Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Haornas Jateng Dipusatkan di Kota Magelang

Written By Smart Solusion on Sunday, September 8, 2013 | 8:14 PM





MAGELANG, KOMPAS.com – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-12 tahun 2013 tingkat Jawa Tengah dipusatkan di Kota Magelang. Upacara Haornas digelar di Lapangan Rindam IV/Diponegoro Magelang, dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Senin (9/9/2013).

Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Magelang, Suko Tri Cahyo, adalah kebanggaan tersendiri karena Kota Magelang menjadi tuan rumah untuk kali pertama.

"Bukan sekadar tempat upacara, ini kesempatan kita untuk promosi Kota Magelang. Sekaligus menjaring dukungan agar Kota Magelang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng tahun 2017 mendatang," jelas Suko, Senin (9/9/2013).

Dalam upacara Haornas yang bertema “Olahraga Membangun Karakter Bangsa” itu disuguhkan aneka hiburan tambahan. Antara lain penampilan para atlet air modelling, bela diri TNI (Yong Modo), marching band SMA Taruna Nusantara, dan senam massal Porpri.

Usai mengikuti upapaca, Ganjar Pranowo dijadwalkan akan meninjau fasilitas olahraga di komplek Stadion Madya sekaligus menjajal rumput stadion dengan bermain sepak bola. Suko menambahkan, untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng tahun 2017 mendatang, Kota Magelang bersaing dengan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Semarang.

Menurut Suko, Kota gethuk ini juga akan bersaing untuk bisa menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.




Editor : Pipit Puspita Rini















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

Jika Terbukti Lalai, Polisi Proses Hukum Dul

Written By Smart Solusion on Saturday, September 7, 2013 | 8:38 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian membenarkan kecelakaan yang terjadi di Tol Jagorawi Km 8 hingga menewaskan 6 korban, Minggu (8/9/2013) sekitar pukul 01.45 WIB melibatkan anak musisi Ahmad Dhani, Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul.

Sebelumnya beredar informasi kecelakaan beruntun mobil Mitsubishi Lancer B 80 SAL dari Bogor menuju Jakarta yang menabrak pembatas jalan dan masuk ke jalur berlawanan, diduga mobil itu dikemudikan putra bungsu musisi Ahmad Dhani, yakni Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul. Akibatnya menewaskan 6 korban dan sembilan lainnya luka.

Saat dikonfirmasi ke pihak kepolisian, hal itu dibenarkan oleh Kanit Lantas Polres Jakarta Timur, AKP Agung. "Ya benar memang benar, pengendara mobil Lancer itu merupakan anak dari Ahmad Dhani," terang Agung.

Agung menjelaskan saat ini pihak penyidik masih melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakaan tersebut.

Jika nantinya terbukti kecelakaan terjadi karena pengendara lalai, maka pihak kepolisian pun tak segan untuk memproses hukum. (Theresia Felisiani)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko
















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Kecelakaan Maut Jagorawi, Dul Menyetir


Jakarta - Ahmad Abdul Qadir Jaelani atau yang akrab disapa Dul anak musisi Ahmad Dhani mengalami kecelakaan beruntun di Tol Jagorawi. Dul mengalami trauma berat dan kaki kanan patah dalam kecelakaan tersebut. Hal itu diungkapkan, Ahmad Dhani saat mendatangi RS Melia Depok, Jawa Barat, Minggu (8/9).


"Dul masih trauma, kaki Dul sebelah kanan patah. Ada memar juga di kepalanya," ungkap Ahmad Dhani.


Lebih lanjut dijelaskan mantan suami Maia Estianti itu, kecelakaan tersebut terjadi usai Dul mengantar kekasihnya pulang.


"Saat kejadian Dul ditemani temannya N. Sebelumnya Dul habis mengantar pacarnya pulang ke rumah. Biasanya dia bawa supir, tapi saat kejadian dia yang menyetir sendiri," lanjut personel TRIAD itu.


Ahmad Dhani menjelaskan pada saat kejadian Dul menghindari mobil yang ada di depannya.


"Dul menghindari mobil yang ada di depan dan banting stir ke kanan dan menabrak pembatas jalan," lanjutnya.


Saat ini atas permintaan pihak keluarga, Dul sudah dirujuk ke RS Pondok Indah untuk menjalani perawatan yang lebih intensif.


Sebelumnya, sekitar pukul 01.30 WIB terjadi sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan 3 mobil terjadi di KM 82.000 Tol Jagorawi dari arah Bogor menuju Jakarta. Dalam insiden tersebut Dul yang menggunakan mobil Mitsubishi Lancer bernomor polisi B 80 SAL lepas kendali menabrak pembatas jalan.


Di saat bersamaan, minibus Grand Max dengan nomor polisi B 1349 TFM yang ditumpangi 13 orang melaju dari arah Taman Mini menuju Cibubur. Menurut petugas Patroli Jalan Raya Tol Jagorawi, akibat kecelakaan tersebut 5 orang meninggal dunia dan 8 orang lainnya mengalami luka-luka serius.


Sedangkan data menurut Polda Metro Jaya, korban berjumlah enam orang.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Tokyo Jadi Tuang Rumah Olimpiade 2020, Rakyat Jepang Bergembira





TOKYO, KOMPAS.com - Ribuan rakyat Jepang meluapkan kegembiraannya setelah pada Minggu (8/9/2013) dini hari, mengetahui bahwa kota Tokyo terpilih menjadi penyelenggara Olimpiade 2020.

Sejumlah warga Jepang bangun sangat pagi, sementara sebagian lainnya begadang sepanjang malam untuk mendengar keputusan yang dibacakan dari Buenos Aires, Argentina.

Sejumlah stasiun televisi Jepang menyiarkan langsung penentuan tuan rumah Olimpiade 2020, dan lembaga penyiaran publik NHK memulai siarannya pada pukul 22.30.

Saat Ketua IOC Jacque Rogge menyatakan Jepang menjadi tuan rumah olimpiade, teriakan gembira langsung membahana.

Di gedung Kamar Dagang dan Industri, sekitar 1.200 orang berkumpul menyaksikan siaran langsung dari Argentina itu.

Para penontong menunjukkan tanda "V" yang berarti kemenangan sambil saling berpelukan. Beberapa orang bahkan meneriakkan Banzai!

Tokyo yang terakhir kali menjadi tuan rumah olimpiade pada 1964 bersaing dengan Istanbul dan Madrid.

Madrid, yang gagal dalam dua kali pencalonan, tahun ini kembali tersingkir di putaran pertama.

Kondisi ini membuat Tokyo dan Istanbul. Sayangnya peluang Istanbul tertutup karena sejumlah hak yang diangap memberatkan misalnya skandal doping, pemenjaraan musuh politik dan wartawan.

Faktor lain yang membuat Istanbul gagal menjadi tuan rumah adalah masih berkecamuknya perang di Suriah yang merupakan tetangga Turki.




Editor : Ervan Hardoko















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

Gading Sering Diledek Sahabat Soal Pilihan Tempat Pernikahan

Written By Smart Solusion on Friday, September 6, 2013 | 8:32 PM


Jakarta - Keputusan artis dan presenter Gading Marten memilih Tritha Luhur dikawasan Uluwatu, Bali sebagai tempat pemberkatan pernikahan dan resepsinya ternyata membuat Gading diledek oleh sahabatnya Tompi.


Pasalnya tempat pernikahan tersebut ternyata digunakan Glenn Fredly dan Dewi Sandra saat menikah dahulu. Hal itu diungkapkan Gading saat fitting baju pernikahan di Brutus Rumah Mode, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/9).


"Gue sempet diledek sama Tompi. Dia bilang udah tiga artis yang nikah disana tapi pernikahannya cerai dan kini jadi duda, kenapa lu masih mau nikah disana," kata Gading menirukan ucapan Tompi.


Seperti diketahui, beberapa artis seperti Mike Lewis - Tamara Blezenky dan Glenn Fredly sempat merasakan menikah di tempat yang akan dijadikan tempat acara pernikahan Gading Marten dan Giselle. Menanggapi ucapan tersebut Gading mengaku santai.


"Itu mah becandaa anak-anak saja. Biasalah namanya juga becanda. Minimal bisa ngendurin otot-otot yang tegang jelang nikahan," ujarnya santai.


Buat Gading, Giselle dianggap sebagai wanita terakhir dalam hidupnya yang akan selalu dihatinya. Makanya Gading tidak mempercayai mitos dan candaan temannya yang mengatakan bila menikah di Uluwatu, Bali akan berakhir dengan perceraian.


"Saya yakin sama pasangan saya. Saya berharap semoga bisa langgeng seumur hidup dengan dia (Giselle)," terangnya.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Panda Nababan: Orang Sumut Suka Fenomena Jokowi






JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi senior dan juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Sumatera Utara Panda Nababan angkat bicara soal "Jokowi effect" yang belakangan ini terjadi. Menurut Panda, fenomena Jokowi ini telah merasuki warga di Sumatera Utara, sehingga mereka pun mendukung Jokowi maju sebagai calon Presiden.

"Kalau dari Sumut, ya Jokowi. Mereka melihat fenomena ada satu tokoh yang baru untuk capres. Ini aspirasi dari bawah," ujar Panda di sela-sela acara rapat kerja nasional (rakernas) III PDI Perjuangan, Jumat (6/9/2013) malam.

Panda mengaku selain akan menyampaikan aspirasi dari bawah itu kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, pihaknya juga meminta momentum penetapan capres tidak mendadak. "Lebih baik tidak di saat injury time, jauh sebelum pileg," ucap Panda.

Panda meminta agar PDI Perjuangan tidak menerapkan kebiasannya dalam Pilkada di mana penetapan kandidat bupati atau gubernur selalu dilakukan menjelang akhir masa pendaftaran. "Jangan diulang kebiasan begitu untuk pilpres," katanya.

Dukungan terhadap Jokowi juga disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Banten Ribka Tjiptaning. Ribka mengaku menangkap sinyal-sinyal positif dari Megawati saat mempercayakan Jokowi membacakan pidato Bung Karno tahun 1966 yang berjudul "Dedication of Life".

"Saya lihatnya itu sinyal dari Ibu. Saya bisa rasakan itu, susah diungkap kata-kata saat Jokowi membaca pidato. Dapet banget," ungkap Ribka.

Ketua Komisi IX DPR ini pun menyebutkan lapisan masyarakat di Banten kerap datang kepadanya untuk menyampaikan pesan kepada Megawati terkait sosok capres yang diinginkan. "Mereka mintanya ya pak Jokowi, tolong disampaikan ke bu Mega," tutur Ribka.

Sinyak dari Mega

Sosok Jokowi mengundang perhatian tersendiri dalam perhelatan rakernas III PDI Perjuangan yang akan berlangsung 6-8 September di Ancol, Jakarta. Jokowi yang disebut sebagai kandidat kuat calon presiden dari partai berhaluan nasionalis ini mendapat sambutan cukup meriah dari para pengurus PDI Perjuangan yang hadir dalam rapat itu.

Jokowi bahkan hadir ke rapat tersebut menumpang satu mobil yang sama dengan Megawati. Sebelum pidato Megawati dibacakan, Jokowi tampil lebih dulu membacakan pidato Bung Karno berjudul "Dedication of Life".

Pidato itu memiliki makna mendalam tentang pengabdian kepada bangsa. Mega memuji penampilan Jokowi yang bisa menyerap semangat Bung Karno dalam pidato itu. "Saya ajak untuk merenung sejenak, bagaimana nasib Bung Karno. Nah makanya, tadi saya rasa pak Jokowi mendapatkan getaran itu," puji Megawati.




Editor : Erlangga Djumena


















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Li Na Merasa Seperti Bermain di Stadion Sepakbola





NEW YORK, Kompas.com - Petenis China, Li Na mengaku dirinya merasa "kecil" saat menghadapi juara bertahan Serena Williams di semifinal AS Terbuka (US Open), Jumat (Sabtu WIB).

Li Na yang merupakan juara turnamen grand slam Perancis Terbuka pada 2011 lalu, kalah mudah 0-6, 3-6. Ini merupakan  kekalahan kesembilan LI Na dalam sepuluh pertemuan dengan Serena.
 
Ia mengakui rekor pertemuannya yang buruk dengan Serena memang menghantuinya saat bertemu di stadion Arthur Ashe di babak semifinal."Seharusnya saya tidak gugup karena ini bukan pertandingan semifinal saya yang pertama," kata pemain yang telah berusia 31 tahun ini.

"Namun saat saya masuk lapangan, saya merasa lapangan tiba-tiba begitu besar. Saya merasa masuk ke sebuah stadion sepakbola. Sementara Serena mungkin merasa masuk stadion tenis meja.  Saya tiba-tiba merasa gugup dan tampaknya kami harus mencari jalan keluar," kata Li na lagi.

Ini memang merupakan semifinal AS Terbuka pertama buat Li Na.  "Masalah saya hari ini bukan pada lawan saya," ungkap Li Na.  "Masalah ada pada diri saya sendiri. Saya terlalu gugup dan mungkin akan bersikap sama bahkan bila menghadapi petenis peringkat 100."




Editor : Tjahjo Sasongko















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger