Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Rossa Masih Malu Bicara Masalah Kekasih

Written By Smart Solusion on Sunday, July 28, 2013 | 8:32 PM


Jakarta - Penyanyi cantik Rossa rupanya masih tertutup masalah pendamping. Bagi Rossa, hubungan spesialnya dengan lawan jenis saat ini bukan menjadi konsumsi media. Ia pun enggan menceritakan lebih jauh, apakah lelaki terdekatnya saat ini akan dibawa ke kampung halamannya di Sumedang, untuk diperkenalkan dengan keluarga, saat Lebaran nanti.


"Apaan sih, memangnya aku ini anak 17 tahun. Yang jelas masih terus diusahakan," ujarnya sambil tersenyum saat ditemui khusus Beritasatu.com, Sabtu (27/7) di mal @Alam Sutera.


Meski masih merahasiakan identitas lelaki terdekatnya, namun Rossa menegaskan, jika keluarganya tak ingin terlalu ikut campur urusan pribadinya, namun dengan syarat yang tak bisa ditawar lagi.


"Kalau keluarga yang penting seiman, mau mengerti kondisi aku apalagi aku sudah punya anak. Kalau anakku sih asik-asik saja ya, bisa akrab sama semua orang," ujarnya.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Bisnis di Lapas Cipinang yang Pernah Diungkap Rahardi Ramelan






KOMPAS.com
 — Nama gembong narkoba Freddy Budiman kembali menjadi perhatian. Terpidana mati itu diduga mendapatkan fasilitas khusus selama mendekam di Lapas Narkotika Cipinang. Wanita yang mengaku sebagai teman dekatnya, Vanny Rossyanne, mengungkapkan, ada ruangan khusus yang digunakannya di Lapas bersama Freddy. Pengakuan Vanny ini pun mengakibatkan dicopotnya Kepala Lapas Narkotika, Thurman Hutapea.

Tak hanya seputar hubungannya dengan Freddy, Vanny juga menyebutkan, Freddy masih mengendalikan bisnisnya dari dalam Lapas. Tahun 2012 lalu, Freddy diketahui mendatangkan pil ekstasi dalam jumlah besar dari China. Ia masih bisa mengorganisasi penyelundupan 1.412.475 pil ekstasi dari China dan 400.000 ekstasi dari Belanda.

Dugaan bisnis yang dijalankan dari balik penjara mengingatkan pada kisah yang pernah diungkapkan oleh mantan narapidana kasus dana Bulog, Rahardi Ramelan, yang pernah mendekam di Lapas Cipinang. Pada tahun 2008 lalu, ia meluncurkan buku Cipinang Desa Tertinggal. Bisnis yang diungkapkan Rahardi dalam buku itu memang bukan bisnis besar seperti yang dioperasikan Freddy.


Tulisan ini juga pernah dimuat di Kompas.com pada Agustus 2008.

***

DJ seorang narapidana yang sudah lama menjadi Palkam (Kepala Kamar), menguasai perdagangan minyak tanah dan air minum, dan konon omset yang didapat sampai 15 juta setiap hari.


Selama dua tahun di LP Cipinang, selain menghidupi 2 orang istri dengan 5 orang anak, ia dapat membantu membiayai pembuatan rumah keluarganya di desa.


Diperkirakan seluruh omset perdagangan di LP Cipinang bisa mencapai Rp 100 juta setiap hari. Bisnis terbesar adalah penjualan rokok, karena bukan hanya melayani narapidana melainkan juga petugas dan pejabat.


Itulah cuplikan kisah yang dituangkan mantan narapidana kasus dana Bulog, Rahardi Ramelan dalam bukunya Cipinang Desa Tertinggal.


Mantan Kepala Bulog itu mengatakan, ia memang mengibaratkan Lapas Cipinang bak desa tertinggal. Mengapa?

"Ya karena di dalamnya enggak ada pendidikan, enggak ada apa-apalah, persis kaya desa tertinggal," kata Rahardi, Rabu (20/8/2008).


Kisah dalam buku setebal 190 halaman itu merupakan kisah pengalamannya saat menjalani masa hukuman sejak Agustus 2005 hingga September 2006. "Selama di LP saya malah gemuk, tambah berat 4 kilo karena enggak mikir apa-apa," lanjut dia.


Salah satu kisah yang cukup menarik diutarakannya adalah soal bisnis yang ada di dalam Lapas di bilangan Jakarta Timur itu. Deskripsi yang digambarkan Rahardi, hampir di semua blok hunian Lapas Cipinang yang lama terdapat berbagai warung yang menyediakan segala keperluan hidup layaknya sebuah supermarket.


Berbagai barang yang disediakan mulai dari makanan siap saji, mi instan, kopi, beras, dan terigu. Bahkan, sayuran segar dan kebutuhan seperti sikat gigi, sandal jepit, dan obat-obatan pun lengkap tersedia. Warung-warung ini tumbuh subur karena makanan napi yang disediakan Lapas dinilai kurang standar.

"Kualitas dan rasanya sangat menjemukan, tidak ada rasa selain asin," demikian tulis Rahardi.


Sewaktu Lapas baru mulai dioperasikan, kondisinya tak jauh berbeda. Di Lapas baru, tidak diizinkan memasak di kamar, walaupun kenyataannya masih banyak dapur yang beroperasi di sana. Terdapat tak kurang 10 warung dan kios yang menjajakan berbagai makanan, seperti warung sate, ikan bakar, warteg, sayuran, sampai ke kios reparasi ponsel.


Selain bisnis warung, Rahardi juga mengisahkan bagaimana para penjenguk dipungut uang (meskipun jumlahnya seikhlasnya) saat akan menjenguk kerabatnya yang ditahan. Yang ini, tentunya menjadi bisnis dari para petugas Lapas.

"Sudah waktunya kita untuk berterus terang mengenai keadaan di LP maupun instansi pemerintah lainnya. Jangan selalu oknum yang dipersalahkan. Sistem kita yang telah menciptakan keadaan demikian. Diperlukan penyelesaian yang menyeluruh termasuk kesejahteraan pegawai," demikian Rahardi. Saat ditanya apakah ia tak gentar mengungkap praktik-praktik yang berlangsung di Lapas, Ketua Persatuan Narapidana Indonesia ini hanya tertawa. "Enggaklah, kenapa harus takut. Saya kan hanya menulis apa yang saya ketahui, apa yang saya alami selama saya di penjara," katanya singkat.

Bisnis pulsa

Selain warung makanan dan segala kebutuhan sehari-hari, salah satu bisnis yang marak dan dijadikan sebagai cara transfer uang oleh narapidana adalah jual beli pulsa. Bagaimana bisa?

Keluarga atau kerabat menggunakan cara mentransfer sejumlah pulsa ke nomor ponsel sang napi. Pulsa yang telah ditransfer ini kemudian dijual kepada napi lainnya. Demi mendapatkan uang tunai dengan cara cepat, sering kali pulsa yang dijual jauh lebih murah dibanding harga pasaran.

Pulsa dengan nilai Rp 100 ribu dijual dengan harga Rp 80 ribu, dan pada waktu-waktu tertentu bisa turun sampai Rp 75 ribu. "Setiap pagi dan sore, saya mendengar ada teriakan 'simpati, emtri, eksel cepe'. Teriakan ini bukan hanya satu kali tetapi beberapa kali dan dilakukan beberapa orang. Rupanya, mereka ini penjaja pulsa yang berkeliling menelusuri lorong-lorong LP di blok hunian, seperti halnya pedagang sate keliling menawarkan satenya di sekitar kawasan hunian," demikian tulis Rahardi.

Mereka yang biasa menjajakan pulsa ini kebanyakan "anak bawah", kasta terendah di antara para napi. "Anak bawah" jarang dikunjungi keluarga dan tak memberikan kontribusi keuangan bagi keperluan kamar. Pembeli utama dari pulsa ini adalah petugas dan pejabat beserta keluarganya.

Maraknya perdagangan pulsa bukan karena tingginya tingkat pemakaian ponsel di penjara, melainkan karena para narapidana terdesak kebutuhan finansial sehari-harinya. Paling tidak, mereka harus menyediakan biaya untuk uang kamar, uang makan, membeli air, rokok, dan lain-lain. Belum lagi untuk pungutan yang kerap terjadi.

Sebagian dari para napi menggantungkan pemenuhan finansialnya dari keluarga yang berkunjung. Mentransfer uang melalui pulsa dinilai paling aman dari berbagai "sunatan". Bayangkan, jika langsung memberikan uang tunai saat berkunjung, mungkin tak ada separuhnya yang sampai ke napi.





Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Phelps Cedera Kaki Saat Bermain Golf





BARCELONA, Kompas.com - Legenda renang AS, Michael Phelps menyaksikan kejuaraan dunia renang di Barcelona dengan kaki cedera saat bermain golf.

"Cuma retak tulang, tak ada hal yang buruk," kata Phelps yang telah memastikan pensiun usai Olimpiade London, Agustus 2012 lalu. "Ternyata benar ucapan yang mengatakan kita bisa cedera saat bermain golf sekali pun."

Namun  Phelps tidak mengungkapkan di mana dan bagaimana ia mengalami cedera tersebut.

Phelps, perenang kelahiran Baltimore mengundurkan diri setelah merebut 18 medali emas Olimpiade dan 26 gelar juara di kejuaraan dunia sepanjang karirnya yang gemilang.

Ia mengaku canggung datang ke arena kejuaraan renang hanya sebagai penonton.  Memang ada perasaan aneh berada di sisi ini," kata Phelps. "Ini kali pertama saya bertemu insan renang sejak saya pensiun. Saya tidak tahu bagaimana reaksi saya karena sekarang semuanya akan berbeda."




Editor : Tjahjo Sasongko















8:14 PM | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


8:07 PM | 0 komentar | Read More

Menanti \"Stasiun Eropa\" Bantu Atasi Macetnya Tanjung Priok

Written By Smart Solusion on Saturday, July 27, 2013 | 8:38 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Pernah berkunjung atau melihat Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara? Jika Anda pernah melihatnya, pasti tak menyangkal bahwa stasiun ini merupakan salah satu stasiun terapik di Jakarta. Gaya bangunan yang klasik dengan atap peron yang melengkung tinggi membuat stasiun ini menyerupai stasiun-stasiun yang ada di Eropa. 

"Ini mirip stasiun kereta di London, Berlin, tentu saja Belanda," ujar pengamat ekonomi Faisal Basri, saat pertama kali berkunjung ke stasiun ini, Kamis (28/6/2012), tahun lalu.

Karena "kecantikannya" pula, stasiun ini kerap menjadi lokasi syuting, baik iklan maupun video klip serta kegiatan-kegiatan hiburan lainnya. Stasiun Tanjung Priok memang menjadi salah satu bangunan bersejarah peninggalan era kolonial Belanda di Jakarta.

Stasiun yang diarsiteki oleh CW Koch Statts Spoorwegen ini, dibangun pada tahun 1914 saat Batavia (nama Jakarta di era kolonial) di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal AFW Idenburg. Stasiun ini sempat lama tak beroperasi sampai akhirnya dilakukan renovasi besar-besaran dan dibuka kembali pada 2009.

Pada tahun 2011, saat PT KAI melakukan penyederhanaan rute KRL Jabodetabek, Stasiun Tanjung Priok sempat melayani juga rute KRL untuk relasi Tanjung Priok-Jakarta. Rute ini menjadi satu dari enam rute yang ada. PT KAI akhirnya menutup rute ini sekitar pertengahan 2012.

Pertimbangan ekonomis menjadi alasan rute yang hanya melintasi tiga stasiun ini, yaitu Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Ancol dan Stasiun Tanjung Priok, akhirnya ditutup.

"Penumpangnya sedikit sekali, kadang-kadang enggak ada. Akhirnya ditutup sekitar 2012," kata Kepala Humas PT KAI Daops I Sukendar Mulya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/7/2013).

Kemacetan Tanjung Priok


Semakin tingginya intensitas kendaraan peti kemas yang melewati kawasan Tanjung Priok membuat kawasan ini dilanda macet parah. Kemacetan bahkan tidak terjadi di satu ruas jalan saja, tetapi sudah berimbas ke beberapa ruas jalan di Jakarta Utara yang seluruhnya mengarah ke Pelabuhan Tanjung Priok dan sekitarnya.

Jalan-jalan yang mengalami kemacetan yaitu Jalan RE Martadinata mengarah ke Priok, Jalan Ahmad Yani mengarah Ke Priok, Tol Sunter mengarah ke Priok, Cempaka Putuh ke Priok dan Tol JORR mengarah ke Cilincing. Kemacetan bisa bertambah parah apabila kapal mengalami keterlambatan kedatangan yang membuat antrian kendaraan peti kemas. Bahkan koridor 10 (Pluit-Priok) dan koridor 12 (PGC-Priok) tidak bisa melayani penuh karena hanya bisa sampai di kawasan Sunter, tepatnya di halte Sunter Kelapa Gading.

Kondisi ini tentu membuat warga Jakarta Utara lelah berhadapan dengan situasi lalu lintas yang tentu saja, menguras waktu perjalanan dan mungkin juga menguras emosi.

Rindu keberadaan KRL

Sejumlah warga kawasan Tanjung Priok yang ditemui Kompas.com, Selasa (23/7/2013), menyatakan, mereka merindukan KRL kembali ke kawasan tersebut. Dengan bantuan KRL, mereka berharap dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari rumah ke tempat kerja mau pun sebaliknya.

"Pengen banget ada lagi KRL ke Priok, jadinya kan tidak usah bermacet-macetan ke Stasiun Kota dulu," kata Lidyana (24), warga Kebon Baru, Jakarta Utara.

Untuk berangkat kerja dari rumahnya di Kebon Baru menuju Stasiun Kota, Lidyana sudah berhadapan dengan kemacetan. Dia baru bisa sedikit bernapas jika sudah duduk di KRL yang menuju Tebet, Jakarta Selatan.


Hal serupa juga diungkapkan Diah (53) yang sering beraktivitas ke daerah Kota dan sekitarnya.

"Terbantu sekali bila KRL ke Tanjung Priok dioperasikan kembali. Bisa menjadi salah satu alternatif dan solusi transportasi di Priok yang sudah kacau ini," harapnya.

Saat dikonfirmasi, PT Kereta Api Indonesia menyatakan belum tahu apakah rute KRL dari Jakarta Kota ke Tanjung Priok akan dibuka kembali. Stasiun Tanjung Priok memiliki delapan perlintasan rel. Namun, saat ini, stasiun tersebut hanya melayani kereta barang peti kemas menuju Pelabuhan Tanjung Priok serta kereta ekonomi jarak jauh seperti ke Stasiun Pasar Turi Surabaya, Solo Jebres dan Kediri.

"Saya juga enggak tahu apakah mau akan dioperasikan kembali. Padahal sayang stasiunnya bagus, kayak di Paris," ujar Sukendar Mulya.





Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Pengeroyok Nikita Bisa Kena Hukuman 5 Tahun Penjara


Jakarta - Kasus pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang terhadap artis Nikita Mirzani dikecam oleh pengacara Fachmi Bahmid.


Bahkan. Fahmi menyakini bahwa pengeroyok kliennya itu dapat dijerat dengan hukuman 5 tahun penjara.


"Ini kasus penganiayaan berat. Ini gak bisa dianggap main-main. Pelakunya dapat diancam lebih dari lima tahun (penjara)," ungkap Fahmi saat dihubungi Beritasatu.com lewat telepon, Sabtu malam (27/7).


Fachmi sendiri meminta kepada pihak kepolisian agar segera menindak pelaku pengeroyokan tersebut, karena hingga kini belum tertangkap.


"Kita berharap polisi segera mengambil tindakan cepat dan tegas terhadap kasus penganiayaan ini," tandasnya.


Fahmi sendiri tidak mentolelir tindakan yang dilakukan oleh para pelaku pengeroyokan terhadap kliennya, apapun alasannya.


"Tidak ada satu pun alasan yang dapat menbenarkan itu, itu sudah melanggar hukum," tuturnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, Nikita Mirzani dikeroyok sejumlah orang di sebuah Kafe di kawasan Dago Atas, Bandung pada Sabtu (27/7) sekitar pukul 02.00 - 03.00.


Saat itu Nikita tengah bersama teman prianya Onadio Leonardo vokalis Killing Me Inside.


Dalam kejadian ini, Nikita mengalami sejumlah luka memar dan pendarahan disekitar wajahnya.


Sampai saat ini, pelaku pengeroyokan itu belum tertangkap meski kasusnya tengah disidik oleh Mapolresta Bandung.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

KPK Buru Jaringan Mafia Peradilan




JAKARTA, KOMPAS —
  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memburu pelaku utama penyuapan terkait dengan pengurusan perkara yang masih dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung. Dua orang tertangkap tangan KPK, yaitu pengacara pada kantor hukum Hotma Sitompoel & Associates, Mario C Bernardo, dan pegawai MA, Djodi Supratman, yang diyakini sebagai perantara dan bagian kecil dari jaringan mafia peradilan.


Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Jakarta, Sabtu (27/7/2013), mengungkapkan, sampai saat ini KPK terus mengembangkan hasil operasi tangkap tangan tersebut. KPK meyakini ada sejumlah pihak lain yang terlibat dalam kasus suap itu. Pihak lain tersebut bahkan diduga memiliki peran yang bisa menghubungkan keterlibatan sejumlah penegak hukum dalam jaringan mafia peradilan di Indonesia.


Pada Kamis lalu, KPK menangkap Djodi di sekitar kawasan Monas, Jakarta. Djodi diketahui merupakan mantan tenaga satpam MA yang kini tercatat sebagai pegawai di Badan Pendidikan dan Pelatihan MA di Megamendung, Bogor.


Seusai menangkap Djodi, KPK kemudian menangkap Mario di kantornya di Jalan Martapura, Nomor 3, Jakarta Pusat. Mario diduga memberikan uang suap kepada Djodi terkait dengan pengurusan perkara penipuan dengan terdakwa Hutomo Wijaya Ongowarsito yang masuk dalam tahap kasasi di MA. Namun, Mario ternyata bukan pengacara yang menangani perkara penipuan itu. ”Kasus ini tentu akan dikembangkan. Apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat,” kata Johan.


Ketua KPK Abraham Samad seusai penangkapan terhadap Mario dan Djodi juga memberikan sinyalemen bahwa pihaknya masih memburu pelaku lain. Menurut Abraham, tim lain sedang memburu pihak-pihak tersebut.


KPK bergerak cepat. Setelah menetapkan Mario dan Djodi sebagai tersangka pada Jumat siang, malam harinya sejumlah penyidik langsung menggeledah kantor hukum Hotma Sitompoel & Associates. Penggeledahan dilakukan sejak pukul 21.00 dan baru berakhir pada Sabtu dini hari. Penyidik membawa sejumlah dokumen dalam tiga kardus. Johan menyatakan masih belum tahu apa yang disita penyidik dalam penggeledahan tersebut.


Dugaan keterlibatan pihak lain yang merupakan penegak hukum dengan posisi penting mengemuka karena baik Djodi maupun Mario dinilai tidak punya peran langsung dalam memengaruhi perkara. Menurut mantan hakim Asep Iwan Iriawan, suap yang diduga dilakukan Mario kepada Djodi itu hanya bagian kecil dari mafia peradilan yang berlapis.


”Tidak logis kalau advokat tidak berhubungan dengan hakim. Ini bagian kecil yang berlapis selnya. Bagian besarnya harus dibongkar. Seorang advokat bermain-main dengan bekas satpam MA,” katanya.


Dari pengalamannya sebagai hakim, kata Asep, ada kecenderungan pihak-pihak yang bermain perkara tak terlalu mempermasalahkan hasil pengadilan tingkat pertama yang mengalahkan mereka. Mereka yang bermain perkara biasanya akan selalu mencari celah di tingkat kasasi.

”Ada kecenderungan, biarlah kalah di PN (pengadilan negeri) atau PT (pengadilan tinggi), tetapi main di MA,” katanya.


Pengacara yang juga pernah meneliti praktik mafia peradilan, Taufik Basari, mengatakan, meski tak ada kaitan dengan perkara secara langsung, pihak-pihak tertentu bisa terlibat dalam jaringan mafia peradilan.

”Pengacara itu biasanya investasi ke orang- orang tertentu,” katanya.


Namun, kuasa hukum Mario, Tommy Sihotang, mengatakan, ”Saya enggak yakin itu kasus suap dengan tiga alasan. Pertama, dia (Mario) lawyer, tapi bukan di kasus itu. Kedua, yang dihubungi itu kerja di Diklat MA dan enggak ada hubungannya dengan kasus. Ketiga, jumlah uangnya. Saya enggak yakin zaman segini masih ada hakim agung yang mau terima Rp 80 juta.”


Dia menduga, yang diberikan Mario kepada Djodi semacam tunjangan hari raya (THR). ”Ini, kan, belum jelas. Ini rezeki, bagi-bagi THR. Mario sial saja. Hakim agung itu minimal tiga (orang), mau dapat berapa?” katanya.


Tommy juga membantah kasus itu terkait dengan Hotma Sitompoel. ”Hotma mengaku tak tahu. Selain itu, tidak ada surat atau dokumen resmi dengan stempel Hotma Sitompoel & Associates,” katanya. (BIL)


8:17 PM | 0 komentar | Read More

Reli Amerika, Rifat Masuk Finish Ketiga




Pereli Rifat Sungkar melintasi Sirkuit Offroad Spring Hill, Kemiling, Kota Bandar Lampung, dalam ajang Kejuaraan Nasional GT Radial Savero Komodo Speed Offroad 2013, Minggu (7/4/2013). Dalam debutnya di ajang balap offroad ini, Rifat yang mengendarai Mitsubishi Pajero Sport berhasil menjuarai kelas Free for All 4 silinder (G3-1). | KOMPAS/YULVIANUS HARJONO









NEWRY, KOMPAS.com - Pereli nasional, Rifat Helmy Sungkar, dengan navigator Steve Lancaster (Inggris), yang tergabung dalam Fastron World Rally Team masuk finish pada urutan ketiga dalam New England Forest Rally (NEFR) 2013 di Newry, negara bagian Maine, Amerika Serikat (AS).

Dalam seri kelima Reli Amerika yang berakhir Sabtu (27/7/2013) petang atau Minggu pagi di Jakarta, Rifat/Steve mengendarai Mitsubishi Evolution X.

Pereli andalan AS, Ken Block/Alex Gelsomino dengan mobilnya Ford Fiesta memasuki finish di urutan pertama. Pereli Inggris David Higgins/Craig Drew yang memakai Subaru WRC memasuki finish di urutan kedua.

Rifat yakin, dengan keberhasilan itu, dan sesuai catatan waktunya, targetnya terpenuhi. Ia dan Steve menjadi juara ketiga di NEFR 2013.




Editor : Kistyarini















8:14 PM | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


8:07 PM | 0 komentar | Read More

Pedagang Minta Diizinkan Jualan Setelah Terminal Depok Ditata

Written By Smart Solusion on Friday, July 26, 2013 | 8:38 PM





JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pedagang di Terminal Depok, Jawa Barat, mengaku tidak keberatan dengan rencana Pemerintah Kota Depok menata terminal tersebut. Mereka hanya berharap diizinkan berdagang setelah terminal ditata.

"Saya sebagai pedagang belum tahu kepastian rencana penataan terminal ini. Saya sih baru denger-denger aja. Nggak tahu kalau yang punya kios ini sudah dapat surat. Saya sih setuju penataan, tapi berharap tetap bisa berjualan," kata Fredy (38), pedagang makanan di Terminal Depok, Jumat (26/7/2013).

Menurut Fredy, para pedagang berharap dibantu oleh pemerintah karena mereka memberi kontribusi ke negara.

"Kami minta jangan digusur aja, tapi diperhatikan juga. Kami minta direlokasi. Kami jangan dibiarkan seperti gembel," katanya.

Dikatakan Fredy, ia sudah enam tahun berjualan makanan dan kopi di Terminal Depok. Ia menyewa tempat Rp 600.000 per bulan. Setiap hari ia mendapatkan penghasilan di atas Rp 50.000.

"Untuk membiayai anak sekolah, Mas. Kalau nanti ditata terus saya nggak bisa jualan, gimana biayain sekolah anak saya," tutur bapak dua anak yang tinggal di Raden Saleh, Sukmajaya, Depok, itu.

Fredy menambahkan bahwa para pedagang di terminal juga berharap bisa berdagang. Fitri (35), pedagang nasi padang, juga tidak mengetahui kepastian penataan Terminal Depok.

"Saya tidak tahu soal apakah terminal mau dibangun apartemen dan pusat bisnis. Pemberitahuan secara resmi tidak ada. Saya aja baru denger dari pedagang sebelah," tutur ibu dua anak itu, yang sudah berdagang di Terminal Depok sejak tahun 1998.

Fitri menyatakan bahwa ia berharap tetap dapat berdagang walaupun terminal ditata. "Saya minta bisa jualan lagi. Dikasih tempat di mana gitu. Setahun saya menyewa kios ini Rp 10 juta," tuturnya.




Editor : Tjatur Wiharyo
















8:38 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger