mengajak para penonton belia berjingkrak dari awal konser sampai akhir. Musik mereka dapat dikatakan sebagai rock melankolis dengan melodi yang ‘catchy’ dan pengaruh dari musik dansa. Bayangkan: Two Door Cinema Club bertemu Katy Perry bertemu 30 Seconds To Mars.



Dengan usia rata-rata 22, para pemain ini benar-benar bersemangat mendapat kesempatan untuk datang ke Indonesia dan membawakan lagu-lagu mereka. Penonton pun dibuat kagum atas penampilan rockband ini ditambah suguhan yang tak biasa dimana Bjorgen dan kawan-kawan mengajak para fans berat mereka yang di Indonesia untuk bernyanyi dan bermusik bersama mereka memainkan lagu 'Love Will Lighten The Dark'.



Teriakan ‘we want more’ tak bisa mereka abaikan untuk tampil lagi. Alhasil, penonton puas dengan konser gratis ini dan rela memberikan acungan jempol atas konser Only Seven Left . Konser Only Seven Left akan tampil di Institut Pertanian Bogor dan Institut Teknologi Bandung masih dibulan Februari ini.


7:32 PM | 0 komentar | Read More

Rapimnas Demokrat, Pertarungan Pengaruh SBY dan Anas





Rapimnas Demokrat, Pertarungan Pengaruh SBY dan Anas





Penulis : Sabrina Asril | Minggu, 17 Februari 2013 | 09:16 WIB









Rapimnas Demokrat, Pertarungan Pengaruh SBY dan AnasKOMPAS/HENDRA A SETYAWANKetua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), didampingi, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum (kanan)saat silaturahim dengan jajaran dewan pembina, dewan kehormatan, dewan pengurus pusat, serta dewan pengurus daerah Partai Demokrat di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/3/2012).




JAKARTA, KOMPAS.com -- Partai Demokrat akan menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas) hari ini, Minggu (17/2/2013) siang di Hotel Sahid Jaya.


Rapimnas yang rencananya hanya akan membahas kelanjutan pakta integritas itu diperkirakan tidak akan memberikan solusi yang signifikan. Rapimnas ini justru terkesan sebagai adu pengaruh antara dua faksi Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Tinggi dan Anas Urbaningrum selaku Ketua Umum.


"Rapimnas ini tidak akan keputusan, yang perlu dilihat adalah kepentingan Cikeas di balik ini. Saya lebih melihat rapimnas sebetulnya rekonsolidasi kader di bawah, setelah ada isu kader bawah, rekonsolidasi kader bawah untuk mempertegas tokoh SBY," ujar pengamat politik UI, Boni Hargens, saat dihubungi Minggu (17/2/2013).


Boni menuturkan, dari kubu SBY ada ketakutan kader-kader Demokrat yang kini dikuasai Anas. Oleh karena itu, SBY dinilai perlu kembali mencuci otak kader daerah agar tetap loyal ke Cikeas.


"Saat ini, para kader dalam dilema. SBY harus ditaati karena 'simbol' partai. Sementara di lain sisi, Anas juga masih punya kewenangan formal menentukan caleg. Dalam konteks ini, saya tidak yakin KLB (Kongres Luar Biasa) menjadi solusi," tutur Boni.


Susilo Bambang Yudhoyono , lanjut Boni, juga tidak akan berani mewacanakan KLB secara terus terang untuk menggeser posisi Anas. Skenario lain yang mungkin dilakukan SBY adalah mengajak Anas untuk berkompromi.


"Di-back-up agar dia (Anas) tidak dominan di Partai Demokrat," ucap Boni.


Ia menuturkan, posisi Anas, jika itu terjadi, dipastikan akan mengikuti apa yang SBY inginkan. "Sampai SBY lemah sambil menunggu waktu, ini sebenarnya sama-sama menunggu saja," katanya.


Menjelang Rapimnas, situasi di internal Partai Demokrat kian memanas. Kubu Anas melakukan konsolidasi, bahkan muncul petisi yang bertajuk "Petisi Pemuda Demokrat Penegak Konstitusi". Di dalam petisi itu menyebutkan, tiga pengurus cabang Partai Demokrat yakni Ketua DPC Buol Arta Razak, Ketua DPC Pasaman Barat Yulianto, dan Ketua DPC Dharmasraya Masrigi mengancam walkout jika ada upaya pelengseran Anas.


Sementara dari kubu SBY, Ulil Abshar Abdalla bersama politisi Demokrat lain meminta agar Anas di-nonaktifkan. Ulil dan kawan-kawan menilai SBY butuh nahkoda baru untuk menyelamatkan Partai Demokrat.


















7:17 PM | 0 komentar | Read More

Atlet Memang Butuh Sponsor Pribadi


JAKARTA, Kompas.com - Sistem sponsor individu yang mulai diterapkan dalam kepengurusan PB PBSI saat ini, diharapkan bisa membawa angin segar bagi perbulutangkisan nasional. Sistem baru yang mengakhiri kontrak kolektif ini diyakini akan bisa meningkatkan kesejahteraan dan prestasi pemain bulutangkis nasional.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PB PBSI Gita Wirjawan dalam acara President Club di Senayan Golf, Senayan, Jakarta, Jumat (15/2) siang. Selain Gita, hadir pula Ketua KOI Rita Subowo dan sejumlah pimpinan induk organisasi olahraga nasional seperti Ketua PB PASI Bob Hasan, Ketua PABBSI Adang Darojatun.

Dalam acara tersebut, Gita menyatakan bahwa menyangkut pendanaan bagi berjalannya roda organisasi bulutangkis Indonesia, PBSI tak akan menggunakan dana dari pemerintah, BUMN, maupun BUMD.

Sebagai komparasi, dalam kepengurusan sebelumnya PB PBSI hanya menganggarkan dana sekitar Rp 40 miliar pertahun. Kini, di era kepemimpinan Gita Wirjawan dianggarkan dana pembinaan dua kali lipat, sekitar Rp 90 milar per tahun.

Tahun ini, PB PBSI memasang target besar untuk bisa memetik sukses pada empat gelaran internasional. Target yang menjadi fokus tersebut adalah meraih sukses di turnamen All England di Birmingham, Piala Sudirman di Kuala Lumpur, Kejuaraan Dunia di Guangzhou, dan SEA Games 2013 di Myanmar.

Untuk itu, PBSI akan memaksimalkan kerja sama dengan pihak sponsorship. Salah satunya program yang sudah berjalan adalah selesainya persoalan kontrak sponsorship individu yang mulai diterapkan di organisasi yang dipimpinnya.

Mulai awal tahun ini, PB PBSI telah melakukan bidding sponsorship terhadap para pemain secara individu. Kontrak kolektif dengan sponsor Yonex yang sudah berjalan sejak 40 tahun silam, diakhiri.

"Sistem sponsor individu ini diyakini akan memacu atlet untuk berprestasi agar nilai kontrak sponsor bisa bertambah naik, seiring dengan naiknya prestasi," tutur Gita. "Tuntutan untuk profesioal di dalam dan luar lapangan ini juga akan menjadi ukuran nilai pasar selanjutnya," tambahnya seperti dikutip badmintonindonesia.

Dijelaskan oleh Gita, setelah dilakukan bidding terhadap 80 atlet di Pelatnas Cipayung, akhirnya didapat nilai kontrak total sebesar Rp 33,2 miliar. Nilai kontrak pemain untuk durasi dua tahun itu, terbesar di atas Rp 1 miliar, sementara terkecil Rp 25 juta.

Terdapat tujuh sponsor yang melakukan kontrak individu dengan para pemain Pelatnas Cipayung. Mereka adalah, Victor, Yonex, Flypower, Li-Ning, Astec, Babolat, dan Reinforce Speed. Dari komposisinya, sebanyak 25 pemain disponsori Victor, lalu Yonex 21 pemain, Flypower 19 pemain, Li-Ning 9 pemain, Astec 8 pemain, Babolat dan Reinforce Speed masing-masing empat pemain.

Dijelaskan oleh Menteri Perdagangan ini, semua hasil dari sponsor individu, baik cash money, maupun bonus juara, semuanya diberikan secara penuh kepada pemain dan pelatih.

"Hasil dari sponsor individu, semuanya untuk pemain dan pelatih. Ini untuk memacu semangat dan motivasi pemain untuk berlomba-lomba mengukir prestasi setinggi-tingginya," ujar Gita.

Bahkan untuk lebih meningkatkan kinerja pemain dan pelatih, PBSI setiap tahun akan melilih Most Valuable Player (MVP) dan akan memberikan bonus spesial sebesar Rp 1 miliar. Selain itu, apabila sukses merebut gelar juara All England dan juara Kejuaraan Dunia, pelatih dan asisten pelatih diberi bonus sebesar tiga kali gaji terkini.

Apabila timnas Indonesia sukses merebut Piala Sudirman, lanjut Gita, para pelatih dan asisten pelatih diganjar bonus sebesar lima kali gaji terkini.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko









7:14 PM | 0 komentar | Read More

Pelabuhan JICT Bantu Balita di Jakarta Utara




Hari Gizi


Pelabuhan JICT Bantu Balita di Jakarta Utara





Penulis : Haryo Damardono | Sabtu, 16 Februari 2013 | 20:32 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com- Sekitar 600 anak di bawah lima tahun atau balita memperolah paket gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan gratis dari PT Jakarta International Container Terminal (JICT). Para balita tersebut diberi bantuan di stadion Rawa Badak Selatan, Kelurahan Koja, Jakarta Utara .


Melalui salah satu program Klinik Sehat JICT, terminal petikemas terbesar di Indonesia ini melaksanakan gebyar sehat dalam rangka Hari Gizi Nasional Anak se-Kecamatan Ko ja Jakarta Utara. Tema utama kegiatan ini adalah Gerakan Merah Putih, yakni kampanye gerakan sehat agar anak menyukai buah dan sayur.


Melalui gerakan Merah Putih, JICT peduli terhadap masalah gizi anak dan masyarakat untuk mencegah angka kematian pada anak. "Hal ini sejalan dengan percepatan pencapaian target Milenium Development Goals (MDGs)," kata Manager Corporate Affai rs PT JICT Indhira Gita Lestari, Sabtu (16/2/2013) di Jakarta.


Indhira menambahkan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 900.000 anak menderita kekurangan gizi pada tahun 2012, di mana Malnutrisi merupakan penyebab dari separuh kematian anak Indonesia.


"Kami berupaya mengurangi gizi buruk pada balita melalui kampanye gerakan merah putih ini yang rutin kami laksanakan setiap tahun" ujar Indira.


Klinik Sehat JICT merupakan program CSR di bidang kesehatan. Sejak didirikan pada tahun 2010 sampai saat ini sudah lebih dari 3.000 masyarakat di lingkungan Koja tela h menikmati fasilitas kesehatan secara gratis. Fasilitas ini meliputi layanan umum, gigi, anak dan kebidanan.






Editor :


Marcus Suprihadi
















7:07 PM | 0 komentar | Read More

Lantang Tolak Pungli, Orangtua Takut Anaknya Diintimidasi

Written By Smart Solusion on Friday, February 15, 2013 | 7:38 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Rasa khawatir muncul dari orangtua murid yang lantang menolak pungutan liar di SDN 25 Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur. Mereka khawatir putra-putrinya yang masih melangsungkan kegiatan belajar mengajar di sana akan mendapat intimidasi dari kepala sekolah, guru dan komite.


"Kami khawatir kepala sekolah mengintimidasi kami melalui komite. Sekarang saja orang-orang komite memojokkan kami," ujar IA, salah satu orangtua murid yang menolak pungutan di SDN 25, kepada wartawan, Jumat (15/2/2013).


IA dan delapan orangtua murid lainnya mengaku menolak pungutan yang dilakukan pihak sekolah melalui komite. Pertama, pungutan uang kas setiap bulan oleh komite sekolah dengan besaran Rp 15.000 yang dilaksanakan sejak awal masuk sekolah. Uang itu digunakan untuk menjenguk siswa sakit, sebagian juga digunakan untuk membayar gaji sekuriti.


Kedua, pungutan uang dilakukan pihak sekolah. Besaran pungutan itu variatif untuk beberapa item, yakni seragam dengan logo sekitar Rp 265.000 (sesuai kebutuhan siswa) dan kartu siswa sebesar Rp 25.000.


Namun hal itu dibantah pihak sekolah yang mengatakan bahwa sejumlah pungutan itu bersifat tidak memaksa.


IA memiliki seorang putri yang duduk di kelas 2 SDN 25 Utan Kayu Selatan. Kegiatan belajar mengajarnya pun masih panjang. Ia khawatir, pihak sekolah melalui guru melakukan pembedaan perlakuan bagi murid-murid yang orangtuanya lantang mempertanyakan pungutan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.


"Saya tahu aturannya, tidak mengizinkan adanya pungutan apapun kepada siswa. Itu alasan saya enggak mau dipungut apapun," ucap IA.


Jaminan


Ditemui secara terpisah, Kepala Sekolah SDN 25 Utan Kayu Selatan Evi Silviyanti menjamin pihak sekolah atau pun komite sekolah tak melakukan intimidasi kepada murid-murid yang orangtuanya vokal atas kebijakannya. Evi mengakui bahwa anak-anak tidak tahu menahu atas urusan tersebut dan hal itu hanya menjadi urusan orangtua, guru dan pihak komite saja.


"Kalau saya enggak perlu begitu-begitu. Silakan pantau saja. Daun jatuh di sekolah ini saja saya yang bertanggungjawab," tegasnya.


Lebih jauh, ia menyayangkan aktivitas pungutan tersebut bisa beredar di publik melalui media masa. Sebab, selama ia menjadi kepala sekolah sejak tiga tahun terakhir, tak ada orangtua murid yang mengeluh kepadanya. Ia pun terkejut tiba-tiba masalah dapur sekolah masuk pemberitaan.


Evi pun mengakui kelalaiannya dalam mengontrol komite sekolah. Selanjutnya, ia menegaskan ke komite untuk berhenti memungut uang kas Rp 15.000 per murid dan mengevaluasi biaya seragam, kartu siswa dan lainnya. Di sisi lain, Evi pun akan mencari cara lain agar ruang tunggu orangtua murid dan gaji sekuriti terus berjalan.






Editor :


Ana Shofiana Syatiri









7:38 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger