Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Biaya The Hobbit 2 Kali The Lord of The Ring

Written By Smart Solusion on Saturday, October 5, 2013 | 8:32 PM


Pembuatan trilogi The Hobbit telah menelan biaya lebih dari setengah miliar dolar, hingga saat ini. Biaya itu cukup mengejutkan karena mencapai dua kali lipat dari jumlah biaya film trilogi The Lord of The Ring.


Angka tersebut sudah termasuk honor pemeran utama dan aktor lainnya. Kemungkinan besar akan ada tambahan biaya sampai akhirnya pascaproduksi dua film berikutnya selesai.


Hingga 31 Maret lalu, produksi trilogi ini total sudah menelan biaya 676 juta dolar Australia atau US$ 561 juta.


Warner Bros dan sutradara, Peter Jackson sepertinya tidak berpikir banyak tentang biaya tersebut. Sebab baru film pertama yang dirilis, The Hobbit: An Unexpected Journey sudah meraih pendapatan US$ 1 miliar dan masuk jajaran film box office.


The Hobbit adalah prekuel dari The Lord of the Rings yang juga merupakan trilogi yang sukses di pasar dunia.


Film kedua dalam trilogi The Hobbit berjudul The Hobbit: The Desolation of Smaug, rencananya akan rilis Desember mendatang. Sementara film terakhir, The Hobbit: There and Back Again rencananya akan dirilis Desember 2014 mendatang.


8:32 PM | 0 komentar | Read More

MK Kecewa Tak Dilibatkan Presiden






JAKARTA, KOMPAS.com  - Delapan hakim Mahkamah Konstitusi mengadakan rapat pleno hakim di Gedung MK, Jakarta, Sabtu (5/10/2013) malam, membahas pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hakim MK merasa kecewa karena tak dilibatkan Presiden dalam merumuskan solusi bagi MK.

Saat membacakan hasil kesepakatan rapat pleno, Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva mengakui, MK memahami respons yang cepat dan niat baik Presiden yang mengumpulkan ketua lembaga negara untuk mencari solusi terkait kasus yang menimpa Akil Mochtar. Namun, menurut Hamdan, seyogyanya pimpinan MK diundang dalam pertemuan tersebut untuk didengar keterangannya dalam rangka mencari solusi.

“Delapan hakim konstitusi yang ada saat ini seolah-olah dan terkesan turut bersalah dalam peristiwa tersebut,” ujar Hamdan dalam jumpa pers di Gedung MK, Jakarta, Minggu (6/10/2013) dini hari.

Hamdan menambahkan, pada pertemuan tersebut, MK diperlakukan sebagai obyek. Padahal, UUD 1945 menempatkan MK sebagai lembaga negara juga. Meskipun ada peristiwa tersebut, MK tidak terhalang menjalankan tugas konstitusional karena masih terdapat delapan hakim konstitusi.

Rapat pleno hakim di MK yang membahas pidato Presiden dimulai sekitar pukul 19.00 dan dihadiri oleh delapan hakim konstitusi, yakni Ahmad Fadlil Sumadi, Anwar Usman, Arief Hidayat, Hamdan Zoelva, Harjono, Maria Farida Indrati, Muhammad Alim, dan Patrialis Akbar. Harjono datang menyusul karena baru tiba dari Yogyakarta.

Rapat yang berlangsung hampir tujuh jam itu berakhir pada Minggu (6/10/2013) sekitar pukul 01.50. Wartawan yang datang ke kantor MK untuk meliput tidak diperkenankan naik ke lantai 16 oleh petugas keamanan dan hanya diminta menunggu untuk jumpa pers.

Sebelumnya, Presiden SBY berpidato tentang keputusan pemberhentian sementara Akil Mochtar dan lima langkah penyelamatan MK, Sabtu. Kelima langkah itu meliputi, pertama, peradilan di MK diharapkan sangat hati-hati dan MK agar menunda persidangan jangka pendek. Kedua, penegakan hukum oleh KPK diharapkan dapat dipercepat dan konklusif.

Ketiga, Presiden berencana menyiapkan peraturan pemerintah pengganti –undang-undang (Perppu) yang mengatur aturan dan seleksi hakim MK. Keempat, dalam perppu itu juga diatur pengawasan terhadap proses peradilan MK yang dilakukan Komisi Yudisial. Kelima, MK diharapkan melakukan audit internal.




Editor : Hindra Liauw


















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Klitschko Terlalu Kuat Buat Povetkin





MOSKWA, Kompas.com - Petinju Ukraina, Vladimir Klitschko menang angka mutlak atas penantangnya dari Rusia, Alexander Povetkin dalam perebutan gelar juara dunia kelas berat di Stadion Olympiyskiy, Moskwa, Sabtu.

Klitschko, 37, menjatuhkan lawannya empat kali dan mempertahankan gelar juara dunia tinju kelas berat versi WBA, INBF, IBO dan WBO. Sementara gelar jara dunia tinju kelas berat versi WBC dikuasai kakaknya, Vitali.

Di hadapan 14 ribu penonton pendukung Povetkin, Klitschko yang memiliki rekor bertarung (61-3, 51 KO)  memanfaatkan keunggulan fisik atas lawannya dengan rekor bertarung 26-1, 18 KO. Klitschko memiliki tinggi badan lebih tinggi 10 centimeter dengan jangkauan lebih panjang.

Ia menjatuhkan Povetkin pertamakali di ronde kedua dengan hook kiri yang keras.  Povetkin yang belum pernah kalah sebelumnya, sempat jatuh tiga kali lagi pada ronde ketujuh. Namun dua di antaranya lebih disebabkan dorongan.

"Alexander (Povetkin) merupakan seorang petarung.  Saya memukulnya dengan keras, namun ia tetap bertahan karena memang ia seorang yang berani," kata Klitschko. "Saya ingin segera menjatuhkannya dengan sebuah pukulan yang kreas."

Tiga hakim yang bertugas memberi kemenangan angka mutlak 119-104 kepada Klitschko.

Povetkin mengakui lawannya tampil lebih baik. "Klitschko memang lebih kuat. Saat ini dialah petinju kelas berat terbaik di dunia."




Editor : Tjahjo Sasongko















8:14 PM | 0 komentar | Read More

Joki, Tantangan Lain Jokowi dan Pemimpin Negeri

Written By Smart Solusion on Friday, October 4, 2013 | 8:38 PM





JAKARTA, KOMPAS.com — Joki, pemandangan yang akan gampang kita temui pada jam-jam pemberlakuan ketentuan 3 in 1 untuk jalanan Jakarta. Mereka menawarkan jasa untuk minimal menjadi "orang ketiga" di dalam mobil yang memilih melintas di jalur yang terkena aturan itu.

Bekerja menjadi joki cukup dengan berdiri di lokasi strategis di sekitar "mulut" jalur 3 in 1. Berpakaian "pantas" untuk naik ke mobil yang akan memakai jasa, sedikit usaha yang diperlukan. Lambaikan tangan, pada kendaraan yang terlihat memelankan laju kendaraan, untuk membuka peluang "jasa" terpakai.

Ini adalah pekerjaan tak butuh keterampilan. Cukup memenuhi langkah-langkah di atas, maka kemungkinan mendapatkan uang cukup besar didapatkan. Sekali layanan melengkapi jumlah minimal tiga orang dalam satu kendaraan, paling tidak Rp 20.000 sudah masuk kantong.

Udin (29) adalah salah satu joki itu. Mangkal di bilangan Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta pusat, dia menyasar kendaraan yang hendak melintasi Jalan Sudirman atau Jalan Thamrin melintasi ruas itu. "Jam kerja" mereka adalah menjelang pemberlakuan 3 in 1 setiap pukul 07.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-19.00 WIB.

"Putus nyambung putus nyambung. Kalau kerja ya kerja, kalau nganggur ya jadi joki lagi," kata Udin, ketika ditemui Kompas.com, Jumat (4/10/2013). Dia mengaku, dengan menjadi joki, dia bisa mengantongi Rp 20.000 sampai Rp 50.000 per hari.

Risiko jadi joki, sebut Udin, hanya dikejar-kejar Satpol PP. Itu kalau sedang ada operasi atau arahan baru dari para pemimpin wilayah. Di "wilayah operasi" Udin, operasi bisa terjadi karena kawasan itu kerap disebut sebagai "ring satu", dengan banyak pejabat negara maupun perwakilan asing tinggal maupun berkantor di sana.

Ketidakefektifan 3 in 1

Kehadiran joki di banyak lokasi di Jakarta adalah potret tak efektifnya kebijakan 3 in 1. Semula, kebijakan ini dibuat untuk mengurangi kepadatan lalu lintas Jakarta, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Harapannya, orang akan memilih menggunakan angkutan umum, atau setidaknya "berkolaborasi" menumpang satu kendaraan.

Namun, fenomena joki yang bukan lagi rahasia jelas memupus efektivitas yang diharapkan. Kemacetan tetap saja lebih parah pada jam-jam pemberlakuan ketentuan itu. Selain memang orang nyaris serempak melintas, joki menjadikan aturan minimal tiga orang dalam satu kendaraan tak mengurangi jumlah mobil yang melintas. Cukup rogoh kocek sesuai jumlah joki yang dibutuhkan, maka selesai persoalan minimal penumpang dalam satu kendaraan roda empat.

Udin mengatakan, kalaupun razia joki digelar, jera adalah kata yang jauh dari kamus para joki. Dia mengatakan, bila terjaring razia, para joki dikirim ke Panti Sosial di Cipayung, Jakarta Timur, atau ke Panti Sosial di Kedoya, Jakarta Barat. "Tidak kapok," ujar dia tanpa bercerita apa yang dia dapatkan dengan "hukuman" ditempatkan di panti sosial itu.

Pekerjaan jadi kilah

Leni (40), perempuan keturunan Ambon, ini mengaku menjadi joki karena terpaksa. "Suami saya tak bekerja," kata dia. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, joki yang tak butuh keterampilan apalagi pengalaman kerja, dilakoni.

Setiap "bekerja", Leni melibatkan dua anak perempuannya. Satu anak berusia di bawah lima tahun selalu dia gendong. Satu anaknya yang lain adalah siswa sekolah dasar. Leni mengaku keluarganya tinggal di rumah kontrakan, tak ada yang menjaga anak balitanya bila ditinggal di rumah.

Dalam sehari, Leni mengaku bisa mendapatkan Rp 20.000 sampai Rp 40.000. Sesekali, aku dia, tak ada yang memilihnya menjadi joki. "Kalau dikejar (petugas) ya ngumpet, ya saya bisanya hanya joki," aku dia.

Bukan hanya satu dua

Joki bukan hanya satu dua. Ada puluhan, bahkan mungkin ratusan Udin maupun Leni di seantero Jakarta. Di bilangan Menteng saja, cukup menengok ruas Jalan Diponegoro dan Jalan Imam Bonjol untuk melihat keberadaan para joki ini. Belum lagi di Jalan Gatot Subroto, Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Casablanca, kawasan Kebayoran Baru, dan rute-rute lain yang mengawali jalur 3 in 1 Jakarta.

Safrudin (30), seorang petugas keamanan di kawasan Menteng, adalah salah satu yang terganggu dengan keberadaan joki. Tak hanya "merusak pemandangan", dia pun pernah ikut terangkut razia karena dikira salah satu joki.

Tak hanya membuat aturan 3 in 1 tak punya makna, kehadiran joki semestinya lebih dalam lagi dicermati. Mungkin rekor pendapatan mereka belum seperti "pak ogah" di setiap simpang atau perputaran jalan dan para "pekerja" pengemis yang bisa mendapatkan puluhan hingga ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah dari recehan yang diterima, tetapi tetap saja joki adalah fenomena sosial.

Tak masuk akal bila ada yang berkilah polisi atau petugas dinas perhubungan tak tahu keberadaan joki. Berkilah bukan tugasnya menertibkan joki juga terasa mengingkari makna aturan rekayasa lalu lintas yang dibuat untuk menangani dilema lalu lintas Jakarta. Operasi Satpol PP yang juga hanya sesekali, terasa seperti "dagelan" pada siang hari, tak akan efektif menghapus praktik joki.

Barangkali, problem sesungguhnya tetap saja pekerjaan dan pendidikan. Namun, apakah bekerja yang butuh ketekunan dan keahlian, ataupun pendidikan yang butuh proses dan bahkan "buang uang" menarik minat para joki dan "profesi" serupa yang tahu cara dapat uang tanpa keahlian dan proses itu? Pak Jokowi dan siapa pun pejabat negeri, ini tantangan Anda.





Editor : Palupi Annisa Auliani
















8:38 PM | 0 komentar | Read More

"Melayang" Bersama Far East Movement di Java Soulnation


Jakarta - Hari pertama Java Soulnation Festival 2013 berhasil membuat ribuan penonton terlena. Khususnya di penampil terakhir Far East Movement, di area LA Lights Main Stage, Jumat (4/10), di Istora Senayan. Kuartet hip hop asal Los Angeles ini tampil penuh enerjik mengajak semua penonton bergoyang dan bereuforia.


Ribuan penonton yang sudah menunggu empat tahun untuk kehadiran Far East Movement langsung terpuaskan dengan lagu "Dirty Bass". Kev Nish, Prohgress, J-Splif, dan DJ Virman membuat semua penonton melayang melupakan penat dengan aliran hip house yang membahana.


Belum usai menari-nari, para penonton kembali diajak menguras keringat. Kali ini lagu andalan, "Like A G6" dikeluarkan guna menaikkan atmosfer hip hop menjadi lebih besar lagi.


"Sudah lama sejak kami terakhir manggung di sini. Jadi nikmatilah" ujar sang pentolan, Kev Nish sambil kemudian disusul dengan lagu "So What" dan "It Was You (OMG)".


Permainan turntable ala DJ Virman semakin meluweskan crowd untuk tetap menari dan menari. Lewat "Change Your Life" dan remix "Numb" milik Linkin Park, Far East Movement seperti enggan untuk mengakhiri pesta hip house bersama penggemarnya.


Tak henti menggoyang suasana, lagu "Rocketeer" dan "No One" milik Alicia Keys yang digilir sebagai pemanas suasana. Di tangan Far East Movement lagu-lagu lawas tersebut berubah total. Intinya, semua orang hanya diajak terbuai tanpa perlu memikirkan makna atau lirik lagu.


Pada detik-detik terakhir lagu "Live My Life" dibawakan. Disusul kemudian dengan single teranyar mereka, "Turn Up Your Love" yang kali ini benar-benar menjadi penutup konser spektakuler Far East Movement.


Selain kelompok hip house, di hari pertama Java Soulnation juga diramaikan oleh Karmin dan Matthew Sayers. Sementara di panggung lainnya hadir alunan musik dari Tulus di Soulnation Stage.


Tak hanya Tulus, tampil juga Aditya di Indosat Stage. Namun yang cukup mencuri perhatian adalah LA Lights Music Project “Indonesian Voice" with special appearance Shane Filan. Melalui "Indonesian Voice" LA Lights mencoba menggabungkan juara-juara berbakat yang lahir dari pencarian bakat seperti Indonesian Idol dan The Voice Indonesia di dalam satu pertunjukkan.


Ciri khas LA Lights Music Project, menampilkan yang belum pernah ada sebelumnya. Dimulai dari Regina yang menyanyikan lagu "Terlalu Indah". Ribuan penonton yang hadir saat itu langsung menyambut Regina dengan histeris. Tak berlama-lama Regina langsung membawakan salah satu hits dari Adele "One and Only". Lagu ini adalah lagu yang juga mengantarkan ia memenangi Indonesian Idol 2012.


Setelah Regina tampil Billy Simpson pemenang The Voice Indonesia 2013. Dia membawakan lagu karyanya sendiri "Sabarlah", yang dilanjutkan dengan hits "Fix You" milik Coldplay. Tak berhenti disitu audiens pun semakin dihibur oleh tampilnya Agseisa juara ke 4th The Voice Indonesia 2013 lewat hits "Cintamu Menjauh". Penampilannya yang atraktif dengan suara yang matang makin terlihat di hits "Wrecking Ball" dari Miley Cyrus yang menutup penampilannya.


Sebagai penutup LA Lights Music Project hadir Shane Filan, salah satu personel Westlife yang kini bersolo karier. Shane tampil memukau dengan single-single dari Mini EP albumnya. Dengan penampilan sederhana hanya memakai jins, kaos, dan jacket, Shane sukses membuka pertunjukkannya dengan lagu "Everything To Me".


8:32 PM | 0 komentar | Read More

SBY: Seperti Tahun Sebelumnya, TNI Harus Netral di Pemilu 2014






JAKARTA, KOMPAS.com —Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang. Hal ini disampaikan Presiden saat memberikan instruksi dalam upacara peringatan HUT Ke-68 TNI di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu (5/10/2013).

"Dalam rangka pelaksanaan pemilihan legislatif dan Pemilihan Presiden 2014, netralitas TNI pada pemilu sebelumnya yang berasal dari reformasi harus dijalankan, harus dipastikan keberpihakan TNI harus tegak lurus," ujar Presiden.


Presiden menuturkan, dengan netralitas TNI itu, TNI akan semakin dipercaya dalam proses pematangan demokrasi di Indonesia. Selain persoalan netralitas TNI, Presiden juga menyoroti masalah peranan TNI di dunia internasional.


Saat ini, peranan TNI, kata Presiden, diperluas dengan mengikutsertakan prajurit TNI ke dalam operasi-operasi gabungan selain perang, seperti operasi perdamaian dan operasi kemanusiaan.


Adapun dalam pelaksanaan HUT Ke-68 RI kali ini Presiden SBY bertindak sebagai inspektur upacara didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal IB Putu Dunia.


Hadir sejumlah tamu-tamu negara seperti jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, jajaran TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut. Hadir pula duta-duta besar negara sahabat. Pelaksanaan HUT TNI juga dimeriahkan dengan atraksi keterampilan prajurit dan kekuatan alutsista TNI.





Editor : Farid Assifa
















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Telan Tiga Kekalahan, Tim Basket 3X3 Indonesia Tersingkir





ISTANBUL, KOMPAS.com — Tim Jakarta yang mewakili Indonesia pada grand final FIBA 3x3 World Tour 2013 menelan tiga kekalahan beruntun pada babak penyisihan grup A, di Istanbul, Turki, Jumat (4/10/2013).

Pada pertandingan pertama, Indonesia menyerah 13-17 dari tim Nagoya, wakil Jepang. Fandi Andika Ramadhani dkk juga belum mampu mengungguli tim Bucharest (Romania) pada laga kedua. Setelah dua pebasket Indonesia fouled out, mereka kalah cukup telak, 14-21.

Pertandingan terakhir melawan tim Caddebostan (Turki) berlangsung seru. Caddebostan yang lolos karena wild card sempat direpotkan oleh tembakan-tembakan pebasket tim Jakarta sebelum akhirnya menang tipis 17-16.

Dari grup A, tim Bucharest menjadi juara grup setelah mengantongi tiga kemenangan. Posisi runner-up ditempati tim tuan rumah, Caddebostan. Pada turnamen ini, juara dan runner-up grup berhak lolos ke babak perempat final. Sementara dua tempat tersisa diperebutkan peringkat ketiga terbaik dari ketiga grup.

"Ini bukan akhir segalanya. Thanks all player you do a great job. Mari kita sama2 memajukan olahraga ini. Go 3x3 Indonesia," tulis Anthony di akun Twitter-nya.

Tim Jakarta memang tak akan bertanding pada hari kedua, tetapi Ramadhani masih berlaga di kontes three point shoot.




Editor : Pipit Puspita Rini















8:14 PM | 0 komentar | Read More

Kuasa Hukum Benget Akan Adukan Hakim ke KY

Written By Smart Solusion on Thursday, October 3, 2013 | 8:38 PM





JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Benget Situmorang, terdakwa pembunuhan dan mutilasi istrinya, akan tetap mengadukan hakim dalam persidangan itu ke Komisi Yudisial. Hakim dianggap melakukan pelanggaran karena tak memberikan kesempatan Benget berobat hingga pedagang minuman itu meninggal dunia di tahanan.


"Kami tetap akan melaporkan hakim ke Komisi Yudisial. Rencananya kami ajukan surat hari ini," kata kuasa hukum Benget, Edward Sihombing, Jumat (4/10/2013).


Edward menilai, ada proses yang tidak benar selama persidangan berjalan. Benget diketahui mengalami sakit selama di tahanan, tetapi hakim tak memberi kesempatan kepadanya untuk berobat. Benget bahkan dipaksa hadir ke persidangan dalam kondisi sakit. Edward juga membuka kemungkinan melaporkan jaksa ke polisi. Laporan ini terkait dugaan kelalaian yang menyebabkan kliennya meninggal dunia.


"Jaksa kami anggap telah menelantarkan Benget yang seharusnya dalam pengawasannya, sehingga Benget meninggal dunia," tuturnya.


Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Pandu Budiono yang memimpin sidang dengan terdakwa Benget menyatakan kasus mutilasi yang dilakukan Benget gugur demi hukum. "Kami mendapatkan surat dari Karutan Cipinang berisi keterangan bahwa Benget telah meninggal dunia karena sakit," kata Pandu saat membuka sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Cakung, Kamis (3/10/2013).


Atas dasar surat itu, majelis kemudian bermusyawarah untuk menentukan nasib perjalanan proses hukum terhadap Benget. Majelis hakim akhirnya menyatakan perkara tersebut gugur dan proses hukum terhadap Benget dinyatakan selesai sesuai Pasal 77 KUHP.


Benget Situmorang alias Impus didakwa atas pembunuhan dan mutilasi terhadap istrinya, Darna Sri Astuti, di rumah mereka, Jalan Bungur Raya RT 11/06 Nomor 11, Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (3/3/2013). Dua hari kemudian, Selasa (5/3/2013) pagi, potongan tubuh korban ditemukan di jalan Tol Cikampek arah Bekasi. Potongan tubuh itu disebar mulai dari Km 0+200 hingga kilometer 3+800. Polisi membekuk Benget di rumahnya, sehari setelah potongan tubuh korban ditemukan, Rabu (6/3/2013) malam.


Setelah dua kali sidang pembacaan vonis tertunda karena Benget sakit, sidang pembacaan vonis Benget digugurkan oleh hakim pada Kamis kemarin. Benget dikenakan pasal 340 KUHP Jo 338 KUHP juncto 351 KUHP dan dituntut hukuman mati. Sebelum vonis, Benget meninggal dunia di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur, Senin (30/9/2013) malam. Menurut Kepala RSU Pengayoman dr Danial Rasyid, Benget meninggal dunia karena sakit Tuberculosis (TBC) yang dideritanya.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















8:38 PM | 0 komentar | Read More

Hari Ini, Pemerintah Kembali Bahas Bendera Aceh






JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Bersama Klarifikasi Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Lambang Bendera Aceh akan kembali membahas evaluasi bendera Aceh pada hari ini, Jumat (4/10/2013). Pembahasan kembali dilakukan setelah lebih dari satu bulan ditunda pembahasannya, karena membahas rancangan peraturan pemerintah (RPP) dan rancangan peraturanan presiden (Rperpres) terkait kewenangan pemerintah Provinsi Aceh.

"Terkait Qanun Bendera belum dibahas oleh Tim Bersama. Rencana pembahasan, pada Jumat (4/10/2013) dan (5/10/2013) di Hotel Borobudur," ujar Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakhrullah di Jakarta, Kamis (3/10/2013).

Selain membahas evaluasi bendera Aceh, Zudan mengatakan, pertemuan dua hari itu juga akan membulatkan keputusan tim soal substansi tiga regulasi kewenangan Aceh. Sedangkan soal RPP dan Rancangan Perpres terkait kewenangan Provinsi Aceh, pembahasan telah selesai dilakukan.

Ia mengatakan, tim akan mengonsultasikan materi dan substansi rancangan regulasi tersebut dengan beberapa kementerian/lembaga (K/L) terkait. Misalnya, dengan Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Hukum dan HAM.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomo Daerah (Otda) Kemendagri Djohermansyah Djohan mengungkapkan, tim membahas intensif penyelesaian RPP tentang Pengelolaan Minyak dan Gas Bumi) Migas di Aceh, RPP tentang Kewenagan Pemerintah Provinsi Aceh dan RPerpres tentang Badan Pertanahan Aceh. Tiga regulasi tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki 2005.

Djohermansyah mengungkapkan, berdasarkan perintah UU Pemerintahan Aceh, ketiga aturan tersebut seyogyanya diterbitkan paling lambat dua tahun setelah UU diundangkan.

"Tapi sekarang, mari kita bahas saja," ujarnya beberapa waktu lalu.




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


















8:17 PM | 0 komentar | Read More

Hamilton Tercepat, Raikkonen Melintir pada Sesi Latihan Bebas Pertama GP Korea





YEONGNAM, KOMPAS.com - Lewis Hamilton mencatat waktu tercepat pada sesi latihan bebas pertama GP Korea yang berlangsung di Sirkuit Korea International di Yeongnam, Jumat (4/10/2013).

Rodolfo Gonzalez mengisi posisi Jules Bianchi untuk Marussia, pada sesi ini. Dia adalah pebalap pertama yang turun ke lintasan. Max Chilton dan Kimi Raikkonen menyusul sekitar satu menit kemudian, lalu diikuti pebalap-pebalap lain.

Gonzalez jadi pebalap pertama yang mencatat waktu tercepat dengan 1 menit 52,294 detik, pada menit 17. Pebalap uji coba Marussia ini memperbaiki catatan waktunya pada menit 19 dan sekali lagi pada menit 21.

Tetapi, memasuki menit 24, Gonzalez kehilangan kendali mobil dan menabrak pembatas dengan keras. "Saya menabrak tembok, bagian depan mobil lepas. Saya benar-benar menyesal," lapor Gonzalez melalui radio tim.

Sergio Perez mengambil alih pimpinan pencatat waktu tercepat, setelah menyelesaikan satu putaran dalam 1 menit 44,258 detik, pada menit 36. Pebalap Mclaren ini tiga kali mempertajam catatan waktunya, untuk bertahan di urutan teratas.

Dia tergeser dari posisinya setelah Nico Rosberg mencatat waktu 1 menit 41,498 detik. Tetapi, hanya berselang satu menit, Fernando Alonso mencatat waktu lebih cepat, yakni 1 menit 41,437 detik.

Sebastian Vettel mengambil alih pimpinan dengan 1 menit 40,813 detik, pada menit 54. Persaingan memanas saat Rosberg melewati Vettel dengan 1 menit 40,384 detik, dan mempertajam waktunya, dua menit kemudian. Lewis Hamilton berhasil memuncaki daftar, setelah mencatat waktu 1 menit 39,630 detik.

Pada penghujung sesi, di tikungan terakhir sebelum finis, mobil Raikkonen melintir dan sempat menabrak pembatas. Raikkonen harus berjalan menuju area pit, meninggalkan mobilnya yang terparkir karena rusak.

Sementara di daftar pencatat waktu tercepat, Hamilton bertahan di posisi teratas, disusul Vettel di posisi dua, lalu Mark Webber dan Rosberg di urutan tiga dan empat.

Hasil Sesi Latihan Bebas Pertama:
1. Lewis Hamilton     Britain     Mercedes-Mercedes    1m 39.630s
2. Sebastian Vettel     Germany    Red Bull-Renault    1m 39.667s
2. Mark Webber     Australia    Red Bull-Renault    1m 39.816s
4. Nico Rosberg     Germany    Mercedes-Mercedes    1m 40.117s
5. Jenson Button     Britain     McLaren-Mercedes    1m 40.215s
6. Fernando Alonso     Spain     Ferrari-Ferrari     1m 40.374s
7. Romain Grosjean     France     Lotus-Renault     1m 40.396s
8. Kimi Raikkonen     Finand     Lotus-Renault     1m 40.677s
9. Sergio Perez     Mexico     McLaren-Mercedes    1m 40.860s
10. Felipe Massa     Brazil     Ferrari-Ferrari     1m 40.880s
11. Nico Hulkenberg     Germany    Sauber-Ferrari     1m 40.899s
12. Adrian Sutil     Germany    Force India-Mercedes    1m 41.432s
13. Pastor Maldonado     Venezuela    Williams-Renault    1m 41.482s
14. Esteban Gutierrez     Mexico     Sauber-Ferrari     1m 41.626s
15. Jean-Eric Vergne     France     Toro Rosso-Ferrari    1m 41.924s
16. Valtteri Bottas     Finland     Williams-Renault    1m 42.002s
17. Daniel Ricciardo     Australia    Toro Rosso-Ferrari    1m 42.043s
18. James Calado     Britain     Force India-Mercedes    1m 43.008s
19. Charles Pic     France     Caterham-Renault    1m 43.660s
20. Giedo van der Garde    Holland     Caterham-Renault    1m 43.883s
21. Max Chilton     Britain     Marussia-Cosworth    1m 44.100s
22. Rodolfo Gonzalez     Venezuela    Marussia-Cosworth    1m 46.810s




Editor : Pipit Puspita Rini















8:14 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger