Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Persiapan Pemilu, Polri Gelar Apel Kapolres Se-Indonesia

Written By Smart Solusion on Sunday, September 1, 2013 | 8:18 PM





JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo mengumpulkan semua kepala kepolisian resor se-Indonesia di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta. Kegiatan ini merupakan persiapan menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum 2014 mendatang.


"Kita sedang menyelenggarakan apel kasatwil (kepala satuan wilayah), yang dihadiri jajaran kapolres dan unsur pimpinan yang lain," kata Timur kepada wartawan di STIK, Senin (2/9/2013).


Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 450 kepala polres dan polrestabes ini dijadwalkan akan dilangsungkan selama tiga hari. Nantinya, kata Timur, setiap kepala polres dan kapolrestabes akan dibekali dengan evaluasi pelaksanaan kegiatan pemilu baik pemilihan presiden, pemilihan legislatif, maupun pemilihan kepala daerah. Dengan demikian, diharapkan petugas yang nantinya akan mengamankan pemilu dapat bekerja secara optimal.


"Tahun ini kan agendanya tahun politik, jadi semuanya harus bersiap. Evaluasi semua tugas apa yang penting," ujar Timur.


Selain itu, dalam kegiatan ini juga direncanakan akan ada penandatanganan zona integritas kawasan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan Polri.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















8:18 PM | 0 komentar | Read More

Jelajah Sepeda Kompas Bertolak ke Meulaboh





ACEH JAYA, KOMPAS.com - Tim Jelajah Sepeda Sabang-Padang bersama Kompas dan PGN bertolak ke Meulaboh, Aceh, Senin (2/9/2013) pagi. Titik start dimulai dari kantor Bupati Aceh Jaya sekitar pukul 08.10.

Dari tempat penginapan di Calang, peserta langsung gowes ke kantor Bupati. Peserta disambut oleh Wakil Bupati Aceh Jaya Teuku Maulidi. Dalam sambutannya, Maulidi mengungkapkan kegembiraannya dengan kehadiran sekitar 45 peserta Jelajah Sepeda.


"Ini merupakan kebahagiaan kami di wilayah yang terletak di Pantai Barat Aceh," ujar Maulidi, Senin pagi. Dia berharap tim Jelajah Sepeda Kompas-PGN dapat sekaligus mempromosikan pariwisata Aceh dan wilayah pulau Sumatera secara keseluruhan.

"Kiranya ini bisa menjadi ajang promosi Aceh dan daerah lain. Baik dari sisi kebudyaaan, alam, yang dapat meningkatkan perekonomian," ujarnya.

Saat ini peserta tengah beristirahat di daerah Krueng Sabee setelah menempuh jarak 25 kilometer. Adapun jarak tempuh dari Calang ke Meulaboh mencapai 90 kilometer.

Sebelumnya, pada hari pertama, peserta telah menempuh jarak Sabang-Banda Aceh sejauh 56 kilometer. Dilanjutkan dari Banda Aceh menuju Calang sejauh 154 kilometer.

Jelajah sepeda yang dipimpin Road Captain Marta Mufreni ini akan berakhir di Padang pada 13 September 2013 dengan total jarak tempuh mencapai 1.539 kilometer.




Editor : Pipit Puspita Rini















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

Dua Pelaku Pembacokan di Warnet Ciracas Ditangkap

Written By Smart Solusion on Saturday, August 31, 2013 | 8:39 PM





JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Sektor Metro Ciracas menangkap dua pelaku pembacokan di depan warung internet (warnet) di Jalan Raya Centex, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Keduanya ditangkap beberapa jam setelah keributan yang menyebabkan seorang pemuda tewas di warnet tersebut pada Sabtu (31/8/2013) sekitar pukul 02.30.


Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Ciracas Inspektur Satu Jupriono mengatakan, dua pelaku yang ditangkap berinisial RAR (17) dan SM (16). "Empat jam setelah kejadian, dua pelaku berinisial RAR dan SM kita amankan di rumahnya tanpa melakukan perlawanan," kata Jupriono saat dihubungi Kompas.com, Minggu (1/9/2013) pagi.


Jupriono mengatakan, RAR dan SM ditangkap di rumah para tersangka yang sama-sama terletak di Gang Centex. Dari tangan RAR, polisi menyita sebilah celurit yang diduga digunakan pelaku untuk menyerang pemuda di depan wartet.


"Dia yang bacok memakai celurit. Sementara barang bukti dari SM, kemungkinan ada di tangan pelaku lainnya," ujar Jupriono.


Ia mengatakan, polisi masih mengejar pelaku lain yang diduga berjumlah 2-3 orang. Kasus penyerangan terhadap pemuda di depan warnet pada Sabtu dini hari itu diduga akibat salah paham yang terjadi antara dua kubu pemuda tersebut. Penyerangan terjadi ketika pemuda dari Jalan Hanafi yang melintas di lokasi kejadian diduga dilempari oleh kelompok pemuda lain di depan warnet tersebut.


"Menurut pengakuan tersangka, kelompok tersangka lagi melintas kemudian dilempari," ujar Jupriono.


Karena tidak terima, pemuda yang tengah melintas itu meminta bantuan teman-temannya di Gang Centex dan melakukan penyerangan ke kelompok anak-anak di warnet. Saat penyerangan berlangsung, beberapa pemuda di depan warnet sempat terkena pukulan dan kemudian melarikan diri.


Keributan itu menimbulkan dua korban, yakni MI (19), penjaga warnet, dan seorang pengunjung warnet berinisial JFP (15). MI mengalami luka bacok pada bagian punggung dan mendapat perawatan di rumah sakit. Adapun JFP mengalami luka di lengan kanan dan delapan luka bacokan di bagian punggung hingga nyawanya tak dapat diselamatkan.


"Mereka (para pelaku) balik berteriak supaya yang ada di dalam warnet keluar," ujarnya.


Polisi masih melakukan penyelidikan 2-3 pelaku lain yang menjadi buron. Kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Metro Ciracas.





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















8:39 PM | 0 komentar | Read More

KLa Project Guncang Summarecon Mal Bekasi


Bekasi - Perjalanan panjang dunia musik tanah air telah melahirkan beragam musisi yang melegenda. Dengan beragam prestasi dan pengalaman yang dimiliki, musisi tanah air tidak hanya mampu menorehkan beragam album, namun juga sebuah kharisma yang akan selalu dikenang oleh penggemarnya. Berangkat dari perjalanan tersebut, Summarecon Mal Bekasi untuk pertama kalinya menghadirkan "The Downtown Walk Festival".


Festival musik 'The Downtown Walk Festival' dibuka dengan KLa Project yang baru-baru ini merayakan perjalanan karier musik mereka yang ke-25 melalui sebuah konser. Band yang digawangi oleh Katon Bagaskara (Vokal,Gitar), Adi Adrian (Piano,Keyboard) dan Lilo (Gitar) membawakan lagu-lagu andalan mereka seperti Yogyakarta, Menjemput Impian, dan Tak Bisa ke Lain Hati.


Penampilan mereka mendapatkan sambutan dari penonton di panggung Timesquare, Sabtu (31/8), pukul 19.00 WIB.


"The Downtown Walk telah menjadi salah satu spot hangout terbaru di wilayah Bekasi dan sekitarnya yang menghadirkan live music yang berbeda setiap harinya. Musik menjadi salah satu hiburan yang paling ditunggu. Melalui apresiasi tersebut kami hadirkan sebuah konsep mini konser bertajuk The Downtown Walk Festival yang menghadirkan artis ataupun band berkualitas yang telah mewarnai dunia musik tanah air," ujar Cut Meutia selaku GM Corporate Communications Summarecon, dalam siaran pers yang diterima redaksi.


Sebuah penghargaan akan kejayaan musik tanah air di era 90-an diangkat melalui kehadiran "Tribute To Broery Marantika". Lucky Octavian yang lebih dikenal dengan Lucky 'Idol' didaulat untuk menyanyikan berbagai lagu dari Broery yang terkenal dengan lirik yang melankolis serta penjiwaan yang mendalam. Sebelum kepergiannya, Almarhum Broery yang memulai karier di dunia musik sejak tahun 1971, telah menorehkan beragam prestasi didalam dan luar negeri. Salah satu penghargaan yang bergengsi diterima oleh almarhum di tahun 1997 dari negeri Jiran Malaysia, serta kategori Lifetime Achievement dari Anugrah Musik Indonesia (AMI) di tahun 2000.


Penampilan Lucky bisa pengunjung saksikan di panggung Timesquare pada hari Sabtu, 7 September 2013 mulai pukul 19.00 WIB.


Sebagai penutup, kenangan akan band legendaris Indonesia juga diangkat melalui kehadiran "Tribute to Koes Plus". Kesuksesan band yang terbentuk mulai dari era 60-an tersebut tidak berhenti seiring dengan berkembangnya jenis musik di tanah air. Generasi berikutnya Bplus yang terdiri dari anak ataupun cucu dan mendapatkan asuhan langsung dari anggota Koes Plus ini, mendapatkan kepercayaan untuk membawakan lagu-lagu Koes Plus dalam rangkaian The Downtown Walk Festival.


Keistimewaan acara kali ini adalah kehadiran Yok dan Murry yang akan ikut bernyanyi dengan penggemarnya di panggung Timesquare pada hari Sabtu, 14 September 2013 mulai pukul 19.00 WIB.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Undang-undang Baru Atur Migrasi PNS ke Kota Besar





JAKARTA, KOMPAS.com- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat ini tengah menggodok rancangan UU Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Dalam UU itu, birokrasi itu oleh PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)," kata Asisten Deputi Perencanaan Bidang SDM Kemenpan-RB, A.Rizal, saat ditemui di Kompas Karier Fair (KKF) 2013, di Balai Kartini, di Jakarta, Sabtu (31/8/2013).


Rizal mengungkapkan rancangan undang-undang ini diharapkan dapat menekan migrasi PNS ke kota-kota besar. Dia memberi contoh untuk PPPK nantinya akan ada aturan renumerasi yang lebih layak. Sehingga bisa menekan hasrat mereka untuk meningalkan daerah terpencil.


"(kontraknya) Bisa satu atau dua tahun. Bagi mereka diberikan renumerasi tinggi supaya, katakanlah guru diberi Rp 5 juta per bulan. Jadi, mereka tidak mau pindah ke kota," jelas Rizal.


Rizal melihat banyaknya tenaga pendidik yang meninggalkan daerah dan menuju ke kota disebabkan dua hal. Pertama, adalah alasan yang sulit dicegah. Ada yang ikut suaminya yang pindah tugas ke kota," ungkapnya.


Alasan kedua adalah kesempatan memberikan les tambahan yang lebih banyak di kota-kota besar, di banding di daerah terpencil. "Kalau di daerah mereka dibayar pakai ayam, pakai buah-buahan. Di kota, mereka dibayar pakai uang," lanjut Rizal.


Rizal percaya, dengan perjanjian yang diatur dalam undang-undang, nantinya kondisi tersebut bisa diminimalisir. Apalagi, kini belanja pegawai naik enam persen dibanding tahun lalu, di tingkat K/L dan Pemda.


Anggaran belanja pegawai pada APBN-P 2013 tercatat sebesar Rp 233 triliun, atau sebesar 2,5 persen dari produk domestik bruto (PDB). Anggaran belanja pegawai dalam APBN 2014, naik Rp 43,7 triliun menjadi Rp 276,7 triliun, atau 2,7 persen dari PDB.





Editor : Ervan Hardoko
















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Kevin/Masita Juara Tangkas Specs Junior Challenge





  • Minggu, 1 September 2013 | 08:46 WIB






JAKARTA, Kompas.com - Pebulutangkis muda Anthony Sinisuka Ginting berhasil meraih gelar pertamanya di tahun ini lewat ajang Tangkas Specs Junior Challenge Badminton Championships 2013. Pada turnamen yang digelar di GOR Asia Afrika ini, Anthony menang atas Rico Hamdani yang juga wakil dari Indonesia, dengan skor 21-15, 17-21, 21-19.
 
“Ini adalah gelar pertama saya di tahun 2013, memang belum berani pasang target karena mau cari pengalaman dan memperbaiki permainan. Mental juga harus diuji karena gampang tegang” ujar Anthony, pemain asal PB SGS PLN Bandung yang kini menjadi penghuni Pelatnas Cipayung seperti dikutip badmintonindonesia.
 

“Banyak pelajaran yang bisa diambil di permainan kali ini, setelah kalah di game kedua saya tidak larut dan bisa bangkit di game ketiga. Pada game kedua saya salah strategi, seharusnya tidak meladeni lawan bermain di net” tambah Anthony, pemain kelahiran Cimahi, 26 Oktober 1996 ini.
 
Pasangan ganda campuran yang baru dipasangkan, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Masita Mahmudin juga mencatat prestasi gemilang di turnamen ini dengan naik podium juara. Masita bahkan memetik dua gelar, sebelumnya ia bersama Uswatun Khasanah meraih gelar di ganda putri.
 
“Hasil ini merupakan bekal untuk kami, sebagai bagian persiapan menuju World Junior Championships 2013” kata Kevin singkat.
 
Berikut hasil lengkap babak final Tangkas Specs Junior Challenge Badminton Championships 2013 :
 
Tunggal putra
Anthony Sinisuka Ginting (13)(INA) vs Rico Hamdani (10)(INA) 21-15, 17-21, 21-19
 
Tunggal putri
Fitriani (4)(INA) vs Gregoria Mariska (INA) 21-18, 21-16
 
Ganda putri
Uswatun Khasanah/Masita Mahmudin (4)(INA) vs Rosyita Eka Putri Sari/Setyana Mapasa (3)(INA) 23-21, 16-21, 21-15
 
Ganda putra
Rizko Asuro/Wildan Atmaja (15)(INA) vs Muhammad Rian Ardianto/Clinton Hendrik (14)(INA) 25-23 21-18
 
Ganda campuran
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Masita Mahmudin (4)(INA) vs Ricky Alverino Sidharta/Ristya Ayu Nugraheny 21-19, 21-10




Editor : Tjahjo Sasongko





8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

Petugas TPS Tak Tahu Ada Larangan Bawa HP ke Bilik Suara

Written By Smart Solusion on Friday, August 30, 2013 | 8:38 PM





TANGERANG, KOMPAS.com - Larangan membawa telepon genggam ke bilik suara di hari pemungutan suara pemilihan Wali Kota Tangerang, ternyata belum banyak diketahui masyarakat. Bahkan Petugas Pemungutan Suara (PPS) pun tidak mengetahui hal tersebut.

Hal ini seperti yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 di Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Sabtu (31/8/2013). Ketua PPS setempat, Niman Sulaiman mengatakan bahwa dia baru mengetahui jika ada aturan seperti itu. Menurutnya, saat dilaksanakan rapat bimbingan teknis di PPS Kelurahan Pinang, Rabu (28/8/2013), tidak ada pemberitahuan seperti itu.

"Saat itu rapat yang mimpin Mumu Rohimu (Ketua PPS Kelurahan Pinang). Tidak ada pemberitahuan yang demikian," jelasnya saat ditemui, Sabtu pagi.

Lebih lanjut, kata Niman, masyarakat yang tidak terdaftar masih dapat mencoblos dengan memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun, tentunya alamat KTP harus sesuai dengan TPS tempat memilih.

"Kalau KTP beda, bukan warga sini ya enggak bakal kita terima," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di TPS 4 Kelurahan Pinang, memang tidak ada pemeriksaan telepon genggam bagi warga yang datang memilih. Seperti halnya anggota PPS, warga juga tidak tahu ada aturan semacam itu.

"Iya enggak tahu saya, ini tadi bawa HP kok," kata Eva (24), salah seorang warga usai mencoblos.

Larangan membawa telepon genggam dilontarkan Ketua Pokja Kampanye dan Sosialisasi KPUD Provinsi Banten Saiful Bahri, Sabtu pagi. Menurutnya, hal itu ditujukan agar tidak ada pemilih pascabayar, yaitu pemilih yang mengabadikan gambar kertas suaranya sebagai bukti telah memilih salah satu calon tertentu.

TPS 4 Kelurahan Pinang merupakan TPS tempat calon nomor dua, Abdul Syukur memilih. Di TPS ini terdapat 312 pemilih.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Perhelatan Dua Hari Indonesian Jass Festival


Jakarta - Indonesian Jass Festival digelar tahun ini untuk yang pertama kalinya. Pagelaran sendiri dipusatkan di Istora Senayan selama dua hari berturut-turut dari 30-31 Agustus 2013.


Banyak yang penasaran apa perbedaan Indonesian Jass Festival dengan festival musik jazz lainnya. Dan mengapa huruf Z dalam 'Jazz' diganti menjadi S pada penamaan festival ini?


Menurut salah satu panitia Indonesian Jass Festival, Reggie, acara yang bertajuk "Jass Up! Indonesia" dan memiliki slogan "Jass in Unity" ini merupakan festival musik Jazz yang memang dikemas berbeda. Mengumpulkan musisi jazz yang belum banyak dikenal.


"Jass Up! Indonesia adalah festival yang pertama kalinya mengumpulkan komunitas jazz dan kelompok musik jazz dari berbagai daerah di Indonesia, yang belum terlalu dikenal publik. Tujuan festival ini adalah untuk mengenalkannya ke publik dan kami harap bisa diterima oleh para penikmat jazz," kata Reggie di sela-sela acara.


Pada hari pertama perhelatan acara, yaitu Jumat (30/8), sederet musisi tampil mengisi enam panggung yang ada di Istoran Senayan, Jakarta. Panggung utama yang diberi nama IJF Stage, diisi oleh Ireng Maulana dan rekan-rekannya. Tak perlu ditanyakan lagi, hingga usia senjanya Ireng masih setia memainkan Jazz kontemporer dengan sesekali menyelipkan "Bossanova" ala Latin.


Di atas panggung Ireng ditemani oleh seorang pianis, pemain terompet, dan penyanyi swing. Malam itu adalah malamnya para penikmat Jazz, mereka larut dalam musik yang dibawakan Ireng Maulana tanpa memedulikan apakah jazz musik yang populer atau yang 'katanya' hanya untuk kalangan terbatas.


"Sudah selesai, ya?" kata Ireng dari atas panggung. Penonton yang kebanyakan berusia dewasa menjawab dengan teriakan, "Lagi! Lagi! Lagi", layaknya anak muda yang tidak ingin konser cepat berakhir. Ireng membalas dengan pura-pura bertanya dengan panitia. "Gimana nih panitia? Masih cukup satu lagu lagi? Oke? Mainkan!" kata Ireng bersemangat.


Penampilan Ireng ditutup dengan perkenalan para rekan band-nya. "Tidak ada konsep atau latihan khusus ketika mengisi festival ini," kata Ireng Maulana dalam konferensi pers seusai penampilannya di IJF Stage, Istora Senayan, Jakarta (30/8).


Ireng mengaku, dirinya senang festival musik Jazz di Indonesia semakin bertambah. Namun menurutnya, jumlah itu belum sebanyak negara lain. Ia mengambil contoh Belanda, yang menurutnya terdapat berbagai festival musik jazz di kota-kota kecil dan diisi kurang dari 20 kelompok musik selama dua hari berturut-turut.


Di panggung lain, artis Dik Doank bersama anak didiknya dari "Kandang Jurank Doank" menyuguhkan penampilan yang dinamis dan mengundang decak kagum. Mereka menyanyikan lagu anak-anak seperti "Cicak-cicak di Dinding" dengan gubahan aransemen baru bernuansa pop dan Jazz. Pada lagu terakhir, Dik Doank ikut ke atas panggung membawa gitarnya, dan membawakan lagu berjudul "Menari" hasil ciptaannya.


Sederet musisi lain juga mengisi panggung utama. Seperti Andien, Inna Kamarie, Doctor and The Professor, dan penampilan puncak diisi oleh Gugun Blues Shelter.


8:32 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger