Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Yenny Batal ke Demokrat karena Tak Dapat Posisi

Written By Smart Solusion on Monday, April 15, 2013 | 8:17 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Yenny Wahid, melalui akun Twitter-nya, Selasa (16/4/2013) dini hari, menyatakan, tidak bergabung dengan Partai Demokrat. Keputusan ini diambilnya setelah mendapatkan masukan dari para sesepuh, ulama, dan masyarakat luas. Padahal, pekan lalu, sejumlah elite Demokrat menyatakan kepastian bahwa Yenny akan bergabung dengan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengaku terkejut mendengar kabar tak jadinya Yenny bergabung ke Demokrat. Ia menduga, keputusan Yenny karena belum jelasnya kepastian posisi yang akan ditempati putri Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu. Sebelumnya, disebutkan bahwa Yenny menjadi kandidat Wakil Ketua Umum DPP Demokrat. 

"Kan ini masih proses penentuan posisi. Saya kira karena itu. Saya kan maunya dia (Yenny) jadi Waketum. Tapi ada yang tidak setuju, karena sebentar lagi pemilu," ujar Mubarok, saat dihubungi Selasa (16/4/2013).

Mubarok juga tidak tahu apakah Yenny telah mengkomunikasikannya dengan jajaran pengurus partainya. Namun, ia tidak yakin dengan kabar tersebut. Menurutnya, Yenny membutuhkan tempat untuk aktualisasi diri setelah partainya gagal lolos dalam tahapan verifikasi sebagai peserta Pemilu.

Saat ini, Yenny masih menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). Kabar merapatnya Yenny ke Demokrat berembus seusai Kongres Luar Biasa Demokrat, akhir Maret lalu. Yenny sempat hadir di arena itu. Ia juga pernah diundang Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ke kediaman pribadinya, di Cikeas, Jawa Barat. 

Sementara, pada dini hari tadi, Yenny menuliskan empat tweet melalui akunnya dengan hashtag #YWdiPD. T weet pertama Yenny di akun @yennywahid tertulis: Stlh mempertimbangkan masukan2, baik dr para sesepuh, ulama, kader dan masy luas sy memutuskan utk tdk bergabung dgn Partai Demokrat.#YWdiPD


Menyusul tweet kedua: Namun sy tetap mengucapkan trmksh setulusnya kpd Pak SBY dan segenap pengurus PD atas tawaran yg sgt simpatik tsbt. # YWdiPD


Lalu pada tweet ketiga, Yenny menulis: Semoga PD bisa segera memperbaiki citra dirinya dan fokus kembali berjuang bagi kepentingan masyarakat. #YWdiPD


Tweet keempat dari hashtag itu tertulis: Utk teman2 yg telah beri masukan, saran dan doa sy ucapkan terimakasih banyak atas perhatiannya. #YWdiPD.

Informasi yang diperoleh Kompas.com dari Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid, Yenny akan memberikan keterangan pers, Selasa siang, di Kantor DPP PKBIB.







Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









8:17 PM | 0 komentar | Read More

Maradona Kunjungi Sahabat yang Tersisa




Maradona Kunjungi Sahabat yang Tersisa





Selasa, 16 April 2013 | 00:00 WIB












HAVANA, Kompas.com — Legenda sepak bola asal Argentina, Diego Maradona, menyempatkan diri mengunjungi pemimpin revolusi Kuba, Fidel castro, Sabtu pekan lalu.

"Pertemuan di antara kedua teman lama itu sangat akrab," demikian harian resmi pemerintah Cuban Granma melaporkan. Pertemuan tersebut juga digambarkan sangat bersahabat dan ceria. Harian itu memublikasikan pula foto-foto yang diambil oleh salah satu anak Castro.
     
Castro (86) telah lengser dari jabatan Kepresidenan Kuba dan menyerahkannya kepada saudaranya, Raul, pada Juli 2006 setelah ia menderita sakit, dan penampilannya di muka umum juga semakin jarang.
     
Maradona tiba di Havana setelah dari Caracas, saat ia turut membantu pejabat Presiden Nicolas Maduro, yang telah mendeklarasikan diri sebagai pemenang pemilu menggantikan mendiang Hugo Chavez. Hasil pemilu itu sedang dipersoalkan oleh oposisi.
     
Maradona, 52, memang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan mendiang Hugo Chavez dan Fidel Castro. Ia dekat dengan Castro sejak bintang sepak bola itu mengunjungi Kuba pada tahun 1987. Maradona pernah menghabiskan waktunya di rumah sakit Kuba untuk menjalani pengobatan akibat ketergantungan kokain dan sejumlah masalah kesehatan lainnya.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko















8:14 PM | 0 komentar | Read More

IHSG Dibuka Turun Cukup Dalam





IHSG Dibuka Turun Cukup Dalam





Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto | Selasa, 16 April 2013 | 09:32 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah 28,985 poin atau sekitar 0,59 persen ke level 4.865,607. Posisi jual dipilih sebagian investor atas sejumlah tekanan eksternal yang menggelayuti. Indeks LQ45 dibuka sedikit lebih rendah, turun 4,934 poin (0,60 persen) ke level 820,664.


Tekanan atas indeks berlanjut. Memasuki lima menit perdagangan, IHSG melemah 35,421 poin (0,72 persen) ke level 4.859,171. Tekanan berlipat menghantui pergerakan bursa global pagi ini. Ledakan di Boston Amerika Serikat membuat investor panik. Ini menambah tekanan sebelumnya yang berasal dari data penurunan PDB China.


Tekanan pun terjadi pada bursa saham di kawasan regional Asia pagi ini. Indeks Nikkei 225 anjlok 152,00 poin (1,14 persen) ke level 13.123,66. Indeks Komposit Shanghai turun 12,11 poin (0,55 persen) ke level 2.169,83. Indeks Hang Seng anjlok 297,34 poin (1,37 persen) ke level 21.475,33.


















8:07 PM | 0 komentar | Read More

Basuki Beri Sinyal MRT Temui Titik Terang

Written By Smart Solusion on Sunday, April 14, 2013 | 8:38 PM





Basuki Beri Sinyal MRT Temui Titik Terang





Penulis : Kurnia Sari Aziza | Senin, 15 April 2013 | 10:28 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan megaproyek transportasi massal berbasis rel atau mass rapid transit (MRT) yang sebelumnya terkendala administrasi, tampaknya mulai ada titik terangnya. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, sudah ada pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan pihak PT MRT Jakarta untuk membahas lebih lanjut terkait kesepakatan pengembalian pinjaman antara Pemprov DKI dan pemerintah pusat kepada Japan International Cooperation Agency (JICA).


"Dirutnya sudah ke Pak Gubernur. Pak Gubernur sudah tahu semua masalahnya, tinggal di administrasi saja," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Senin (15/4/2013).


Menurut dia, rekomendasi dari pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah tidak ada masalah. Hal itu berarti Pemprov DKI telah memberikan surat rekomendasi kepada DPRD DKI untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti kepada pemerintah pusat.


DKI juga telah menginstruksikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sarwo Handayani untuk mengurus surat rekomendasi perubahan beban pengembalian pinjaman.


Sebelumnya diberitakan, rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk memulai pembangunan MRT kembali terhambat dengan munculnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah. PP baru itu mewajibkan agar para pemangku kepentingan terkait membuat kesepakatan pengembalian utang kepada JICA yang telah berubah perbandingannya menjadi 49:51 untuk Pemprov DKI.


PP itu mewajibkan untuk membuat  persetujuan pinjaman (loan agreement) oleh Bappenas, tetapi sebelumnya harus mendapat revisi persetujuan dari DPRD dan Mendagri. Mendagri selanjutnya harus koordinasi dengan Menteri Keuangan. Sementara batas waktu yang telah ditentukan oleh Bappenas untuk mendapat rekomendasi dari Kemendagri adalah 5 April 2013.


Dengan terganjalnya administrasi tersebut, tak menutup kemungkinan, peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan MRT batal dilaksanakan bulan April ini. Padahal sebelumnya, Gubernur DKI Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama sangat optimis kalau megaproyek yang dicanangkan sejak pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo itu dapat mulai dilaksanakan pembangunannya mulai bulan ini. Bahkan, mereka telah merombak Direksi PT MRT Jakarta yang mereka yakini dapat mempercepat pembangunan megaproyek itu.


"Bisa saja batal bulan ini. Nanti malah banyak orang yang protes kenapa ini mundur-mundur lagi. Semua itu kan tergantung kontrak. Kalau selesai kontrak, dana cair, baru groundbreaking," kata Basuki.


Berita terkait, baca :


MRT JAKARTA






Editor :


Hertanto Soebijoto














8:38 PM | 0 komentar | Read More

Komentar Justin Bieber di Museum Dinilai "Kepedean"


Jakarta - Penyanyi berusia 19 tahun, Justin Bieber, kembali menciptakan berita di berbagai media internasional atas tingkahnya yang dinilai kelewatan. Setelah meludahi tetangga, membawa monyet ke dalam kabin pesawat menuju negeri orang tanpa izin resmi, kini ia menulis pesan bernada superpercaya diri dan tidak menunjukkan rasa hormat.


Dalam turnya di Eropa, Bieber menyempatkan diri mengunjungi museum penulis catatan harian Anne Frank yang merupakan korban Nazi selama masa Holocaust. Catatan harian Frank --yang kala itu masih remaja-- menjadi semacam catatan bersejarah yang menerangkan kejadian dari mata seorang korban. Atas keberanian dan pesan-pesannya di buku catatan itu, ia dibuatkan sebuah museum.


Setelah sejam melakukan tur di museum Frank, Bieber menorehkan pesan di buku tamu. Isi pesannya, "'Truly inspiring to be able to come here. Anne was a great girl. Hopefully she would have been a belieber." (Datang ke sini sungguh menginspirasi. Anne adalah gadis hebat. Harapannya, [bila masih hidup] ia menjadi seorang belieber (sebutan untuk penggemar Justin Bieber)).


Tak lama, staf museum Anne Frank menuliskan pesan si penyanyi di halaman Facebook. Tak lama, ratusan komentar yang menunjukkan kesan tak suka atas pesan Bieber itu bermunculan. Beberapa orang menunjukkan ekspresi mereka dengan kata-kata seperti, "Tidak punya rasa hormat", "Bikin malu orang Kanada", "Orang bodoh kecil", "Kelewat percaya diri", hingga "Menjijikkan".


Kebanyakan orang yang tidak sepakat dengan pesan Bieber itu karena merasa si pelantun "Beauty and the Beat" itu tidak mengerti arti penting sosok Frank yang kala itu menunjukkan keberaniannya menghadapi masa sulit dengan semangat.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Berharap Misteri Cebongan Terungkap di Peradilan Militer


KOMPAS.com - Kurang dari dua minggu, Tim Investigasi TNI AD mengumumkan 11 anggota Kopassus yang diduga terlibat dalam penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta, yang menewaskan empat tahanan titipan Polda DIY. Pengumuman itu patut diapresiasi karena menunjukkan sikap jujur dan kesatria TNI AD, juga sikap jujur 11 anggotanya.


Ketua Tim Investigasi TNI AD Brigadir Jenderal Unggul Yudhoyono menjelaskan, motif para pelaku adalah setia kawan kepada almarhum Sersan Kepala Santoso yang tewas diserang beramai-ramai di Hugo’s Cafe. Penyiksaan sadis yang dialami Santoso, yang juga melibatkan empat tahanan yang dititipkan di LP Cebongan tersebut, membuat teman-temannya di Kopassus marah (Kompas, 5/4).


Akan tetapi, pengumuman itu menimbulkan banyak pertanyaan. Mengapa tiba-tiba pihak TNI AD mengumumkan hal itu? Bukankah saat itu aparat kepolisian sedang mengusut intensif kasus itu? Mengapa anggota yang diduga menyerang hanya 11 orang? Bukankah saat penyerangan, gerombolan penyerang disebut-sebut atau diperkirakan terdiri atas 17-18 orang?


Unggul juga menjelaskan motif para pelaku adalah setia kawan dengan Santoso yang tewas diserang beramai-ramai di Hugo’s Cafe. Apa sebenarnya yang terjadi di Hugo’s Cafe sehingga Santoso diserang? Sebagai anggota intel Kodim, ”misi” intelijen apa yang diemban Santoso sehingga sampai diserang sekelompok orang yang disebut-sebut sebagai preman?


Penyerang Santoso juga diperkirakan 10 orang. Namun, aparat kepolisian baru dapat menangkap empat orang yang kemudian ditembak di LP Cebongan. Siapa sebenarnya keenam orang lainnya itu?


Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan, aparat kepolisian tentu akan mengusut jika ada informasi pelaku yang mengeroyok Santoso sebanyak 10 orang. Namun, pengusutan tidak mudah karena pelaku utama pengeroyokan dan pembunuhan itu sudah tewas. Meski demikian, pengusutan tetap diupayakan.


Akan tetapi, atas kasus penyerangan di LP Cebongan, menurut Boy, aparat kepolisian menyerahkan sepenuhnya kepada polisi militer karena polisi militer juga penyidik. Polisi pun siap menyerahkan bahan-bahan penyelidikan kepada polisi militer. Akhir pekan lalu, Polda DIY memang menyerahkan sejumlah bahan penyelidikan terkait kasus LP Cebongan ke TNI.


Kualitas penyelidikan


Sejauh mana polisi militer dapat mengungkap kejanggalan-kejanggalan dalam peristiwa penyerangan di LP Cebongan dan keterkaitannya dengan peristiwa di Hugo’s Cafe? Hal itu tentu sangat tergantung pada kualitas penyelidikan dan penyidikan serta kemauan penyidik polisi militer TNI untuk mengungkap latar belakang di balik kasus penyerangan itu.


Namun, banyak pihak meragukan kemampuan dan kemauan polisi militer, termasuk Tim Investigasi TNI AD. Pendiri Institut Kebajikan Publik, Usman Hamid, mempertanyakan bagaimana Tim Investigasi TNI AD dapat menyatakan 11 anggota Kopassus terlibat dengan hanya berdasarkan pengakuan mereka.


Usman juga mempertanyakan apakah pengakuan itu lebih didasarkan rasa takut kepada atasan atau komandan. ”Bagaimana kalau setiap kali ditanya, jawabannya ’siap komandan’, ’siap ndan’,” tutur Usman. Ia juga mempertanyakan bukti material apa yang diperoleh tim investigasi untuk memperkuat tuduhan bahwa 11 anggota Kopassus itu benar-benar terlibat.


Usman juga mempertanyakan sejauh mana pertanggungjawaban komando dalam pergerakan 11 anggota Kopassus itu. Pimpinan atau komandan tidak boleh sekadar tidak memerintahkan sesuatu atau tidak membiarkan sesuatu, tetapi wajib tahu. ”Investigasi tidak menyentuh sistem komando,” katanya.


Kejanggalan dalam kasus ini juga diungkapkan sosiolog Tamrin Amal Tomagola. Dia menilai ada penyesatan informasi yang disampaikan pihak TNI AD. Tim Investigasi TNI AD menyebutkan, penyerangan itu spontan karena terdorong jiwa korsa.


Padahal, lanjut Tamrin, ada jeda tiga hari sejak Santoso dibunuh hingga penyerangan itu. Dalam tiga hari itu terjadi komunikasi yang intensif antara sejumlah pihak, seperti petinggi Polri dan TNI di Yogyakarta.


Selain itu, menurut dia, penyerangan itu tidak dapat dinilai sebagai reaksi spontan. Para pelaku membutuhkan waktu untuk turun dari kawasan Gunung Lawu, merencanakan, dan menyerang LP Cebongan.


Tamrin juga mempertanyakan alasan kesatria para pelaku dengan mengakui perbuatan mereka. Menurut dia, pengakuan itu lebih didasarkan pada situasi terpojok karena diduga ditemukan telepon seluler petugas LP Cebongan di salah satu barak Grup II Kopassus.


Kejanggalan-kejanggalan itu seharusnya terungkap di peradilan militer. Dengan demikian, dapat terungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik penyerangan LP Cebongan. Jika tidak, publik tentu bisa menduga bermacam-macam motif dan latar belakang di balik penyerangan itu. (FERRY SANTOSO)







Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









8:17 PM | 0 komentar | Read More

Pelatih : Daud Yordan Kalah Karena Capek




Pelatih : Daud Yordan Kalah Karena Capek





Penulis : Indra Akuntono | Senin, 15 April 2013 | 09:21 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih sekaligus kakak petinju nasional, Daud Yordan, Damianus Yordan mengatakan, kekalahan yang diterima adiknya itu akibat kondisi fisik yang menurun. Daud kalah TKO di ronde ke-12 dari penantangnya asal Afrika Selatan, Simpiwe "V12" Vetyeka.


"Kekalahan Daud lebih karena capek," kata Damianus, di Senayan, Jakarta, Minggu (14/4/2013) malam. Damianus juga belum bisa memastikan apakah Daud akan menggelar pertandingan ulang melawan petinju asal Afrika itu.


Menurut dia, semua menjadi kewenangan manajemen dan pelatih Daud. Dirinya juga menegaskan bahwa dia tak lagi melatih petinju berjuluk "Cino". Setelah pertandingan malam ini, Damianus resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai pelatih Cino.


"Saya mundur, tapi bukan karena kalah. Mengenai re-match, mungkin saja, tapi di kelas yang sama," ujar Damianus.


Daud Yordan kehilangan gelar kelas bulu WBO. Pada pertandingan mempertahankan gelar juara di Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (14/4/2013). Dengan demikian, Daud hanya bisa mempetahankan gelarnya ini satu kali ketika menang angka atas Choi Tseveenpurev, di Marina Bay Sands, Singapura, pada 9 November 2012.


Dia meraih gelar ini ketika memukul KO lawannya dari Filipina, Lorenzo Villanuev, pada pertarungan di Singapura bulan Mei tahun lalu. Hasil ini membuat Daud harus meninggalkan kenangan pahit di kelas bulu sebelum beralih ke kelas ringan. Pasalnya, menjelang pertandingan ini Daud berujar bahwa apapun hasilnya, dia tetap akan naik ke kelas ringan.






Editor :


Hertanto Soebijoto















8:14 PM | 0 komentar | Read More

Awal Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 2.000





Awal Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 2.000





Penulis : Didik Purwanto | Senin, 15 April 2013 | 09:58 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Harga emas logam mulia di PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di awal pekan ini kembali turun. Pada akhir pekan lalu si kuning ini sudah terkoreksi Rp 4.000 per gram.


Dikutip dari situs logam mulia, Senin (15/4/2013), harga emas logam mulia terkecil dijual Rp 543.000 per gram, turun Rp 2.000 dibanding akhir pekan lalu. Semua stok ukuran emas logam mulia tersedia, kecuali ukuran 10 gram.


Harga emas batangan ini memang sangat tergantung dengan pergerakan emas internasional dan pergerakan nilai tukar rupiah dengan dollar AS.


Berikut harga emas batangan yang dijual Logam Mulia Antam hari ini:
Pecahan 1 gram   : Rp 545.000
Pecahan 5 gram   : Rp 2.570.000
Pecahan 10 gram  : Rp 5.090.000 (stok kosong)
Pecahan 25 gram  : Rp 12.650.000
Pecahan 50 gram  : Rp 25.250.000
Pecahan 100 gram : Rp 50.450.000


Sementara harga buyback atau pembelian emas jika konsumen menjual kembali ke Antam adalah Rp 474.000 per gram, turun Rp 12.000 per gram dibanding perdagangan akhir pekan lalu. Ini merupakan level penurunan terbesar untuk harga jual emas.






Editor :


Erlangga Djumena















8:07 PM | 0 komentar | Read More

Warga Kecewa, Jokowi Tak Jadi Datang

Written By Smart Solusion on Saturday, April 13, 2013 | 8:38 PM




Rembug Warga Jakarta


Warga Kecewa, Jokowi Tak Jadi Datang





Penulis : Indra Akuntono | Minggu, 14 April 2013 | 10:03 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Peserta Rembug Warga Jakarta kecewa karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo batal hadir ke acara puncak rembug tersebut, di area Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (14/4/2013).


Atas dasar itu, para peserta rembug berencana mendatangi rumah dinas Joko Widodo, di Jalan Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat, untuk menyerahkan agenda kerja DKI Jakarta 2013-2014 setelah acara puncak selesai digelar.


Ditemui di Monas, Koordinator Panitia Rembug Warga Jakarta, Sidik mengatakan, sebelumnya Jokowi menyatakan bakal hadir di puncak rembug tersebut. Namun begitu, beberapa hari sebelum puncak acara digelar, Jokowi memberi kabar dirinya berhalangan hadir dengan alasan sibuk.


"Pas hari Rabu (10/4/2013) asisten Jokowi bilang batal hadir. Enggak tahu kenapa, tapi bilangnya sibuk. Nanti siang kita mau ke rumah dinas (Jokowi) untuk menyerahkan hasil rembug," kata Sidik, Minggu (14/4/2013).


Untuk diketahui saja, pada hari ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak memiliki agenda kerja terjadwal di Jakarta. Dalam situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, agenda Jokowi nampak kosong.


Dari informasi yang dihimpun, Jokowi sejak Sabtu (13/4/2013) petang berada di Solo guna menghadiri deklarasi pemenangan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah untuk rekan separtainya di PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.


Jokowi hadir di Solo bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan akan kembali ke Ibu Kota pada Minggu sore. Rembug Warga Jakarta merupakan perkumpulan warga dari berbagai kalangan dan kelompok yang berkonsolidasi mengevaluasi kepemimpinan Jokowi-Basuki.


Acara puncak digelar di Monas dengan berbagai kegiatan seni.






Editor :


Erlangga Djumena














8:38 PM | 0 komentar | Read More

Sejumlah Artis Terima Penghargaan Anak Negeri Penggerak Pembangunan


Jakarta - Sejumlah seniman dan artis Indonesia seperti Ayu Azhari, Ageng Kiwi, Krisna Mukti, Hengki Kurniawan, dan Joe Richard, menerima penghargaan sebagai “Anak Negeri Penggerak Pembangunan” dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarif Hasan.


Penghargaan tersebut diserahkan Yayasan Restu Bunda dalam acara malam penganugerahan dan dinner party, yang berlangsung di Dieng Room Kartika Chandra Hotel Jakarta, Jumat (12/4) malam.


Penghargaan juga diberikan kepada pemangku profesi lain, diantaranya pekerja dan aktifis sosial, guru, dosen, rektor, pemuka agama, dan pengusaha muda sukses. Penghargaan tersebut didasarkan pada kompetensi dan pengabdian para publik figur ini diranah seni dan pengabdian sosial.


“Saya percaya bahwa putra-putri yang terpilih adalah insan-insan yang teruji kemampuan dan pengabdiannya. Sehingga menghasilkan suatu karya bermanfaat bagi bangsa dan negara. Semoga penghargaan ini dapat lebih mendorong semangat untuk berkarya dan mengabdi ke arah yang lebih baik,” kata Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM RI, Syarifudin Hasan.


Seniman Ageng Kiwi, mewakili rekan-rekannya sesama artis mengatakan, dengan atau tanpa penghargaan ini dirinya tetap akan berkarya.


“Sebab apa yang kami lakukan itu semua panggilan jiwa, dan ranah seni sebagai wadahnya. Kami berterima kasih ada pihak yang memerhatikan kami, yang kemudian terekspresi dalam wujud konkret memberikan sebuah penghargaan,” ungkap Ageng Kiwi.


Selain berkiprah di industri hiburan, Ageng Kiwi, Ayu Azhari, Krisna Mukti, dan Hengki Kurniawan, memang kerap menggelar aksi sosial. Mereka termasuk artis yang peduli dengan kaum dhua’fa. Memiliki ratusan anak asuh yang sebagian besar adalah yatim piatu.


Selain itu, para artis ini juga membina pemulung, janda lanjut usia dan kaum dhuafa. Bersama para rekan artis lain, mereka sering menggelar kegiatan sosial bertajuk Misi Kemanusiaan Universal - Barang Bekas Menolong Sesama, di bawah naungan Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation dan AK Production.


8:32 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger