Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Suyoto, 26 Tahun Ikhlas Jaga Kebersihan Monas

Written By Smart Solusion on Saturday, September 28, 2013 | 8:38 PM





JAKARTA, KOMPAS.com - Suhu 36 derajat Celcius di lapangan silang Monumen Nasional tak menyurutkan petugas kebersihan untuk membersihan sisa-sisa sampah yang berserakan di sekitarnya. Dengan ciri khas seragam hijau tua, mereka berkeliling dan membersihkan berbagai sampai, mulai dari sampah kering hingga sampah basah di jalan dan taman di kawasan silang monas. Mereka tak lelah membersihkan walaupun sampah datang silih berganti.


Sebagian besar sampah itu berasal dari pedagang yang berjualan di lokasi tersebut. Ada botol bekas air mineral, bungkus makanan, dan plastik. Berbagai cara sudah dilakukan para petugas kebersihan untuk mengkoordinasikan kepada pedagang dalam hal kebersihan Monas. Namun, pedagang yang berjualan tetap saja masih membuang sampah sembarangan.


Salah satu petugas kebersihan di Lapangan Monas, Suyoto (42) yang sudah berpuluh tahun mengabdi sebagai petugas kebersihan, mengaku ikhlas jika ia harus rela setiap hari menghabiskan waktunya untuk membersihkan sampah di lapangan Monas.


"Saya nikmati saja kerjaan ini. Mungkin ini sudah takdir Yang Kuasa kalau saya jadi petugas bersih-bersih," ujar Suyoto sambil menyapu sampah di lapangan silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (28/09/2013).


Ayah tiga anak ini tidak lelah meski setiap hari menghabiskan waktunya membersihkan sampah di area Monas. Dia menganggap pekerjaannya adalah ibadah yang harus dilakukan dengan ikhlas.


Hari-hari ia jalani di ruang publik yang setiap harinya tak habis pengunjung datang silih berganti. Mulai dari warga Jakarta sampai luar Jakarta datang untuk menikmati dan berbelanja kawasan di lapangan Monas.


Suyoto penah bertugas di Menteng, Cililitan, Semanggi, hingga Kemayoran. Tugasnya sama, membersihkan kawasan itu dari sampah. Dia mengungkapkan, kawasan Monas sudah seperti pribadi yang harus dijaga keindahan dan kebersihannya.


"Saya pengin pengunjung Monas nyaman kalau ke sini, kan enak dilihatnya," ucap pria asal Banyumas, Jawa Tengah.


Setiap hari Suyoto menemukan banyak sampah dari para pedagang yang membuang sampah sembarangan. Ia tidak mengeluh, ia menikmati pekerjaannya, karena menurutnya ini kewajiban yang harus dikerjakan.


"Sampah banyak sekali, kebanyakan bukan dari pengunjungnya tetapi mereka para pedagang yang tidak mau diatur. Mereka menganggap kami inilah yang sudah dibayar untuk bekerja menyapu sampah," tutur Suyoto sambil bercucuran keringat.


Suka duka ia jalani setiap hari bersama rekan kerjanya di lapangan Monas tanpa lelah mengabdi sebagai petugas kebersihan yang masih dipandang sebelah mata. Tidak hanya itu, ia mengharapkan bisa melihat ketiga anaknya sukses dari jerih payahnya walaupun sudah 26 tahun menjadi petugas kebersihan.


"Penginnya anak-anak dapat kerjaan dan anak saya yang baru lulus bisa kerja di hotel karena dia SMK Perhotelan," kata pria yang tinggal di Kemayoran ini.


Selain itu ia juga berharap, semua pengunjung di lapangan Monas terutama pedagang, bisa bekerja sama dalam memperindah kawasan Monas.





Editor : Ervan Hardoko
















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Tampil Terlambat di Konser, Rihanna Tak Minta Maaf


Para penggemar musik melampiaskan kemarahannya di media sosial, setelah Rihanna terlambat berada di atas panggung Adelaide Entertainment Centre, selama 1 jam 20 menit, akhir pekan kemarin.


Penyanyi asal Amerika tersebut tiba pukul 9 malam waktu setempat setelah terbang dari Perth. Sebelumnya Rihanna juga terlambat naik ke atas panggung selama 40 menit dalam pertunjukan yang dilangsungkan Selasa kemarin.


Dan ketika Rihanna muncul dengan keterlambatan 1 jam 20 menit, para penonton kemudian mencemoohnya. Apalagi Rihanna tak langsung meminta maaf kepada para penonton yang sudah lama menantinya.


Saat menanti dalam waktu yang panjang, para penggemar Rihanna tampak frustasi dan langsung memposting kekesalan mereka di media sosial.


Banyak dari mereka yang kemudian melakukan aksi sendiri dengan melakukan tarian sambil menyerukan nama Rihanna.


Saat keterlamabatan Rihanna sudah satu jam, massa mulai tak terkendali. Mereka melompat-lompat dan kembali melakukan tarian. Bahkan banyak para penonton pria melepaskan baju mereka.


Rihanna yang kemudian tampil, berusaha untuk membayar kekecewaan penggemar, berusaha tampil dengan performa terbaiknya. Namun hal tersebut ternyata tidak cukup. Apalagi di 30 menit pertama, Rihanna menyanyikan lagu yang kurang populer.


Meski banyak yang mencercanya, namun tidak sedikit penggemar Rihanna yang puas dengan penampilan Rihanna.


"Saya sebenarnya tidak suka dengan keterlambatan itu. Tapi penampilan Rihanna cukup mengagumkan. Saya akhirnya menikmati konser tersebut," ujar seorang penggemar melalui kicauanya di Twitter.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

PAN \"Terbelah\" soal Pasangan Hatta, Jokowi atau Prabowo






JAKARTA, KOMPAS.com - Pamor Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang kinclong membuat Partai Amanat Nasional "terbelah". Dikabarkan, faksi Jokowi dan faksi Prabowo di tubuh PAN adu kuat untuk menyandingkan jagoan masing-masing dengan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa.

Sekjen PAN Taufik Kurniawan membenarkan adanya faksi-faksi di tubuh PAN. Namun, dia menegaskan, jumlahnya tidak hanya dua.

"Saya bisa mengatakan tidak hanya ada dua faksi, semua faksi capres ada di PAN, tapi keputusan finalnya ada di rakernas. Jadi wacana terbuka dengan semua tokoh," kata Taufik.

Adanya beragam dukungan terhadap suatu tokoh, yang kemudian dikaitkan dengan Hatta, dinilai Taufik sebagai hal yang wajar. Sudah seharusnya nama-nama tokoh potensial di Pilpres 2014 dilirik oleh partai politik.



"Semua faksi calon-calon capres atau cawapres ada di PAN. Saya menilai semua faksi serupa juga ada di seluruh parpol. Kalau ada capres yang tidak disebut oleh parpol, itu capres kurang gaul," ujar Taufik.

Taufik menegaskan suara PAN sudah bulat untuk mengusung Hatta Rajasa di Pilpres 2014. Hal itu diputuskan berdasarkan permintaan dari kader PAN.

"Urusan capres sudah selesai. Pak Hatta satu-satunya capres PAN," ungkapnya.

"Saya yang ngetok palu waktu di Rakernas 2011. Pencapresan Pak Hatta kader yang minta. Meski belum ada jawaban. Pak Hatta minta kita kejar dua digit dulu, beliau mau fokus menyelesaikan tugas sebagai menko," tambahnya kemudian.  

Wakil Ketua DPR ini pun memastikan bahwa internal PAN tetap solid dengan keberadaan faksi tersebut. Apalagi, seluruh kader sepakat untuk mengusung Hatta Rajasa berlaga di Pilpres 2014.

"Tidak ada friksi. Pak Amien dan Hatta juga sedang kompak-kompaknya. Duet Pak Hatta dan Pak Amien bisa menaikkan suara di 2014. Duet Amien-Hatta adalah duet maut," imbuhnya.




Editor : Caroline Damanik







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











8:17 PM | 0 komentar | Read More

CLS Knights Tantang Pelita Jaya di Final Pramusim NBL





SURABAYA, KOMPAS.com - CLS Knights Surabaya kembali menjadi finalis Pramusim National Basketball League (NBL) 2013, untuk kali keempat secara beruntun. Tim basket kebanggaan Surabaya ini berhasil menembus final setelah memenangi pertandingan melawan Dell Aspac Jakarta dengan 63-60, di DBL Arena Surabaya, Sabtu (28/9/2013).

Laga ini berlangsung seru sejak kuarter awal. CLS hanya mampu unggul tipis atas Aspac dengan 17-16. Permainan menegangkan berlanjut pada kuarter dua. Lagi-lagi Aspac mampu mengimbangi permainan CLS. Namun CLS masih unggul 32-29 pada akhir kuarter ini.

Permainan CLS yang solid, berlanjut pada kuarter tiga. CLS mampu mencuri 15 poin dari Aspac. Sementara Aspac hanya mampu meraih sembilan. CLS pun menutup kuarter tiga dengan 47-38.

Pada kuarter empat, CLS mulai kehilangan konsentrasi. Beberapa turn over dilakukan pemain CLS. Hal ini memberi peluang bagi Aspac untuk menambah poin. Ketika pertandingan tersisa satu menit, Andrie Ekayana dari CLS terkena foul out. Tetapi, mereka bertahan dan akhirnya memenangi pertandingan dengan 63-60.

Salah satu pemain yang punya peran penting membawa CLS memenangi pertandingan ini adalah Dimaz Muharri. Sejak awal turnamen ini dimulai, Dimaz selalu mendapat tempat sebagai starter. Ia pun membuktikan kepercayaan pelatih Kim Dong-wong dengan mencetak 16 poin dan delapan rebound.

“Permainan tim ini makin efektif. Saya rasa, strategi yang diintruksikan pelatih sudah berjalan 95 persen. Pelatih menginstruksikan untuk bermain cepat namun efektif. Jadi, stamina saya bisa tetap saya jaga,” ungkap Dimaz usai pertandingan.

Pada partai final, Minggu (29/9/2013), CLS Knights akan kembali menantang Pelita Jaya, tim yang mengalahkan mereka pada final tahun lalu.




Editor : Pipit Puspita Rini















8:14 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

Dari Goyang Caisar hingga Sirkus Ada di Monas

Written By Smart Solusion on Friday, September 27, 2013 | 8:38 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan silang Monuman Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (28/9/2013), akan menjadi tempat pergelaran Jakarta International Performing Art (Jakipa). Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia itu akan menampilkan beragam traksi menarik bagi akhir pekan warga.

Berikut jadwal acara Jakipa:
28 September 2013,
- 16.00-16.30 WIB : penampilan Band Beby Bens (menyanyikan lagu-lagu Benyamin Suaeb).
- 16.30-17.30 WIB : penampilan Tari Sakya Kitri Palembang, Tari Melintang Lampung, Kolintang. - 17.30-18.00 WIB : Acapella Mataraman Yogyakarta. -18.30-19.00 WIB : penampilan band etnik - 19.00-20.30 WIB : Sambutan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Usai sambutan dari Gubernur Jokowi, acara dilanjutkan dengan atraksi dari mancanegara, yakni Suong Som (tarian Vietnam), Duo Gorodji (Belarus), Die Artistokraten (Jerman), Acapella Mataraman (Yogyakarta), Craig Burton (Amerika Serikat), Cheerleader (Jakarta), Tari Saman Aceh Kolosal (Taman Mini Indonesia Indah).

Acara berikutnya adalah:
- 20.30-21.00 WIB : Keroncong BKKI
- 21.00-22.30 WIB : Sandiwara kelompok Miss Tjitjih

29 September 2013:
- 16.00-16.30 WIB : Flash Mob Caisar
- 16.30-17.30 WIB : Die Artistokraten dan Dua Gorodji
- 17.30-18.00 WIB : BKKI, Reog Ponorogo
- 18.30-19.00 WIB : Suong Som
- 19.00-20.00 WIB : Keroncong Tugu dan Komunitas Portugis
- 20.00-21.00 WIB : Sahita (Solo) - 21.00-22.30 WIB : Wayang Kampung Sebelah (Sukoharjo)

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman mengatakan, masyarakat umum bisa menikmati acara tersebut secara gratis. Oleh sebab itu, dia berharap masyarakat bisa saling menjaga keamanan serta kenyamanan selama mengikuti pagelaran tersebut.

"Ini untuk edukasi masyarakat dan mengapresiasi seni pertunjukan yang berkembang pesat, sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai destinasi pariwisata dan kebudayaan," ujarnya.




Editor : Kistyarini
















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Ussy Sulistiawaty Ingin Tambah Momongan


Jakarta - Penyanyi Ussy Sulistiawaty sudah memiliki tiga anak. Namun ternyata ia masih berkeinginan menambah momongan. Istri dari presenter Andhika Pratama itu ingin suasana rumahnya ramai dengan anak-anak.


Wanita kelahiran 13 Juli 1980 itu mengaku sudah tidak sabar mempunyai anak kembali. Padahal, usia anak pertamanya dengan Andhika Pratama baru genap satu tahun.


Sejak awal menikah ia sudah berencana memiliki banyak anak. Bahkan, kini dia sudah tidak menggunakan alat kontrasepsi agar bisa hamil kembali.


"Iya dong, aku sama Andhika itu memang ingin punya anak lagi. Biar ramai. Aku enggak pakai KB. Kalau dikasih (anak) lagi, ya Alhamdulillah ya," katanya saat ditemudi di acara Mother&Baby Fair 2013, Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat (27/9).


Meski belum memiliki anak lelaki, Andhika tetap menginginkan anak perempuan. Menurutnya, seorang anak perempuan lebih mudah diatur dibandingkan lelaki.


"Andhika maunya cewek lagi. Kalau aku dikasihnya saja. Kata Andhika, anak perempuan itu cute, manis, nurut. Dia mikirnya cewek gampang diatur. Tapi sebenarnya kalau anak cewek, malah kita lebih hati-hati. Apa saja asal sehat lah," ungkap Ussy.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

Sutarman: Siap kalau Diberi Kepercayaan






JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan siap menjadi Kepala Polri jika diberi kepercayaan oleh pimpinan. Dia juga akan berupaya membuat program untuk pembenahan Polri dan melaksanakan tugas-tugas Polri di tengah masyarakat.

”Kalau pimpinan memercayakan, kita harus siap melaksanakan tugas,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jenderal Sutarman, di Jakarta, Jumat (27/9/2013).

Sutarman mengatakan, ia belum mendapat pemberitahuan resmi terkait dengan usulan dirinya menjadi calon Kapolri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengajukan Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR. Dengan demikian, hampir dipastikan dalam beberapa bulan ke depan, ia akan dilantik menjadi Kapolri baru.

”Presiden telah menerima usulan nama dari Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan telah mempertimbangkan masukan dari Komisi Kepolisian Nasional. Proses itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional. Usulan resmi dari Presiden sudah dikirimkan ke DPR,” kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, kemarin.

DPR sambut hangat

Kabar pencalonan Sutarman disambut hangat anggota DPR dari Komisi III. Sinyal positif, antara lain datang dari Sarifudin Sudding (Fraksi Partai Hanura) dan Ahmad Yani (Fraksi Partai Persatuan Pembangunan).

”Sutarman mungkin dipilih karena rekam jejak kuat sebagai mantan Kapolda Jawa Barat, mantan Kapolda Metro Jaya, dan mantan Kabareskrim,” kata Sudding.

Ketegasan, keberanian, dan pengalaman menjadi Kapolda di Jabar dan Metro Jaya, menurut Yani, ada pada diri Sutarman. ”Komisi III pernah menolak calon Kapolri sebelumnya. Namun, untuk Sutarman, saya rasa, dia cukup bagus,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Alvon K Palma meminta anggota DPR untuk menginvestigasi Sutarman. ”Yang paling penting adalah DPR mau menguji Sutarman dengan teliti,” kata Alvon. (FER/NTA/WHY/RYO)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko
















8:17 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













8:07 PM | 0 komentar | Read More

\"Segera Terapkan ERP, Jangan Tunggu Bus Baru Datang!\"

Written By Smart Solusion on Thursday, September 26, 2013 | 8:38 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menerapkan kawasan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing(ERP). Menurutnya, penerapan ERP tidak perlu menunggu bus baru datang.

Tigor menjelaskan, saat Singapura pertama kali menerapkan ERP di tahun 1975, mereka melakukannya sebelum pemerintah melebur operator-operator bus menjadi satu wadah. Saat itu, operator bus masih berdiri sendiri-sendiri.


"Waktu itu seperti di sini (Jakarta saat ini), Metromininya, Kopajanya masih berdiri sendiri-sendiri. Singapore Bus Service belum ada," kata Tigor saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/9/2013).


Setahun berselang, kata Tigor, yaitu di tahun 1976 baru kemudian pemerintah Singapura melebur operator-operator bus menjadi satu. Langkah tersebut diikuti dengan mendatangkan bus-bus baru.


"Jadi pemerintah Singapura cari uang buat menggabungkan operator bus dan beli bus baru, dari penerapan ERP. Waktu itu ERP mereka masih sederhana, pakai karcis kayak jalan tol," ungkapnya.


Tigor pun berujar, jika menunggu bus baru datang, maka kemungkinan masih lama menunggu ERP diberlakukan. Dia pun mencontohkan situasi Indonesia merdeka di tahun 1945. Saat itu kondisi Indonesia belum siap seratus persen, baik dalam hal sarana dan prasarana. Dan ada sebagian pihak yang meminta proklamasi kemerdekaan ditunda.


"Tapi pihak yang lain menyatakan, jangan tunggu siap. Kalau tidak sekarang (1945), kapan lagi merdeka," ujarnya.


Dalam beberapa kesempatan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo maupun Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, ERP akan diterapkan setelah bus-bus baru tiba. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sedang berupaya menggabungkan operator-operator bus sedang ke dalam satu wadah.


Terapkan ERP, harus dimulai dari ERI

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, ke depannya jika rencana Electronic Road Pricing (ERP) benar-benar dilaksanakan di Jakarta, maka sistem pendataaan kendaraan bermotor nantinya juga harus berbasis elektronik pula, yaitu Electronic Registration and Identification (ERI). Dengan begitu, nantinya penegakan hukum lalu lintas juga berbasis elektronik, yaitu Electronic Law Enforcement (ELE).


Ia menjelaskan, ERI merupakan sistem yang berbentuk bank data kendaraan bermotor. Nantinya dengan penerapan sistem ini, akan ada sejenis alat berbentuk chip yang ditempelkan di kendaraan bermotor. Kendaraan yang sudah dilengkapi chip akan dengan mudah dideteksi jika melakukan pelanggaran. Baik jika terekam CCTV maupun terdeteksi oleh alat pemindai yang dipegang petugas di lapangan. Dengan adanya ERI pula, kata Rikwanto, tidak ada lagi penindakan hukum maupun pembayaran denda di jalan raya karena seluruhnya telah berbasis elektronik.





Editor : Ana Shofiana Syatiri
















8:38 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger